MY HUSBAND IS MY PRESDIR : Jodoh Wasiat Kakek

MY HUSBAND IS MY PRESDIR : Jodoh Wasiat Kakek
chapter 188


__ADS_3

Waktu sudah menunjukkan pukul 18.00 WIB, Alex baru saja sampai rumah. Dila yang tahu kalau Alex sudah pulang, langsung menghampirinya.


"Pak Alex sudah pulang?" sapa Dila yang memang sudah pulang kantor duluan, sedangkan Alex harus lembur dulu bersama David.


"Hem," sahut Alex singkat. Alex tak melihat Anes menyapanya pulang seperti biasa.


"Di mana Anes?" tanya Alex.


"Oh itu pak Alex, kak Anes pergi sama kak Amel, tadi sepulang kerja kak Amel nyamperin kak Anes ke sini, terus mereka bilang mau shopping. Em emang kak Anes nggak bilang dulu ya sama pak Alex kalau mau pergi? Kok gitu sih, pergi nggak ijin suami, suami pulang malah nggak di rumah," ucap Dila berusaha memprovokasi.


Mendengar ucapan Dila, membuat Alex mengerutkan keningnya, apa maksud Dila bilang seperti itu?


"Saya tahu istri saya, pasti dia sudah mengirim pesan, tapi hp saya mati, jadi tolong jaga ucapanmu itu Dila," ucap Alex penuh penekanan.


"Maaf pak, bukan maksud saya lancang, sekali lagi maaf. O ya, pak Alex nanti mau makan malam apa? Biar saya yang masak, takutnya kak Anes belum pulang saat makan malam nanti," tawar Dila tanpa ragu.


"Maaf, saya tidak terbiasa makan selain masakan istri saya, kalaupun dia tidak masak, saya hanya akan delivery order," ucap Alex dan langsung pergi menuju kamarnya.


Dila hanya menatap punggung Alex yang menjauhinya dengan tatapan yang susah di artikan. Kemudian, dia pergi ke kamarnya.


🌼🌼🌼


Di dalam kamarnya, Alex mengecas ponsel miliknya yang mati karena kehabisan baterai.


Setelah terisi beberapa persen, ia menyalakan ponselnya, dan benar kata dia tadi, Anes mengirim pesan kepada Alex jika dia pergi dengan Amel, bilang mau menemani Amel shopping.


" Mas, aku keluar sebentar ya, nemenin Amel shopping, nanti kalau mas pulang aku nggak ada, jangan marah 😘" Pesan pertama yang di kirim oleh Anes kepada Alex.


"Kok nggak di balas sih mas, di telepon juga nggak diangkat, aku pergi beneran ya. Aku udah siapin pakaian kamu mas, kalau nanti kamu mandi, aku juga ada salad buah di kulkas kalau mas mau. Makan malamnya nanti aku beli aja di restoran langganan biasanya ya, luph you emmuah 😘😘😘," pesan kedua yang di kirimkan oleh Anes kepada Alex.


Alex senyum-senyum sendiri membaca isi pesan dari sang istri. Sesuai perkataannya, Anes tidak akan pergi tanpa bilang kepada Alex. Alex paham betul seperti apa istrinya itu.


Alex bergegas ke kamar mandi untuk membersihkan diri.

__ADS_1


Selesai mandi dan berganti pakaian yang sudah di siapkan oleh Anes, Alex turun ke lantai bawah, ia menekan tombol power remote untuk menyalakan televisi. Ya, dia akan menunggu Anes pulang sambil bersantai menonton acara televisi.


Tak lama kemudian, Dila keluar dari kamarnya yang letaknya dekat dengan ruang keluarga tersebut.


"Boleh saya duduk di sini pak? Saya juga mau nonton televisi," tanya Dila ragu.


"Silahkan!" sahut Alex dengan nada datar dan tanpa ekspresi. Cara Dila menatap Alex dan juga dari ucapan Dila tadi seolah ingin menggantikan tugas Anes sebagai istrinya, membuat Alex semakin dingin terhadapnya.


Mereka pun menonton televisi berdua namun dengan jarak yang jauh, dan tak ada obrolan di antara keduanya. Sesekali Dila melirik ke arah Alex yang tidak mengalihkan pandangannya dari layar televisi.


"Coba saja Johan sama seperti dia," batin Dila. Johan adalah nama mantan pacarnya yang baru saja putus dengannya kemarin, karena Johan selingkuh. Dila yang sedang berada di Jakarta mendapat kabar kalau pacarnya selingkuh dengan sahabatnya sendiri, bahkan dia juga menerima bukti berupa photo-photo perselingkuhan Johan dengan sahabatnya.


Dila langsung saja memutuskan hubungannya dengan Johan via WhatsApp.


Jika mengingat sikap Johan yang selalu kasar, Dila menjadi semakin kagum dengan sosok Alex.


"Sudah jam 8, kak Anes kok belum pulang ya, nggak tahu apa suaminya udah pulang kerja dari dua jam yang lalu, udah waktunya makan malam juga," gumam Dila.


Alex yang mendengar gumaman Dila langsung berdiri, ia tak ingin mendengar Dila terus menyudutkan posisi Anes sebagai istrinya. Karena selama ini Anes sudah menjalankan perannya sebagai seorang istri dengan sangat baik, punya hak apa Dila yang baru saja numpang di rumahnya untuk menilai kinerja Anes sebagi seorang istri dari tuan Parvis.


Alex tak menyahut, ia pergi meninggalkan Dila sendiri,


"Ini sudah malam, apa bapak mau saya pesankan makanan untuk makan malam? Atau mau saya masakan saja?" tanya Dila sedikit berteriak karena Alex sudah menjauhinya beberapa langkah.


"Kamu jangan terlalu ikut campur urusan saya Dila. Bukan berati karena kamu adik angkatnya David, jadi bisa seenaknya di sini, sekali lagi saya peringatkan, jaga sikap kamu!" Ucap Alex sedikit menoleh ke arah Dila dan melanjutkan langkahnya kembali.


Ternyata, Anes baru saja pulang dan meletakkan makanan yang ia beli di restoran favorit Alex. Kemudian, Anes mengambil minum di dapur karena haus.



"Sayang," sapa Alex yang baru saja masuk ke dapur untuk minum juga. ia mendekati Anes dan memeluknya dari belakang.


"Eh mas, maaf ya aku baru pulang, mas nggak marah kan?" tanya Anes.

__ADS_1


"Enggak sayang, kenapa mas harus marah?" o ya itu mas lihat ada banyak paper bag, tumben kamu belanja banyak sayang,"


"Iya mas, tadinya cuma mau nemenin Amel, tapi aku malah jadi khilaf belanja banyak, maaf ya. O ya, tadi aku juga bayarin belanjaan Amel mas. Maaf ya, aku tadi habisin banyak uang mas," ucap Anes dengan polosnya.


Alex memutar tubuh Anes hingga mereka berhadap-hadapan. Alex menatap anws dengan gemas. Perempuan cantik tersebut masih saja sungkan untuk bersenang-senang menggunakan uang Alex. Padahal kerja keras Alex, semata untuk Anes dan masa depan anak mereka nantinya.


,


"Kenapa minta maaf terus sih? Dan kenapa juga harus laporan sedetail itu sama mas? Itu hak kamu sayang, uang mas punya kamu juga, kamu bisa menggunakannya untuk apapun," ucap Alex lalu menoel hidung Anes karena gemas, sedangkan tangan yang satunya melingkar di pinggang Anes.


"O ya, kita makan yuk mas, aku udah beli makan di restoran favorit mas Alex," ajak Anes.


"Hem," sahut Alex tersenyum.


Anes meminta tolong bibi untuk menyiapkan makan malamnya sementara ia akan membawa barang belanjaannya ke kamar terlebih dahulu.


"Suruh bibi membawanya ke atas sayang," pinta Alex.


"Baiklah," Anes mengurungkan niatnya dia menyuruh art yang lainnya untuk membawa belanjaannya ke atas.


Bibi selesai mental makan di meja makan, Anes dan Alex mulai untuk makan.


"Dila mana mas? Apa dia sudah makan?"tanya Anes.


"Tidak tahu," jawab Alex.


"Non Dila, sudah makan tadi nyonya," sambung bibi.


"Kamu mikirin orang lain, kamu sendiri belum makan kan sayang?" Alex menatap ke arah Anes.


"Tadi sore udah makan mas, sama Amel. Tapi sekarang aku lapar lagi, jadi ayo kita makan," ajak Anes.


Mereka pun makan malam berdua tanpa Dila seperti biasanya.

__ADS_1


🌼🌼🌼


__ADS_2