MY HUSBAND IS MY PRESDIR : Jodoh Wasiat Kakek

MY HUSBAND IS MY PRESDIR : Jodoh Wasiat Kakek
Chapter 232


__ADS_3

Acara resepsi di selenggarakan malam harinya. David dan Amel tampak serasi berdiri diatas pelaminan untuk menyalami para tamu yang memberikan ucapan selamat kepada keduanya.


Tampak Alex dan Anes, serta pak Hari dan bu Ratna ikut berdiri di sana, berbaris rapi bersama keluarga Amel, karena merekalah keluarga yang David miliki.


"Mas, berasa kita yang sedang mantu deh," bisik Anes kepada Alex.


"Belajar dulu sekarang sayang, nanti kalau anak kita nikah biar nggak kaget," balas Alex berbisik juga.


"Masih lama kali mas, lahir aja belum, udah ngomongin pernikahannya," cebik Anes.


"Lhah, tadi dia yang mancing duluan ngomongin mantu, giliran di tanggapi malah gitu. Hadeh kalau nggak lagi di tempat rame gini udah aku ajak gelud deh, gemesin!" batin Alex.


Anak-anak dari rumah singgah juga semuanya ikut menghadiri pesta tersebut.


Selain Amel dan David yang menjadi pusat perhatian, kedatangna Aldo yang juga diundang secara khusus oleh Amelpun ikut mencuri perhatian mereka yang hadir di sana karena dia seorang aktor dan juga penyanyi papan atas. Ia menyimbangkan dua buah lagu dalam acara tersebut.


Malam semakin larut, para tamu undangan juga sudah mulai berpamitan. Karena Anes sudah merasa lelah, akhirnya Alex mengajaknya untuk kembali ke kamar terlebih dahulu.


"Aku ke kamar dulu Dave, kasihan Anes sudah kecapean," pamit Alex kepada David.


"Iya bos, ini juga udah mau selesai acaranya. Selamat beristirahat bos, nona," kata David.


"O ya, mau kapan melakukannya Dave? Malam ini juga?" tanya Alex.


David tidak mengerti apa yang di maksud oleh Alex.


"Melakukan apa bos? Bukannya bos memberikan saya cuti?" David balik bertanya kepada Alex. Dia pikir Alex menanyakan soal pekerjaan.


Anes tahu maksud dari pertanyaan Alex mengarah kemana, ia langsung menarik tangan Alex.


"Mas jangan julid deh, segala hal begituan di tanyain, kepo amat sih. Itu urusan mereka mas," ucap Anes.


"Hehe iseng sayang,"


Anes hanya memutar bola matanya malas, "iseng di pelihara," gumam Anes.


"Selamat mencetak gol Dave, semoga tidak meleset!" seru Alex.


"Ih mas Alex, jail bnget sih jadi orang, masih ada papa mama sama keluarga Amel loh itu, mulut ngeblong aja, nggak ada remnya," Anes mencubit pinggang Alex.


"Bercanda doang sayang, biasa kan ngecengin sahabat yang baru nikah," balas Alex


🌼 🌼 🌼


Acara pun usai, bu Ratna dan juga pak Hari terlebih dahulu meninggalkan tempat resepsi tersebut. Di susul dengan bubarny pasangan pengantin baru dan juga keluarganya dari tempat tersebut.


Amel dan David kini berada dalam mode canggung satu sama lain. Mereka bingung mau kembali ke kamar siapa, Amel atau David.


"Em, balik ke kamar aku aja yuk Dave?" ajak Amel.


"Em nggak Mel, aku kan ada kamar sendiri," bals David dengan polosnya.

__ADS_1


"Ya udah sana, tidur di kamar kamu sendiri!" ucap Amel dengan nada sewot.


"Kok sewot?"


"Kamu amnesia atau bagaiamana sih Dave? Tadi pagi kita udah sah jadi suami istri dan baru saja acara resepsi selesai. Kamu mau tidur sendiri?" ucap Amel kesal.


"O iya ya, yaudah aku ikut kamu aja," sahut David.


Mereka pun berjalan menuju ke kamar Amel. Ketika sampai di depan pintu, David mendapat pesan singkat dari Alex.


"Nyetak golnya di kamar nomor xxx, aku sudah menyiapkan kamar khusus untuk kalian," isi pesan dari Alex.


David tidak membalas pesan Alex, melainkan langsung menelepon sultan absurd tersebut.


"Apa Dave? Ganggu aja, bisa kan cara bermain bola sampai mencetak gol? Atau mau aku ajarin? Jangan sok polos deh," ucap Alex dari seberang telepon.


"Aw mas, pelan sedikit dong jangan keras-keras sakit tahu," terdengar suara Anes yang terasa ambigu di telinga David, membuat telinganya memerah.


"Maaf sayang, habisnya ini David mengganggu, jadi konsentrasi mas terganggu," sahut Alex, yang mana membuat David merutuki dirinya sendiri, menyesal sudah menelepon Alex di waktu yang tidak tepat menurutnya.


"Astaga, mereka lagi ngapain sih, kalau lagi penting berdua kan nggak usah jawab teleponku, ini yang habis nikah siapa, yang malam pertama siapa," batin David.


"Halo Dave masih bernapas di sana kan?" tanya Alex, karena ia tak mendengar suara David.


"Eh iya bos, saya hanya mau mengucapkan terima kasih atas semua yang bos lakukan untu saya," jawab David tulus.


"Huh, kirain ada hal penting apa Dave, ini udah ke barapa kali kamu bilang makasih sama aku? Sekali lagi kamu bilang terima kasih, kamu bakal dapat gelas atau piring cantik sebagai bonus. Kamu adikku Dave, udah sewajarnya aku melakukan semua itu buat kamu," ucap Alex, meskipun gesrek tapi ada ketulusan dalam ucapannya.


Alex tak mengerti dengan ucapan david terakhir,


"Meet and greet? Dengan bos kecil?" gumam Alex, wajahnya penuh tanda tanya.


"Kenapa mas?" tanya Anes.


"Nggak apa-apa sayang, ayo mas lanjutin mijitnya," Alex meletakkan ponselnya dan kembali meraih kaki Anes ke pangkuannya untuk di pijat.


🌼 🌼 🌼


"Ada apa Dave? Kenapa berhenti?" tanya yang sedari tadi menunggu.


"Em itu, ita tidurnya di kamar lain malam ini, ayo!" David memgang tangan Amel dan mengajaknya ke kamar yang di maksud.


Sesampainya di kamar, Amel merasa takjub dengan suasana kamar yang sangat romantis tersebut. Baru saja masuk, mereka sudah di sambut dengan balon balon berwarna merah muda berrbentuk hati yang menempel di langit-langi. Di atas tempat tidur yang berukuran king size, terdapat bunga-bunga mawar merah dan putih yang di susun menjadi bentuk hati. Lilin-lilin yang di letakkan di beberaa sudut juga turut menambah kesan romantis kamar tersebut.


"Wah ini semua kamu yang nyiapin Dave?"


David tak menjawab, ia hanya menyunggingkan senyumnya, karena ia tak ingin merusak mood istrinya jika ia tahu kalau bukan David yang menyiapkannya. Ya, David memang tak berpikir sampai seromantis itu, tapi biarlah Amel berpikir jika ia sangat romantis, pikir David.


" Apa kaku suka?" tajya David sambil melingkarkan kedua tangannya di perut Amel.


Amel mengangguk senang. Sesaat kemudian, suasana menjadi canggung kembali, mereka berdua tenggelam dalam pikiran masing-masing dalam posisi yang sama.

__ADS_1


"Apa harus sekarang? Tapi bagaimana memulainya?" batin David, apalagi saat ia ingat suara Anes tadi ketika ia menelepon Alex.


"Apa David mau ngajak begitu sekarang? Duh siap nggak ya?" batin Amel deg-degan.


"Em Dave,"


"Hem?"


"Mulai kek, jangan diem aja napa Dave, nungguin nih," ucap Amel dalam hati.


"Em, apa mau sekarang?" tanya Amel malu-malu.


"Apanya?" tanya David.


"Itu,"


"Itu apa?"


"Ah udahlah lupakan!" kesal Amel yang menganggap David tidak peka.


Akhirnya mereka berdua memutuskan untuk membersihkan diri masing-masing terlebih dahulu secara bergantian.


Saat David tengah mandi, ada pelayan hotel yang menyerahkan sebuah paper bag kepada Amel yang sudah mandi terlebih dahulu.


"Maaf nona, ini ada titipan dari nyonya muda Parvis," ucap pelayan hotel sambil menyerahkan paper bag yang ia pegang kepada Amel.


"Terima kasih," ucap Amel.


Amel kembali menutup pintunya, ia membuka paper bag tersebut yang ternyata sebuah lingeri berwarna merah.


"Apa maksudnya ini? Apa harus aku pakai sekarang?" gumam Amel sambil membolak-balik lingeri di tangannya.


David keluar dari kamar mandi hanya dengan melilitkan handuk di pinggangnya, badan dan rambutnya yang setengah basah membuat Amel menelan ludahnya.


David juga terkejut melihat Amel tengah duduk di tepi ranjang dengan memakai lingeri yang di berikan oleh Anes tadi. Terlihat sangat seksi dan membangunkan tongkat sakti miliknya.


"Apa mau sekarang Dave?" Amel memgulangi pertanyaannya tadi.


"Hah, apa?" lagi-lagi jawaban David membuat Amel kesal.


"Itu Dave, masa nggak ngerti sih, yang dilakuin suami istri kalau sudah sah. Ah kamu Dave, waktu pacaran aja pengennya nyosor terus, giliran udah sah sok pikun, sok polos, nggak mau yaudah!" cebik Amel.


David tersenyum mendengar ucapan Amel, ia mendekati istrinya tersebut. Di dorongnya tubuh Amel hingga jatuh menimpa bunga mawar yang membentuk hati di atas tempat tidur, lalu ia merangkak naik dan mengukung tubuh Amel dengan kedua tangannya. Wajah Amel langsung memerah, jantungnya berdetak sangat cepat. Begitu juga dengan David, namun laki-laki tersebut masih bisa menyembunyikan kegugupannya. Ia ingat kata Alex, santai dan ikuti alurnya.


" Bagaimana mungkin aku tidak menginginkannya. Tapi, apa kamu yakin mau sekarang? Terus nanti saat bulan madu ngapain?" tanya David.


"Ya nanti saat bulan madu kita lakukan lagi," jawab Amel polos.


"Baiklah kalau begitu, karena kamu sudah bicara seperti itu, maka kamu tidak bisa menariknya Beb, kita buktikan sekarang belalai gajah atau tongkat sun go kong," David menyeringai, ia langsung ng mencium bibir Amel untuk memulai panjang mereka. Dan apa yang seharusnya terjadi, ya terjadilah. Malam itu David berhasil mencetak gol untuk pertama kalinya.


🌼 🌼 🌼

__ADS_1


💠Halo para readers kesayangan, mohon maaf karena baru bisa up lagi setelah sekian hari tidak up dan membuat kalian menunggu, sekali lagi mohon maaf🙏 🙏 jangan lupa kike dan votenya🙏salam hangat author❤️💠


__ADS_2