MY HUSBAND IS MY PRESDIR : Jodoh Wasiat Kakek

MY HUSBAND IS MY PRESDIR : Jodoh Wasiat Kakek
Chapter 230


__ADS_3

Satu minggu sudah berlalu, dalam satu minggu ini, Alex dan Anes sangat disibukkan dengan persiapan pernikahan David dan Amel. Ya, mereka berdua ingin memberikan yang terbaik untuk pernikahan kedua sahabat mereka tersebut, mengingat pernikahan mereka dulu di lakukan secara sederhana, dan kali ini, mereka ingin membuat sebuah pesta yang besar. Awalnya, David dan Amel menolak, mereka juga ingin menikah secara sederhana saja, hanya dihadiri oleh sanak keluarga seperti pernikahan Alex dan Anes. Akan tetapi, pada akhirnya mereka hanya mengalah dan membiarkan Alex dan Anes mengaturnya. Siapa juga yang bisa berdebat melawan tuan Parvis kecuali istrinya sendiri, dan kali ini Anes mendukungnya.


Awalnya, Alex melarang Anes untuk turun langsung mengurus pernikahan David dan Amel, ia takut hal itu akan mempengaruhi kondisi kehamilannya yang sudah besar. Namun, Anes meyakinkan suaminya kalau dia dan calon anaknya akan baik-baik saja, dan Alex tidak bisa membantah.


David juga sibuk untuk mencari keberadaan ayahnya Amel yang sejak bercerai dengan bu Mira menghilang begitu saja, tak pernah ada kabar. Dan ternyata, ayahnya sudah pindah dan menetap di luar negeri bersama keluarganya. Amel ingin ayahnya menjadi wali pernikahannya. Akhirnya, David berhasil menemukan keberadaan ayahnya Amel dan meminta restu serta meminta beliau untuk menjadi wali nikah untuk Amel.


Hari yang di tunggu-tunggu oleh David dan Amel pun tiba, yaitu hari dimana David dan Amel akan sah menjadi sepasang suami istri.


David tampak mondar-mandir di dalam kamar hotel, tempat dimana akan diadakannya acara akad dan juga resepsi malam harinya. Para sahabatnya yang sudah sejak subuh menemaninya hanya duduk sambil mata mereka mengikuti arah langkah David.


"Seratus!" seru Juna yang yang dari tadi ternyata menghitung sudah berapa kali David mondar-mandir karena tidak jelas.


"Gila Dave, sampai licin nih lantai, udah kayak setrikaan aja mondar-mandir dari tadi," ucap Alex.


"Santailah Dave, gantengmu nanti luntur gara-gara berkeringat, simpan tenagamu buat malam pertama nanti, jangan kamu habiskan buat mondar-mandir nggak jelas kayak gini," lanjut Alex.


"Apa dulu bos juga merasa gugup saat mau menikah dengan Nona?" tanya David, ia mendekati Alex yang duduk di sofa dan duduk di sebelahnya.


"Gugup sih pasti Dave . Tapi, ada yang lebih membuat gugup lagi dari akad," sahut Alex santai.


"Apa itu?" tanya David.


"Menjebol gawang macan," bisik Alex di telinga David.


David menoleh dan menatap Alex dengan penuh pertanyaan.


"Malam pertama maksudnya," jelas Alex, yang mana membuat David menelan ludahnya kasar.


"Udah, nggak usah dipikirin, jalani aja, ikuti alurnya," ucap Alex sambil menepuk bahu sahabatnya tersebut lalu bangky dari duduknya dan berjalan keluar.


"Mau kemana Lex?" tanya Bryan.


"Kangen ma anak!" seru Alex cuek.


"Woi, bentar lagi akad mau di mulai, di pendinglah jenguk anakmu! Jangan kau acak-acak penampilan istrimu yang udah cantik itu, puasa dulu bentar!," teriak Juna, namun Alex tak peduli, ia terus berlalu dari kamar tersebut sembari berkacak pinggang.


🌼 🌼 🌼

__ADS_1


Sementara itu, di kamar hotel lainnya, Anes dan para istri dari Juna dan Bryan sedang menemani Amel yang juga tak kalah gugupnya dengan David.


"Duh Nes, deg-degan nih," Ucap Amel sambil memegangi tangan Anes.


"Wajar kok mel kalau kamu deg-degan, kita semua dulu juga deg-degan pas mau nikah, yang penting sekarang kamu siapkan mental kamu. Sebentar lagi status kamu akan berubah menjadi seorang istri. Dan ini bukanlah akhir dari kisah kalian, melainkan sebuah awal menuju ke kehidupan yang sebenarnya,"


" Iya Nes, doain aku ya, semoga aku bisa menjadi istri yang baik buat David, seperti kamu yang selalu setia dan sabar mendampingi pak Alex apapun yang terjadi,"


"Pasti aku doain Mel, aku juga masih terus belajar menjadi istri yang baik. Pasti aku doain yang terbaik buat kalian berdua. Urus dan rawat abang dengan baik ya?" sahut Anes. Kemudian, mereka berdua berpelukan.


Tak lama kemudian, ponsel Anes berdering. Anes segera mengangkat panggilan yang ternyata dari Alex tersebut.


" Sayang, balik kamar dulu sebentar, mas kangen baby el," ucap Alex dari seberang telepon.


" Astaga mas, liat-liat sikon dong, ini sebentar lagi acara akadnya udah mau mulai, mas kan yang akan jadi saksi pernikahan mereka," jawab Anes. Dalam pikirannya, pasti Alex akan mengajaknya olahraga.


" Cepat, keluar dulu sayang, mas udah di depan kamar Amel, mas tunggu! Sebentar aja kok, oke?" ucap Alex, tidak menerima penolakan.


" Aih dasar, mas Alex nih. Di tolak dosa, nggak di tolak ya gimana, udah dandan cantik begini juga, masa iya harus dandan lagi nanti," batin Anes sedikit kesal.


" Kenapa nes?"tanya Amel yang melihat wajah Anes sedikit cemberut.


" Ya udah sana, biar Amel kita yang temenin,"sahut Evelyn.


Anes pun langsung berjalan keluar.


" Masih ada setengah jam lagi, keburu nggak ya kalau mas Alex minta," batin Anes sambil berjalan.


"Mas," panggil Anes, saat melihat Alex.


Alex tersenyum melihat Anes, ia mendekati istrinya tersebut.


"Ke kamar dulu yuk!" ajak Alex, ia menggandeng dan menarik tangan Anes.


"Ampun deh, omesnya kenapa overdosis juga sih mas Alex nih, serba overdosis," rutuk Anes dalam hati.


Sesampainya di dalam kamar, Alex langsung menutup pintu dan menguncinya.

__ADS_1


"Duh, perasaan nggk enak nih. Setengah jam kelar nggak ya,"


"Mas, kangennya bisa di pending nggak, paling nggak sampai acara akadnya selesai," ucap Anes mencoba bernegosiasi.


"Udah kamu duduk aja dulu sayang," Alex menghiring Anes ke ranjang dan memintanya duduk. Kemudian, ia mengusap-usap perut Anes pelan dan menciumnya.


Anes hanya diam, ia menunggu aksi Alex selanjutnya. Namun, di luar dugaan Anes, ternyata Alex tidak bertindak lanjut, seperti yang ada dalam pikirannya.


Tak lama kemudian, bel kamar hotel mereka berbunyi, Alex segera memuju ke pintu dan membukanya.


"Biar saya yang bawa masuk, kamu boleh pergi," ucap Alex kepada seorang pelayan hotel.


"Sayang, kamu makan dulu ya, karena sibuk kamu sampai lupa belum sarapan kan? Takutnya nanti bany El demo lagi saat acara akad, kan nggk lucu kalau anak seorang Alex sampai kelaparan," ucap Alex, ia membawa nampan berisi makanan dan juga segelas susu.


"Makan? Aku?" tanya Anes bingung.


"Iya, dari tadi kamu sibuk di kamar Amel loh, belum sempat makan kan? Sekarang makan dulu ya, biar mas suapin," Alex mulai menyendok makanan yang yang kni di pegangnya.


"Tapi, tadi mas bilang kangen baby El?"


"Ya, emang mas kangen sama baby El, karena kepikiran, pasti dia udah lapar," sahut Alex.


"Ya Tuhan, maafkan aku yang sudah su'udzon kepada suami sendiri," ujar Anes dalam hati.


"Kok diam, Kenapa?"


"Aku kira tadi aku yang mau di makan, ternyata aku di suruh makan," lirih Anes.


Alex tersenyum, mendengar ucapan Anes.


" Nanti kalau mau mas makan, setelah acara selesai," ucapnya sambil tersenyum menggoda.


"Apaan sih mas," Anes langsung mencubit pinggang Alex.


Sungguh, Anes menyesal dari tadi sudah berpikir negatif kepada suaminya tersebut yang ternyata mengkhawatirkan dia dan juga calon bayi mereka, bukan seperti yang ada dalam pikirannya.


🌼 🌼 🌼

__ADS_1


💠Hai, author minta maaf karena baru up lagi 🙏🙏


Jangan lupa like, komen dan votenya, terima kasih🙏🙏 salam hangat author❤️💠


__ADS_2