My Posesif Nerd

My Posesif Nerd
186. Mama Papa datang


__ADS_3

Zea Pov


Kami berjalan pulang ke rumah Pakde Tejo. Hari juga sudah menjelang sore. Aku berjalan sambil menjinjing sandal yang penuh dengan lumpur.


Hingga akhirnya kami sampai di depan rumah.


"Cuci dulu sini kaki sama sandalnya Zea" tutur Budhe Lastri padaku.


"Iya budhe" jawabku. Aku menghampiri budhe Lastri.


"Ayu cuci dulu nduk" ujar budhe Lastri juga memanggil Ayu.


Aku membersihkan kaki dan sandalku dengan air mengalir yang berada di depan rumah bersama Ayu disamping ku.


Ku perhatian saluran air ini dan sepertinya aliran air ini terhubung dengan kamar mandi, pikirku.


Sesudahnya aku pergi ke kamar Ayu diikuti oleh Ayu dari belakang.


Aku duduk di lantai sembari memilih pakaian yang akan ku pakai didalam koper.


Mengingat wajah Ayu yang terlihat masam tadi, sontak membuat ku melirik kearah Ayu yang tak jauh dariku. Gadis itu juga sedang memilih pakaian dilemarinya.


Aku mengepal tangan dibibir, "Ekhmm" aku berdehem batuk agar Ayu merespon kearahku. Namun Ayu tak menoleh.


"Ekhmm ekhmm" Ku coba kembali berdehem dan itu sukses membuat Ayu menoleh.


"Kamu batuk Ze?" tanya Ayu perhatian.


Aku berwajah datar menatap Ayu seraya menggeleng.


"Ohw oke" balas Ayu menyudahi, ia kembali memilih pakaian dilemarinya.


Aku memutar bola mata akan ketidak pekaan ayu.


"Ekhmm Yu!" panggilku, "Kamu naksir cucunya Aki sama Nini tadi ya?" tanyaku pada Ayu blak blakan.


Ayu lantas menoleh padaku.


"Eh!" Ayu tersentak kaget.


"En,enggak kok! Kamu ada ada aja. Hahaha mana ada aku suka sama dia" bantah Ayu ketus.


Ku tajamkan mataku menatapnya.


"Aku paham! Jadi kamu beneran suka sama cucu Aki dan Nini itu" aku mengangguk angguk seraya mengobrak abrik isi koper. Aku sudah mendapatkan jawaban dari sikap Ayu sekarang.


"Bu, bukan bukan seperti itu!" Ayu menyangkal namun tangannya bertautan malu.


Aku tersenyum mengerti, "Aku paham!" ujarku bangkit selesai memilih pakaian yang hendak ku pakai.


Kali ini Ayu diam tak membalas.


"Emm... Sebenarnya jujur saja Iya! Tapi, kayaknya cowok itu gak suka sama aku" jawab Ayu jujur dengan lesu.


Ayu memandang kearah ku dengan puppy eyes nya.


"Mungkin kalau dia kenal kamu! Kayak Aki sama Nini yang tadi tertarik sama kamu, Dia mungkin juga bakal tertarik sama kamu. Akupun seketika merasa kalah dan se,di,kit iri" lanjut Ayu mengungkapkan isi hatinya dengan polosnya.


Aku mendengar kisah kasmaran dari Ayu dengan semangat.


Aku tersenyum kearah Ayu, "Kayaknya kamu salah paham deh Yu! Nggak semua orang mandang penampilan. Lagian Aki sama Nini tadi hanya muji aku karena ini pertama kalinya kami bertemu. Terus bukannya tadi kamu juga dapat pujian. Aki sama Nini kelihatan senang tuh tadi lihat kamu yang dengan semangat bantuin mereka. Terus kulihat lihat, kamu juga cantik kok!" ujarku menyemangati.


"Beneran?" tanya Ayu.


"Beneran, dua rius malahan!" ujarku sambil menampilkan 2 jari.

__ADS_1


"Makasih" ujar Ayu seraya tersenyum.


"Haduh kamu ini kalau bucin bisa aja ya kelakuannya. tadinya kan aku cuma mau minta tunjukkin arah doang, tapi kamunya malah ikut stay disana. Hah dasar! Mau terlihat baik ya didepan aki nini cowok yang kamu suka?!" godaku sambil menyolek Ayu.


Senyum Ayu mereka hingga wajahnya berwarna merah, "Ish Zea" ujarnya dengan malu malu.


Aku memeluk pakaian dalam genggaman ku.


Aku mengulas senyum, "Lagian asal kamu tau aja. Aku ini punya cowok! Jadi aku gak tertarik berhubungan dengan cowok lain. Okey?" ujarku memberikan rasa aman pada Ayu.


Ayu lantas menoleh kearahku, "Eh beneran? Siapa? Punya fotonya gak? Mau lihat?!" seru Ayu seketika dia jadi antusias bergerak kearah ku.


Ku dorong dahi Ayu dengan jari telunjuk ku.


"Kepo!" seruku meledek Ayu. Ayu seketika muram.


"Ayolah!" pintanya penasaran.


"Nggak! No! Aku mau mandi. Aku mandi dulu ya Yu" ujarku mendahului. Aku segera kabur agar Ayu tak semakin memaksa.


"Ish Zea!" serunya terdengar dari balik pintu.


Aku tak peduli dan melangkah kearah kamar mandi yang berada dibelakang rumah.


...****************...


Setelah selesai mandi aku kembali ke kamar Ayu. Kembali seperti tadi, tak ada yang bisa kulakukan.


"Yu!" panggil ku pada Ayu.


"Hmm" gumam Ayu menjawab.


"Aku pinjem buku pelajarannya ya!" ujarku meminta ijin.


"Oke pakai aja" balasnya.


Aku bangkit lalu duduk dimeja belajar Ayu, mengambil salah satu buku disana. Ku buka buku Ayu dan kubaca dengan cermat.


Mataku mengernyit heran akan isi dari buku pelajaran Ayu. Tak ada yang aneh memang namun dibanding buku pelajaran disekolah lamaku, isi didalamnya sedikit kurang lengkap. Begitulah aku menyebutnya. Sebelumnya aku tak terlalu memperhatikan namun ketika ku baca dengan teliti rupanya ada perbedaan yang mendasar.


Aku menutup kembali buku Ayu lantaran beberapa isi didalamnya sudah kuhafal dengan jelas.


"Kenapa di tutup lagi Ze?" tanya Ayu sepertinya heran akan perubahan sikapku.


"Nggak papa" jawabku seraya tersenyum kearah Ayu.


Aku bangkit dari meja belajar Ayu. Dari pada aku bosan disini lebih baik aku kedapur.


Ku langkahkan kakiku ke dapur dan melihat Budhe Lastri sedang memasak disana. Sebelumnya sesudah mandi aku menawarkan untuk membatu namun ditolak oleh budhe Lastri.


"Budhe!" panggil ku.


"Loh kesini lagi! Zea butuh sesuatu?" tanyanya.


Aku menggeleng sebagai jawaban.


"Zea mau bantuin Budhe! Boleh ya? Zea bosan nggak ngapain ngapain nih Budhe" ujarku lesu sembari bersandar di dinding melihat budhe Lastri yang sedang memasak.


Budhe Lastri tersenyum padaku, "Nggak ada yang perlu di bantuin Zea! Nih lihat, Budhe aja udah selesai masaknya" ujar Budhe Lastri semakin membuatku masam.


"Yah!" seruku kecewa.


Aku menundukkan kepala lalu berputar balik kembali ke kamar Ayu.


Cklekk

__ADS_1


Aku menutup pintu kamar Ayu. Aku duduk dikasur lalu menangkup pipiku duduk bersandar pada tembok.


"Kenapa Ze? Kok cemberut gitu?" tanya Ayu sibuk memegang handphonenya.


"Nggak papa Yu! Aku bosan aja" jawabku jujur


"Ohw! Itu aku ada laptop yang dibeliin bapak dilemari. Kamu pakai aja kalau mau" ujar Ayu membuatku menoleh.


"Ada drama koreanya!" lanjut Ayu langsung membuat mataku berbinar.


"Serius?" tanyaku.


Aku segera bangkit dengan sigap.


"Eh tapi tunggu dulu" ujar Ayu membuatku berhenti.


"Itu! Ada syaratnya" seru Ayu lantang sambil tersenyum licik.


Aku mengernyit, "Apaan?" tanyaku curiga.


"Hehehehe Tunjukkin foto pacar kamu itu! Dari tadi aku penasaran, jadi aku cari cari sosial media kamu. Tapi nggak Nemu nemu. Hehehehe Lagian aku penasaran Ze, seganteng apa dia, toh dia bisa dapetin cewek secantik kamu" ujar Ayu membuatku tak bisa berkata sekaligus kesal.


Tak mungkin aku memperlihatkan foto Alvin padanya, bisa bisa rencana kaburku ini malah cepat ketahuan. Lagian aku juga tak punya foto Alvin karena semuanya tersimpan diponsel dan ponsel itu sudah aku buang.


"Kalau gitu gak jadi deh! Terus kamu jangan cari cari lagi. Aku gak mau keberadaan ku ketahuan. Emang Pakde Tejo nggak ngasih tau kamu?" ujarku dengan kesal.


"Ah maaf! Aku lupa karena penasaran" ujar Ayu menyesal.


"Oke aku maafin" ujarku.


Aku tak lagi menatap Ayu. Ku baringkan diriku di ranjang karena tak ada yang bisa kulakukan.


Aku rasa sekarang diriku tak lagi bersemangat . Ku pejamkan mataku semoga saja aku bisa tidur dan hari cepat berlalu.


Tok tok tok tok


Suara pintu diketuk sontak aku membuka mata.


Aku menoleh kearah pintu kamar dan rupanya itu bukan berasal dari sana. Mungkin suara itu berasal dari luar rumah.


"Siapa Yu?" tanyaku parno lantaran mengingat apa yang dilakukan Ayu tadi.


Ayu menggeleng dan mengendikan bahu.


Aku menyibak selimut mencoba mencari tau siapa yang datang. Dengan hati hati aku mengintip dari balik tembok.


Tok tok tok tok..


Pintu kembali diketuk.


"Iya sebentar! Siapa?" ujar Budhe Lastri berteriak menyambut siapa yang datang.


Aku diam bersembunyi. Ku lihat budhe Lastri berdiri didepan pintu dan membuka pintu rumah menyambut siapa yang datang.


Sontak mataku membelak dan hatiku serasa gembira melihat siapa yang datang.


"Mama!" teriakku dengan penuh semangat menghampiri mereka.


Ku peluk Mama ku dengan erat.


"Ekhmm senangnya, sampai lupa kalau disini juga ada papa!" ujar Papa disamping juga ikut membuat ku senang.


"Hehehe" tawaku berganti memeluk Papa dengan erat.


Dari belakang tangan mama bergerak membelai dan mengusap rambut ku. Aku sangat senang akhirnya mereka sampai.

__ADS_1


TBC


ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ


__ADS_2