
Sore harinya...
Alex yang baru saja dari ruang belajarnya, masuk ke dalam kamar. Ia tidak mendapati istrinya di sana. Namun, dia mendengar suara gemercik air dari kamar mandi, pasti Anes sedang di dalam, pikirnya.
Alex duduk di sofa sambil menunggu Anes keluar dari kamar mandi.
"Mas mau makan apa buat makan malam nanti?" suara Anes membuyarkan konsentrasi Alex yang sedang bermain game di ponselnya.
"Apa aja sayang," Alex meletakkan ponselnya lalu menarik Anes ke dalam pangkuannya.
"Mas kira kamu mandi sayang,"
"Enggak mas, mandinya nanti bareng sama mas aja," jawab Anes.
"Mulai nakal ya?" Alex mencolek hidung Anes.
"Nggak mau nih?"
",Nggak mau nolak sayang, kangen ya manja-manja sama mas?"
"Jangan macam-macam mikirnya, cuma mau mandi bareng aja mas," balas Anes cepat.
"Iya sayang, nggak macam-macam. Cuma satu macam aja," goda Alex.
"Mandi doang mas,"
"Iya-iya sayangku cintaku," sahut Alex gemas.
Anes diam tidak bicara lagi.
"Kok diem? ada apa?" tanya Alex.
"Emm, aku kangen pengen makan masakan mas Alex, pengen di buatin nasi goreng seperti biasa, sebenarnya udah dari kemarin-kemarin pengen, tapi mas sedang sibuk jadi nggak sampai untuk ngomong," ucap Anes. Ia mengerti kesibukan suaminya akhir-akhir ini yang harus pontang-panting sana sini bahkan untuk tidur pun hanya sekedar terlelap karena ketiduran.
"Ya ampun sayang, kenapa nggak bilang sih sama mas, cuma bikin nasi goreng doang. Apapun kalau buat kamu, mas akan lakuin sayang. Tapi kenapa harus nasi goreng lagi, nasi goreng lagi. Ayolah suamimu ini punya bakat lain dalam memasak, jangan nasi goreng terus, mas juga bisa masak yang lainnya,"
"Ya udah deh, apapun yang mas mask aku mau, asal mas yang masak," ucap Anes.
"Ya udah kamu tunggu sini ya, mas masakin dulu," Alex menggeser tubuh Anes dan mendudukkannya di sofa sementara dia langsung berdiri.
" Mandi dulu aja mas, terus baru masak,"
"Nggak masak dulu nih? kan nanti pasti keringetan setelah masak,"
"Mandi dulu!" rengek Anes.
"Baiklah, baiklah. Emang ya ibu hamil itu moodian, kalau nggak di turuti bisa-bisa ngamuk kayak macan," gumam Alex.
"Mas aku dengar ya?"
"Ampun sayang ampun, hehe," Alex memeluk Anes.
๐ผ๐ผ๐ผ
Malam harinya, setelah makan malam, seperti biasa Alex pergi ke rumah sakit.
"Bos, Anda kenapa ke sini?" tanya David.
"Pakai nanya lagi, ya buat nungguin kamulah Dave, biasanya kan juga begitu. Tahu nggak aku udah seperti punya dua istri aja, selesai sama istri yang di rumah, langsung ke sini nemuin istri ke dua hahaha," ucap Alex geli membayangkan betapa ribetnya jika dia benar-benar punya dua istri.
"Maaf bos, sudah merepotkan," David jadi merasa bersalah.
"Jangan bilang gitu Dave, biar bagaimanapun aku yang harusnya minta maaf, dan yang paling penting aku harus berterima kasih padamu. Karena kamu telah menyelamatkan dua nyawaku. Terima kasih Dave, aku berhutang nyawa sama kamu," ucap Alex dengan tulus.
"Don't mention it bos, jangan pernah berpikir seperti itu, yang penting nona dan bos kecil baik-baik saja. Dan saya juga baik-baik saja," sahut David.
Mereka pun ngobrol banyak hal, hingga David menyuruh Alex pulang.
__ADS_1
"Bos pulanglah, kasihan nona Anes pasti kesepian,"
"Tidak Dave, udah biasa seperti ini, kalau aku pulang siapa yang jagain kamu? Amel?"
"Bukan begitu bos, sekarang kan saya tinggal masa pemulihan, saya sudah baik-baik saja, sebaiknya bos pulang. Kasihan nona, bos sendiri yang bilang selama saya koma bos selalu menemani saya di sini. Sekarang saatnya bis kembali ke istri pertama, dia juga butuh perhatian bos, apalagi nona sedang hamil,"
"Jadi kamu mengakuinya, sebagai istri keduaku Dave?" canda Alex.
"Saya serius bos,"
"Ya ya ya kau memang selalu serius,"
"Jadi, pulanglah bos, lagian di sini ada dokter dan perawat,"
"Ya aku menyiapkan mereka khusus buat kamu,"
"Saya tahu, cepat pulang bos,"
"Kamu mengusirku Dave? setelah apa yang aku lakukan? menjagamu dan merawatmu, kamu usir aku nih sekarang?"
"Bilang aja bos sebenarnya dalam hati kegirangan kan? Karena bisa pulang, tidur nyenyak memeluk guling hidup? pulanglah, tuh muka udah lecek kayak pakaian belum di di cuci, yang masih numpuk di keranjang, butuh penyegaran sepertinya," balas David.
"Tahu aja kamu Dave, aku juga udah rindu sama anakku," Alex menyeringai.
"Ck, dasar bos omes,"
"Ck, jadi aku pulang nih?"
"Hem," sahut David.
"Oke bye," Alex langsung keluar ruangan David.
"Segitu kangennya ya sama bos kecil?" batin David.
๐ผ๐ผ๐ผ
"Itu nyonya sedang ada di taman belakang tuan muda," jawab asisten rumah tangganya.
"Malam-malam begini?"
"Iya tuan muda, nyonya muda bilang, beliau ingin melihat indahnya bintang tuan,"
Tanpa menyahut lagi Alex langsung menuju ke taman belakang. Di lihatnya Anes tengah tiduran menghadap ke atas sambil menatap langit.
"Aduh sayang, kenapa kamu tidurnya di situ, nanti kalau di gigit semut bagiamana? Udah malam begini juga, kenapa di luar, dingin ayo masuk," ucap Alex.
Anes menoleh ke sumber suara,
"Mas Alex, kok pulang?"
Alex menghampiri Anes dan duduk di sampingnya.
"Iya karena mas kangen sama kamu, dan anak kita," ucap Alex mengusap perut Anes yang terlihat rata karena terlentang.
"Terus pak David?"
"Dia yang memintaku untuk pulang sayang," jawab Alex
"Ayo bangun, kita masuk. Angin malam nggak baik buat kesehatan.
"Bentar lagi mas, sini tiduran mas,"
"Nggak mau, gatal!" tolak Alex.
"Banyak gaya," ane langsung menarik badan Alex kuat-kuat hingga akhirnya Alex ikut rebahan menghadap langit.
"Lihat tuh mas, bintangnya banyak banget kan?" Bagus sekali kan?" ucap Anes sambil menunjuk-nunjuk langit.
__ADS_1
"Mas cuma lihat satu bintang," ucap Alex yang tidak fokus melihat ke dah yang di tunjuk Anes, ia justru fokus melihat ke samping ke arah istrinya.
"Ih jelas-jelas ada banyak banget mas bintangnya, masak nggak lihat sih, Mas rabun ya,"
"Mas emang buta sayang, mas tidak bisa melihat bintang-bintang lainnya, mas hanya bisa melihat bintang yang paling terang di hati mas, mas hanya bisa melihat kamu sayang," ucap Alex sambil mengeringkan badannya menghadap Anes.
Bluuushhhh, wajah Anes merona.
"Mas bisa aja gombalnya," Anes membalas menatap Alex.
"Mas serius sayang, buat apa mas sibuk melihat bintang di langit, kalau di sisi mas ada bintang paling menyilaukan," lagi-lagi gombalan receh Alex membuat Anes terbang.
"Jangan terbang sayang, kalau kamu kembali ke langit, mas susah buat meraih kembali," ucap Alex yang seakan tahu kalau istrinya sedang merasa melayang.
"Masuk yuk sayang, dingin di sini," ajak Alex kemudian.
"Bentar lagi mas, kenapa sih? tadi nggak usah pulang, aja kalau cuma mau merusak kesenanganku," sahut Anes.
"Aku pulang buat kamu eh malah di bilang kayak gitu, awas ya?"
Alex langsung naik ke atas Anes lalu mencium bibirnya dengan rakus.
"Mas, ini di luar, bagaimana kalau ada yang lihat dan menertawai kita?" ucap Anes setelah menghirup oksigen yang habis karena ciuman barusan.
"Tidak ada yang akan berani menertawai ku sayang, ini rumahku, aku bebas melakukan apapun, di manapun," ucap Alex yang kini mengukung Anes di bawahnya dengan menopang badannya dengan kedua tangannya supaya tidak menindih Anes.
Alex kembali mencium bibir Anes dan merembet ke leher dan telinganya.
"Mas kalau di sini nanti gatal," ucap Anes.
"Aku tidak peduli, kamu sudah membangunkan anaconda mas yang sedang tidur," ucap Alex.
"Nggak di sini juga kali mas," batin Anes.
"Kalau mas kayak gini nanti anak kita ke gencet," Anes beralasan suapaya Alex mengakhiri aksinya.
"Mas udah jago sayang, mas tahu posisi yang aman, anak kita tak akan mas gencet, ini akan aman untuknya,"
Anes mencelos, memalingkan wajahnya dari Alex karena kesal.
"Ingat sayang, menolak suami itu dosa, melayani suami itu ibadah dapat pahala, apalagi sampai menawarinya duluan, pahalanya semakin besar," ucap Alex.
Anes terdiam, apa yang di katakan suaminya tidak salah.
"Lagian, anak Daddy kangen kan ya pengen di jenguk daddynya?" Alex memasang telinganya di perut Anes.
"Tuh kan, dia bilang ia sayang, udah lama mas nggak menengoknya, takutnya kalau lama nggak ketemu mas, anak kita akan amnesia kayak David, lupa ada hubungan apa dia dengan mas," Alex mencari seribu alasan.
"Ya tapi nggak di sini juga kali mas, di atas rumput, yang benar saja," ucap Anes. Ia tadinya tiduran di sana hanya untuk melihat indahnya langit di malam hari yang di penuhi bintang, bukan buat olahraga malam bersama sang suami. Please deh, itu ngga terbaik dalam pikirannya sama sekali.
"Bukannya yang antimainstream lebih menantang sayang?" lagi-lagi Alex menyeringai.
"Antimainstream gundulmu mas, yang ada gatal-gatal setelahnya," sungut Anes.
Alex hanya tersenyum, kemudian ia melepas kemejanya dan melempar ke sembarang arah, lalu ia membopong tubuh istrinya ala bridal style.
"Kenapa juga kemejanya harus dilepas di sani kalau kita akan ke kamar, nggak ngerti deh," batin Anes.
"Mas aku bisa jalan sendiri, malu kalau ada yang lihat," Anes berusaha berontak.
"Tidak ada yang berani mengolok-olok kita sayang, kalaupun mereka melihat, mereka akan pura-pura tidak melihatnya, percayalah. Jangan berontak terus nanti anak kita bisa tertekan,"
Anes hanya bisa pasrah. Percuma juga meronta-ronta minta di turunkan, tidak akan berhasil, hanya buang-buang tenaga, lagian setelah ini dia masih butuh tenaga ekstra.
"Sayang, Daddy akan datang menjengukmu!" seru Alex, dengan terus menggendong tubuh Anes menuju kamar mereka.
๐ผ๐ผ๐ผ
__ADS_1
๐ Jangan lupa like n votenya di setiap chapter, terima kasih ๐๐๐