My Posesif Nerd

My Posesif Nerd
112. Sambutan 2


__ADS_3

Icha yang telah merebut mic dari Julian kembali keposisi semula.


"Tes! Halo semua. Kenalin Gue Icha, disini gue berperan sebagai sahabat Zea. Udah! lanjut" ujar Icha cepat memberikan mic-nya pada Keyla.


"Eh emm, Hai gue Keyla. Gue juga berperan sebagai sahabat dari Zea" ucap Keyla memperkenalkan diri. Ia menggenggam mic-nya sejenak, lalu memberikannya pada pembawa acara.


"Sudah" ucapnya.


"Tes tes! Akhirnya mic-nya balik lagi hahaha. Maaf tadi ada kesalahan teknis" ujarnya.


"Oke lanjut gak nih?" tanyanya disambut heboh oleh beberapa pria disana.


Aliran darah Alvin semakin mendesir melihatnya karena menyadari situasi.


"Kenceng amat kalian para cowok. Tau aja kalau ada yang bening" sang pembawa acara berdehem, "Ekhm neng cantik, bisa kasih tau kita namanya siapa?" tanya halus pembawa acara mendekat kearah Zea. Memberikan Zea mic.


"Zea" jawab Zea sambil tersenyum. Menerima mic yang diberikan.


"Aduh! Bagus juga suaranya kalau dari deket gini!" ujar pembawa acara seakan melayang.


Alvin yang melihat hal itu di sampingnya semakin dan semakin geram. Apalagi saat pembawa acara itu semakin menempel pada Zea.


"Eh!" kaget Zea saat Alvin menarik pinggangnya supaya mendekat kearahnya.


Zea menatap Alvin begitu pula sebaliknya.


"Yah Yang punya ngamuk tuh! Lo nggak usah deket deket! Habis lo nanti!" tukas Julian memperingati. Ia sedikit kesal karena perkenalannya terganggu.


Pembawa acara pria itu seketika mengangguk juga mengaruk kepalanya. Ia sedikit menunduk apalagi dengan tatapan intimidasi yang Alvin arahkan padanya.


Ia sedikit menjaga jarak dari Zea beberapa cm sebelum melanjutkan.


"A, itu. Zea! Tolong ceritakan kesan yang kamu dapatkan setelah menjadi bagian penting dalam film ini" ujarnya gugup.


"Setelahnya bisa dilanjut bila ada hal yang ingin kamu katakan mengenai kegiatan kali ini!" ujar pendukung pembawa acara membantu. Karena tau kini temannya itu sedang kesusahan.


"Oke!" jawab Zea canggung. Ia sedikit menggeser tubuhnya agar Alvin tak lagi memeluknya namun jaraknya masih dekat dengan pria itu.


"Hai semua namaku Zea, aku disini sebagai tokoh utama film ini!" sapa Zea.


"Hai Ze" sapa para murid yang melihatnya balik. Zea mengulas senyum.


"Pertama tama disini aku ingin mengucapkan terima kasih sebesar-besarnya telah memilihku sebagai pemeran utama, yaitu kepada kepala sekolah, guru guru, terutama pak Burhan dan kalian semua! Serta aku mau mengucapkan terimakasih juga untuk semua tim yang bekerja keras demi menghasilkan karya ini. Semuanya keren! Amazing!" ujar Zea mengacungkan jempol dengan senyum bangga.

__ADS_1


"Sama sama Zea! Kamu keren"


"Keren banget!" sahut mereka.


"Membicarakan kesan nih! Kalau ditanya bagaimana kesanku setelah menjadi bagian penting dari film ini? Tentu saja aku merasa bangga karena telah memerankan alur kisah yang bagus, keren dan menarik ini." ujar Zea.


"Seperti kalian yang terkesan aku pun juga begitu. Film ini memberikanku beberapa pelajaran yang dapat aku juga kita semua ambil dari sana. Kalian pasti setuju kan?!" Dengan kerja keras yang kita semua lakukan untuk film ini aku berharap film ini dapat menjadi pemenang dalam perlombaan nanti dan meraih hasil yang terbaik."


"Amin" sorakan menggema. Zea menurunkan mic.


"Udah?" tanya pembawa acara. Zea mengangguk dan memberikan micnya.


"Makasih untuk Zea! Kalau gitu kita lanjut ke pemeran yang terakhir dan jelas membuat kalian shock akan ketampanannya di akhir film!" ujar sang pembawa acara.


"Silahkan perkenalkan dirimu!" pembawa acara menyodorkan mic dengan tujuan memberikan pada Alvin.


"Gue Alvin!" ujar Alvin lalu terdiam.


krikk krikk krikk


Semuanya ikut diam.


"Gak ada tambahan gitu?"


"Nggak" jawab Alvin dengan wajah datar membuang muka.


"Ohw oke!" pembawa acara kembali menggenggam micnya.


"Ah! Zea! Mungkin kamu ada kalimat tambahan lain gitu yang ingin dikatakan!" ujarnya mencoba mencairkan suasana.


"Ada!" Zea mengangguk kemudian mic kembali ke gengamannya.


"Emm aku mau tambahin sedikit. Disini aku sebagai perwakilan tim pembuatan film untuk lomba ini, sekali lagi berterima kasih juga meminta maaf jika nanti hasilnya tak sesuai yang diinginkan. Kami disini sudah berusaha dengan segenap kemampuan kami. Jadi teman teman, disini kami juga minta dukungan dan apresiasi kalian untuk lomba film kali ini. Mungkin itu aja, maaf jika ada kata kataku yang kurang berkenan. Terima kasih banyak buat kalian semua. Kalian yang terbaik!" Zea kembali menampilkan senyuman.


"Tambahan yang bagus dari Zea! Apa mungkin yang lain juga ingin menambahkan?" tanya sang pembawa acara dan yang lainnya menggeleng.


"Karena kita semua sudah perkenalan dengan tim yang berada di film ini. Dan seperti yang dikatakan Zea tadi, kalian Jangan lupa untuk dukung lomba karya dari Immanuel school kali ini. Sebelum mereka turun, Sekarang kalian sekali lagi berikan sambutan tepuk tangan yang meriah untuk mereka! Yeiyy!" serunya.


Prokk Prokk Prokk Prokk


Tepuk tangan yang meriah kembali terdengar diseluruh aula. Saling berseru dan bersaut sautan satu sama lain.


Kemudian Mereka yang ada dipanggung turun satu persatu secara bergilir kembali ketempat mereka duduk.

__ADS_1


Setelah itu disambut dengan kepala sekolah yang naik untuk memberikan sambutan terakhir.


"Tes!"


"Selamat pagi semuanya!"


"Siang pak" jawab mereka serempak membuat kepala sekolah terkekeh.


"Sudah hampir sore ini mah!" gurau kepala sekolah membuat mereka ikut terkekeh.


"Sudah sudah! Sebelum saya melakukan penutupan. Saya akan menyampaikan rasa bangga saya terhadap kalian semua yang telah mengikuti kegiatan kali ini. Apalagi mereka yang telah bekerja keras dalam lomba kali ini. Dan saya amat sangat puas dengan hasilnya. hasilnya sangat bagus bahkan di luar ekspektasi saya. Filenya sudah kami kirimkan ke pihak lomba dan semoga kita mendapatkan hasil yang terbaik!"


"Amin" sahut mereka. Kepala sekolah tersenyum.


"Karena saya tak ingin berlama lama disini dan setelah ini saya mau membuat kegiatan lain. Maka dengan ini acaranya edukasi dan nobar, saya tutup. Terima kasih untuk kalian semua!"


Kedua tangan yang beradu kembali di tepukan dengan meriah.


Prokk Prokk Prokk


Kepala sekolah turun, kemudian menjabat tangan para guru terutama pak Burhan. Dan pergi meninggalkan Aula.


"Oke guys karena acara udah selesai! Kami berdua sebagai pembawa acara juga pamit undur diri. Maaf bila ada kata kata kami yang kurang berkenang. Good bye guys!" Keduanya pergi dengan melambaikan tangan disambut sorakan.


Suara ricuh dari para murid saling bersautan.


"Tes, tunggu sebentar! Jangan bubar dulu!" ujar Pak Burhan dengan mic di genggaman. Para murid kemudian diam.


"Setelah ini kalian semua boleh pulang kerumah masing masing. Pastikan untuk hati hati dijalan dan tidak berbuat ulah. Saat keluar dimulai dengan baris paling belakang lalu dilanjut!" ujar Pak Burhan.


"Untuk Tim yang terlibat, mau dari segi apapun itu, dari pemain, dekorasi, penyuting, make up, dan yang lainnya. Diharap untuk tidak meninggalkan aula terlebih dahulu. Karena ada informasi yang akan bapak sampaikan pada kalian!"


"Yah pak!" keluh Vara dengan suara keras dari bangkunya.


"Gak seru ih bapak!" teman Vara menyahut.


"Kalau mau pulang duluan silahkan! Bapak gak maksa!" tutur pak Burhan.


"Yang lain sekarang kalian boleh pulang mulai dari yang belakang ya, keluar dengan tertib dan jangan membuat ulah!"


"Iya pak!" jawab mereka lalu berhambur keluar aula meninggalkan beberapa orang yang tersisa. Dengan ini acara edukasi dan nobar pun.. Selesai!!


TBC

__ADS_1


ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ


Happy Reading♡♡


__ADS_2