
Keesokan harinya ..
Amel tampak sedang merias diri di depan cermin kamarnya. Hari ini adalah kencan pertamanya dengan David. Tak lama kemudian, suara klakson mobil memasuki halaman rumahnya.
"Ah itu pasti David udah datang," Amel mengambil tasnya dan keluar.
David yang baru saja tiba langsung menuju ke pintu untuk memencet bel. Tapi, Amel sudah membuka pintunya duluan.
Melihat penampilan Amel, David terpana, ia bungkam tak bisa berkata-kata. Amel tampak memoles wajahnya tipis namun tetap kelihatan cantik, sedangkan David terlihat ganteng memakai baju kasual. Tidak seperti biasanya yang selalu memakai jas.
"Kenapa? kok bengong? aku cantik ya?"
"Em, lumayan. Ayo!" David mengisyaratkan Amel untuk menggandeng lengannya.
"Sebentar, aku tutup pintunya dulu. Mama nggak di rumah soalnya," ucap Amel. Semenjak bercerai, Bu Mira memang lebih sering keluar untuk urusan bisnis cateringnya.
David mengajak Amel ke sebuah danau yang pemandangannya sangat indah.
"Wah indah sekali Dav tempatnya, aku kira kamu mau ngajak aku nonton atau apa, ternyata ke sini," ucap Amel, tak henti-hentinya ia mengagumi pemandangan yang indah di depannya.
"Kenapa? nggak suka aku ajak ke sini? mau nonton di bioskop aja?" tanya David yang tidak peka. Jelas-jelas wajah Amel menunjukkan sangat menyukai tempat tersebut.
"Enggak, aku suka kok tempat ini, suka banget. Nggak nyangka ada tempat sebagus ini, ngemall terus bosan!" ucap Amel antusias.
"Makanya aku ajak kamu ke sini, biar otak sedikit fresh. Ayo duduk di sana!" David memegang pergelangan tangan Amel dan mengajaknya duduk di bawah pohon rindang di tepi danau sambil menikmati indahnya pemandangan.
Beberapa saat kemudian, David meninggalkan Amel sendiri di tempat duduknya.
"Mau kemana Dav?" tanya Amel.
"Tunggu sebentar, kamu duduk aja dulu di situ!" seru David yang perlahan sudah menjauhi Amel.
Tak berselang lama, David sudah mendayung perahu kecil mendekat ke tepi danau yang dekat dengan tempat duduk Amel. Ia turun dan mengajak Amel untuk menaiki perahu tersebut.
"Wah, Dav, kamu dapat dari mana perahu ini?" tanya Amel senang dan kini ia sudah duduk di samping David, sedangkan David mulai mendayung perahunya kembali.
"Bagaimana? kamu suka?" tanya David.
__ADS_1
"Suka sekali! ini lebih romantis tahu dari pada nonton di bioskop!" seru Amel.
"Kalau suka, alah hadiahnya sebagai ucapan terima kasih?" ucap David.
"Cup!" Amel mencium pipi David.
"Itu hadiahnya," ucap Amel langsung memeluk lengan David posesif. David membalasnya dengan senyuman hangat.
"Tunggu sebentar, aku punya sesuatu buat kamu," David mengambil sesuatu di sampingnya duduk.
"Ini buat kamu," David menyodorkan bunga buket bunga mawar kepada Amel.
Amel membulatkan matanya, dengan mulut terbuka, ia tak percaya laki-laki kaku sekaku kayu mahoni tersebut ternyata bisa romantis.
"Ahhh so sweet banget si pacarku ini, romantis, makin cinta deh!" batin Amel.
"Mingkem Mel, nanti kemasukan buaya tuh mulut!" celetuk David.
Gubrak! baru juga di puji so sweet dan romantis, udah balik lagi aja tuh kelakuan David.
Amel segera menutup mulutnya menggunakan tangannya.
"Jadi mau nggak nih bunganya?" tanya David nggak ada romanti-romantisnya.
"Kalau mau ini, gunakan tanganmu untuk menerima, bukan dengan pelototan mata. Biar aku yang bantu menutup mulutmu!" ucap David.
Amel langsung memajukan tangannya untuk menerima bunga dari David. Dan tanpa aba-aba, David langsung mencium bibir Amel. Amel yang terkejut reflek memukul-mukul bahu David.
"David, main sosor aja. Manis banget ya bibirku sampai ketagihan begitu," ucap Amel narsis.
"Aku cuma bantu buat nutup mulut kamu yang nggak migkem-mingkem dari tadi Mel, takutnya ada buaya lompat dari danau dan masuk mulut kamu itu, mendingan kan lidahku yang masuk," ucap david tanpa dosa.
"Dav," panggil Amel.
"Kenapa Amel sayang? mau lagi?"
"Ada buaya beneran itu!" teriak Amel.
"Mana-mana?" David tampak ketakutan, kalian aja ada buaya beneran yang siap menerkam mereka.
__ADS_1
"Ini buayanya!" Amel menunjuk dada David menggunakan jari telunjuknya.
David langsung menggenggam jari Amel dan mendekatkan bibirnya kembali ke bibir Amel. Kali ini Amel membalasnya. David tersenyum sebentar ketika menyadari ada balasan dari Amel, kemudian ia melanjutkan ciumannya.
Saat asyik berciuman, tiba-tiba ponsel David berdering. Namun, ia abaikan karena tak ingin ada yang mengganggu kencannya.
🌼🌼🌼
Sementara itu di rumah Alex, Alex tampak sedang sibuk menelepon David, namun tidak di angkat.
"Lagi ngapain sih nih anak, nggak tahu apa kalau aku sedang galau," umpat Alex karena teleponnya di abaikan oleh David.
"Kenapa sih mas? galau kenapa hem?" tanya Anes membawa buah strawberry yang baru saja ia petik dari taman belakang, mendekat ke arah Alex yang sedang duduk di ruang keluarga sambil menonton acara kuliner di televisi.
"Ini si David, dari tadi mas telepon nggak di angkat. Enggak biasanya dia kayak gini," kesal Alex.
"Ya udah biarin aja kenapa, dia kan juga punya me timenya sendiri mas, apalagi ini kan weekend, bisa aja dia sedang pergi kencan sama Amel, sekarang mereka kan udah pacaran. Jangan ganggu mereka!" ucap Anes.
"Ini makan strawberry dulu, baru aku petik masih segar, dan udah aku cuci," Anes menyuapi Alex strawberry.
Alex membuka mulutnya, menyambut suapan Anes.
"Makasih sayang, enak strawberinya, manis," ucap Alex.
"Manis dari mana? orang masam begini. Hah namanya juga lagi ngidam. Jadi iri deh sama mas Alex, dia bisa ngerasain sensasinya orangnya ngidam," batin Anes.
"Tadi mas bilang galau? galau kenapa emangnya hem?" tanya Anes.
"Itu, tadi kan di televisi ada acara kuliner gitu, nah ada gudeg Jogja yang kayaknya enak banget. Mas pengen nyobain," jelas Alex.
"Ya udah nanti minta bibi buat belia bahan-bahannya biar aku masakin ya?"
"Enggak sayang, mas maunya yang langsung dari Jogja, langsung dari warung yang tadi ada di televisi. Aku mau suruh David ke sana buat beli," menunjuk layar televisi yang sedang iklan.
"Allahu Akbar! nggak jadi iri deh, kalau gini ngidamnya nyusahin orang. Beneran deh!" batin Anes.
Anes menghela nafasnya kasar. Sambil mengelus-elus perutnya. Tidak habis pikir dengan tingkah sang suami.
"Sayang, kenapa kamu jail banget sih sama Daddy, kasihan kan om David kalau beneran harus ke Jogja cuma buat beli gudeg," batin Anes mengusap perutnya lagi.
__ADS_1
Alex emang tidak pernah meminta Anes yang mewujudkan ngidamnya, ia tidak ingin menyusahkan Anes. Anes hanya di minta membuatkan sesuatu yang masih bisa di lakukan di rumah, seperti membuat salad. Kalau di luar itu, Alex lebih memilih mencarinya sendiri atau menyusahkan David.
🌼🌼🌼