MY HUSBAND IS MY PRESDIR : Jodoh Wasiat Kakek

MY HUSBAND IS MY PRESDIR : Jodoh Wasiat Kakek
chapter 67


__ADS_3

Mobil yang di kendarai Alex telah memasuki area parkir sebuah mall yang cukup besar di Jakarta. Alex turun dari mobil dan membukakan pintu mobil untuk Anes.


Mereka berjalan memasuki mall tersebut dengan tangan Anes yang menggandeng lengan Alex posesif.


Tentu saja mall tersebut sangat ramai pengunjungnya mengingat ini adalah weekend, di mana sebagian besar penduduk kota Jakarta libur dan mungkin sebagian dari mereka menghabiskan waktu akhir pekan mereka di mall besar tersebut.


Hal yang ingin pertama Alex lakukan adalah mengajak Anes menonton di bioskop. Seperti pasangan lainnya, biasanya mereka akan menonton sebuah drama romantis saat berkencan, menurut Alex. Walaupun kenyataannya dulu dia tidak pernah mengajak mantan pacarnya ke bioskop. Entahlah, mereka dulu kencannya seperti apa. Ide menonton tercetus dari mulut David, yang tentu saja bertanya kepada si canggih Mbah Google terlebih dahulu. Karena David sendiri tidak tahu seperti orang berkencan itu.


Alex dan Anes langsung menuju ke lantai atas di mana gedung bioskop berada. Sesampainya di tempat tujuan pertama, Alex langsung antre untuk membeli tiket dan menyuruh Anes untuk menunggu tak jauh dari tempatnya membeli tiket.


Saat mengantre, Alex selalu mengawasi Anes memastikan tidak ada seorang pria pun mendekatinya. Anes yang menyadari gerak-gerik suaminya yang selalu mengawasinya.


"Tenanglah mas, aku tetap di sini. Nggak kemana-mana. Nggak akan hilang juga. Fokus saja beli tiketnya," batin Anes sambil sesekali melempar senyum dan melambaikan tangannya, saat Alex melihat ke arahnya.


Alex berdiri cukup lama dalam barisan, membuat Alex sempat berpikir untuk membeli gedung bioskop tersebut supaya lain kali ia tidak perlu lagi harus mengantre kalau ingin menonton film di sana.


Akhirnya setelah perjuangannya menunggu, Alex mendapatkan tiket juga. Tidak hanya dua, tapi seluruh kursi yang berada satu deretan dengannya ia pesan semua.


"Kenapa tiketnya sebanyak ini mas? Emang siapa lagi yang mau menonton?" tanya Anes.


"Aku nggak mau nanti ada yang mengganggu, jadi aku beli semua kursi yang sederet sama kita," jawab Alex santai tanpa dosa.


Anes hanya geleng-geleng kepala melihat kekonyolan suaminya.


"Hah, masih mending lah, daripada seluruh kursi di dalam bioskop dia beli semua, dan yang nonton cuma kita berdua. Kan nggak lucu,"

__ADS_1


"Ya udah, ayo masuk!" ajak Alex dengan menggandeng tangan Anes.


"Tunggu!" Alex menghentikan langkahnya.


"Kenapa mas?" tanya Anes


"Mas beli popcorn sama minuman dulu!"


Ya, Alex melupakan point itu. Biasanya orang akan membeli popcorn dan juga minuman sebelum mereka masuk ke dalam bioskop.


Kemudian, Alex berlari kecil untuk membeli popcorn dan juga minuman. Barulah mereka masuk ke dalam bioskop.


🌼🌼🌼


Anes sangat menikmati dan menghayati setiap adegan film tersebut. Seringkali ia terbawa suasana dan ikut hanyut dalam keromantisan yang di suguhkan oleh para pemain film.


Setiap ada adegan sedih, tanpa terasa Anes ikut menitikkan air matanya. Jika adegannya romantis, Anes ikut baper. Sesekali Anes menyandarkan kepalanya di pundak Alex dan Alex mencium puncak kepalanya. Ia menoleh ke arah suaminya lalu tersenyum.


Tangan Anes tak pernah lepas dari genggaman Alex. Bahkan semakin erat Alex menggenggamnya seperti ia sangat takut kehilangan istrinya tersebut. Pokoknya serasa dunia milik mereka berdua, yang lain ngontrak. Itulah gambaran perasaan Anes saat ini. Bukannya dia tidak pernah menonton film romantis sebelumnya. Bahkan, bisa di bilang ia sering menonton film bergenre romantis tapi bersama Amel, dan sekedar nonton biasa bukan berkencan seperti yang ia lakukan sekarang. Rasanya, tentu saja berbeda, sekarang lebih ada sensasinya gimana gitu, menonton film romantis bersama pasangan tercinta.


Sedangkan Alex hanya memasang wajah datar tanpa ekspresinya. Seperti apapun adegan yang ada di layar besar di depannya, tidak menarik perhatiannya sama sekali. Justru ia lebih fokus dengan tingkah manja sang istri karena baper, yang menurutnya itu lebih romantis dan bikin dia baper. Ya, sepertinya dunia Alex sudah di penuhi dengan nama Anes.


"Jadi seperti ini rasanya berkencan sama pasangan, menonton film romantis. Bapernya dapat banget," batin Anes. Ia selalu bersyukur memiliki suami seperti Alex yang selalu tahu apa yang dia inginkan terlepas dari sifatnya yang dingin dan datar terhadap orang lain.


Pasangan-pasangan yang lain yang ada dalam bioskop pun baper melihat adegan di dalam film tersebut. Bahkan, ada yang tak segan-segan untuk berciuman dan saling meraba, membuat Alex dan Anes saling menatap dan salah tingkah. Entah apa yang mereka pikirkan saat melihatnya. Yang jelas mereka merasakan atmosfer yang tidak biasa.

__ADS_1


"Ya ampun! mereka kebawa suasana sampai tidak lihat tempat untuk berciuman dan saling meraba seperti itu, dan tunggu! bahkan mungkin mereka akan melakukan hal lebih dari itu, kenapa sih aku harus melihatnya," batin Anes. Mukanya menjadi merah seperti tomat, karena malu sendiri padahal bukan dia yang melakukannya, ia hanya melihat. Tapi, malah dia yang merasa malu.


"Kenapa sayang? kepingin kayak gitu?" bisik Alex menggoda sang istri. Ia menunjuk salah satu pasangan yang sedang mesum.


"Apaan sih mas!" Anes mencubit pinggang Alex, membuat Alex merasa geli.


"Kalau mau ayo kita lakukan!" goda Alex lagi.


"Mas Alex!" bisik Anes geram.


"Hehe bercanda sayang, Mas juga masih waras dan punya malu kali. Masa melakukan kayak gitu di tempat umum. Kalau di tempat sepi boleh lah ya?" kata Alex dengan senyum menyeringai.


"Tahu ah!" sahut Anes yang mukanya semakin merah karena tersipu.


Alex tersenyum lalu ia meraih kepala Anes supaya bersandar di dadanya.


Mereka kembali fokus ke layar besar di depannya. Sampai akhirnya film yang diputar selesai dengan happy ending. Seperti harapan Anes , ia juga berharap kisahnya bersama Alex akan happy ending.


Para penonton pun berhamburan keluar bioskop. Namun, Alex tak bergeming masih setia duduk seperti tidak rela meninggalkan ruangan tersebut.


"Mas ayo!" ajak Anes yang sudah berdiri sejak tadi menunggu Alex beranjak tapi tak beranjak dari duduknya juga.


Bukannya bangun untuk keluar, Alex malah menarik pinggang Anes hingga perempuan tersebut jatuh terduduk di pangkuannya. Tanpa aba-aba Alex langsung mendaratkan bibirnya ke bibir Anes lalu menciumnya dengan penuh hasrat. Anes yang dari tadi memang sudah baper karena adegan film tanpa ragu membalas ciuman Alex, ia mengalungkan tangannya di leher Alex. Tak lama setelah itu mereka langsung keluar bioskop.


💠 Bagaimana? udah bikin baper belum? jika belum maafkan author ya yang hanya seorang amatiran ini. Jangan lupa like komen dan votenya, serta pencet ❤️nya ya. Salam hangat author ❤️💠

__ADS_1


__ADS_2