
Sehabis maghrib, Alex dan Anes kembali ke kediaman Parvis, setelah seharian menghabiskan waktu untuk photo maternity.
Sesampainya di rumah, mereka langsung naik ke kamar utama untuk membersihkan diri.
"Sayang mas mandinya di ruangan sebelah ya? Keburu gerah, kalau di sini yang ada mas malah pengen gelud nanti, kasihan kamu pasti capek," ucap Alex kepada Anes yang tengah sibuk membersihkan sisa make up di wajahnya.
"Iya mas," jawab Anes.
Bukannya langsung pergi, Alex malah mendekat ke arah Anes, " Sini mas bantu bersihkan," ucapnya.
Anes menyerahkan kapas yang ia pegang kepada Alex, dani hanya memejamkan matanya menerima sapuan tangan Alex di wajahnya.
Setelah di rasa wajah Anes bersih, Alex menyuruh Anes untuk mandi, sedangkan. Ia keluar menuju ke ruangan sebelah.
" Sayang, nanti tolong bawain mas baju ganti ya ke ruangan sebelah!" pinta Alex sebelum ia keluar.
"Iya mas!" jawab Anes sedikit berteriak.
Beberapa saat kemudian, anes yang sudah selesai membersihkan diri dan sudah rapi, mengmbilkan baju ganti untuk Alex.
"Apa belum selesai mandinya? Kenapa nggak langsung kesini aja sih buat ganti baju, harus aku yang antar kesana?" batin Anes sambil mengambil baju Alex di walk in closet.
Anes membuka pintu ruangn yang di maksud oleh Alex. Namun, ruangan tersebut sangat gelap.
" Kenapa lampunya nggak di nyalain sih mas Alex?" gumm Anes.
Kemudian, ia menyalakan lampunya dan....
" Sureprise!!!!" seru Alex sambil memeluk Anes dari belakang.
Anes tak percaya dengan apa yang dia lihat, ruangan yang semula tidak begitu memiliki fungsi berarti tersebut, kini telah di sulap menjadi kamar bayi yang mewah bernuansa putih tersebut. Perlengkapan baby juga sudah lengkap tersedia di sana, terdapat walk in closet khusus untuk sang baby.
Anes membelalakkan matanya, tangannya menutup mulutnya yang terbuka karena takjubnya. Bagaimana bisa suaminya tersebut bisa menyiapkannya hanya dalam sehari.
"Bagaimana? Apa kamu suka? Untuk babby El," Tanya Alex, masih tetap melingkarkan kedua tangannya di perut Anes.
Anes hanya bisa mengangguk mantab, matanya berkaca-kaca karena terharu.
"Mas yang nyiapin ini semua?" tanya Anes.
__ADS_1
"Hem, tadi mas senagaja mengajak kamu keluar seharian dan menyuruh orang untuk mendesain ulang ruangan ini menjadi kamar baby El, sementara baby el bayi pakai lemari pakaian dulu, nanti beranjak besar baru siapkan walk in closet khusus buat dia, toh nanti kalau sudah besar dia akan memilih lama sendiri," Alex melepaskan pelukan ya, ia meraih tangan Anes dan menuntun ya untuk melihat-lihat kamar baby boynya tersebut.
"Ya ampun, semua ini di siapkan hanya dalam waktu sehari mas?"
"Iya sayang, mas tapi persiapannya sudah mas atur beberapa hari yang lalu, mas cuma cari waktu yang tepat buat mengajak kamu pergi supaya mereka bisa bekerja, mas ingin memberi kamu kejutan," ucap Alex, tangannya menyelipkan anak rambut Anes ke belakang telinga istrinya tersebut.
" Dan mas berhasil, ini sungguh kejutan yang indah, terima kasih suamiku sayang, cup!"satu kecuan mendarat di bibir Alex.
"Terima kasih ya simpan dulu buat nanti, Ayo lihat ruangan sebelah sini!" Alex menarik tangan Anes untuk melihat ruangan di sebelahnya lagi melalui pintu yang menghubungkan kedua ruangan tersebut.
Lagi-lagi Anes merasa takjub, kini di depannya terpampang jelas sebuah ruangan yang di sulap menjadi area bermain untuk anak-anak, bahkan Anes lupa tadinya ruangan tersebut di gunakan untuk apa, atau memang ia belum pernah mengetahuinya, secara rumah tersebut sangat besar dan luas, tidak semua ruangan bisa ia jelajahi setiap hari.
"Ya ampun, mas,... Mas mindahin play ground ke rumah kita?"
"Semua ini sudah mas rencanakan sejak dulu sayang, mas memang sengaja membiarkan dua ruangan ini terhubung, ya untuk ini tujuannya. Untuk anak kita. Nanti selama dia masih kecil dan belum bisa jauh dari kamu, kita akn buat juga pintu yang terhubung langsung dengan kamar kita, jadi kita bisa dengan mudah mengawasinya," jelas Alex.
" Apa nggak sebaiknya di sekamar sama kita aja mas?"
" Bisa di atur sayang, kalau kita lagi pengen bertiga ya sekamar, tapi kalau kita lagi pengen olah raga, ya baby el taruh sini aja, biar nggak keganggu dan kepolosannya ternodai," ucap Alex tersenyum penuh arti.
" Hehe, lah tujuan orang nikah kan emang untuk berkembang biak sayang, supaya keturunan tidak punah. Dan jalan untuk itu ya olah raga di kasur, nggak harus di kasur juga sih, bisa di dapur, kolam renang, bahkan di outdoor, " jawab Alex dengan santainya.
Alhasil, stu cubitan mendarat di pinggang Alex, membuatnya nyengir kegelian.
" Terima kasih mas buat kejutannya, i love you so much!"
Seperti biasa, Alex tak puas hanya dengan kata ucapan terima kasih dari mulut Anes, ia menunjuk pipi sebelah kanannya dan langsung di mengerti oleh Anes. Anes mencium pipi Alex dan terus berpindah ke pipi satunya, kening, hidung dan berakhir di bibir.
" I love you more sayangku," ucap Alex kemudian.
" Ya udah, sekarang pakai bajunya mas," ucap Anes yang kini menyadari kalau suaminya dari tadi hanya melilitkan handuk di pinggangnya.
"Nggak usah pakai bajulah, tanggung!" sahut Alex.
"Apanya sih yang tanggung?" kening Anes menhernyit.
" Kan mau itu, lupa ya? Dokter kan bilang kalau baby el harus sering-sering di jenguk mendekati kelahirannya,"
__ADS_1
" Ini baru tujuh bulan mas, masih ada waktu sekitar dua bulan lagi,"
"Dua bulan kalau dua hari sekali kan cuma tiga puluh kali sayang,"
"Astaga mas, ini istri kamu sedang hamil loh, dua hari sekali? Mau matahin tulang aku? Mau bikin baby El brojol sebelum waktunya? Benar-benar deh!"
"Daripada dua kali sehari sayang, hayo?" goda Alex.
"Tau ah!" seru Anes, ia meninggalkan Alex di kamar baby el, menuju ke kamarnya.
Alex menyusul Anes dengan menenteng bajunya, tanpa memakainya terlebih dahulu.
"Sayang, mas kan cuma bercanda, jangan ngambek dong!" Alex meminta maaf karena ia melihat Anes memasang mode juteknya.
"Lagian mas gitu, mau bikin aku berdosa karena menolak melayani suami? Mas ngertiin juga dong, bawa baby el aja udah perjungan, masak iya mau di goyang setiap hari,"
"Maaf sayang, mas kan cuma bercanda, maaf ya? Di maafin nggak nih? Ya udah kalau begitu, sekalian aja mas ngak jenguk baby el sampai lahir,"
"Eh ya jangan dong, kan dokter bilang harus sering di jenguk mas," sergah Anes dengan cepat. Kemudian, ia menutup mulutnya sendiri mengingat aa yang ia ucapkan.
Alex tersenyum mendengarnya.
"Hadeh, istri mas nih, mau-mau tapi masih suka malu-malu," Alex mencolek dagu Anes.
"Tapi nggak dua hari sekali?" menatap Alex memohon,.
"Iya sayang, tapi tiga kali sehari aja gimana, biar ayam minum obat?"
"Mas Alex!" satu cubitan mendarat di pinggang Alex lagi.
"Bercanda sayang, udah kamu tidur gih," pinta Alex, ia mulai mengenakan pakaiannya satu persatu.
Anes hanya diam menatapnya. Alex yang mengerti kemauan sang istri langsung naik ke atas tempat tidur setelah memakai baju.
"Mas kelonin sini!" memasang posisi yernayaman untuk menerima pelukan Anes.
Anes langsung saja menyusup ke dalam pelukan sang suami.
Setelah menyelimuti Anes, Alex pergi ke ruang kerjanya. Baru saja sampai di ruang kerja, ponselnua bergetar, tanda ada sebuah pesan masuk. Di bukanya pesan tersebut dan seketika kening Alex mngernyit....
🌼🌼🌼
__ADS_1
💠Jangan lupa kike komen dan votenya untuk mendukung karya author, terima kasih 🙏 salam hangat author❤️❤️💠