MY HUSBAND IS MY PRESDIR : Jodoh Wasiat Kakek

MY HUSBAND IS MY PRESDIR : Jodoh Wasiat Kakek
chapter 158


__ADS_3

Alex terus melakukan serangan terhadap Anes. Ia terus memberikan rangsangan terhadap istrinya dengan bibirnya tak henti-hentinya mengerjai bibir dan leher Anes. Tangannya juga tak tinggal diam.


Tubuh Anes terkulai lemas akibat perlakuan Alex barusan.


Alex menelan ludahnya kasar ketika melihat tubuh sang istri yang menurutnya semakin berisi dan seksi karena kehamilannya. Ia kembali mencium bibir Anes, namun Anes mendorong badannya pelan sebagai tanda penolakan.


Alex mengerutkan dahinya, lalu menaikkan kedua alisnya seolah bertanya, " kenapa?"


"Mas curang, aku udah polos tanpa baju, sedangkan mas masih pakai baju lengkap," ucap Anes manja.


Alex tersenyum mendengar ucapan sang istri.


Dengan cepat, Anes membantu Alex melepas bajunya.


"Biar mas lepas sendiri sayang, malam ini kamu hanya perlu menikmatinya. Biarkan mas yang bekerja," ucap Alex dengan senyum bertengger di bibirnya.


Setelah melepas pakaiannya, Alex mengecup kening Anes lalu berbisik di telinganya.


"Ia love you," bisik Alex.


"Ia love you more," balas Anes. Ia langsung meraih kepala Alex dan mencium bibir suaminya tersebut.


Kali ini, Alex menggunakan bibirnya untuk menjelajahi seluruh tubuh Anes,


"Sayang?" Alex menatap Anes meminta persetujuannya untuk menyatukan miliknya dengan Anes. Anes hanya mengangguk pasrah. dan Alex mulai menyatukan tubuh mereka dengan posisi Anes di atasnya. Posisi yang menurut Alex aman dan tidak akan menyakiti buah hatinya.


Desahan-deaahan kenikmatan memenuhi kamar kedap suara tersebut. Pikiran Anes entah hilang kemana, ia hanya ingin menikmati setiap gerakan dan perlakuan yang di berikan oleh Alex hingga tubuhnya ambruk di dada Alex karena lelah.


Melihat Anes kelelahan, Alex tidak mengijinkan Anes untuk bergerak lagi. Alex yang aktif menggerakkan badannya.


Entah berapa kali dan berapa jenis gaya yang mereka lakukan,


"I love with all my life sayang," ucap Alex setelah mereka menyelesaikan beberapa ronde.


"I love you more sumiaku sayang," balas Anes.


"Terima kasih untuk malam ini," ucap Alex lalu mencium kening sang istri, beralih ke hidung dan berakhir di bibirnya.


Anes menyusup ke dalam pelukan Alex dengan keadaan mereka yang masih polos hanya di balut selimut tebal yang menyelimuti tubuh mereka. Anes benar-benar kehilangan tenaga, badannya terasa remuk redam, namun ia sangat senang sekali.


"Badan kamu semakin seksi dan semakin menggairahkan sayang," goda Alex.


"Mana ada, tadi aja mas nggak nyampai-nyampai, sedangkan aku udah berkali-kali," sahut Anes sambil membuat garis tidak beraturan di dada Alex menggunakan jari telunjuknya.


"Itu karena mas benar-benar nggak rela jika harus cepat-cepat selesai, mas ingin menikmati tubuh kamu lebih lama lagi," Alex menoel puncak hidung Anes. Alex semakin mengeratkan pelukannya.


Alex masih terlihat bugar, sementara Anes sudah sangat kelelahan.


"Mau mandi sekalian? atau tidur dulu?" tanya Alex, mengingat waktu sudah dini hari, mereka berolah raga hingga tak terasa waktu hampir pagi.


"Mandi sekalian mas, lengket semua nih badan," sahut Anes.

__ADS_1


Alex langsung bangun menuju ke kamar mandi dan menyiapkan air hangat untuk Anes.


Anes beringsut untuk untuk berdiri namun badannya terasa lemas. Alex langsung menggendong tubuh Anes ke dalam kamar mandi. Dan terjadi lagi olah raga malam yang seru di kamar mandi.


Alex benar-benar mengajarkan jurus-jurus baru dalam berolah raga kepada Anes. Munkin karena Alex sudah belajar dari video-video yang di kirim oleh David 😅.


Ia menepati janjinya untuk menebus kesalahannya karena telah mengabaikan kebutuhan batin sang istri, hingga Anes merasa melayang-layang seperti tak menginjakkan kakinya di bumi.


🌼🌼🌼


Keesokan harinya, Alex terlebih dahulu bangun. Ia menoleh ke arah sang istri yang masih tidur meringkuk. Alex mengecup kening Anes dan beranjak dari tempat tidur untuk segera mandi karena ia harus segera ke kantor karena sudah terlambat.


Alex tidak tega membangunkan Anes yang masih tidur pulas, karena ia tahu pasti istrinya tersebut kelelahan akibat aktivitas semala. Dan dia juga baru tidur sebentar.


Alex meletakkan sarapan dan juga susu di atas nakas dan meninggalkan sebuah catatan di sampingnya sebelum ia berangkat.


beberapa saat kemudian, Anes bangun. Ia menoleh ke nakas, di sana sudah ada sarapan dan segelas susu khusus ibu hamil yang di siapkan oleh Alex. Di ambilnya kertas kecil yang Alex tinggalkan lalu di bacanya.


"Mas sudah berangkat sayang, jangan cari mas. Mas nggak tega bangunin kamu yang masih pulas tidur. Mas sudah siapakah sarapan dan juga susu buat kamu dan mas juga sudah tinggalkan kecupan manis di bibir kamu. Makanlah dan kembali istirahat jika masih capek. I love you❤️," isi memo yang di tinggalkan oleh Alex.


"Apa mas Alex nggak capek? bahkan sekarang dia sudah pergi ke kantor. Huh kenapa dia nggak ada capeknya sih, sementara aku? udah loyo begini badan," gumam Anes.


"Hah aku malas buat ngapa-ngapain, pengennya mas Alex di rumah aja, eh malah udah pergi," tiba-tiba Anes merasa sedikit kesal.


Anes segera mengambil ponselnya dan menelepon Alex, namun tidak diangkat oleh suaminya tersebut kerena Alex sedang sibuk dengan beberapa dokumen, sehingga dia tidak menghiraukan ponselnya yang sedang bergetar.


🌼🌼🌼


David mencari Amel ke kubikelnya, namun ia tidak menemukan kekasihnya tersebut.


"Amel kemana?" tanya David kepada teman satu divisi Amel.


"Amel sedang ke toilet pak," jawabnya.


David langsung mencari keberadaan Amel. Ia menunggu di luar toilet wanita.


"David," panggil Amel yang baru saja keluar dari toilet.


"Mel,"


"Ada apa Dav, kenapa sampai menyusul aku ke toilet?"


David tidak tahu kenapa ia ingin terus bersama Amel pagi itu.


"Ikut aku," David menarik tangan Amel dan mengajaknya ke pantry.


Amel melihat gelagat aneh dari kekasihnya tersebut. Perasaan baru semalam mereka bertemu tapi pagi ini David sudah mencarinya, tidak biasanya dia seperti itu.


Di pantry, Amel membuatkan David kopi.


"Apa ada masalah Dav?" tanya Amel, ia meletakkan secangkir kopi di depan David lalu ia duduk.

__ADS_1


"Nggak ada Mel, aku hanya ingin kamu menemani aku ngopi saja," sahut David, mengambil kopi itu dan menyeruputnya pelan.


"Tapi, pekerjaanku masih banyak Dav," ucap Amel.


"Sebentar saja," ucap David.


"Baiklah, tapi jangan macam-macam ya? nanti keciduk lagi sama OB, malu tahu," ucap Amel.


"Yakin nggak mau di macam-macamin?" goda David.


"Mau sih," sahut Amel nyengir.


"Huh, dasar maunya!" David mencubit pipi Amel dengan gemas.


Selesai ngopi, David mengantar Amel ke kubikelnya.


"Mel, jaga diri kamu baik-baik ya?" ucap David sebelum meninggalkan Amel.


"Kok bilang gitu sih Dav, emangnya kamu mau kemana? kayak mau pergi jauh dan nggak ketemu aja, nanti pulangnya juga bareng kan?" sahut Amel.


"Pokonya ingat pesanku, nggak ada salahnya kan aku ingetin buat selalu jaga diri," ucap David, ia menoleh ke teman-teman satu ruangan Amel.


"Kalian menoleh, jangan lihat ke sini. Aku mau menciumnya," perintah David. David. Dan mereka pun menurut, membuang muka untuk tidak melihat David mencium Amel.


Ia mengecup kening Amel lalu bibirnya.


"Kalian boleh melihat ke sini lagi," ucap David


Kemudian, David pergi meninggalkan Amel.


Amel merasa ada yang aneh dengan sikap David pagi itu, membuatnya banyak berpikir.


"Cieeee Amel, makin mesra aja sama pak David," goda teman satu divisi Amel.


"Bilang aja kalian iri, hehe," sahut Amel.


"Pastilah Mel, jiwa jomblo kira meronta-ronta tahu, pengen juga di manja," sahutnya.


" Makanya buruan cari pacar, tapi jangan gebet David, dia punyaku," ucap Amel posesif.


"Kalau pak Davidnya mau kita gebet bagaimana?"


"Coba saja goda dia kalau berani," tantang Amel.


"Nggak berani Mel, yang ada kita bisa di balas dengan surat pemecatan," sahut temannya menggidik ngeri.


"Lah itu kamu cerdas," ucap Amel sambil tersenyum. Dan mereka kembali melanjutkan pekerjaan mereka.


Sesekali Amel memikirkan tingkah David yang menurutnya sedikit aneh.


🌼🌼🌼

__ADS_1


💠Jangan lupa like n votenya, salam hangat author, 💠


__ADS_2