My Posesif Nerd

My Posesif Nerd
37. Cewek Gila


__ADS_3

Alvin dan Zea duduk berdampingan. Alvin menyibak rambut Zea yang menjuntai. Saat keduanya masih asik dengan dunia mereka sendiri, Icha menggerutu.


"Ini masih lama kah? Koordinir gini aja lama banget" keluh Icha.


"Tau tuh, mana gue belum sarapan pula" sahut Keyla.


"Kamu udah sarapan Ze?" tanya Alvin, Zea menggeleng.


"Belum, tapi tadi dibawain bekal sama Bi Jum" Keyla dan Icha lantas menoleh kearah Zea. Zea yang dipandangi ikut balik menoleh.


Kemudian tanpa basa basi Keyla dan Icha langsung menghampiri tas Zea.


"Kebiasaan mereka ini! Bukan disitu, jangan diacak acak barang gue"


"Mana Ze?" tanya Icha. Zea membuka tas ransel kecilnya dan menyerahkan kotak makan yang tadi diberikan Bi Jum ketika dirinya mau berangkat.


Keyla dan Icha membukanya dengan penuh semangat. Terlihat disana sandwich yang menggugah selera


"Kok cuma dikit Ze?" tanya Icha melihat 4 potong sandwich yang berbentuk segitiga.


"Tanya aja sama Bi Jum" Zea tertawa menjawab pertanyaan Icha, begitu pula dengan Keyla.


"Hai everyone, widih kayaknya enak nih!" Julian mendekat, menatap kearah bekal yang ada ditangan Icha. Icha menutupi dengan tangannya.


"Jangan harap! udah pas berempat nih!" ucap Icha.


"Bagi bagilah, kita juga belum sarapan nih! Bener gak Sat?!" ujar Julian meminta pendapat ke Satya.


Satya merangkul bahu Julian dari belakang. "Yoii" kata Satya. Rupanya anggota geng Aodra itu mendekat kearah mereka membuat mata semua orang tertuju pada mereka.


Memang kemanapun mereka pergi, selalu tak lepas dari pandangan orang lain.


"Bagi aja Cha!" ujar Zea. Dengan tidak rela Icha memberikan 1 potong sandwich pada Julian.


"Kok cuma 1? Satu lagi lah, buat Geo sama Kenan!" pinta Julian.


"Kasih Cha, inget kita nebeng mereka!" ucap Keyla pelan ditelinga Icha.


Mau tidak mau, suka tidak suka. Icha memberikan 1 potong sandwich lagi pada Julian. Pandangan Icha tak lepas dari sandwich itu. Zea yang melihat itu hanya menggeleng, tak bisa berkata kata.


"Lo makan aja deh itu Cha berdua sama Keyla."


"Gak papa kan Al?" tanya Zea meminta pendapat pada Alvin.


"Kalok aku gak masalah, tapi kamu juga belum sarapan" jawab Alvin.


"Aku belum laper, itu buat Keyla sama Icha aja" ujar Zea.


"Beneran nih Ze, ini lo makan sama Alvin berdua juga gak apa kok"


"Gak apa, kalian makan aja berdua" ucap Zea. Alvin melirik kearah teman temannya itu tajam, gara gara mereka Zea harus nunda makan begini. Mereka yang asik makan sandwich yang dibawa Zea hanya menelan ludah kasar.


"Nanti kita mampir ke minimarket, buat ganjal perut kamu" ucap Alvin pada Zea.

__ADS_1


"Iya"


"Kalian buruan habisin. Kayaknya bentar lagi berangkat nih!" ujar Zea menatap murid grup kanan sudah berbaris rapi. Jumlah mereka hanya sedikit, bahkan bisa dihitung jari. Karena kebanyakan pemain membawa mobil atau berangkat sendiri.


Setelah mereka menghabiskan sandwichnya. Vara dan dua anteknya datang menghampiri mereka.


"Hai semua, tadi aku lihat kalian makan. Pasti gak kenyang kalok makan gitu doang, nih aku juga bawa bekal" ucap Vera menyodorkan bekal makannya. Zea, Keyla, dan Icha hanya diam tak menghiraukan keberadaan Vara.


"Gak perlu, kita udah kenyang" tolak Geo saat semua orang tak ada niat menjawab.


"Hey kamu anak baru itu kan? Kenalin aku Vara" Vara mengulurkan tangannya.


"Geo" balas Geo tapi tak menjabat tangan Vara membuat Vara menarik uluran tangannya kembali. Icha dan Keyla disana hanya menahan tawa agar tidak meledak.


"Hai Geo, aku Sisi. Dia Nia, boleh kenalan gak?!" ucap Sisi tanpa tahu malu. Begitu pula dengan Nia yang melambaikan tangan kearah Geo.


"Gak" jawab Geo apa adanya. Membuat tawa Keyla dan Icha sukses pecah..


"Bhahahaha_"


"Hey! berani banget kalian ngetawain kita?!" sentak Vara tak terima. Memelototi keduanya.


"Nggak siapa juga yang ketawain lo, orang gue ketawa karna candaan Icha kok. Bener gak Cha?!"


"Tau tuh, pede gila ngetawain kalian! Emang aslinya pantes sih diketawain" jawab Icha membuatnya dan Keyla kembali tertawa. Zea terkekeh kecil, berusaha menahan tawanya. Kalau dia tertawa, jelas akan terjadi keributan antara dirinya dan Vara.


Namun kekehan kecil Zea terlihat oleh Vara, "Apa lo, nyari ribut? Lebih baik lo urusin gimana caranya lo cari tumpangan. Gak usah sok jadi cewek" sentak Vara. Padahal mereka sudah mendapatkan solusinya. Icha ingin membalas namun ditahan oleh Zea.


"Tau tuh belagu banget jadi cewek!" ujar Sisi.


"Kenapa? Gak berani lo? Dasar pengecut, cewek ganjen, murahan, bit*ch lo!" hina Vara pada Zea. Zea memejamkan mata mendengar hinaan Vara kepadanya. Dirinya berusaha sabar.


"Udah deh, stop!! Kalian mending pergi aja. Jangan sampe ribut kayak kemaren" lerai Julian sekaligus mengusir Vara sebelum terjadi perang dunia ketika karena Alvin emosi mendengar Zea dihina. Vara yang diusir mendengus menghentak hentakan kakinya sebelum meninggalkan mereka dengan wajah kesal bercampur puas.


"Dasar cewek gila! Gak punya kaca apa dirumah? Udah Ze, jangan di dengerin"


"Iya Ze, gak usah didengerin. Mulut tuh cewek emang gak pernah disekolahin. Makanya lemes kek gitu!"


"Gue gak apa kok, kok malah kalian sih yang heboh" Zea tertawa pelan dan ujung matanya melirik ke arah Alvin. Zea ingin tau bagaimana reaksi Alvin.


Deg deg


Jantung Zea berdetak kencang. Alvin marah? Itu hal yang wajar ketika perempuan yang lo suka dihina seperti itu. Namun kali ini beda, Zea tidak bisa menjelaskan apa yang dia lihat dari ekspresi Alvin. Mungkin yang lebih mendekati, ekspresi Alvin seperti Singa yang siap menghabisi hewan yang ada didepannya untuk dia jadikan santapan. Layaknya acara tv dunia hewan yang pernah dia tonton.


Tajam, berbahaya, penuh dengan kekuatan, bahkan bulu kuduk Zea merinding. Kemudian Alvin menoleh kearah Zea dan menampilkan senyuman pada Zea. Mengusap kepala Zea lembut. Zea diam menerima usapan kepala dari Alvin.


"Ganjen banget sih tuh orang, pengen banget ngegebet salah satu dari kalian" ucap Keyla pada anggota geng Aodra.


"Biasa kita kan gans parah, cewek pada nemplok sama kita" kata Julian dengan pdnya. Keyla, Icha, dan, Zea memutar mata mendengar itu.


"Nih kok lama banget? Nunggu apa sih? berangkat dulu yuk!!" ajak Satya. Karena dia tahu bahwa Alvin sedang Manahan emosi, yang ada bisa habis mereka jika sekarang dekat dekat dengan Alvin. Apa lagi penghinaan yang Zea terima tadi, ada hubungannya dengan mereka.


"Boleh, skuyy!!" ujar Julian menyetujui.

__ADS_1


"Bilang dulu sana!!" Kenan berbicara.


"Gue aja yang bilang" ucap Geo menuju tempat pak Reno.


Mereka menunggu Geo bicara dengan pak Reno. Nampak Pak Reno memberikan lembaran kertas pada Geo.


"Apa tuh Ge?" tanya Satya.


"Kertas" jawab Julian seketika mendapat tonyoran dari Satya.


"Ya gue tau itu kertas bego, yang gue tanya itu isinya!" Mereka tertawa melihat tingkah koncak Julian dan Satya, kecuali Alvin.


"Ini alamat resto, ntar kita makan dulu disana bareng sama tim yang sudah ada disana. Tim yang ada disana belum selesai, makanya kita yang disini juga belum jalan. Karna rencananya kita bakal makan bareng gitu disana!" ucap Geo menjabarkan apa yang dikatakan pak Reno. Mereka mengangguk paham dengan penjelasan Geo.


"Yaudah yuk berangkat!" ujar Alvin setelah dari tadi tak bersuara.


"Emangnya dibolehin?" tanya Zea menatap kearah Alvin.


"Boleh, gak ada yang ngelarang kok Ze!" Geo menjawab. Zea mengangguk kemudian berdiri, menepuk pantatnya membersihkan debu debu yang menempel.


"Nih Ze tempat bekal lo" Icha memberikan kotak bekal kepada Zea, Zea menerimanya dan meletakannya ditas ransel kecil yang dia kenakan.


"Thanks Ze" Zea mengangguk sembari tersenyum.


"Sama-sama" jawab Zea.


Zea berjalan kearah tas yang berisi perlengkapannya mencoba meraihnya. Namun sebelum itu sudah diraih terlebih dahuli oleh Alvin. Membawa tas Zea dengan gampangnya, seakan tak ada beban.


"Eh Al, biar gue aja yang bawa. Tas gue berat" ujar Zea ingin mengambil alih tasnya yang dibawa Zea. Tapi Alvin menghalangi.


"Biar aku aja!" ucap Alvin dengan tangan kanannya menggengam tangan Zea erat, dan tangan kirinya membawa tas Zea. Tas Alvin? Sudah dimobil sedari tadi.


"Nunggu Icha sama Keyla dulu Al" pinta Zea melihat kedua temannya kesusahan dengan barang bawaan mereka.


'Mereka ini mau kemana sih sebenarnya, banyak banget yang dibawa' batin Zea.


"Yuk Ze" ucap Keyla saat dirinya sudah siap.


"Bentar Woy susah nih!" keluh Icha. Icha membawa sebuah tas ransel yang dia kenakan dipunggung, seperti milik Zea namun berbeda, lalu ia juga membawa sebuah totebag, dan sebuah tas selempang kecil, juga sebuah kantong kresek berisi Snack dari minimarket. Padahal kemaren mereka sudah membelinya dan snack Icha sudah membuat tas Zea penuh.


"Sini gue bantuin Cha!" ucap Zea mengambil alih totebag Icha dan kantong plastik Snack Icha.


"Makasih Ze!" ucap Icha.


"Ngerepotin lu! Banyak banget yang di bawa, kayak mau minggat aja" ucap Satya pada Icha.


"Udah diem, jangan banyak komentar. Gue lagi gak mood berantem sama lo" ucapnya.


"Siapa juga yang ngajak berantem!" sewot Satya. Icha berusaha menahan diri agar tidak memukul Satya. Meninggalkan pria itu bersama Zea, Keyla dan Alvin yang sudah jalan.


TBC


ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ

__ADS_1


Happy reading 。◕‿◕。


__ADS_2