MY HUSBAND IS MY PRESDIR : Jodoh Wasiat Kakek

MY HUSBAND IS MY PRESDIR : Jodoh Wasiat Kakek
Chapter 222


__ADS_3

Malam harinya... Saat Alex memasuki kamar, Anes baru saja keluar dari kamar mandi. Alex tersenyum manis kepada istrinya tersebut, namun tidak di balas oleh Anes. Detik kamudian, dahi Alex langsung berkerut tatkala melihat ada bantal guling yang berbaris rapi di atas tempat tidur, yang membuat ranjang yang luas tersebut terbelah menjadi dua kubu.


"Sayang, apa itu?" tanya Alex menunjuk ke atas tempat tidur.


"Mas nggak lihat? Itu guling. Jangan bilang sama guling aja lupa, ck dasar!"


"Mas tahu itu guling sayangku cintaku honey bunny sweetyku, yang mas tanyakan apa maksudnya itu, kenapa gulingnya baris di tengah seperti itu?" ucap Alex dengan gemasnya.


Anes naik ke atas tempat tidur lalu menjawab pertanyaan suaminya dengan santai.


"Ini buat pembatas, supaya mas nggak macam-macam sama aku,"


"Macam-macam bagaimana? Aku suami kamu sayang, dan aku sudah macam-macamin kamu, lihatlah kamu saja sedang hamil anakku, kamu ini, kayak pengantin baru aja, takut di macam-macamin," sahut Alex, mengajak bercanda Anes.


"Aku serius mas, cepat tidur dan awas ya kalau sampai melewati batas ini!" sewot Anes dengan menatap tajam manik mata sang suami.


"Sabar, sabar.." batin Alex.


Alex naik ke atas tempat tidur dan berbaring menghadap ke arah Anes, namun Anes langsung memunggunginya.


Beberapa menit kemudian, Alex yang tiduran menengadah menatap langit-langit kamarnya, melirik ke arah Anes sekilas. Alex pikir Anes. Sudah tidur. Perlahan-laga tangannya mengangkat bantal guling yang membatasinya tersebut.


"Taruh nggak?" suara Anes yang ternyata belum tidur, tiba-tiba menghentikan aktivitas Alex, dia langsung menaruh bantal gulingnya kembali dengan pelan-pelan.


"Masih mending cuma aku batasi pakai bantal guling mas, kalau aku batasi pakai tembok bagaimana? Cepat tidur atau mau tidur di luar?" lanjut Anes tanpa menoleh ke arah Alex.


"Sayang, yakin nih nggak mau mas kelonin? Nggak mau mas peluk?" tanya Alex menggoda.


"Nggak, aku bisa tidur sendiri!" jawab Anes berbohong, karena dari tadi baby El terus bergerak, membuat Anes tidak bisa tidur, ia tahu hanya daddy nya yang mampu menenangkan baby El dan membuat mereka tertidur.


"Tapi sepertinya baby El, pengen di peluk deh sama daddynya," tangan Alex sudah mulai berani berkelana menyeberangi bantal guling dan meraba perut Anes turun ke bawah, ke area sensitif Anes. Karena hormon kehamilannya, di sentuh seperti itu di area sensistifnya saja membuat Anes melenguh.


Alex tersenyum mendengar suara seksi istrinya. Anes segera sadar dan langsung menepis tangan Alex.


"Minggir nggak tangannya, punya tangan kok culamitan amat! Mas tuh cuma aku suruh tidur di batasi guling, masih di kasur yang sama, bukan aku suruh tidur di Pluto, jadi nggak usah resek deh," kesal Anes.


"Maaf sayang, tangan mas nggak ada remnya, pengennya berkelana aja gitu ke rawa-rawa," balas Alex.


"Apaan sih nggak jelas? Rawa apa? Rawa pening?"


"Yups betul, rawa yang bikin Alex Junior pening dan nyud-nyudan," otak mesum Alex mulai beraksi.

__ADS_1


"Dasar omes, istri lagi ngambek juga di bercandain, nggak lucu!" sungut Anes.


"Eleh, mulut bilang ogah, tapi reaksi mendesah, kalau mau bilang aja sih sayang, nggak perlu sungkan,"


Anes diam tak menanggapi ocehan absurd suaminya. Alex hanya selalu berusaha mengalah dan tersenyum. Ya, Alex tidak kesal atau keberatan dengan kemarahan sang istri, justru bagi dia itu sangat menggemaskan dan lucu, ia tahu Anes melakukan hal itu karena dia peduli dan cinta kepadanya.


"Mas bisa diam nggak, yang bikin aku nggak bisa tidur, berisik! Sekarang tidur, udah malam!"


"Sayang, udah dong ngambeknya, mas tahu mas salah, berdosa, tapi kamu tahu nggak kalau suami kamu minta jatah dan kamu menolak itu juga dosa?"


Anes tidak bisa membantah ucapan suaminya, karena memang betul adanya.


"Ya udah, kalau mas mau, lakukan! Aku tidak menolak, cepat lakukan biar kita bisa lebih cepat tidur," ucap Anes tanpa menoleh ke arah suaminya.


"Bukan begitu maksud mas, cuma perumpamaan. Lagian, mana enak olah raga kalau kamunya terpaksa, nggak ikhlas. Setiap manusia pasti pernah salah kan, apa kamu nggak mau maafin suami kamu yang ganteng ini?


"Sudahlah mas, tidur, ini sudah malam. Aku ngantuk,"


"Baiklah, kamu tidur, selamat malam, mimpi indah sayang," Alex menyerah, ia tak ingin membuat istrinya tambah naik darah lagi akibat ocehannya.


Suasana hening, malam semakin larut, tapi dua manusia yang saling membelakangi tersebut masih tampak beli memejamkan mata mereka.


Anes yang sekarang menjadi sangat manja dan harus tidur dalam pelukan suaminya tersebut masih terus berkelana dengan pikirannya, di tambah lagi dengan baby El yang terus bergerak membuatnya semakin sulit untuk terpejam.


Namun, perutnya terus saja bergelombang, terkadang sampai mengenai ulu hati Anes sehingga Anes meringis nyeri. Ya, baby El sangat aktif dalam perut Anes.


"Kenapa? Apa kamu tak suka mommy dan daddy marahan? Apa kmu ingin mommy memaafkan daddy?"


Dan satu tendangan dari baby El membuat Anes berpikir kalau anaknya memang tidak suka kedua orang tuanya bertengkar. Tidak suka jika Anes lama-lama marah kepada Alex dan sebaliknya.


"Peluk aku!" ucap Anes lirih dan ragu.


"Apa mas Alex sudah tidur?" batinnya.


"Eh?" hanya kata itu yang keluar dari mulut Alex, dia takut salah dengar dan kegeeran.


"Apa mas belum tidur?" Anes memastikan.


"Belum," jawab Alex singkat, takut kalau banyak bicara Anes akan marah lagi.


"Peluk aku!" Anes mengulangi ucapannya tadi.

__ADS_1


"Yes! Bye bantal guling sial*n!" seru Alex yang langsung melempar bantal guling yang tiba-tiba menjadi musuhnya tersebut karena telas memisahkan diri ay dan juga istrinya walaupun cuma sebentar. Terdengar lebay memang, namanya juga bucin.


Alex langsung memeluk Anes yang masih membelakanginya, di usapnya perut Anes, membuat baby El tenang dan tidak usil seperti tadi.


"Tidurlah, udah mas peluk," ucap Alex lembut.


Alex meringkuk dan membenamkan wajahnya dibtengkuk Anes, hembusan nafasnya membuat Anes tidak bisa tidur.


"Jangan bernapas," ucap Anes, membuat Alex membelalakkan matanya.


"Kalau tidak bernapas, almarhum dong sayang?"


"Maksudnya jangan bernafas di situ, bulu kudukku berdiri semua mas, yang ada aku tetap nggak bisa tidur,"


Kemudian, Alex menggeser tubuhnya supaya lebih ke atas dan kembali memeluk Anes dari belakang.


"Mas mau membunuhku?"


"Yassalam! Salah lagi?" batin Alex.


"Mana ada? Mas belum mau menduda," jawab Alex.


"Mas memeluk leherku, aku merasa tercekik, aku bisa kehabisan napas dan mati,"


"Maaf, maaf!" Alex langsung melepaskan pelukannya.


"Berbaliklah, mas akan memeluk kalian!" pinta Alex.


Anes menuruti ucapan suaminya, ia membalik badannya sehingga kini mereka berhadapan, Alex langsung memeluk Anes. Anes membenamkan wajahnya di dada Alex, tangannya melingkari tubuh Alex. Sedangkan tangan Alex yang satu menjadi bantalan kepala Anes dan yang satunya lagi menyentuh perut Anes.


Rasa hangat dan nyaman menyelimuti perasaan Anes.


"Jangan lakukan itu lagi, aku tidak suka. Aku tidak mau mas kenapa-napa, itu dosa dan aku nggak mau jadi janda muda beranak satu," ucap Anes.


Alex tersenyum, sebegitu takutnya Anes melihatnya mabuk, takut minuman tersebut akan merusak suaminya, merusak masa aktif hidup suaminya.


"Iya mas tahu mas salah, maafin mas. Mas janji nggak akan pernah menyentuh barang haram itu lagi, demi nyawa mas yaitu kamu dan baby El. Jangan marah lagi, bukannya mas kesal kalau kamu marah dan menyebalkan, tapi mas semakin gemas dan itu sungguh menyiksa mas, karena mas nggak bisa menyentuh kamu," Alex mengecup kening Anes. Ia benar-benar menyesal.


Anes tersenyum mendengarnya, ia semakin menyusup ke dalam dekapan Alex dan tak menunggu lama, napas Anes langsung berhembus dengan teratur yang artinya dia sudah tidur pulas.


" Cepat sekali dia tidur, terbukti kan, cuma aku pawang yang bisa menjinakkan macan kesayangan yang satu ini," batin Alex senang.

__ADS_1


🌼 🌼 🌼


💠Jangan lupa like komen dan votenya yang kenceng, biar author semangat lagi upnya, karena kemungkinan beberapa chapter lagi cerita Alex dan Anes ini akan tamat 🙏🙏 salam hangat author❤️❤️❤️💠


__ADS_2