
Saat pesta telah usai, David tampak kesal, dia tidak bisa pulang karena mobilnya di bawa oleh Alex.
"Bos bagaimana sih, dia minta kunci mobilku, tapi dia nggak ngasih aku kunci mobilnya, terus aku pulangnya bagaiman? masa numpang orang, no!" ucap David dalam hati.
David juga merasa khawatir. Ia melihat Alex tampak buru-buru tadi saat meminta kunci mobil padanya, Alex juga kelihatan panik.
"Semoga tidak terjadi apa-apa, tadi sepertinya nona Anes pergi sambil menangis, atau jangan-jangan mereka bertengkar gara-gara laki-laki yang mengajak nona Anes bicara tadi? Hah semoga saja tidak terjadi perang dunia ke-3. Hah bos yang jatuh cinta, kenapa aku yang pusing?" gumam David. Ia berusaha menghubungi Alex berkali-kali namun, tidak di angkat. Pesan singkat juga tidak di balas. Lalu, bagaimana pak David pulang dari pesta? entahlah, tapi bukan David namanya kalau hal sepele begitu saja tidak mempunyai solusi.
🌼🌼🌼
Yang terjadi bukan perang dunia ke-3 seperti yang dipikirkan oleh David. Namun sebaliknya, justru kini Alex dan Anes sedang memadu kasih di apartemen mewahnya. Mereka sangat menikmati aktivitas intim malam itu. Bagaimana tidak? sekarang mereka sudah mengetahui perasaan masing-masing. Sudah tidak ada lagi beban yang bergelayut dalam hati dan pikiran mereka yang menerka-nerka seperti apa sebenarnya perasaan mereka terhadap pasangannya.
Sudah sejak mereka keluar dari lift yang khusus untuk naik ke apartemennya, Alex sudah membopong tubuh Anes dengan terus menghujani Anes dengan ciumannya.
Clutch yang di pakai Anes, ia lempar begitu saja di sembarang tempat. Sepatu high heels yang ia kenakan, satu berada di depan pintu, yang satunya lagi di samping tangga. Kamar mereka pun berantakan akibat pakaian yang mereka lemparkan ke sembarang tempat. mungkin jika ada yang melihatnya, akan berpikir benar-benar habis terjadi perang dunia ke-3.
Mereka bebas mengekspresikan perasaan cinta mereka di malam yang panas itu. Bahkan, Anes lebih agresif dari biasanya. Dunia benar-benar seperti milik mereka berdua, yang lain ngontrak. Bahkan ketika David berkali-kali menghubungi Alex pun sudah tidak mereka hiraukan. Mereka seakan sengaja menulikan telinga mereka dari suara ponsel Alex yang terus berdering.
Setelah mereka selesai memadu kasih, mereka terlelap dengan perasaan senang dan puas. Sepertinya senang saja tidak dapat mewakili bagaimana kebahagiaan mereka saat ini.
🌼🌼🌼
Alex bangun terlebih dahulu, ia memandangi wajah istrinya yang masih terlelap sambil senyum-senyum sendiri. Alex menyibakkan rambut yang sedikit menutupi wajah Anes dengan hati-hati. Ia mengusap bibir Anes dengan lembut.
Anes yang baru saja membuka matanya dan mendapati Alex sedang memandanginya, langsung tersipu.
"Selamat pagi istriku sayang," sapa Alex sambil mencium kening Anes.
__ADS_1
Anes malah melorot menenggelamkan wajahnya ke dalam selimut. Alex tersenyum melihat tingkah sang istri. Ia ikut masuk ke dalam selimut dan memeluk Anes serta menghujani Anes dengan ciumannya.
"Ayo kita lanjutkan lagi yang semalam," ucap Alex sambil terus menggoda Anes. Dan selimut yang menutupi mereka pun tampak bergelombang-gelombang karena ulah sepasang suami istri yang sedang di mabuk cinta itu di bawahnya. Mereka melakukannya sekali lagi.
"Mas, udah ayo bangun, kita harus bekerja hari ini," ucap Anes. Alex masih sibuk memeluknya dari belakang sambil terus memainkan rambut indah Anes.
"Sebentar lagi sayang, mas masih ingin menikmati suasana seperti ini," sahut Alex.
"Sayang?"
Mendengar kata sayang yang dibicarakan Alex, membuat Anes seperti melayang. rasanya ada banyak kupu-kupu yang mengitari kepalanya. Anes langsung menoleh dan mencium bibir Alex sekilas.
"Kamu mau menggoda mas ya sayang? mas masih sanggup melakukannya," ucap Alex.
"Siapa yang menggoda mas? aku udah capek mas, kalau harus melakukannya lagi,"
"O ya mas, aku ingat tadi malam, mas bilang mas sudah mencintai aku bahkan sebelum aku mengenal mas? Maksudnya apa? Kok bisa begitu?," Anes menanyakan perihal pernyataan cinta Alex tadi malam.
"Katanya mau bangun, kalau aku ceritain nggak jadi bangun dong?"
"Cerita dulu, ini masih ada waktu banyak kok buat mendengarkan," rengek Anes.
"Ok, ok apa sih yang nggak buat istri mas?"
"Kamu masih ingat, sekitar dua tahun yang lalu, saat kamu di Australia, kamu pernah menolong seorang laki-laki yang mengalami kecelakaan?" Alex memulai ceritanya dengan membuka memory Anes.
Anes mencoba mengingatnya.
__ADS_1
"Iya, aku ingat, terus apa hubungannya? atau jangan-jangan mas orang itu?"
"Ya, tebakan kamu benar."
Kemudian, Alex melanjutkan ceritanya.
Flashback on
Malam itu, kurang lebih dua tahun yang lalu, hujan sangat lebat. Alex yang kala itu habis menghadiri acara pesta dari seorang temannya mengemudi mobil sendiri. Tanpa sopir ataupun David yang menemaninya. Mobil Alex tiba-tiba di hantam oleh sebuah truk besar dari arah berlawanan.
Saat itu, Anes yang kebetulan sedang berada di dekat kejadian, langsung menghampiri mobil yang di kendarai oleh Alex. Ia melihat Alex tak sadarkan diri di dalam mobil. Ia berusaha mengeluarkan Alex yang terluka parah dari dalam mobil.
"Tuan, tuan apakah Anda mendengarkan?" tanya Anes setelah berhasil mengeluarkan Alex dengan susah payah. Anes memangku kepala Alex sambil terus memanggil Alex yang mulai kehilangan kesadarannya. Wajah Alex sudah penuh dengan darah.
Sebelum tak sadarkan diri, Alex sempat melihat wajah seorang gadis yang sedang memangkunya, yang kelihatan sangat khawatir. Ia merasakan ada sesuatu yang berbeda dari gadis itu. Gadis itu tak mengenalnya, tapi, dia mau menolongnya. Bahkan, gadis itu menitikkan air matanya untuk Alex.
"Tuan, apakah Anda mendengarkan saya? ya ampun, Anda mengeluarkan darah banyak sekali, kita harus segera ke rumah sakit," ujar Anes sangat khawatir.
Anes memang memiliki hati yang sangat baik dan tulus. Ia tidak akan segan membantu atau menolong orang lain, meskipun ia tak mengenalnya. Anes tidak bisa melihat orang lain kesusahan di depannya.
"Sa saya." Hanya itu, kata yang terucap dari mulut Alex sebelum ia tak sadarkan diri.
Ketika Alex sadar, ia sudah beberapa hari berada di rumah sakit milik sahabatnya, yaitu dokter Frans. Dia mengingat kejadian malam itu. Alex mencari gadis yang telah menolongnya, tapi gadis itu tidak ada di sana. Dia menyuruh David untuk mencari tahu tentang gadis itu. Tapi, David hanya mendapatkan informasi bahwa gadis itu bernama Aneska Salsabila Putri dari resepsionis rumah sakit dan tidak bisa menemukan orangnya.
Saat itu juga, Alex mendengar bahwa gadis itu juga mendonorkan darahnya untuk Alex karena Alex kehilangan banyak darah dan kebetulan golongan darah mereka sama. Tanpa mikir lagi, Anes langsung menawarkan untuk mendonorkan darahnya.
Alex yang mengetahui kenyataan tersebut, langsung memerintahkan David dan anak buahny untuk mencari Anes. Namun, mereka tetap tidak menemukan gadis itu. Gadis itu hilang bak ditelan bumi.
__ADS_1
Flashback of**f**