
"Sayang,," panggil Alex lirih sambil memijat-mijat kaki Anes yang selonjoran di atas tempat tidur dan menyenderkan badannya di senderan tempat tidur. Anes tampak sibuk menonton drama dengan ponselnya sambil sesekali memasukkan camilan keripik singkong kesukaannya yang tadi di beli oleh Alex.
Anes sengaja mengacuhkan rengekan-rengekan Alex karena ia masih kesal dengan suaminya tersebut. Ah tidak, lebih tepatnya kesal dengan suami dan asisten sablengnya, pak David yang sudah mengkontaminasi otak Alex dengan video-video yang membuat Anes merinding kalau mengingatnya.
"Sayang, maafin mas," rengek Alex.
Anes masih tetap diam dan cuek, ia malah tersenyum baperan karena adegan drama yang sedang ia tonton.
"Sayang, bilang sama mommy dong, maafin Daddy gitu, kamu kangen kan sama Daddy? mau di jenguk daddy kan?" Alex mendekatkan wajahnya ke perut Anes mengajak ngobrol janin dalam perut Anes dengan terus menciumnya dari luar piyama Anes.
"Dia anakku!" ucap Anes mengalihkan kepala Alex dari perutnya.
"Akhirnya mau bersuara juga istriku," girang Alex dalam hati.
"Tapi dia juga anakku sayang, aku yang menyumbang kecebong, lupa siapa yang menghamili kamu?" protes Alex.
"Ia aku lupa, aku lupa kalau dia punya Daddy, habis nggak pernah di jenguk sih. Daddynya sibuk sama Upin Ipin dan arisan di kamar mandi," sindir Anes.
"Iya mas salah, mas minta maaf,"
"Ya emang mas salah," ucap Anes santai, tetap fokus sama ponsel dan camilannya.
"Sayang ayolah!" rengek Alex. Ia mengambil ponsel yang di pegang Anes dan menaruhnya di kasur.
"Mas apaan sih, lagi seru nih. Mas aja kalau mau nonton bokep bebas kok, aku cuma nonton drama di ganggu," gerutu Anes kesal.
"Ayo ML, enak-enak bikin anak. Mas udah kangen berat nih, bukan rindunya dilan aja yang berat, tapi pertahanan mas juga berat," kata Alex.
__ADS_1
"Nggak perlu bikin lagi, nih udah jadi satu," sahut Anes sambil menunjuk perutnya sendiri.
"Lagian, mas kan nggak butuh istri mas yang udah nggak nafsuin ini, mas lebih suka nonton yang body goal dan mendengarkan erangan-erangan yang keras itu kan. Mas juga lebih memilih buat arisan, yang entahlah siapa saja namanya yang keluar saat di kocok," ucap Anes.
"Mas masih nafsu banget sama kamu sayang, percayalah. Praktek langsung akan lebih nikmat dari pada hanya menonton video sayang. Ayolah, anak kita juga pasti ingin di di jenguk daddynya. Kata Frans, kalau mas nggak jenguk anak mas, bisa-bisa mereka nggak kenal sama daddynya nanti. Mas pengen kenalan sama si debay sayang, biar kami lebih akrab,"
"Biarin aja! daddynya juga tidak peduli sama dia, biar nanti dia milih siapa yang mau jadi daddynya, mas Alex atau pak David," ucap Anes yang tanpa sadar mengucap nama David, dia langsung menutup mulutnya sendiri. Ya diam-diam Anes ngefans sama David, tapi hanya sebatas kagum tidak lebih. Cinta matinya tetap hanya untuk Alex seorang.
Alex mengernyitkan dahinya tak terima mendengar ucapan Anes.
"Ups maaf," ucap Anes lalu langsung mengecup bibir sang suami.
"Jangan sebut nama laki-laki lain sebagai daddynya, sekalipun itu David. Aku tahu kamu ngefans sama David. Tapi ini anakku," ucap Alex dengan nada serak karena sudah tidak tahan.
"Tidak mas, aku emang ngefans sama pak David, tapi lebih ngefans dan tergila-gila sama suami aku ini," ucap Anes menyentuh dada Alex. Ada rasa bersalah dalam dirinya karena telah mengucapkan kalimat tadi. Biar bagaimanapun kesalnya tidak pantas ia bilang seperti itu, bisa saja Alex akan salah paham dengan ucapannya tersebut.
"Mas Alex!" lenguh Anes
"Ingat sayang, surga istri ada pada suami, jadi jangan menolak mas," ucap Alex yang kini tangannya sudah bermain di area dada Anes.
"Mmmmphhh mas, mmphhh" Anes tidak bisa menolak setiap perlakuan nikmat dari Alex karena dia memang sangat merindukannya.
Alex melepas piyama yang Anes kenakan dan mengubah posisi Anes ke pangkuannya. Ia tak ingin menindih Anes karena takut itu akan menyakiti anaknya.
Dengan cepat Alex melepas penutup terakhir dada Anes dan langsung melahap area favorit yang sebentar lagi akan di ambil alih oleh sang anak tersebut.
Lalu bergantian ke leher dan juga bibir Anes dengan buasnya membuat Anes mendesah kewalahan.
__ADS_1
Alex menghentikan aktivitasnya sejenak lalu memandangi wajah Anes tidak bisa di artikan oleh Alex. Ia mengangkat tubuh Anes dari pangkuannya dan mendudukkannya tepat di depannya.
"Maafin mas ya sayang, kamu baik-baik saja kan? perut kamu nggak sakit kan? apa mas terlalu kasar? maaf selama ini mas mati-matian menahannya, video-video itu tidak bisa menggantikan kamu, imajinasi mas tetap liar terhadap kamu. Ini sangat merindukan milikmu sayang," Alex meraih tangan Anes untuk menyentuh benda keras di balik celananya, lalu tangannya menyentuh kewanitaan milik Anes.
Anes menggenggam benda keras tersebut dan menggerakkan tangannya, membuat Alex mengerang kenikmatan. Anes melihat ekspresi suaminya yang sudah sangat di kuasai nafsu tersebut.
Anes terus melakukannya masih dari luar celana yang Alex pakai, membuat Alex semakin mengerang panjang
" Ahhhhhhh! Sayang hentikan mas sudah nggak kuat," Alex memegang tangan Anes yang nakal terhadap juniornya.
"Mas kenapa? sakit?" tanya Anes melihat wajah Alex sudah merah menahan gejolak
"Enak sayang, tapi mas ingin melakukan yang lebih jika kamu mengijinkannya, mas akan menghindari posisi yang bisa membahayakan anak kita ," sahut Alex dengan suara parau.
"Lakukanlah mas, lakukan yang ingin mas lakukan," ucap Anes. Ia meraih tangan Alex dan menariknya ke dadanya.
"Kamu serius?" tanya Alex. Anes mengangguk.
"Hem, aku juga sangat merindukan sentuhan mas, merindukan kenikmatan yang mas dulu sering mas berikan," jawab Anes jujur.
Terbesit rasa bersalah di hati Alex yang selama ini sudah tidak menafkahi batin sang istri. Apalagi saat hamil seperti ini, hormon kewanitaan Anes meningkat, nafsunya menjadi lebih tinggi dari sebelumnya, tapi ia selalu menahannya.
Tapi kini Anes merasa senang, karena ternyata suaminya tersebut masih menginginkannya, masih memiliki gairah terhadapnya.
Mendapat lampu hijau dari sang istri, Alex langsung menggencarkan aksinya. Ia langsung kembali mengulum bibir tipis Anes, menjelajahi setiap rongga mulut Anes. Lidah mereka beradu saling membelit satu sama lain.
"Mas akan bayar hutang mas sama kamu sayang, mas akan memberikan kenikmatan yang kamu rindukan, akan mas buat kamu mendesah berkali-kali," ucap Alex tepat di telinga Anes dengan sensual. Membuat tubuh Anes berdesir.
__ADS_1
🌼🌼🌼