My Posesif Nerd

My Posesif Nerd
58. Alvin x Alegiance


__ADS_3

Acara sambutan tuan rumah selesai. Kini para ketua geng masing-masing dikumpul menjadi satu.


"Masih hidup lo?" tanya Marko pada Alvin yang berdiri disampingnya. Alvin melirik sekilas, tak membalas ucapan Marko.


"Lo_!" ujar Marko terjeda. Marko merasa Alvin terlalu meremehkannya.


"Jangan bikin keributan, semua orang melihat" ujar orang disebelah Marko menahan agar Marko tidak emosi.


Marko mencebik. Pemimpin dari Aodra itu memang susah untuk ia kalahkan. Karena tak puas menganggu Alvin, akhirnya Marko mengganti targetnya pada Joe.


"Gue denger tuan lo hadir disini, kenapa dia tak menunjukkan diri? Apa dia takut?" seringai Marko pada Joe.


"Orang seperti mu tak pantas menemui tuanku" ujar Joe datar.


"Hah! Lagak lo! bilang aja bos lo itu pengecut. Sok naikin harga diri segala" hina Marko terang terangan.


Joe menggeram marah, matanya melesat mengeluarkan niat membunuh pada Marko.


"Kenapa? emang gue bener kan? Tuan lo itu pengecut, buktinya dari dulu sampai sekarang dia tak pernah menunjukkan diri" Marko semakin menjadi, ia senang melihat kemarahan diwajah Joe.


"B@Jingan" sentak Joe tak terima. Joe dengan bringas maju hendak melayangkan tinjunya pada Marko, tapi Alvin menahan.


"Jangan membuat keributan" ucap Alvin lebih seperti perintah ditelinga Joe.


Mendapat perintah dari Alvin, Joe akhirnya mengalah. Marko mencebik karena Joe tak jadi melayangkan serangan padanya. Padahal jika Joe menyerangnya otomatis Alegiance akan terdiskualifikasi. Saingannya otomatis akan berkurang. Licik memang.


"Hahahaha tuan sama bawahan sama saja, PE-NGE-CUT!" tekan Marko masih memprovokasi Joe. Beberapa orang disana juga tertawa kecil mendengar ledekan Marko.


"Buktikan saja kemampuan lo! Jangan omong kosong, jika nantinya lo bakal malu sendiri" Alvin menegur membuat wajah Marko padam.


Orang orang yang tertawa juga ikut terdiam, mereka membuang muka. Disaat yang sama Alvin sudah menandai siapa saja yang terlibat dengan Marko.


"Hey yo yo man! Jangan ribut disini, ribut saja di pertandingan!"


"Bacot lo, langsung mulai acaranya" maki Marko kepada sang pembawa acara.


Udara menjadi intens karena keributan yang dipicu oleh Marko.


Akhirnya landasan acara tahunan antar geng dimulai. Sorak sorakan yang mamanas beradu diruang tertutup itu seiring berjalannya acara. Acara ini diadakan sebagai pembuktian kekuatan dari masing masing geng. Selain itu diacara kali ini juga merupakan ladang uang untuk para geng yang terlibat.


skip


Alvin merenggangkan tubuhnya. Dirinya puas sehabis menghajar pemimpin geng lain termasuk Marko hingga babak belur. Alvin berjalan begitu saja meninggalkan area perkelahian. Wajahnya datar tak berekspresi.


"Keren bro!" pekik Julian pada Alvin merangkul bahunya.


"Jelas, bos kita nih!" ujar Satya memamerkan Alvin disambut sorakan anggota geng Aodra lainnya.


Geo dan Kenan tersenyum melihat tingkah senang anggota geng mereka. Kali ini mereka sangat puas karena kembali menduduki peringkat pertama setelah hiatus tahun lalu. Berbeda dengan Alvin sebagai pemimpin geng wajahnya kini datar tak ada raut senang sedikitpun. Seperti sebuah balok es dingin yang jika disentuh dapat mengeluarkan kobaran api yang membara.


"Kenapa sih lu King, diem mulu dari tadi" tutur Geo disamping Alvin.


"Ada masalah?" tanya Geo penasaran.

__ADS_1


Geo bingung dengan keadaan Alvin sekarang pasal saat mendapat undangan Alvin juga nampak bersemangat. Tapi saat sudah disini, pria itu seperti menahan sesuatu yang siap meledak kapanpun.


"Gak" jawabnya singkat.


Keduanya saling diam menatap kearah depan. Ajang unjuk kemampuan antar geng yang sudah diatur memang selesai dan kini menjadi acara bebas. Dimana anggota geng lain menantang orang orang yang tak sama peringkatnya dengan diri mereka masing masing. Hal ini bisa terjadi selama kedua belah pihak menyetujui.


"Acara udah selesai kan? kalau gitu gue cabut dulu. Lo yang handel!" ucap Alvin sambil menepuk bahu Geo.


"Gua balik!" ujar Alvin pada yang lain. Kemudian Alvin melangkahkan kakinya pergi begitu saja meninggalkan mereka


Semua orang masih terpaku.


"King" panggil Geo mulai tersadar. Suara Geo tercekat, melihat kepergian Alvin dengan muka muram.


Geo hanya bisa menghela nafas berat menatap punggung Alvin yang kian menjauh.


...----------------...


Tanpa memperdulikan panggilan Geo Alvin terus berjalan. Samar samar telinganya menangkap suara Joe yang seperti sedang berdebat.


"Joe kita gabung di geng ini karena kita ngaggumi elo. Kita rela ngabdikan diri di geng ini karena lo_"


"Ralat, Gue gak minta kalian ngabdi-in diri kalian karena gue. Sepertinya kalian lupa akan arti nama Alegiance. Tuan yang harus kalian abdikan diri itu cuma 1 dan itu bukan gue!" Joe mengacungkan jarinya.


"Kalian mau memberontak setelah apa yang geng berikan pada kalian? Cuma segitu loyalitas kalian? Jangan harap gue lepasin kalian jika itu semua terjadi" ucap Joe dengan emosi.


"Bukan seperti itu Joe. Dengar dulu penjelasan kami" tahan pria berpotongan rambut undercut yang dicat silver. Joe terdiam menatap orang orang kepercayaannya. Menahan emosi yang seakan ingin meledak.


"Joe! Alasan kami bertahan disini itu karena lo. Kayak lo yang rela mati demi geng ini, kita pun rela mati demi geng ini. Kami gak munafik kalau geng ini memberikan kehidupan yang baru buat kami." ucapan terjeda akan helaan nafas, "Hah! Tapi Joe, Kami juga butuh pengakuan!"


"Bukannya tadi kalian sudah merasakan kehadirannya! Jangan meminta lebih dan membuat tuanku susah" ucap Joe apa adanya sambil memalingkan muka. Baru kali ini anak buahnya memberontak seperti ini, karena biasanya mereka akan patuh, tak banyak bicara, dan menurut semua perkataannya.


"Bukan hanya kami Joe! Tapi semua anak buah Alegiance. Beberapa dari kami memang sud_"


"Bentar, Kalian sudah bertemu?" potong salah satu orang kepercayaannya Joe.


"Hah… Iya Ger, tadi tuan Ale kesini. Tapi kami tak tahu seperti apa dirinya karena kami tak melihat langsung" jelasnya.


"Hah!" Teriak Gery tertahan. Laki laki yang merupakan anggota termuda Alegiance itu tak menyangka pemimpin mereka akan hadir disaat dirinya sibuk menyiapkan acara tahunan kali ini.


Gery sangat mengagumi pemimpin Alegiance karena pria itu merasa pemimpinnya sangat hebat. Bahkan pria sehebat Joe saja sampai mengabdikan diri untuknya. Layaknya King dari Aodra.


"Lo seharusnya mengerti apa yang kami rasakan Joe!" tutur para anak buah Alegiance kembali.


"Bener Joe, kita gak minta lebih. Kita cuma butuh pengakuan. Kita sudah capek diremehkan oleh geng lain seperti tadi!" ujar yang lain.


"Kami butuh pemimpin kami yang sebenarnya!" ujar mereka memelas. Kedua tangan Joe mengepal bahwa semua itu tidak salah. Namun apalah daya dirinya berani meminta ini itu kepada tuannya.


Alvin yang masih berada disana terkesima mendengar itu semua. Selama ini Alvin terlalu mengabaikan mereka.


'Mungkin ini saatnya' ujar Alvin dalam batinnya.


Dirinya akan membuat kebanggaan untuk Joe. Memberikan hadiah untuk pria yang lebih memperioritas dirinya lebih dari hidup pria itu sendiri

__ADS_1


Alvin mengambil handphonenya dari saku menghubungi Joe yang masih bersicakap dengan anak buahnya itu.


"Halo tuan! Apa ada perintah tuan?" tanya Geo setelah panggilan terhubung.


"Gue akan muncul sebagai pemimpin Alegiance" ujar Alvin.


"Ya?" pekik Joe tersentak kaget. Joe menoleh kearah kanan kiri mencari keberadaan Alvin. Kedua mata mereka bertemu.


Joe membelak, tuannya melihat ini semua. Joe menunduk tak berani mengangkat kepala.


"An, Anda tak perlu mel_" ucapan Joe terpotong.


"Ini ungkapan terima kasih gue buat lo, lo gak perlu berpikir terlalu jauh" ucap Alvin seperti mengetahui kekhawatiran yang ada dibenak Joe. Joe khawatir tuannya akan menganggapnya tak berguna karena tak bisa mengatasi gengnya sendiri


"Jadi, Sekarang siapkan pakaian dan topeng. Gue akan menunggu diruangan yang awal. Ini perintah." Alvin mematikan panggilan telpon berlalu pergi meninggalkan Joe dan anak buahnya. Saat dirinya mulai menjauh, telinganya menangkap sorak senang dari anak buah Joe. Bibirnya tersungging.


...****************...


"Tuan anda tak perlu melakukan semua ini" pekik Joe kesekian kalinya masih mengikuti langkah Alvin.


"Diam!" titah Alvin dengan suara yang berbeda. Kini pria itu menggunakan alat untuk perubah suara agar identitasnya terjaga. Lagian mau bagaimana, Alegiance itu merupakan kartu tersembunyinya. Dan statusnya masih King dari Aodra.


Alvin masuk kedalam ruangan yang ramai itu. Wajah Alvin yang tertutup topeng mengundang perhatian semua orang. Mereka bertanya tanya siapa orang itu? Dan ada hubungan apa sampai Joe berjalan dibelakang pria itu!.


Alvin berjalan kearah tempat dimana Joe memberi sambutan diawal. Disaat Alvin berjalan melewati anak buah Alegiance mereka semua menunduk hormat membuat semua orang disana tercengang.


"Siapa tuh Ge?" tanya Julian menyikut lengan Geo disampingnya. Satya dan Kenan yang juga disana ikut penasaran.


"Pemimpin Alegiance" jawab Geo. Satya, Kenan, dan Julian mengangguk angguk beroriah, tak berapa lama mereka membelak.


"Serius?!" tanya ketiganya tak percaya.


"Hmm" dehem Geo menjawab.


"Kok lo tau?" tanya Satya curiga.


"Gue tau secara gak sengaja" jawab Geo lagi.


"King tau soal ini?" tanya Kenan memincingkan mata.


"Ya"


Pandangan mereka kembali tertuju ke pemimpin Alegiance yang kini menjadi pusat perhatian itu.


Semua orang mulai berbisik dan berbicara satu sama lain. Menebak nebak siapa pria itu dan beberapa ada yang yakin bahwa pria itu pemimpin Alegiance ntah itu asli maupun palsu. Mereka mulai mencerca Alvin. Mengatakan kalimat penghinaan bahwa pria itu pengecut karena baru muncul sekarang.


Keadaan mulai tak kondusif karena anak buah Alegiance mulai terlibat cekcok dengan geng lain yang menghina Alvin.


Mata Alvin menyusuri ruangan yang ramai itu. Dari sakunya Alvin mengeluarkan sebuah pistol yang sedari awal miliknya dan tersimpan dimarkas Alegiance.


Tangan Alvin mengarahkan pistol keatas.


Dorr

__ADS_1


TBC


ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ


__ADS_2