
Pak hari dan Bu Ratna yang baru saja tiba di rumah Alex merasa heran dengan keramaian yang ada.
"Kok Ramai ya pa, apa akan ada acara di sini. Ada panggung segala," ucap Bu Ratna yang baru saja turun dari mobil.
"Iya ma, mungkin akan ada pesta atau semacamnya, papa juga nggak tahu," sahut pak Hari. Mereka pun masuk ke dalam rumah.
"Ma, pa!" seru Amel yang melihat kedatangan pak Hari dan Bu Ratna. Ia langsung memeluk Bu Ratna dan mencium punggung tangan pak Hari.
"Sayang, kamu juga di sini?" tanya Bu Ratna yang sudah menganggap Amel seperti anaknya sendiri.
"Iya ma, Anes yang minta Amel kesini untuk bantu-bantu David menyiapkan acara untuk nanti malam," jawab Amel.
"Emangnya nanti malam ada acara apa? pesta?" tanya Bu Ratna.
"Ntar malam akan ada konser mini dangdut koplo ma,,," sahut Anes sambil menghampiri kedua orang tuanya.
"Sayang, mama kangen!" seru ni Ratna langsung memeluk Anes. Tak lupa ia mengusap perut Anes dari luar.
"Calon cucu Oma, sehat-sehat ya sayang," ucap Bu Ratna sambil menyentuh perut datar Anes.
"Mama kamu tuh Nes, kemarin begitu dengar kamu hamil, langsung deh heboh, seantero kampung di kasih tahu. Bahkan mama kamu, mencari baju kamu waktu bayi, katanya mau di wariskan ke cucunya. Hah tentu saja papa larang, masa iya Alex akan kasih anaknya baju bekas. Beli pabriknya saja dia mampu," cerita pak Hari yang di sambut tawa kecil Anes dan juga Amel.
"Biarin pa, biar tuh mulut emak-emak bermulut pedas kapok. Habisnya tiap hari kalau ketemu ngejek terus, nggak dapat-dapat cucu katanya. Apa lagi tuh Bu Maemunah, seneng banget ngehina, padahal mah anaknya tekdung duluan makanya cepat punya cucu," balas Bu Ratna. Anes dan Amel semakin terkekeh dengan kehebohan dua orang yang sudah tinggal di bumi kurang lebih separuh abad tersebut.
"Bagaimana? apa kamu mengalami kesulitan karena kehamilan kamu?" tanya Bu Ratna kepada Anes.
"Enggak sih ma, Anes nggak merasakan yang aneh-aneh, hanya sedikit moody aja. Anak Anes pintar, nggak bikin mommynya susah. Tapi yang bikin susah justru bayi tua yang absurd ya minta ampun," sahut Anes.
"Bayi gede?" ucap pak Hari dan Bu Ratna serentak.
"Iya, siapa lagi kalau bukan bapaknya, mas Alex. Lihat sendiri kan di luar, kehebohan orang-orang itu yang sedang mempersiapkan mini konser Nella khar*ma, efek dari ngidamnya mas Alex yang di turuti oleh pak David. Haih, aku benar-benar nggak ngerti ya, pak David itu lebih ajaib dari mas Alex, kalau nggak, mana mungkin dia akan mengundang artis itu hanya karena mas Alex minta cendol dawet. Orang yang menuruti keinginan orang ajaib berati lebih ajaib kan," curhat Anes.
Pak hari, Bu Ratna dan juga Amel terkekeh melihat kekesalan Anes.
"Sabar sayang, namanya juga lagi ngidam. prosesnya alami. Nikmati saja, dan lebih bersabar lagi menghadapi suami kamu. Ngomong-ngomong di mana suami kamu? nggak kelihatan," Bu Ratna celingak-celinguk celingukan mencari menantu idamannya.
"Iya sih ma, kadang aku kasihan sama mas Alex, sampai segitunya. Dia lagi mandi, dia nggak tahan sama bau keringatnya sendiri, padahal ya nggak bau," sahut Anes.
"Wkwkwkw anak kamu punya dendam pribadi kayaknya sama daddynya deh Nes, masih dalam perut udah ngerjain daddynya sampai begitu," ledek Amel.
"Huuuu, ketawa aja terus. Nanti kalau kamu hamil, pasti pak David bakal lebih sableng dari sekarang, wkwkw,"
"Pak David? Amel, kamu sama pak David?"
"Enggak ma, jangan dengerin omongan anak mama yang satu ini, asbun, asal bunyi," membungkam mulut Anes dengan tangannya.
"Beneran juga nggak papa Mel, Mama setuju kok, pak David orang yang baik dan bisa di andalkan," timpal bu Ratna.
__ADS_1
"Asyik bener, lagi pada ngomong apa?" ucap Alex yang baru saja menuruni anak tangga yang jumlahnya tidak tahu tersebut.
"Mas, ini lagi ngomongin pak David sama Amel," sahut Anes tersenyum ke arah Alex.
"Bohong pak, Anes tuh bilang kalau bapak ngidamnya di luar nalar," celetuk Amel.
Alex hanya mengernyitkan dahinya dan langsung mendekati pak Hari dan Bu Ratna.
"Pa, ma," sapa Alex sembari menyalami dan mencium punggung tangan mertuanya bergantian.
"Gimana Lex? papa dengar katanya kamu yang ngidam dan bukannya Anes. Apa kamu merasa kesulitan?" giliran pak Hari yang bertanya.
"Enggak kok pa, Alex menikmatinya. Tidak masalah, justru Alex senang karena bukan Anes yang mengalaminya," sahut Alex.
"Menantu mama tuh pa," timpal bu Ratna dengan bangganya.
"Menantu papa juga kali ma, papa.kan ikut andil dalam pembuatan Anes," ucap total Hari tak mau kalah.
"Iya, iya menantu kalian berdua, Bu Ratna dan pak Hari, oke?," Anes menengahi kedua orang tuanya.
"Memang susah ya jadi menantu idaman, jadi rebutan," ucap Alex narsis.
Mereka pun terkekeh bersama-sama.
🌼🌼🌼
Tak lama kemudian, tiga sahabat Alex datang ke kediamannya. Rupanya David juga mengundang mereka ke mini konser tersebut. Ia menghubungi mereka 2 hari yang lalu setelah Anes mencetuskan ide menggelar konser dan diiyakan oleh Alex serta di wujudkan oleh David.
"Hai my bro, selamat menjadi tua! karena sebentar lagi bakal jadi Daddy," seru Juna yang baru saja masuk bersama dengan Bryan dan Baim.
"Ck, ngapain kalian kesini? udah kayak jaelangkung aja, datang nggak di undang, pulang nggak di antar," sarkas Alex.
"Santai bro, kita ke sini karena ingin mengucapkan selamat kepada nyonya muda Parvis atas kehamilannya. Aku pikir kamu nggak bisa bikin dia bunting, eh ternyata normal juga, haha, sekalian mau goyang asoy bro, kapan lagi kita bisa gila-gilaan bareng Nella khar*ma," canda Bryan.
"Hus, ingat bini di rumah yang juga lagi bunting Bray," timpal Baim. Bryan memang baru saja melangsungkan pernikahan ketika pak Arya koma waktu itu, sehingga Alex dan Anes tidak bisa menghadiri pernikahannya.
Dan ketika pak Arya meninggal, hanya Bryan yang datang untuk melayat, sedangkan istrinya tetap berada di Jerman.
"Wah istri kamu sedang hamil juga Bray? selamat ya?" ucap Alex ikut senang.
"Thanks Bro," Sahut bryan.
"Btw kenapa nggak di ajak ke sini istri kamu?" tanya Alex.
"Dia sedang dalam fase ngidam Lex, mual parah, jadi belum bisa di ajak naik pesawat. Ntar deh kalau udah ilang ngidamnya, aku ajak balik ke Indonesia," Alex hanya ber-oh-ria mendengar jawaban Bryan.
"Yuk im, kita menyingkir aja, di sini sepertinya obrolan khusus bapak-bapak, kita belum cukup umur, biar mereka yang tua yang di sini," canda Juna.
__ADS_1
"Biarpun udah jadi Daddy, kita bakal jadi hot Daddy dong, iya nggak Bray," Alex menatap ke arah Bryan.
"You bro. Emang situ jomblo, playboy tobat jadi nggak laku," sindir Bryan.
"Eh sial kamu! nggak ingat apa, bagaimana waktu kamu frustasi menghadapi kemarahan istri kamu gara-gara kamu salah sebut nama waktu ijab kabul. Nama istrimu Sheila, yang di sebut malah Sabrina," balas Juna tak kalah sadis.
"Wah parah kamu Bray, untung nggak langsung minta di batalin pernikahannya sama Sheila," ucap Alex.
"Terus aja Jun, terus bully aku karena masalah itu, jomblo bawel," dengus Bryan.
"Eh sebentar lagi nggak jomblo ya, bakal aku usul kalian secepatnya ke pelaminan," sahut Juna percaya diri.
"Emang udah ada jodohnya Jun?" tanya Baim.
Juna menggeleng. Tiga temannya serentak menertawakannya.
"Eh tapi bokap bilang mau jodohkan aku sama anak teman lamanya," lanjut Juna.
"Terus kamu mau?" tanya Baim
"Enggak ada salahnya kan di coba, yang penting cantik, baik, aduhai, dan masih ting-ting," sahut Juna.
"Tuhan juga lihat-lihat kali Jun mau kasih kamu jodoh kayak gimana, udah nggak perjaka juga, di kasih yang ada lobangnya aja udah bersyukur, malah minta yang masih gres," ejek Bryan.
"Bodoh amat, nggak ada salahnya kan doa. Yang jelas kan aku udah bertobat," sahut Juna.
"Udah, udah nggak usah ribut lagi. Ngomong-ngomong dimana istri kamu Lex?" tanya Baim mengalihkan pembicaraan.
"Ada di taman belakang, lagi ngobrol sama mertua dan Amel," jawab Alex.
"Eh Amel juga di sini? biar aku samperin," Juna memasang kuda-kuda untuk menuju ke taman belakang.
Dengan segera Alex menekan bahu Juna supaya duduk kembali.
"Jangan macam-macam, itu jatahnya David," ucap Alex.
"Hahaha kalah start sama David," ejek Bryan lagi.
"Huh, sepertinya emang aku harus minta bokap buat cariin jodoh. Udah mentok pengen kawin, tapi jodoh tak kunjung datang,"
"Nikah Jun, bukan kawin. Yang benar nikah dulu baru kawin," ujar Baim.
"Nggak masalah yang mana duluan, yang penting punya bini, emang kamu nggak mau nikah im?"
"Aku udah ada calon Jun, cuma kamu yang masih jomblo," sahut Baim
"Ah sial, kenapa kalian mengkhianati aku sih, nikah nggak ajak-ajak," dengus Juna kesal.
__ADS_1
Alex, Bryan dan Baim pun serempak menertawakan Juna. Padahal dulu Juna yang paling sering berganti-ganti pacar, sampai cap playboy melekat dalam dirinya, tapi akhirnya dia yang ketinggalan mendapat jodohnya.
🌼🌼🌼