MY HUSBAND IS MY PRESDIR : Jodoh Wasiat Kakek

MY HUSBAND IS MY PRESDIR : Jodoh Wasiat Kakek
chapter 27


__ADS_3

Cieeee, yang habis malam pertama



Sinar matahari yang menyeruak masuk kedalam kamar resort tempat pasangan pengantin baru itu, mampu membuat Alex membuka matanya. Dilihatnya, Anes masih tidur pulas dalam pelukannya dan tanpa busana, hanya dibalut selimut . Alex tersenyum mengingat kejadian panas semalam. Ia benar-benar merasa bahagia dan semakin mencintai istrinya tersebut.


Alex mengeratkan pelukannya dan mencium kening Anes berkali-kali hingga Anes menggeliat.


"Ahhhh apaan sih mas, jangan ganggu aku masih ngantuk, capek tau.Biar aku tidur lagi sebentar," ucap Anes dengan mata masih terpejam.


Alex hanya tersenyum dan sekali lagi mengecup kening istrinya.


"Cup"


"Ya udah, kamu tidur lagi, aku mau mandi dulu," ucap Alex sambil melepas pelukannya terhadap Anes dan menuju kamar mandi.


Dikamar mandi, Alex melihat punggungnya dari pantulan cermin yang yang ada di kamar mandi tersebut.


"Harus ya sampai punggung penuh luka cakaran kayak gini untuk menikmati malam pertama sama istri," gumam Alex sambil menyentuh luka-luka yang ada di punggungnya dan dengan wajah meringis menahan sakit.


Kemudian Alex menyelesaikan acara ritual mandinya dan keluar dengan handuk yang dililitkan di pinggangnya.


"Tampan sekali dia," ucap Anes dalam hati ketika melihat suaminya keluar kamar mandi dengan mengibas-ngibaskan rambutnya yang basah.


"Punggung kamu kenapa mas, kok penuh luka kayak gitu?" tanya Anes yang masih tiduran di ranjang saat melihat Alex.


"Pakai tanya kenapa, ini kan akibat ulah tangan kamu semalam," jawab Alex sambil mendekati Anes.


"Kok aku sih?" Anes mengernyitkan dahinya.


"Apa kamu lupa, semalam kamu mencakar-cakar punggungku dengan penuh nafsu, seperti singa liar yang sedang ngamuk tau nggak?" Alex ikut mengernyitkan dahinya.


Anes mengingat-ingat kejadian semalam dan pipinya langsung merah seperti tomat.


"Ya ampun apa aku seliar itu?" batin Anes.


"Ya itu karena sakit tau! mas sih nggak ngerasain," jawab Anes cemberut.


"Terus kamu kapok dan menyesal ?" tanya Alex tegas.


"Ya enggaklah!" jawab Anes cepat.


"Berati kamu suka, mau lagi?" Alex menggoda istrinya.


"Apaan sih mas," ucap Anes malu.


"Kenapa sudah bangun, katanya tadi masih ngantuk?"


"Udah nggak bisa tidur lagi, gara-gara diganggu mas tadi," jawab Anes.


"Ya sudah sana mandi!" perintah Alex.


Anes bangun dengan selimut dililitkan untuk menutupi tubuhnya yang masih polos tanpa busana.


"Awww!!" pekik Anes.


"Kenapa?" tanya Alex.


"Sakit," Anes merasa sakit diarea sensitifnya.


Kemudian, dengan sigap Alex mengangkat tubuh Anes yang tertutup selimut tersebut seperti mengangkat karung beras.


"Mas apa yang kamu lakukan?" Anes memukul-mukul punggung Alex yang penuh luka cakarannya itu.


"Awww sakit tau, apa kau ingin membunuhku dengan menambah luka di punggungku hem," protes Alex

__ADS_1


"Ya maaf,,,"


Sesampainya di kamar mandi, Alex menurunkan Anes dan melepaskan selimut yang membalutnya. Secepatnya Anes menutupi tubuhnya dengan dengan kedua tangannya.


"Percuma kamu tutupi pakai tangan nggak akan bisa menutup semuanya, lagian, aku sudah melihat semuanya, bahkan sudah merasakan setiap inchi dari tubuhmu," ucap Alex tanpa malu.


"Benar juga katanya" batin Anes.


"Ya udah sana mas keluar aku mau mandi, jangan liatin terus, aku malu!"


"Cepat mandinya, aku udah siapin air hangat di bathub, atau mau aku mandiin?" goda Alex sambil membuka pintu kamar mandi dan keluar.


"Mas Alex!" teriak Anes.


"Ada apa sih teriak-teriak, bikin sakit telinga tau!" Alex yang mendengar teriakan Anes langsung menghampirinya.


"Kenapa tadi nggak mas tutup pintunya?"


"Ya ampun, kayak gitu aja teriak-teriak, lagian nggak akan ada yang lihat kamu mandi walaupun pintunya terbuka. Di sini cuma ada kita berdua," jawab Alex sambil mengernyitkan dahinya.


"Udah cepetan mandinya, terus sarapan, aku udah lapar! kalau nggak cepat aku habisin semua makanannya," ucap Alex tegas.


"Iya iya aku juga lapar, tenagaku sudah habis rasanya,gara-gara kamu kan?" Anes mengerucutkan bibirnya.


"Biasa aja tuh mulut, nggak usah di monyongin kayak gitu, atau mau aku kuncir tuh mulut?"


"Ck. Dasar"


Alex keluar dan Anes melanjutkan ritual mandinya.


"Dasar aneh, kadang baik, lembut, kadang juga kumat songongnya, punya kepribadian ganda kali tubuh orang!" gerutu Anes.


"Aduh apa emang sesakit ini ya kalau baru pertama kali melakukannya," gumam Anes yang masih merasakan nyeri diarea sensitifnya.


🌼🌼🌼


"Yuk mas, katanya mau sarapan, udah dianter kesini kan makanannya?" ucap Anes sambil menuju keluar ke pinggir kolam renang, seperti biasa mereka akan menikmati sarapan di sana.


"Tunggu!" Alex menghentikan langkah Anes,


"Ada apa lagi? cacing-cacing di perutku udah nggak sabar minta jatah," ucap Anes.


Alex langsung menarik tengkuk Anes Dan mencium bibirnya.


"Cup"


"Mas!"


"Sebelum cacingmu minta jatah, aku duluan yang minta jatah" ucap Alex dan ia langsung ******* bibir Anes.


Anes membulatkan matanya, ia hanya diam tidak membalas ciuman suaminya. Kemudian, Alex menggigit bibir bawah Anes, sehingga Anes membuka bibirnya dan dengan leluasa lidah Alex menelusuri rongga mulut Anes dan melilit lidahnya.


Tiba-tiba Alex menghentikan aktivitasnya dan Anes hanya bengong.


"Ck. Dasar," ucap Alex sambil memencet hidung Anes.


"Aw sakit mas," ucap Anes sambil memegangi hidungnya.


"Habisnya kamu nggak bernapas," ucap Alex datar.


"Aku lupa," sahut Anes cengengesan.


"Allahu Akbar, bernapas aja lupa, lama-lama suami juga dilupain," sahut Alex sambil mengusap wajahnya sendiri.


"Ya udah ayo sarapan!" ajak Alex.

__ADS_1


Selesai makan, mereka sudah ditunggu Jono


"Mas Jono udah lama nunggu, maaf ya mas kalau lama?" tanya Anes dengan senyum manisnya.


"Belum nona, saya baru saja sampai," jawab Jono. Laki-laki itu menatap Anes dengan tatapan tak biasa. Ya,,tatapan kagum dan mungkin juga ada rasa suka.


"Kamu jalannya biasa aja!" bisik Alex sambil merangkul Anes.


"Sakit tahu!" balas Anes dengan berbisik juga.


"Aku tahu, tapi jalannya biasa aja jangan kayak gitu."


"Iya iya, ini juga di usahain biasa aja, puas?" bisik Anes kesal.


"Sangat puas sayang," jawab Alex keras biar Jono mendengarnya.


Jono yang mendengarnya pun hanya tersenyum kecut.


Anes mencubit pinggang Alex.


"Aw, kenapa kamu mencubitku?" protes Alex.


"Habisnya mas bicara kayak gitu," ucap Anes.


"Kayak gitu gimana, kan aku cuma jawab pertanyaan kamu," ucap Alex tak mau disalahkan.


" Ini mereka berdua malah asyik sendiri, mau jadi mau jalan nggak sih" batin Jono


"Ehm. Jadi bagaimana Tuan, Nona, apa kalian sudah siap untuk jalan-jalan hari ini?" Jono menyela obrolan sepasang suami istri tersebut.


"Siap mas Jono, ayo kita mau kemana hari ini?" tanya Anes.


"Kita akan ke pulau Maafushi hari ini Nona," jawab Jono.


"Ok baiklah, ayo mas," ucap Anes semangat dan menggandeng tangan Alex.


Alex hanya mengikuti ajak Anes dengan diam tanpa bersuara. Diperjalanan menuju Maafushi, Alex hanya diam dengan wajah tanpa ekspresinya. Sedangkan Anes, ngobrol dengan Jono. Sesekali Jono menatap Anes dan tersenyum penuh arti.


"Dia malah asyik bicara dengan laki-laki itu, " batin Alex. Dia memilih untuk diam dan menyaksikan Anes dan Jono berbincang, namun, dengan tatapan sinis.


"Mas senyum sedikit kenapa?" Anes mencoba mengajak suaminya bicara.


"Nggak mau! udah sana, lanjutin ngobrolnya sama dia, sepertinya kamu senang sekali, sampai aku dicuekin."


"Kenapa sih, setiap melihat mas Jono, mas Alex jutek banget," bisik Anes agar tak didengar Jono.


"Bisa tidak manggil dianya biasa aja, nggak usah semesra itu dan juga nggak usah terlalu ramah sama dia apalagi didepan suami kamu."


"Ya ampun mesra dari mananya coba, dia kan masih muda masa aku harus manggil dia pak dan aku juga cuma bincang-bincang biasa sama dia."


"terserah!" ucap Alex dengan nada tinggi.


" Mas cemburu?"


"Iya aku cemburu, hanya melihat kamu tersenyum ramah terhadap laki-laki lain aku merasa cemburu. Dan aku tidak suka laki-laki itu menatapmu seperti itu. Maafkan aku,"


" Si siapa yang cemburu?"


"Ya udah kalau nggak cemburu, senyum dong," ucap Anes dengan tangannya memegang lengan Alex.


Kemudian, Alex tersenyum sesuai permintaan istrinya. Dan itu membuat Anes merasa senang.


"Nah gitu dong, itu baru namanya suami Anes," ucap Anes manja.


"Ck. Dasar?" Anes mengacak-acak rambut Anes.

__ADS_1


Kemudian, Anes menyandarkan kepalanya di bahu Alex. Alex tersenyum dengan apa yang dilakukan istrinya tersebut.


💠maaf ya, author baru bisa up lagi🙏🙏 jangan lupa like vote n commentnya🙏🙏💠


__ADS_2