My Posesif Nerd

My Posesif Nerd
7. Aodra Is Back


__ADS_3

Alvin mengantar Zea pulang kerumah setelah perdebatan panjang. Dirinya sudah mencoba menolak, namun Alvin tetap kekeh untuk mengantarnya. Dengan alasan takut dirinya terluka.


"Mau masuk dulu Al?" ajak Zea saat mereka sudah turun dari taksi.


"Nggak dulu Ze, next time aja" ucap Alvin.


"Oke"


"Lo masuk dulu gih, baru gue pergi"


"Kalau gitu, gue masuk dulu. Lo hati hati ya" Zea berbalik hendak meninggalkan Alvin.


"Zea tunggu" Zea berbalik menatap Alvin.


"Ada apa Al?" tanya Zea bingung, Zea menghentikan langkahnya yang hendak masuk kerumah.


Alvin mendekat ke Zea menyodorkan hpnya, "Bagi nomer lo, biar gue gampang kalok ngehubungi lo" Zea mengambil hp Alvin dan mengetikan nomornya disana.


"Udah nih" ucapnya sambil mengembalikan hp Alvin


"Oke makasih..kalok gitu, lo masuk gih, gue balik dulu" ucap Alvin memperhatikan Zea masuk. lantas dia pergi meninggalkan rumah Zea.


......................


Alvin sampai di kediaman besarnya. Dia membuka pintu kamarnya. Alvin melepaskan kancing kancing seragamnya. Mengganti seragamnya dengan pakaian santai.


Tak lama kemudian deru mobil daddynya sampai didepan rumah. Alvin turun kebawah karena ada yang ingin dia bicarakan dengan Daddy Exel.


"Dad, ada yang mau Alvin omongin" ucap Alvin yang baru turun dari tangga, melihat kedua orangtuanya yang sedang bucin.


"Penting?" tanyanya.


"Lumayan"


"Yaudah keruang kerja aja" Daddy Exel melangkahkan kaki keruang kerjanya.


Alvin mengikuti dari belakang. sampai disebuah sofa dan kini dia duduk berhadapan dengan Daddynya.


"Ada apa?" tanya Daddy Exel.


"Alvin mau Daddy bantu anak jalanan yang Alvin kenal pakai progam yayasan" ucap Alvin.


"Ohw Daddy kira apa, ntar Daddy suruh sekertaris Reno urus." Alvin mengangguk dan berdiri.


"Udah itu aja?" tanyanya saat melihat putranya itu hendak meninggalkannya.


"Iya!"


"Gak mau kasih tau Daddy soal cewek yang kamu antar pulang"


"Ck, gak usah kepo. Daddy urus mommy aja" Ucap Alvin sembari meninggalkan ruangan.


°°°°°°°°


Alvin masuk kedalam kamar mengganti pakaiannya. Kini penampilannya kembali seperti dulu, Alvin sang king winner. Alvin mengambil ponsel dan mengirim pesan kegrub Aodra.


"Kumpul "


Dia mengendarai mobil menuju apartemennya untuk mengambil motor yang dia tinggalkan. Mengendarai motor membelah jalanan menuju basecamp Aodra. Sampai disana banyak orang yang sudah berkumpul sebelum dirinya.


"Welcome king"


Sapa orang orang yang ada disana. King adalah nama julukannya. Alvin menduduki sofa disalah satu ruangan. Teman temannya yang lain sudah berkumpul sedari tadi

__ADS_1


Ada Peraturan tidak tertulis, tetapi harus dipatuhi di Aodra yaitu Jika sedang dibasecamp dilarang memanggil Alvin dengan nama. Tapi hal ini tidak berlaku untuk para temannya itu.


"Woah king, gimana kencan lo sama Zea?" tanya Julian saat Alvin duduk.


"Kalian ngintipin gue waktu ditamankan? Ngaku aja" desak Alvin menatap ke empat temannya sekaligus anggota inti Aodra itu.


"Habis kita penasaran bos" Satya menjawab. Yang lain hanya diam kikuk karena ketahuan.


"Ck sial,,, Ge gimana motor yang gue minta?" decak Alvin bertanya seraya menoleh ke Geo.


"Gue yang urus, udah gue suruh orang anterin kerumah lo" jawab Kenan. Alvin mengangguk.


Alvin menatap kearah anak buahnya itu. Sebenernya diruangan itu banyak anak Aodra lain. Tapi mereka tak berani bersuara. Karna Alvin yang mereka kenal adalah Alvin yang keji, Arogan, bruntal, bahkan orang yang tega menghabisi siapapun yang melawannya.


"Siapin pesta penyambutan kembalinya Aodra, malam ini" Ucap Alvin seraya berdiri menuju kearah rak wine. menuangkannya kegelas dan menegakkan hingga habis. Mengangkat gelas itu tinggi tinggi. Sontak hal itu membuat yang lainnya berteriak gembira.


"Aodra is back"


Malam ini pesta dirayakan, banyak orang yang berkumpul di basecamp Aodra. Basecamp Aodra sangat besar bahkan mereka mempunyai sirkuit balapan pribadi. Malam itu pesta meriah, banyak botol minuman keras dibuka, Wanita wanita penggoda pun juga dipanggil. Aodra membebaskan dari segala aturan kecuali narkoba, karna Alvin sendiri tau bahaya dari benda terkutuk itu. Jika sampai ada yang melanggar, Alvin sendiri yang akan membereskan orang itu. Bahkan Alvin tak segan segan membunuh orang dengan kedua tangannya sendiri.


Membunuh? Hal itu sudah biasa dilakukan. Kebanyak orang yang dia bunuh adalah orang yang mencoba mengincarnya harta papanya atau mungkin bahkan orang orang yang menghianatinya. Alvin yang sudah mengalami penculikan sedari kecil, di didik keras agar bisa melawan bahaya seperti itu lagi.


Alvin kini duduk dipojok ruang sambil menyesap Vape rasa susu yang dia perintah carikan oleh anak buahnya itu. Dia ditemani oleh Geo disampingnya, kedua sahabat yang lain sedang sibuk menggoda wanita yang ada disana. sedangkan Kenan kini sedang asik balapan motor dengan anggota Aodra lain.


Alvin menyesap Vape itu sambil membayangkan ketika bibirnya beradu dengan bibir Zea, ketika dia dan gadis itu sudah berciuman secara gak langsung. Pikiran Alvin seketika dipenuhi oleh Zea. Apa yang kini gadis itu lakukan? Apa gadis itu sudah tidur? Apa gadis itu memikirkannya?


Membayangkan Zea membuat bibirnya tersenyum menyeringai. Ah, seperti dia akan gila karena Zea. Dia mengambil handphonenya mencoba mengirim pesan pada gadis itu.


Zea mine


Ze udah tidur?


Zea yang belum tertidur waktu itu bertanya tanya siapa yang mengirimnya pesan dimalam hari. Dia hanya melihat pesan itu. Tak mendapat balasan dari sang gadis, Alvin mengirim pesan lagi.


Zea mine


Lo udah tidur ya?


Zea yang sudah tau siapa yang mengirimnya pesan. lantas membalas...


Alvin


Belum kok vin, kenapa?


Zea mine


Gak apa, gue pengen tau aja keadaan lo


Lo lagi apa Ze? Udah malem, kok belum tidur?


Alvin


Send pict (Foto Selvie dirinya yang sedang menonton drakor rekomendasi Icha)


Gue lagi bergadang nonton drakor nih, Lo sendiri?


Zea tak bisa fokus lagi kefilm, menutup laptopnya sembari tiduran membalas pesan Alvin.


Alvin mendapat balasan dari Zea, membuka foto itu dan mengelus layar ponselnya sembari tersenyum. Geo melihat kelakuan Alvin bingung.


"Lo lihat apa sih Al, kok senyum senyum sendiri?" tanya Geo mencoba mengintip layar hp Alvin.


"Udah sana! Jangan kepo jadi orang." usir Alvin ke Geo mengibaskan tangannya.

__ADS_1


Alvin


Gue lagi tiduran aja kok Ze, gue belum ngantuk. Terus keinget lo, makanannya gue chat lo.


Balas Alvin membuat Zea merona, 'Apaan sih gue, kok gini aja baper. murahan banget.' batin Zea meruntuki dirinya sendiri.


Ting! pesan Alvin kembali masuk ke hp Zea.


Alvin


Lo tidur gih, udah malem. Besok mau gue jemput? Kebetulan motor gue udah selesai diperbaiki nih. Tapi motor gue bukan motor mewah kayak anak anak lain, kalok lo keberatan lo bisa nolak.


Zea membaca pesan itu, demi apa Alvin mengajaknya berangkat bersama ke sekolah.


Zea mine


Iya Al ini gue juga mau tidur kok, gue udah ngantuk. Dan soal ajakan lo untuk berangkat bareng gue gak keberatan kok Al, besok lo bisa jemput gue.


Alvin melihat kearah ponselnya sembari tersenyum senang. Zea menerima ajakannya.


Alvin


Okey, sampai ketemu besok Zea.


Good night Zea🌜


"Good night too Al" ucap Zea sembari memejamkan matanya tertidur.


Alvin tak mendapat balasan dari Zea, meletakan ponselnya disaku dan berjalan mendekati teman temannya yang sedang menikmati suasana pesta.


"Widih ini dia king kita" teriak Julian heboh menyambut Alvin yang menghampiri mereka disambut sorak sorakan meriah.


Sampai ada segerombolan orang dari arah masuk berjalanan mendekati Alvin. Laki laki yang nampaknya seperti pemimpin dari kelompok itu mendekat tepat didepannya.


"Welcome back Alvin, King winner" Ucapnya sembari mengejek.


"Lo lagi lo lagi, emang lo gak bosen apa. Terus nantang dan terus kalah" Satya melihat Zion yang merupakan rival Alvin kini kembali untuk menantang Alvin. Zion juga memiliki hubungan dengan Zea.


Alvin yang suasana hatinya sedang bagus kini menatap Zion meremehkan.


"Gue juga baru balik ke kota ini Al, asal lo tau. Dan karna lo juga baru balik, lo harus terima tantangan gue" ucap Zion menatap tajam ke arah Alvin. Dirinya tak terima jika selalu kalah oleh Alvin.


"Jangan mau Al, dia pasti punya niat busuk sama lo" seru Geo. Alvin tak menghiraukan dan tersenyum dengan pandangan meremehkan kepada Zion.


"Oke gue terima tantangan lo karena suasana hati gue sedang bagus" ucap Alvin.


"Al..." ucap teman temannya hendak memprotes dihentikan oleh Alvin.


"Apa tantangan lo?" Alvin menatap tajam kearah Zion. Matanya yang tajam itu seakan ingin memakan siapa saja yang menatapnya.


"Mudah kok, kita balapan satu lap. Siapa yang sampe duluan dia yang menang" ucapnya meremehkan Alvin, dia pikir selama Alvin pergi. Alvin akan kehilangan kemampuan balapannya. Namun duguaannya salah, Alvin tetap saja tidak terkalahkan. Kini terbukti dengan dirinya yang tertinggal dibelakang Alvin.


Alvin sampai digaris finis mendapat sambutan semua orang. Zion yang melihat itu kesal melempar helmnya dan pergi meninggalkan tempat itu.


"Ye tu anak main pergi pergi aja" sarkas Julian.


"Biarin aja" ucap Alvin.


Alvin sampai dikediamannya pukul 3 dini, hal ini dikarenakan pesta baru selesai pukul 2. Alvin berjalan memasuki kediamannya menaiki tangga. Dia merebahkan tubuhnya tertidur sejenak, karna nanti dia harus menjemput gadisnya itu. Haha gadisnya? entah kenapa dia suka dengan kata itu.


"Zea, you are mine" lirih Alvin memejamkan matanya dan mulai terdengar dengkuran halus yang menandakan dirinya tertidur. Semoga saja dirinya dapat bertemu Zea dimimpi...


TBC

__ADS_1


ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ


happy reading 。◕‿◕。♡


__ADS_2