My Posesif Nerd

My Posesif Nerd
105. Terget


__ADS_3

"Satya Satya, maaf! Aku ngelakuin itu demi kamu!" ujar gadis itu bersipuh.


"Demi gue? Apa gue nyuruh lo dan teman teman sialan lo ini ngelakuin itu? Lo pikir lo siapa, *****?!" tutur Satya dengan mata menyala menahan amarah. Rahang Satya yang mengeras membuat suasana makin mencengkram.


Gadis itu memegang kaki Satya berusaha memohon dan menenangkan Satya. Namun Satya menyentak gadis itu membuatnya kembali tersungkur.


"Dasar bajingan!" pria pengekor itu murka dan langsung menerjang kearah Satya. Dengan sigap Satya menangkap dan menghantam kepalan tangannya yang mengeras dan keras kearah pria itu. Pria itu seketika limbung kebawah.


"Ushh!" desis Julian bergidik ngeri. Ia yang sedari tadi menahan pria yang tak terima akan apa yang dilakukan Satya, dengan sengaja mengendorkan tahanannya.


"Sorry!" ujar Julian terkekeh kecil.


"Bangsat!" bentak anak buah pria yang tersungkur itu tak terima. Mereka juga ikut menerjang. Namun naas, keduanya bernasib sama seperti pria itu. Bahkan kini Satya mulai mengganas memukuli ketiganya dengan sekuat tenaga.


"Bang*sat! Sia*lan! Beraninya kalian ikut membantu ****** itu menggangunya!"


"Pengecut sia*lan mati kalian, bang*sat!"


teriakan dan bentakan Satya menggema di seluruh kelas membuat suasana mencekam. Julian yang mulai melihat Satya lepas kendali dan menggila menjadi panik. Begitupula dengan Geo dan Kenan yang sedari tadi menonton.


"Jul!" sentak Geo sambil melihat Satya.


Dengan sigap dan cepat Julian menahan tubuh Satya yang memukuli pria yang bisa dikata bos dari kedua pria yang menyerang itu. Julian menarik tubuh Satya dengan kesusahan karena Satya yang masih memburu dan menendang pria yang sudah terpapar dilantai itu.


"Lepas!" teriak Satya mengamuk.


"Udah Sat, udah! Lo bisa bunuh dia kalau gini terus!" seru Julian masih menahan tubuh Satya.


Nafas Satya menderu dengan tangan yang masih mengepal erat. Ia merasa tidak puas dengan apa yang ia lakukan sekarang. Ia merasa ini semua belum cukup. Ia ingin mereka lebih menderita dibandingkan apa yang mereka perbuat pada Icha dulu.


"Lepas!" sentak Satya pada Julian.


"Nggak mau! Ntar Lo ngamuk lagi. Bisa bisa anak orang mati gara gara lo" sungut Julian masih memegang tubuh Satya.


Satya masih dalam amarahnya kini merenung. Ia tak akan bisa lepas dari tahanan Julian jika ia tak bisa mengontrol emosinya. Untuk itu tubuh Satya yang sedari tadi memberontak kini mulai diam. Ia mengambil nafas dalam, seakan menghirup seluruh oksigen di kelas itu sambil memejamkan matanya mengurangi emosinya yang semakin bertambah.


Mata Satya kembali terbuka. Ia menatap nyalang pada tiga wanita dan tiga pria yang sudah ia hajar hingga tak lagi dapat bergerak itu.


Para wanita pembully yang melihat itu, seakan masih belum lepas dari keterkejutan mereka. Begitu pula dengan warga sekolah yang melihat aksinya dari balik kaca. Nafas mereka seakan sesak melihat apa yang baru saja Satya lakukan.


"Gue udah tenang! Lo lepasin gue!" tutur Satya. Julian menatap kearah Geo dan Kenan yang mengangguk, akhirnya ia melepaskan.


Tangan Satya yang kembali mengepal kini menatap para pembully itu. Para wanita yang ditatap itu seketika langsung bersipuh di kaki Satya dan memohon.


"Satya, Satya. Maafin kita! I-ini semua salah dia. Dia yang nyuruh kita berbuat begitu"


"Bener Satya itu salah dia. Dia yang ngerencanain semua pembullian itu dibantu dengan teman laki lakinya itu! Ini bukan salah kita berdua"

__ADS_1


Kedua teman wanita itu membela diri seakan lepas tangan. Melimpahkan semua pada wanita yang mereka ikuti itu.


Wanita yang melihat kedua temannya atau kacungnya itu melimpahkan kesalahan padanya menjadi geram. Ia tak terima jika disalahkan sendiri.


"Apa apa an kalian nyalahin gue doang! Jangan lupa kalian juga ikut main ngebully Icha waktu itu" ungkap wanita itu.


Keduanya sontak menegang dan melihat ke arah gadis itu dengan tatapan mata tajam.


"Tapi kita kan ngelakuin itu demi lo! Jadi jelas salah lo lah!"


"Bener banget! Lo yang nyuruh kita berbuat kayak gitu kan?!" elak keduanya.


Perempuan itu mengepalkan tangannya seketika, "waktu gue gak ada, kalian juga ikutan gangguin Icha atas kemauan kalian sendiri kan. Ngaku aja kalian!" ujarnya.


"Nggak nggak buka kayak gitu Satya. Dia bohong. Kita ngelakuin semua itu atas perintah dia"


"Iya Satya kita gak salah. Itu murni kita lakukan karena perintah dia"


Keduanya masih kekeh menyalahkan gadis itu. Satya diam mengawasi perdebatan ketiganya.


Ketika wanita yang menjadi inti keduanya itu di desak dan ia yang sedari awal sudah terlibat tak lagi bisa mengelak.


"Oke gue ngaku! Gue udah bully Icha. Tapi gue lakuin itu karena gue suka sama lo Satya. Gue lakuin ini demi lo?!" ujar gadis itu dengan mata sendu.


"Dia bohong Satya!" tukas teman gadis itu membuatnya mendelik.


"Bohong tentang apa?" Julian bertanya ikut berbicara.


"Dia bohong kalau dia suka sama Satya dan lakuin ini demi Satya. Buktinya aja dia suka main sama Dio!" tunjuk gadis itu pada pria yang terkepar yang menyerangnya pertama kali.


"Bener Satya! Dia lakuin hal itu karena dia emang gak suka sama Icha. Ia merasa tersaingi"


Gadis yang sedari tadi dijadikan tumbal oleh keduanya merasa sangat geram.


"Gue ngaku kalau gue pernah bully Icha, tapi gue gak mau disalahkan sendiri. Mereka juga ikut terlibat tanpa suruhan gue. Gue punya buktinya" ujar gadis itu membuat keduanya menegang.


"Lo ngomong apa sih Sel, jangan Ngada Ngada deh lo!"


"Tauk lo Sel, Lo jangan bawa bawa kita atas perbuatan buruk lo!'


"Kalian pikir gue mengada ada. Gue bukan pembohong kayak kalian. Gue punya bukti dimana kalian ngomong sendiri kalau yang kalian lakuin itu atas keinginan kalian sendiri" ujar Selly dengan serius membuat keduanya menegang.


Tapi mereka coba mengurangi rasa gugup karena bisa saja Selly berbohong dan ingin menjebak mereka.


"Akan gue tunjukan, akan gue tunjukan!" seru gadis itu.


"Udah cukup! Gue muak dengar ocehan kalian" ucap Satya menatap mereka datar.

__ADS_1


Kemudian Satya menatap kearah Geo yang melihat apa yang ia lakukan dari tadi bersama Kenan dan Julian. Ia menatap pria itu seakan berbicara dengan kedua matanya.


"Lakuin aja! King bakalan setuju! Gue jamin!" ujar Geo membuat Satya mengangguk mantap.


"Mulai hari ini! Gue satya salah satu anggota inti geng Aodra, detik ini juga gue menyatakan bahwa kalian telah menjadi target geng Aodra!" ujar Satya lantang dan menggema diseluruh kelas membuat semuanya riuh.


Sedangkan para gadis itu seketika terdiam seperti patung tak percaya bahkan menyangka. Mereka pikir mereka hanya akan mendapatkan hukuman berat namun tak sampai membuat diri mereka menjadi target karena hal yang mereka lakukan tak merugikan King penguasa Aodra. Tapi kenapa? Kenapa mereka bisa menjadi target?


"Ha? Ini gak mungkin?" Ujar Selly tak percaya menggeleng gelengkan kepalanya.


Mereka semua terdiam dan meratap.


"Gak! Gak mungkin! Ini semua gara gara lo Sel, gara gara lo!" pekik teman yang kini berubah menjadi musuh gadis yang ia panggil.


Selly tak memperdulikan keduanya dan menatap kearah Satya


"Satya! Ini gak adil. Kenapa? Kenapa kita bisa jadi target? Apa hubungannya masalah ini dengan King! Kita gak ada buat salah sama King. Ke-Ke-Kenapa ini bisa terjadi?!" lidah gadis itu menjadi keluh akan keterjutan yang mendadak ia terima.


Terget Aodra itu artinya orang tersebut akan dianggap sebagai musuh King. Jika sudah menjadi target maka hal itu akan melibatkan King. Perlakukan yang mereka terima dimanapun akan menjadi berubah. Mereka akan menjadi orang yang tak berharga yang akan di comoh, dihina, di ejek dan di injak injak oleh siapapun dan dimanapun mereka berada. Hal ini berlaku sampe Alvin sendiri lah yang menyatakan bahwa orang itu bebas.


Dan disini sebagai anggota inti mereka tak bisa berbuat seenaknya menargetkan seseorang bahkan jika itu masalah pribadi mereka sendiri. Hal ini harus atas persetujuan Alvin. Namun kini berbeda karena Geo sendirilah yang menjamin bahwa king akan setuju sebelum mereka meminta izin karena informasi yang mereka dapat hal ini juga berhubungan dengan Zea. Dan pastinya Alvin akan terlibat dan menyetujui tindakan mereka.


Satya yang telah menyatakan bahwa mereka berenam telah menjadi target geng Aodra melangkah meninggalkan tempat itu bersama yang lain, tanpa menjawab apa yang Selly tanyakan.


"Satya tunggu!" gadis itu bangkit dan mencekal tangan Satya. Dan Satya menghempaskan begitu saja menatap gadis itu dengan pandangan menghina.


Selly yang jatuh kemudian mendongak melihat ke sekitar yang ramai dan pandangan mereka yang awalnya takut pada gadis itu menjadi tatapan menghina dan merendahkan. Jika ini jaman kerajaan bisa disamakan bahwa kini kasta gadis itu berubah menjadi seorang pesuruh yang bebas diinjak injak.


Gadis itu menoleh lurus menatap kearah Satya namun pria itu sudah pergi menjauh dari pandangannya. Ia ingin bangkit dan mengejar namun seseorang menyenggolnya.


"Ini nih cewek kecakepan. Mampus kan lo jadi target geng Aodra!" perempuan itu mendorongnya membuatnya tersungkur.


"Dasar ganjen. Murahan!"


"*****!"


Hinaan dan comohan kini datang silih berganti mendekati gadis itu. Kini orang orang mengerubunginya bukan untuk memuji namun menghina dan memperlakukannya kasar. Gadis itu seketika terisak dan menangis menghadapi masalah ini. Ia dan para teman temannya yang lain akan mendapatkan penghinaan yang merusak mental dan tubuh mereka melebihi apa yang mereka lakukan pada Icha. Bagi Satya ini pembalasan terbaik.


Satya pergi meninggalkan sekolah itu dan menuju ke sekolah sekolah lain. Ia kembali membuat kekacauan disana dan mendatangi para pembully Icha yang lain. Walau tak sekeras apa yang dilakukan Selly dan teman temannya tapi cukup membuat Satya geram saat membaca laporan. Ia mendatangi dan mengatakan bahwa 'Lo akan menyesal!' setelah itu ia pergi. Mereka bukan target tapi sudah jelas mereka juga akan menderita.


TBC


ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ


Mohon maaf 2 hari yang lalu gak bisa up. Dan kini upnya agak lama dari biasanya. Karena kondisi tubuh yang tidak memadai membuat ku harus istirahat selama itu. Dan kini Satya yang melakukan pembalasan sudah kembali...(~‾▿‾)~


Happy Reading ♡♡

__ADS_1


Jangan lupa tinggalkan jejak 😁😁


__ADS_2