MY HUSBAND IS MY PRESDIR : Jodoh Wasiat Kakek

MY HUSBAND IS MY PRESDIR : Jodoh Wasiat Kakek
chapter 47


__ADS_3

Anes tengah sibuk mengemas dan memasukkan oleh-oleh dari Maldives ke paper bag yang telah ia siapkan. Alex mengajak Anes untuk mengunjungi rumah mertuanya, pak Hari dan bu Ratna mumpung mereka libur dan tidak sibuk.


Setelah semuanya siap, Anes mengambil tasnya dan menghampiri suaminya yang sedang berada di ruang kerjanya.


"Dia sedang membaca apa sih, senyum-senyum begitu, sampai dia tidak sadar aku mrmbuka pintu dan masuk kesini," batin Anes yang melihat suaminya tengah duduk di sofa dengan memegang sebuah buku, yang entah buku apa Anes nggak tahu, yang jelas, kini Alex tengah tersenyum membaca buku tersebut.



"Mas, ayo aku udah siap, katanya mau kerumah mama?" ucap Anes.


Alex yang mendengar Anes berbicara langsung beralih fokus kearah Anes yang sudah berdiri tepat didepannya.


"Kamu udah siap?" tanyanya.


"Udah dari tadi, mas baca apa sih sampai-sampai aku masuk nggak ngeh." Anes penasaran.


"Ada deh, kepo! ayo berangkat" sahut Alex, kemudian menutup bukunya dan beranjak dari sofa empuk yang ada diruang kerjanya tersebut.


Karena penasaran, Anes melihat sekilas sampul buku yang baru saja dibaca suaminya. MAGIC OF THINKING BIG judul yang tertulis disampul tersebut.


"Itu kan buku tentang bisnis yang ditulis oleh David Schwartz, kenapa dia tersenyum membacanya, darimana letak lucunya, hah aneh!" desah Anes dalam hati tak habis pikir.


Anes segera menyusul Alex keluar dengan berlari kecil hingga langkahnya sejajar dengan Alex.


Alex segera melajukan mobilnya dan menyusuri jalan menuju ke rumah mertuanya. Jangan tanya dimana sopir pribadinya. Ya, pak Anton libur di hari Sabtu dan minggu, kecuali Alex memintanya untuk bekerja, maka dia akan standby kapanpun dan di manapun untuk bosnya. Alex memang lebih suka mengemudi mobilnya sendiri terutama untuk hal-hal tertentu. Sopir pribadi hanyalah prosedur perusahaan. Walaupun demikian, pak Anton tetap mendapat gaji full dan jumlahnya cukup besar. *Jadi, nanti jangan tanya kenapa Alex seringenyetir mobil sendiri, katanya dia memiliki sopir pribadi, horang kaya tajir melintir kan biasanya pakai sopir kemana-mana*


Melewati sebuah minimarket, Alex menghentikan mobilnya dan memarkirkan mobilnya.


"Kenapa berhenti disini mas? ini kan mini market buka rumah mama."


"Kamu tunggu disini aja, aku turun sebentar," ucap Alex sambil melepas seatbeltnya.


"Dia mau beli apa sih?" batin Anes sambil mengamati suaminya yang masuk ke dalam mini market.


"Selamat datang Tuan, ada yang bisa kami bantu?" sapa karyawan mini market.


"Ah ya, saya mencari barang untuk dibawa kerumah mertua, mungkin keperluan sehari-hari," jawab Alex acuh.


"Apakah maksud tuan kebutuhan pokok?"

__ADS_1


"Ya, itu maksudnya" sahut Alex.


๐ŸŒผ๐ŸŒผ๐ŸŒผ


Anes yang masih berada didalam mobil, tak percaya dengan apa yang dia lihat. Alex keluar mini market dengan membawa begitu banyak barang ditenteng ditangannya , di belakangnya, juga terlihat karyawan minimarket membawa beberapa karung beras yang ditaksir Anes kira-kira sekarung beratnya 20kg. Ada juga yang membawakan beberapa karton minyak dan gula pasir.


"Dia mau mau buka warung apa gimana sih? batin Anes tak mengerti.


"Mas beli semua ini buat apa? aku emang mau beli keperluan rumah, tapi nanti, sehabis pulang dari rumah mama, dan juga nggak perlu sebanyak ini kali, " ucap Anes ketika Alex sudah masuk kedalam mobil.


"Nggak mungkinkan kita kerumah papa Hari dengan tangan kosong?" jawab Alex. Anes menangkap maksud dari jawaban sang suami kalau barang-barang itu mau di bawa kerumah orangtuanya.


"Tadi, aku cuma bilang mau cari buah tangan untuk berkunjung kerumah mertua, kebutuhan sehari-hari. Mereka menyarankan ini semua," lanjut Alex.


"Sepertinya kamu dikerjain karyawan itu mas, sampai kamu beli sebanyak ini, kan bisa buah atau apa, salahmu sendiri malah berhenti dan masuk ke mini market itu" batin Anes,


"Memang apa yang mereka katakan?" tanya Anes.


"Mereka bilang, kalau aku beli ini semua, pasti mertuaku akan sangat senang," jawab Alex polos.


"Tentu saja orang tuaku senang, mereka sepertinya tidak perlu belanja untuk waktu dekat"


Anes ingin tertawa tapi takut dosa, dan juga tidak ingin membuat suaminya malu. Ia hanya geleng-geleng kepala. Ia jadi teringat waktu Alex membelikan pembalut yang begitu banyaknya waktu itu.


"Iya, pasti mereka senang punya menantu seperti mas Alex," ucap Anes agar suaminya tetap percaya diri. Anes juga senang karena suaminya begitu perhatian kepada orang tuanya.


๐ŸŒผ๐ŸŒผ๐ŸŒผ


Sampai di rumah orang tuanya, mereka disambut oleh pak Hari dan Bu Ratna.


"Sayang, mama kangen sama kamu," ucap bu Ratan seraya memeluk anak semata wayangnya tersebut.


"Anes juga kangen sama mama, sama papa juga" balas Anes.


Sementara Alex sibuk menurunkan barang-barang yang ia beli tadi.


Pak Hari dan bu Ratna yang melihat Alex menurunkan begitu banyak barang pun menatap Anes heran.


"Menantu idaman mama, mama nggak perlu repot-repot belanja dalam waktu dekat," bisik Anes ditelinga ibunya.

__ADS_1


Sepertinya pak Hari dan bu Ratna mengerti maksud Anes.


"Terima saja, sama saja menyelamatkan harga dirinya sebagai menantu, jangan dikomen," bisiknya lagi.


"Oh Nak, kenapa repot-repot membawa ini semua?" ucap pak Hari yang menghampiri Alex dan membantu menurunkan barang-barang tersebut.


"Ah tidak repot sama sekali pa," jawab Alex ramah.


"Kalian masuk saja dulu, biar papa bantu Alex membawa barang-barang ini masuk," ucap pak Hari anak dan istrinya.


Anes mengambil paper bag yang sudah ia siapkan dirumahnya tadi.


"Anes ada oleh-oleh dari Maldives buat mama sama papa," ucap Anes sambil menyerahkan paper bag Tersebut kepada ibunya.


"Terima kasih sayang, kamu repot-repot beliin mama sama papa oleh-oleh segala," balas Bu Ratna.


Dan mereka pun masuk ke dalam rumah. Bu Ratna membuatkan minum untuk Alex dan pak Hari dibantu oleh Anes.


"Kenapa kalian membawa bara begitu banyak sayang? seperti mau buka warung sembako," tanya bu Ratna setelah ia clingak-clinguk, memastikan Alex masih diluar dan tidak mendengar mereka bicara.


"Itu ide mas Alex ma, dia bilang tidak mau datang kesini dengan tangan kosong, nggak enak katanya," sahut Anes.


"Tapi apa itu nggak kebanyakan Sayang?"


"Udah nggakpapa ma, terima niat baiknya, dia tulus kok, tidak ada maksud apa-apa."


"Iya, mama tahu, suami kamu itu orangnya baik, walaupun kadang jutek dan irit bicara, tapi mama tahu sebenarnya dia orang yang baik dan hangat," timpal bu Ratna.


๐ŸŒผ๐ŸŒผ๐ŸŒผ


Semua barang sudah di bawa masuk, Alex kembali ke mobil untuk menutup pintu belakang mobil dan juga mengambil kunci mobilnya. Ketika ia berjalan, ia menoleh ke sebuah mobil yang terparkir di halaman rumah mertuanya. Menurut Alex mobil itu sudah tidak layak di gunakan dan saatnya untuk di ganti. Kemudian, dia mengambil ponsel di sakunya dan memanggil seseorang.


"Hallo Dav, secepatnya carikan mobil yang bagus dan nyaman untuk mertuaku," ucapnya pada David .


"........"


"Iya, kamu atur dan urus semuanya," ucap Alex kemudian mematikan ponselnya dan masuk kedalam rumah.


๐Ÿ’ jangan lupa like komen n votenya ya, jadikan favorit juga, terimakasih ๐Ÿ™๐Ÿ’ 

__ADS_1


__ADS_2