MY HUSBAND IS MY PRESDIR : Jodoh Wasiat Kakek

MY HUSBAND IS MY PRESDIR : Jodoh Wasiat Kakek
chapter 187


__ADS_3

Beberapa hari kemudian..


"Tumben Nes kamu belanja baju lumayan banyak, biasanya paling malas kalau shopping," ucap Amel sambil memilih-milih baju di mall. Ya, sepulang kerja, Anes mengajak Amel buat shopping.


"Nggak tahu nih Mel, padahal di rumah masih ada banyak yang belum aku pakai, tapi sejak perut aku mulai membesar, aku jadi suka bingung mau pakai baju yang mana, padahal semuanya bagus, tapi aku yang suka kurang percaya diri Mel. Rasanya ini itu nggak cocok," jelas Anes.


"Kamu itu pakai baju apa aja tetap cantik Anes sayang, walaupun perut kamu buncit. Itu malah nambah kesan seksi tahu nggak," hibur Amel.


"Gitu ya Mel, mas Alex juga bilang gitu sih," sahut Anes.


"Ye, kalau suami kamu mah memang udah buta kali, maksudnya udah buta karena cintanya ke kamu. Baginya mah perempuan lain tidak ada menarik-menariknya, datar seperti triplek. Tapi kalau aku bilangnya jujur Nes, dari sudut pandang orang waras yang nggak bucin sama kamu,"


"Terus menurutmu mas Alex nggak waras gitu Mel?"


"Iya, pak Alex itu Gila, gila karena cinta. Hehe bercanda Nes, nggak usah baper, jangan di ambil hati. Justru aku iri sama kamu punya pria seperfect itu, kamu tahu sendirilah gimana rumitnya kisah asmaraku dari dulu waktu SMA sampai sekarang. Laki-laki yang jadi pacar aku pasti zonk semua kelakuannya. Lha kamu sekalinya dapet paket komplit, kukus kayak jalan tol," Amel menerawang semua kisah cintanya yang tak seberuntung Anes menurutnya. Ya, walaupun Anes juga pernah patah hati gara-gara Rangga, tapi dia benar-benar beruntung mempunyai suami Alex yang setia dan baik.


"Sabar Mel, bukankah setelah hujan akan ada pelangi? Sekarang kamu kan punya Abang Mel, dia orangnya sangat baik dan bertanggung jawab," ucap Anes lalu berpindah tempat dan memilih-milih baju lagi. Amel mengikuti apa yang di lakukan Anes.


"Aku tidak tahu kalau soal itu Nes, tapi jujur ya, amnesianya David buat aku sedikit bimbang Nes. Kalau dia memang mencintaiku kenapa dia melupakan aku? akhir-akhir ini aku menghindari dia, aku ingin tahu seberapa besar dia mencintaiku Nes,"


"Pantas, bang David suka uring-uringan akhir-akhir ini. Jadi karena di cuekin kamu ternyata," sahut Amel yang merasa ada yang aneh dengan David akhir-akhir ini.


"Aku capek Nes jika harus aku terus yang nempelin dia, tapi dianya nggak respon, malu tahu nggak, bahkan dia pernah bilang aku seperti nggak punya harga diri. Sakit banget rasanya dia bilang begitu Nes. Aku memang pernah berjanji untuk selalu mencintai dan menunggunya, itu tidak aku ingkari Nes, meskipun memang pada akhirnya kita tidak bersama aku tetap mencintainya.


"kesalnya, saat aku bilang aku ingin menyerah, dia menahan ku Nes! dia memohon untuk aku lebih bersabar lagi, memohon untuk aku tidak menyerah. Benar-benar bikin pusing. Bahkan dia bilang dia mencintaiku dalam keadaannya yang amnesia itu, entah itu perasaan yang memang dari dulu masih ada atau perasaan baru yang artinya dia jatuh cinta kepadaku untuk yang kedua kalinya. Tapi kenapa kalau dia cinta, dia acuh dan cuek sama aku, seakan cintaku bertepuk sebelah tangan. Bahkan tak jarang dia berkata kasar dengan nada tinggi pula. Hah tapi aku butuh waktu untuk menerimanya, aku ingin dia tetap ingat aku Nes, aku ingin David yang seperti dulu, bukan David dengan cinta barunya. Apa aku egois Nes?"


Anes mendengarkan dengan seksama curhatan Amel. Sampai-sampai kegiatan memilih-milih baju mereka terjeda.

__ADS_1


"Kamu nggak egois Mel, aku ngerti perasaan kamu. Tapi Abang bukannya cuma diam loh Mel, dia juga berusaha buat ingat, dia rutin datang terapi ke pskiater buat mengembalikan sebagian ingatannya yang hilang itu, Abang ingin mengingatmu Mel. Dan aku yakin perasaan Abang saat ini adalah perasaannya yang sama dengan dulu, rasa itu tidak pernah hilang Mel, di hatinya tetap selalu ada kamu, percaya sama aku,"


"Semoga saja begitu ya Nes, eh kamu udah belum milihnya, kita ke kasir yuk!" ajak Amel.


"Kamu udah cari gaun buat acara reuni besok belum Mel?" tanya Anes.


"O iya, acaranya besok ya? Sekalian cari aja yuk Nes!" ajak Amel.


"BTW besok kamu datang sama pak Alex kan Nes?" tanya Amel.


"Belum tahu juga sih Mel, kalau dia nggak sibuk sih iya, tapi kalau sibuk ya sendiri. Kalau kamu? Mau ajak Abang?" Anes bertanya balik kepada Amel.


"Enggak ah Nes, aku masih mogok bicara sama dia, aku bilang sama dia buat berusaha dan ingat aku dulu, memantapkan perasaannya sama aku baru kami akan melanjutkan bicara soal hubungan aku dengan dia. Kalau tiba-tiba aku minta dia buat menemani aku ke acara sekolah kan tensin, dia juga akan GR pasti, merasa di butuhkan,"


"Tapi emang butuh kan?" goda Anes.


"Hehehe tahu aja kamu Nes! Sebenarnya ya, aku itu udah rindu berat sama David Nes, tiap lihat dia dari jauh aja udah mupeng, pengen gitu di manjain kayak dulu. Now sesak napas aku menahannya,"


"Aku nggak ngerti deh Nes maksud kamu," Amel menggaruk-garuk kepalanya karena tidak bisa mencerna omongan Anes.


"Hem, pasti kamu lapar kan Mel?"


"Hehehe tahu aja kamu Nes, tadi di kantor nggak sempat makan siang soalnya," sahut Amel.


"Ya iyalah, kamu itu kalau perut kosong jadi tidak fokus dan jadi lola, alias loading lama!"


"Ya udah ayo pilih gaunnya, dan bayar," lanjut Anes menarik tangan Amel.

__ADS_1


"Terus makan?" sambung Amel.


"Iyalah Mel makan, kalau perut kamu nggak di isi, takutnya kamu semakin eror dan zonk, tahu kan Abang suka cewek smart," Anes mengingatkan.


"Tapi kayaknya sekarang selera David berubah Nes, buktinya dia jatuh cinta sama aku hehe," Amel menunjuk wajahnya sendiri menggunakan jari telunjuknya. Dengan kata lain, Amel mengatakan kalau dia tidak smart seperti selera David dulu.


"Selera Abang tidak berubah Mel, percaya sama aku, kamu nggak seburuk itu. Kamu itu smart dan yang utama kamu itu baik, sangat baik. aku yakin Abang nggak akan sembarangan jatuh cinta Mel, kamu memang pantas buat dia.


"Kalau aku baik kenapa dari dulu kisah cintaku selalu rumit dan berakhir putus?"


"Itu karena mereka memang bukan jodoh kamu Mel, mereka tidak pantas bersanding dengan kamu, dan sekarang aku yakin Tuhan sudah mengirim orang yang pantas, yaitu Abang David.Jadi semangat buat perjuangin cinta kalian,"


"Kamu emang the best deh Nes, sahabat ter love deh pokoknya," Amel menyunggingkan senyum termanisnya kemudian memeluk sang sahabat yang selalu ada untuk memberikannya semangat dan support tersebut.


"Udah jangan ngobrol lagi, ayo bayar terus makan, em biar aku yang bayar belanjaan kamu Mel,"


"Yakin mau bayarin ini? Banyak loh ini Nes,"


"Bukankah aku punya ini?" Anes mengeluarkan kartu kredit unlimited yang di berikan oleh Alex.


"Tapi aku nggak enak Nes, nanti kalau pak Alex periksa catatan pengeluaran kamu bagaimana? kan aku nggak enak,"


"Mas Alex nggak kayak gitu Mel orangnya, santai aja. Jadi mau nggak nih? kartu Abang yang ada padamu udah kamu kembalikan kan? jadi biar kali ini aku yang belanjaan, nanti kamu traktir aku makan aja oke?"


"Kalaupun kartu itu aku bawa juga, nggak aku gunain buat sembarangan kok Nes,"


"Aku tahu Mel, Bentar aku bayar dulu,"

__ADS_1


Amel mengangguk senang karena di traktir belanja oleh Anes.


🌼🌼🌼


__ADS_2