
Sementara itu, Alex dan Anes telah sampai di rumah mereka dan langsung membersihkan diri. Setelah membersihkan diri, mereka naik ke tempat tidur. Alex sibuk dengan laptop di pangkuannya, sedangkan Anes rebahan miring di samping Alex sambil memeluk pinggang suaminya tersebut.
"Mas," panggil Anes lirih.
"Hem," sahut Alex singkat karena fokus pada pekerjaan di depannya.
"Masih sibuk?" tanya Anes.
"Iya, kamu ngantuk? sebentar ya, mas selesain ini dulu, baru mas kelonin," jawab Alex sembari menoleh dan tersenyum kepada Anes yang masih memeluk erat pinggangnya sambil tiduran.
"Belum ngantuk sih, cuma sedikit capek," ucap Anes mendongak ke arah wajah sang suami.
"Lima menit lagi mas pijitin oke?"
Anes mengangguk dan menyusupkan kepalanya di perut Alex.
"Mas nggak lihat Upin Ipin kayak biasanya?" tanya Anes penasaran.
"Enggak sayang, mas kan lagi sibuk," sahut Alex.
"Mana mungkin juga mas nonton Upin Ipin kalau ada kamu, ntar kamu lihat yang gundul-gundul itu bisa histeris," gumam Alex.
"Maksud mas?" Anes mulai curiga, kenapa juga cuma lihat gundulnya Upin Ipin bisa histeris.
"Enggak sayang, nggak ada maksud apa-apa, kamu haus nggak? mas ambilin minum ya?" tawar Alex setelah selesai dengan urusan kerjanya.
"Sekalian camilan ya mas, nanti temani aku nonton drama," sahut Anes.
"Siap nyonya muda Parvis," Alex langsung bangkit dari duduknya dan menuju ke dapur untuk mengambilkan minum dan juga camilan.
๐ผ๐ผ๐ผ
Cukup lama Alex belum juga kembali ke dalam kamar, karena camilan kesukaan Anes habis, jadi dia harus membelinya dulu ke mini market terdekat.
Anes melihat laptop Alex masih menyala, ia menjadi penasaran dengan tontonan anak-anak yang biasa suaminya tonton hampir setiap malam, dan selalu berakhir ke kamar mandi tersebut.
"Mmm coba lihat yang rainbow Rubby aja deh, kalau Upin Ipin nanti takutnya anak aku botak kayak yang di bilang mas Alex waktu itu," gumam Anes.
Anes mengklik film yang covernya animasi kartun rainbow Rubby.
"Aaaarhhh! apa itu!" teriak Anes histeris dan langsung melemparkan laptop tersebut ke sampingnya. Ia melihat adegan syur dewasa yang sudah berjalan setengah putaran dimana kini posisi wanita sedang mengangkang di atas tubuh seorang pria berbadan kekar sambil bergoyang dan menjerit-jerit kenikmatan.
Anes menutup wajahnya menggunakan kedua tangannya. Kaget dan tak percaya dengan apa yang baru saja ia lihat.
Anes melirik ke arah laptop untuk memastikan. Dan Di sana terpampang dengan jelas adegan yang lebih panas lagi sedang berlangsung, ia sangat kesal karena ternyata selama ini di bohongi oleh Alex.
Anes duduk di tepi ranjang untuk menunggu Alex kembali, dengan raut wajah yang memerah karena malu setelah melihat video tersebut tapi juga marah dan kecewa kepada Alex
Anes tidak menyangka suaminya lebih memilih menonton film dewasa seperti itu untuk menuntaskan hasratnya. Membuat Anes semakin berpikir kalau suaminya tersebut sudah tidak memiliki nafsu lagi terhadapnya.
__ADS_1
Beberapa saat kemudian, Alex kembali membawa minum dan juga camilan.
"Sayang, maaf lama mas harus beli dulu Snack yang kamu suka, habis soalnya," ucap Alex
Anes diam tak menanggapinya. Hanya menatap tajam penuh selidik.
"Sayang kenapa diam? ayo katanya mau nonton drama, mas temani," lanjutnya.
"Jelaskan!" Anes menunjuk laptop yang berada di atas tempat tidur.
Alex melirik ke arah laptopnya.
"Astaga!" seru Alex langsung mematikan laptopnya.
"Yah, ketahuan deh," batin Alex.
"Sayang," panggil Alex lirih
"Apa itu mas? Jadi itu Upin Ipin yang kamu tonton selama ini?" menunjuk laptopnya lagi.
"Pantesan, setelah nonton kamu langsung ke kamar mandi, pasti arisan kan di dalam kamar mandi? Udah nama siapa aja yang keluar hah?" menatap kesal pada Alex.
"Tidak sayang, selalu nama kamu yang keluar, swear!" sahut Alex membentuk huruf V dengan kedua jarinya.
"Mas Alex nyebelin, aku tahu aku sudah tidak menarik lagi kan? mas nggak cinta lagi kan sama aku, mas nggak nafsu lagi kan sama aku, makanya mas lebih memilih menonton video kayak gitu, atau jangan-jangan mas juga suka jajan di luar? hiks hiks hiks," ucap Anes sambil menangis sesenggukan.
"Sayang dengerin mas dulu, ini tidak seperti yang kamu pikirkan. Mana mungkin mas nggak nafsu sama kamu, hanya melihat kamu saja sudah membuat mas tegang, tapi mas takut kalau mas akan menyakiti kamu dan juga anak kita kalau melakukannya sayang," Alex menggenggam erat tangan Anes.
"Dokter kan sudah bilang mas, kita bisa melakukannya," ucap Anes gemas.
Alex tidak menanggapi ucapan Anes, justru dia malah mengambil ponselnya dan menghubungi seseorang.
"Halo Frans, ini aku," ucap Alex kepada dokter Frans.
"Ada apa Lex," tanya dokter Frans.
Alex menanyakan perihal masalah ranjang yang ia hadapi kepada temannya tersebut.
"Hahaha jadi, selama istri kamu hamil, kamu anggurin dia begitu? hebat banget kamu bisa menahannya," ledek dokter Frans.
"Jawab aja Frans," ucap Alex dengan nada malas.
"Aku bukan dokter kandungan Lex, kenapa kamu tanya hal itu sama aku? kamu salah alamat," ujar dokter Frans.
"Karena kamu lebih berpengalaman Frans, buntutmu saja udah tiga. Saat istrimu hamil apa kalian tetap melakukannya?"
"Tentu saja Lex, kami tetap melakukannya. Asal dengan hati-hati dan posisi yang aman, usahakan tidak menekan perut istri supaya anak tidak tergencet. Anak dalam kandungannya kan juga butuh di tengok ayahnya, main-main sama ayahnya. Awas loh nanti anak kamu bisa-bisa nggak ngenalin kamu sebagai ayahnya, kalau nggak pernah kamu tengok Lex," jelas dokter Frans.
"Oke makasih!"
__ADS_1
Tut..Alex langsung mematikan panggilannya dan langsung memeluk Anes.
"Sayang maafin mas ya, mas sudah nggak bisa nahan sekarang," Alex mencium dan melu***t bibir Anes dengan penuh nafsu.
Anes mendorong dada Alex pelan, membuat Alex menghentikan aksinya.
"Mas tadi telepon siapa?" tanya Anes.
"Dokter Frans, dia teman mas," sahut Alex.
"Oh, dokter kandungan?" tanya Anes.
"Bukan, dia dokter spesialis jantung dan bedah," jawab Alex.
"Terus kenapa mas tanya sama dia? bukannya tanya sama dokter Irene aja yang jelas-jelas Obgyn," Anes tidak mengerti dengan apa yang ada di kepala suaminya.
"Mas pernah tanya sama dokter Irene, tapi tetap tidak yakin, karena dia belum menikah dan berpengalaman, kalau Frans anaknya udah 3 jadi lebih berpengalaman sayang," ucap Alex sambil memainkan jarinya di bibir Anes.
"Belum menikah tapi dokter Irene tuh dokter kandungan mas. Malah tanya sama dokter bedah. Untung aja tuh dokter Frans nggak nyaranin kamu buat mbedah aku," batin Anes.
Alex sudah melepas dua kancing bagian atas piyama yang Anes kenakan. Dia mendekatkan bibirnya kembali ke bibir Anes. Namun, Anes menahannya menggunakan telapak tangannya.
"Tunggu dulu mas, jangan asal nyosor. Jawab dulu pertanyaanku, dari mana mas dapat ide tentang video-video itu?" Anes menatap Alex dengan penuh selidik.
"David yang ngasih saran sayang, waktu itu mas minta pendapatnya, dia juga yang ngirimin video-video itu," jawab Alex.
"Pak David!!!!!!!!!" teriak Anes kesal.
Alex langsung menutup kedua telinganya mendengar teriakannya Anes yang melengking.
Anes terus menyebut nama David dan terus merutuki laki-laki tersebut sambil menceramahi Alex yang kini duduk di depannya dan siap menerkamnya karena dia ingin melepaskan pertahanannya selama ini.
Bagaimana bisa laki-laki itu menyarankan hal konyol itu kepada suaminya. Dan Alex juga aneh, kenapa dia lebih memilih konsultasi kepada orang-orang yang salah. Jelas-jelas ada dokter spesialis kandungan yang lebih tepat ilmunya, tapi tidak di percaya. Malah lebih percaya kepada David dan dokter bedah. Jangankan berumah tangga, David pacaran aja baru kemarin, mana ada pengalaman soal begituan pikir Anes.
๐ผ๐ผ๐ผ
David yang sekarang sedang dalam perjalanan pulang mengantar Amel, merasa telinganya berdenging sangat keras, dan. juga panas. Ia mengusap-usap telinganya sendiri.
"Kenapa Dav?" tanya Amel yang melihat David sibuk dengan telinganya.
"Nggak tahu nih, telingaku rasanya panas dan kayak ada yang meneriaki," sahut David.
"Ada yang ngomongin kamu kali yang," ucap Amel.
"Mungkin saja," sahut David.
"Tiba-tiba jadi ingat nona Anes," batin David, bahunya menggedik ngeri, karena membayangkan wanita itu yang meneriaki dan memakinya.
๐ผ๐ผ๐ผ
__ADS_1
๐ Maaf kalau akhir-akhir ini ceritanya nggak jelas dan membosankan. Kalian bisa kasih saran atau ide cerita kepada author supaya lebih menarik lagi ceritanya, dengan senang hati author tampung nanti idenya dan akan author kembangkan. Author minta jangan lupa like n votenya, supaya author bisa lebih semangat lagi upnya. salam hangat author โค๏ธโค๏ธ๐๐