MY HUSBAND IS MY PRESDIR : Jodoh Wasiat Kakek

MY HUSBAND IS MY PRESDIR : Jodoh Wasiat Kakek
chapter 80


__ADS_3

"Halo nona cantik, apakah Alex ada di dalam?" tanya seorang laki-laki kepada Anes yang sedang duduk melamun di meja kerjanya.


"Anda siapa dan ada keperluan apa? kalau ingin bertemu Presdir harus buat janji terlebih dahulu," tegas Anes. Ia kesal karena laki-laki di depannya ini main nyelonong masuk.


"Jadi ini istrinya si tengil itu?pintar juga dia memilih istri," batin laki-laki yang masih belum jelas siapa tersebut.


"Kenapa resepsionis membiarkan sembarangan orang masuk ke sini sih, bagaimana kalau mas Alex marah," batin Anes.


Laki-laki tersebut tidak merespon ucapan Anes. Ia langsung menerobos masuk ke dalam ruangan Alex.


"Eh tuan tunggu! Anda tidak bisa main masuk," Anes mengejar laki-laki tersebut sampai keruangan Alex.


"Hai bro, apa kabar?" sapa laki-laki itu kepada Alex yang sedang sibuk dengan setumpuk dokumen.


Mendengar suara yang tidak asing baginya, Alex langsung mendongak menatap tajam laki-laki tersebut.


"Maaf pak, Tuan ini main masuk saja, padahal saya sudah melarangnya," ucap Anes dengan bahasa formal.


"Tidak apa-apa sayang, biar mas yang urus laki-laki brandal ini," sahut Anes.


"Ngapain kamu ke sini? masih ingat jalan pulang?" tanya Alex jutek.


"Come on bro! sahabat datang, bukannya di sambut, di peluk kek! emang nggak kangen sama aku?" sahut laki-laki itu.


"Sahabat? Orang ini temannya mas Alex?" batin Anes yang masih mematung di belakang laki-laki tersebut.


"Ih najis, aku masih doyan perempuan, cepat katakan ada apa kemari?"jutek Alex.


"Tolong aku Lex, papa minta aku balik ke Indo dan urus perusahaannya dan segera mencari calon istri. Hah kamu tahu kan aku masih suka kebebasan. Dan soal perusahaan, aku nggak minat," curhat laki-laki tersebut.


"Sampai kapan mau main-main terus? menikah dan mulailah tata hidup kamu," Alex menasehati sahabatnya itu.


"Hah kau sama saja! Nggak asyik!" sahut laki-laki tersebut.


"Eh, Btw sekertaris kamu cantik, boleh juga kalau dia mau jadi istriku, aku akan mempertimbangkan permintaan papaku buat urus perusahaannya."


"Jangan macam-macam kamu! Dia istriku!" ucap Alex dengan tatapan mematikan.


"Hahaha santai bro, just kidding. Gitu aja baper. Aku juga tahu dia istri kamu. David yang bilang kalau kamu sudah menikahi sekertaris sendiri. Pintar juga memilih istri,"


"Eh nona cantik masih di sini, kenalin namaku Juna, Arjuna Wijaya bukan Arjuna Wiwaha. Kalau Arjuna Wiwaha kan nama kitab," laki-laki yang ternyata bernama Juna tersebut mengulurkan tangannya untuk berkenalan dengan Anes.


"Arjuna Wijaya? Mungkinkah dia pewaris Wijaya Corporation?" batin Anes.

__ADS_1


Anes melihat Alex meminta persetujuannya. Dan Alex menganggukkan kepalanya.


"Anes," jawab Anes singkat sambil menyambut uluran tangan Juna.


"Cepat lepaskan tangan istriku, jangan lama-lama salamannya!" ucap Alex posesif. Anes langsung menarik tangannya.


"Hah dasar posesif! nona cantik kenapa mau menikah dengan laki-laki datar dan cuek ini?"


"Hei, dia tuh romantis tahu kalau sama aku," batin Anes membulatkan matanya, membela sang suami.


"Sayang, dia ini teman mas waktu kuliah dulu," ucap Alex kepada Anes yang tampak masih sedikit bingung dengan situasi sekarang.


"Ya, lebih tepatnya teman seperjuangan waktu kita sama-sama memutuskan buat hidup mandiri. Tanpa menyematkan nama besar keluarga. Setelah lulus, kita berempat berpencar ada yang di Kanada dan Prancis, aku ke Jerman, sedangkan suami kamu ini pergi ke Australia," Jelas Juna.


"Berempat?" Anes bingung.


"Iya, aku, Alex dan dua sahabat kami lainnya," sahut Juna.


"Kalian teman kuliah? Berarti kalian udah lama nggak ketemu ya?" tanya Anes.


"Siapa bilang? Sesekali kita ngumpul kok tapi tidak di sini. Terakhir sebelum Alex pulang ke sini kita ngumpul di Kanada. Tapi, ya gitu deh! suami kamu ini sok sibuk jadi paling susah kalau di ajak ketemu,"


Anes hanya manggut-manggut mendengar cerita Juna. Ia tidak menyangka kalau ternyata suaminya itu memiliki teman selain David.


"Ehem!" Alex menatap Juna tajam.


"Ah maksudku Rara, iya Rara. Tapi dia sudah menikah dan tidak pernah bertemu," Juna menggaruk tengkuknya sendiri.


"Sayang jangan dengarkan dia bicara, kalau di ladeni bisa di jadikan sebuah novel. Kamu bisa kembali ke ruangan kamu," Alex menyela omongan Juna.


"Baik mas, aku keluar. Permisi," Anes melenggang pergi meninggalkan mereka berdua.


"Dasar tuh mulut!" Alex melempar bolpoin ke arah Juna.


"Sorry bro, aku hampir keceplosan. Emang dia belum tahu soal Rania?" bisik Juna.


Alex hanya menggelengkan kepalanya.


"Wah parah kamu Lex!"


"Diam, dasar brandal!"


"hahaha, ngomong-ngomong di mana David? nggak kelihatan batang hidungnya tuh anak?"

__ADS_1


"Dia sedang keluar, kenapa? kangen?," tanya Alex.


"Pengen tanya sama dia, apa tipsnya sampai bisa bertahan menghadapi orang macam kamu sampai sekarang. Hahaha," Juna tertawa geli.


"Ck. Dasar!" Alex memicingkan matanya.


🌼🌼🌼


Anes tak henti-hentinya menoleh ke ruangan Alex. Tak berselang lama Juna keluar dari ruangan Alex di ikuti oleh Alex.


"Nona cantik aku pergi dulu. Kalau laki-laki itu menyakitimu, datanglah padaku," Juna mengedipkan matanya.


"Berhenti omong kosong, dasar! cepat pergi! dan jangan panggil istriku nona cantik lagi!" teriak Alex. Walaupun Juna pelan bicaranya tapi masih terdengar jelas oleh Alex.


Juna tak menanggapi ia hanya mengangkat kedua bahunya dan terus berjalan.


waktu sudah menunjukkan pukul 15.00 WIB Alex dan Anes sudah berada dalam mobil untuk pulang. Karena tidak lembur jadi mereka bisa pulang lebih awal.


"Sayang kenapa diam aja dari tadi?" tanya Alex


"Ah enggak. Aku nggak nyangka aja ternyata mas Alex punya teman selain pak David. Aku kira mas orangnya Introvert, ternyata bisa beryeman juga," sahut Anes.


"Gini-gini mas juga punya teman kali. Hanya saja karena kesibukkan mas, jadi jarang ketemu sama mereka," jelas Alex.


"Terus yang tadi itu Arjuna Wijaya pewaris Wijaya Corporation? perusahaan terbesar kedua setelah Parvis Group?" tanya Anes.


"Hem," jawab Alex singkat.


"Eh berati dulu mas juga hidup sederhana dong? kenapa sekarang berubah? makan aja nggak mau di tempat sederhana kalau nggak di paksa,"


"Itu kan dulu sayang, jaman aja berubah ,orang juga bisa berubah. Sekarang, waktunya mas menikmati apa yang mas miliki," jawab Alex.


Mobil terus melaju hingga sampai di apartemen.


"Ah mas lelah," sampai di kamar, Alex langsung menjatuhkan tubuhnya ke atas ranjang.


"Aku mandi dulu ya mas, habis itu baru masak. Mas mau di masakin apa buat makan malam?" Anes meletakkan tasnya di samping Alex.


"Terserah kamu sayang, apapun yang kamu masak, mas suka,"


"Baiklah, aku mandi dulu,"


🌼🌼🌼

__ADS_1


__ADS_2