MY HUSBAND IS MY PRESDIR : Jodoh Wasiat Kakek

MY HUSBAND IS MY PRESDIR : Jodoh Wasiat Kakek
chapter 39


__ADS_3

Waktu masih menunjukkan pukul 5 pagi, namun, Anes sudah sibuk di dapur untuk menyiapkan sarapan. Ia sengaja bangun lebih awal karena hari jni, dia dan Alex akan kembali bekerja.


Setelah selesai dengan urusan dapur, Anes bergegas menuju kamarnya dengan membawa teh untuk suaminya.


Melihat suaminya yang masih tertidur pulas, Anes tak tega untuk membangunkannya. Ia meletakkan teh tersebut di atas nakas samping tempat tidur Alex. Kemudian, ia menuju closet room untuk menyiapkan pakaian kerja Alex.


Alex terbangun dan mencium aroma melati dari teh yang dibuat oleh Anes. Ia tersenyum mengerti kalau istrinya yang sudah menyiapkannya, lalu ia mengambil teh tersebut dan meminumnya. Teh yang dibuat oleh Anes selalu berhasil memanjakan lidahnya.


"Mas udah bangun?" Anes keluar dari closet room dan melihat Alex tengah meneguk tehnya.


"Hemmm" jawab Alex kemudian meletakkan cangkir tehnya kembali keatas nakas.


"Cepetan mandi, lalu sarapan, aku udah siapin air hangat dan masak buat sarapan."


"Jam segini dia udah selesai masak? bangun jam berapa dia tadi?"


Melihat Alex yang masih bermalas-malasan di atas tempat tidur, Anes langsung menarik lengan Alex untuk menyuruhnya segera menuju ke kamar mandi.


"Ayo mas, cepetan bangun dan mandi, nanti telat ke kantornya."


Alex hampir lupa kalau hari ini mereka akan kembali bekerja di kantor. Dengan segera ia bangun dan berjalan menuju kamar mandi, tap,i tiba-tiba ia balik badan dan menghampiri Anes dan mencium bibir Anes sekilas.


"Cup!"


"Morning kiss!" ucap Alex tersenyum.


"Udah cepetan sana mandi!" Anes sedikit mendorong tubuh Alex.


"Mandiin," rengek Alex.


"Mas Alex!" gemas Anes dengan mengerucutkan bibirnya.


Alex pun terkekeh dan meninggalkan Anes menuju kamar mandi.


"Huh dasar!"


Anes menuju ke dapur untuk menyiapkan sarapan di meja makan. Baru saja sampai dapur, ia mendengar bel berbunyi.


"Ting tong"( suara bel).


Anes bergegas membuka pintu dan ternyata itu bi Ani dan bi Ina yang datang untuk membersihkan apartemennya.


"Selamat pagi Nona muda?" sapa mereka serentak.

__ADS_1


"Selamat pagi Bibi," sahut Anes.


"Kenapa, bibi sudah datang, tolong siapkan sarapan di meja makan ya bi, tadi saya sudah masak, sekarang saya mau siap-siap untuk kerja sekalian memanggil mas Alex."


"Baik Non," jawab Bi Ani.


"Apa dia belum selesai mandi?" gumam Anes yang tak melihat Alex dikamar.


Kemudian, Anes masuk ke closet room untuk berganti pakaian kerja. Ia memilih atasan brukat yang dipadankan dengan bawahan mini skirt yang hanya menutupi sebagian pahanya.


Anes duduk didepan cermin dan mulai memoles tipis wajahnya dan mengoleskan lipstick berwarna merah dibibir tipisnya.


Alex yang baru saja masuk ke room closet untuk berganti pakaian, melihat Anes sedang sibuk mempercantik diri didepan cermin. Menyadari kedatangan suaminya, Anes yang sudah selesai berdiri dan berbalik badan kerah suaminya.


"Aku udah siapin baju buat mas," ujarnya.


Bukannya menyahut ucapan anes, Alex malah bengong dengan menatap tajam kearah Anes.


"Ada apa dengan dia, kenapa menatapku seperti itu, ada yang salah sama aku?" batin Anes.


"Mas?"


"Kamu mau pergi ke kantor dengan pakaian seperti itu?" Alex meninggikan sebelah alisnya.


"Memangnya ada apa dengan pakaianku mas? apa ada yang salah hem?" tanya Anes.


"Tanya kenapa, apa kamu sengaja ingin memperlihatkan pahamu dengan memakai rok seperti itu hem? lihat, bahkan rokmu itu nggak sanggup menutupi setengah dari pahamu." Alex mengernyitkan dahinya.


Anes segera menunduk kebawah mengamati rok yang ia pakai.


"Ya ampun! benar, ini sangat pendek sekali,bkenapa aku tidak menyadarinya dari tadi. Huh, lagian kenapa ada rok yang sangat kurang bahan ini sih di wardrobeku."


Anes mencoba menarik-narik roknya kebawah tapi tetap saja sia-sia.


"Cepat ganti dengan ini!" Alex menyodorkan rok pendek berwarna hitam dengan aksen pita di sebelah kanan dan kiri. Ia mengambil rok tersebut ketika Anes sibuk mengamati roknya yang super pendek.


Anes menerima rok yang diberikan Alex dan buru-buru meninggalkan Alex untuk mengganti roknya. Sementara Alex memakai pakaian yang sudah disiapkan oleh Anes.


"Ternyata begini rasanya punya istri, apa-apa udah ada yang nyiapin, beruntung sekali aku memilikimu," gumam Alex dalam hati sambil mengancing kemeja kerjanya.


"Bagaimana sekarang mas?" tanya Anes sambil berputar.


__ADS_1


"Cantik," gumam Alex lirih.


"Begini lebih baik!" lanjutnya.


"Sini, aku pakein dasinya," Anes mendekati Alex dan mengambil alih dasi yang dipegang oleh Alex. Anes tak perlu bersusah payah untuk memakaikan dasi kepada Alex yang memiliki tinggi 185cm, karena ia sendiri memiliki tinggi 170cm, bak seorang model dan ditambah dengan high heels setinggi 12cm yang ia pakai.


🌼🌼🌼


"Selamat pagi tuan muda?" sapa bi Ani yang sedang bersih-bersih ketika Alex dan Anes menuruni anak tangga.


"Hem," sahut Alex dengan sedikit menganggukkan kepalanya.


"Mas, ayo sarapan dulu, ini aku udah masakin buat kamu. Ada daging balado, capcay, dan juga cumi goreng tepung." Anes mengajak Alex ke meja makan.


Alex yang melihat menu yang disebutkan oleh Anes tadi lengkap dengan buah dan juga susu tertata rapi di atas meja makan. Ia langsung duduk di kursi bersebrangan dengan kursi yang diduduki Anes.


"Sini, aku ambilin nasinya!" ucap Anes sambil mengulurkan tangannya dan Alex memberikan piring yang ada didepannya.


"Udah segini cukup," ucap Alex ketika Anes hendak menambah nasi dalam piringnya.


Alex sangat menikmati makanan yang dibuat oleh istrinya tersebut. Apapun yang dimasak oleh Anes, terasa nikmat menurutnya.


"Bagaimana, enak nggak mas?" Anes antusias.


"Enak," jawab Alex dengan lalu memasukkan sesendok nasi ke dalam mulutnya lagi.


"Syukurlah, kalau mas suka," sahut Anes lega dan senang.


"Apapun yang kamu masak, pasti akan aku makan dengan senang hati, bahkan jika kamu memberiku racun sekalipun pasti aku tak akan menolak," ucap Alex dalam hati sambil terus menikmati sarapannya.


"Bi Ani!" panggil Anes ketika ia dan Alex selesai sarapan.


"Iya non," sahut bi Ani yang langsung berlari menghampiri majikannya tersebut.


"Bibi tolong beresin meja makan ya?"


"Baik Nona."


"O ya, bi Ani dan bi Ina Jangan lupa sarapan, Anes berangkat dulu ya bi?" pamit Anes.


"Dengan pembantu saja perhatian," batin Alex sambil geleng-geleng kepala bangga memiliki istri sebaik Anes.


"Baik nona muda," timpal bi Ani.

__ADS_1


"Ayo mas, kita berangkat sekarang, kasihan pak sopir pasti sudah menunggu."


"Lalu kenapa kalau dia menunggu? bukankah itu memang tugasnya? kamu terlalu baik sayang" .


__ADS_2