MY HUSBAND IS MY PRESDIR : Jodoh Wasiat Kakek

MY HUSBAND IS MY PRESDIR : Jodoh Wasiat Kakek
chapter 61


__ADS_3

Sesuai titah sang suami, Anes pulang terlebih dahulu dengan di jemput sopir pribadinya.


Anes tampak sedang sibuk di dapur untuk menyiapkan makan malam. Selesai masak, Anes menonton televisi.


"Mas Alex belum pulang juga, padahal udah jam segini, mau aku telepon tapi takut ganggu, kalau dia masih meeting dengan klien yang sangat penting itu," gumamnya sambil memencet tombol remote berkali-kali untuk mengganti channel, karena tidak ada acara yang disukainya.


"Drrt, drrt drrt," tiba-tiba ponselnya bergetar.


"Sayang, mas pulangnya agak telat, meetingnya belum selesai, kamu makan dulu ya. love you๐Ÿ˜˜." Alex mengirim pesan singkat kepada Anes.


Anes senyum-senyum sendiri membaca isi pesan singkat dari Alex.


"Siap, suamiku sayang. semangat meetingnya. Love you too๐Ÿ˜˜." Balas Anes.


Dia benar-benar merasa seperti seorang remaja yang sedang jatuh cinta.


"Hem, aku malas makan sendiri, terlebih aku belum lapar," gumamnya.


Karena tidak ada acara televisi yang ia sukai, Anes beralih membaca majalah yang terletak di meja ruang keluarga tersebut. Anes membolak-balik balik halaman majalah sampai akhirnya dia tertidur di sofa.


Ketika Alex pulang, ia mendapati meja makan yang penuh dengan makanan.


"Kenapa masih utuh? apa dia belum makan?" gumam Alex. Kemudian, dia menuju ke dapur untuk mengambil air minum dingin.


Saat tiba di kamar, Alex tidak menemukan istrinya di sana. Ia langsung keluar mencari keberadaan istrinya. Ia melihat Anes tertidur di ruang keluarga.


"Dia pasti menungguku sampai tertidur di sini. Kasihan pasti dia kelelahan harus bekerja dan juga mengurusku. Tapi, dia sendiri yang bersikukuh untuk tetap bekerja." Alex membelai pipi Anes kemudian mengecup keningnya.


Alex mematikan televisi dan mengambil pelan majalah yang berada dalam pelukan Anes.


Alex hendak menggendong tubuh Anes untuk membawanya ke kamar. Tapi, Anes malah terlebih dahulu bangun.


"Mas udah pulang? maaf aku ketiduran," ucap Anes.


"Mas baru saja pulang sayang, kenapa kamu tidur di sini?" sahut Alex.


"Tadi aku nonton tv, tapi acaranya nggak ada yang bagus, terus baca majalah malah ketiduran. Aku akan memanaskan makanannya dulu, mas pasti lapar. Atau mau mandi dulu, biar aku siapin air hangat."


"Krucuk-krucuk," bunyi perut Anes. Anes hanya tersenyum meringis karena bunyi perutnya.


"Kamu pasti belum makan, kenapa nggak makan dulu sayang? tadi kan mas udah bilang, kamu makan dulu?" ucap Alex sambil membelai rambut Anes.

__ADS_1


"Tadi aku belum lapar mas, aku kira mas nggak akan selarut ini pulangnya."


"Maafin mas ya, sekarang ayo kita makan, biar mas yang panasin makanannya," ucap Alex.


"Sebenarnya tadi aku udah makan. Tapi kasihan istriku ini, udah capek-capek masak, dan dia sendiri belum makan karena menungguku," batin Alex sambil tersenyum menatap Anes


"Nggakpapa mas, biar aku aja yang panasin. Mas pasti capek kan?"


"Ya udah, kita berdua aja yang panasin, gimana?" tawar Alex.


"Setuju!" seru Anes senang.


๐ŸŒผ๐ŸŒผ๐ŸŒผ


"Mas, aku udah siapin air hangat buat mas mandi." Anes menghampiri Alex yang sedang melepaskan kancing kemeja yang ia kenakan.


"Terima kasih sayang," ucap Alex tulus.


"Sama-sama mas," balas Anes.


Setelah Alex mandi, Alex melihat istrinya belum tidur. Anes sedang duduk bersandar bantal di atas tempat tidur.


"Nggak mas, aku nggak capek kok. Mas pasti yang capek, sini aku pijitin," ucap Anes sambil memijit bahu Alex.


Alex menoleh dan tersenyum. Rasanya capek yang ia rasakan langsung hilang tatkala melihat senyum dari sang istri. Ia menyentuh tangan Anes yang berada di bahunya, dan menariknya pelan, supaya Anes sampai ke pangkuannya.


"Terima kasih sayang, kamu adalah obat mujarab penghilang rasa capekku," ucap Alex sambil melingkarkan tangannya ke pinggang Anes.


"Sama-sama mas. O ya, bagaimana meetingnya hari ini?" tanya Anes.


"Semuanya berjalan dengan lancar sayang, kita akan segera menandatangani kontrak kerja sama dengan mereka."


"Syukurlah, aku senang mendengarnya," timpal Anes tersenyum bangga kepada Alex.


"Ya, udah sekarang kita tidur ya?" Alex membopong tuh Anes dan menidurkannya pelan. Kemudian, ia menarik selimut sampai ke dada Anes dan mengecup puncak kepala Anes.


"Nice dream sayang, Love you," ucap Alex kemudian mematikan lampu tidur di samping Anes.


"Love you too," balas Anes.


Alex menyusul Anes naik ke tempat tidur dan menenggelamkan badannya ke dalam selimut yang sama dengan Anes. Ia memeluk Anes dari belakang dan memejamkan matanya.

__ADS_1


๐ŸŒผ๐ŸŒผ๐ŸŒผ


Sementara itu, di apartemennya, David masih sibuk dengan pekerjaan.


"Bos mah enak, pulang meeting, ada istri yang menunggunya dan melayani keperluannya. Sedangkan aku semuanya sendiri. Jam segini saja, masih harus menyelesaikan pekerjaan." gumam David di depan laptopnya. Kemudian, dia menyeruput teh yang tadi dia buat sendiri.


Tiba-tiba bayangan Amel menghampiri kepalanya.


"Hus, pergi!" ucapnya sambil mengibas-ibaskan tangannya di atas kepala mengusir bayangan Amel.


"Kenapa aku mikirin nona Amel, nggak beres ni," gumamnya.


Kemudian, dia mengambil ponselnya dan membuka akun sosial media milik Amel.


"Hah, dasar narsis," ucapnya ketika melihat postingan photo Amel. Tatapannya mendadak berubah ketika melihat photo Amel bersama kekasihnya.


"Kenapa nona Amel terlihat sangat bahagia di photo ini, padahal sepertinya dia bukan laki-laki yang baik. Ah sudahlah, kenapa aku ngurusin kisah cinta orang lain. Hidupku saja masih abu-abu soal cinta." David menarik nafas dalam dan meletakkan kembali ponselnya. Ia mengingat beberapa hari yang lalu melihat kekasih Anes bersama seorang perempuan. Tapi, David juga tak ingin berburuk sangka, mungkin saja itu temannya atau adiknya. Karena dia hanya sekilas melihatnya dan tidak atau belum tertarik untuk tahu. Ia kembali fokus dengan pekerjaannya.


"Ah akhirnya, selesai juga, kenapa perutku lapar lagi. Padahal tadi udah makan sama bos." Kemudian, ia menuju ke dapur, namun tidak ada apa-apa yang bisa di makan.


"Hah, kenapa tidak ada apapun yang bisa buat mengganjal perut," desahnya.


"Hah aku lupa belum belanja, nasib jomblo, semua harus sendiri, mau delivery, udah jam segini." David merutuki dirinya sendiri. Ya, dia memang tinggal sendiri di apartemen yang besar itu. Pembantunya hanya untuk membersihkan apartemennya. David orang yang perfeksionis, semua harus benar-benar bersih dan rapi.


Dia mengambil kunci mobil dan mencari minimarket 24 jam. Di dalam mini market di melihat-lihat mie instan. Dia penasaran dengan mie tersebut, pasalnya, dia belum pernah makan mie instan.


"Kata orang-orang ini enak. Tapi tidak sehat," batinnya sambil membolak-balik mie tersebut.


David meletakkan kembali mie tersebut ke tempatnya. Tapi, dia mengambil lagi mie itu dan memasukkannya ke dalam keranjang belanja.


"Kalau cuma nyoba satu, tidak apa-apa kali ya, dari pada aku mati penasaran, seperti apa enaknya mie instan itu." Kemudian, dia membuka ponselnya dan browsing tentang mie instan.


"Mmm, sepertinya dari penjelasan ini, tidak akan apa-apa kalau aku makan satu bungkus saja."


Sesampainya di apartemen, David langsung membuat mie instan yang tadi dia beli, lengkap dengan telurnya seperti yang ia pelajari di internet.


"Ternyata seperti ini rasanya, enak. Bos pasti juga akan bilang enak kalau mencobanya." batinnya.


Selesai menikmati mie instan, David memutuskan untuk ke kamarnya dan tidur. Karena besok, setumpuk pekerjaan sudah menantinya di kantor.


๐Ÿ’ Jangan lupa like, komen dan votenya ya, dan jadikan kisah Alex dan Anes sebagai favorit kalian. Terima kasih ๐Ÿ™๐Ÿ™๐Ÿ’ 

__ADS_1


__ADS_2