My Posesif Nerd

My Posesif Nerd
77. Flashback


__ADS_3

Zea yang terseret kedalam mobil Zion bingung mau dibawa kemana.


"Lo mau bawa gue kemana?" tanya Zea menoleh kearah samping.


"Ketempat yang hanya ada kita berdua sayang!" ujar Zion. Pria itu masih saja tergila gila dengan Zea.


Zea diam menatap sinis kearah pria itu.


"Kenapa lo bisa ada di sini?" tanya Zea.


"Bukannya harusnya aku yang tanya, Kenapa kamu bisa ada disini?" Zea mengeryit heran akan keanehan yang terjadi.


Keduanya sama sama bingung dengan apa yang terjadi. Zion kemudian mengingat ingat kembali apa yang ia alami hingga bisa sejauh ini.


Flashback


Zion yang telah bebas dari kurungan King, akhirnya bisa melihat dunia luar lagi. Pria itu menaiki salah satu mobil yang kuncinya tergantung di luar tempat itu itu tanpa curiga sedikitpun. Dengan tanpa rintangan sama sekali, Zion bisa lolos begitu saja


Zion melajukan mobil curiannya keluar dari tempat itu.


Kring kring (Anggep aja dering telpon)


Suara bunyi handphone mengejutkannya. Zion menoleh kesamping dan menatap handphone itu. Zion yang terlalu fokus dengan pelariannya membuat dirinya tak melihat keberadaan benda kotak di jok samping itu.


Zion mengulurkan tangannya dengan ragu ragu, apakah ia harus mengangkat panggilan itu?


Akhirnya Zion menggeser tombol dilayar, mengangkat panggilan itu. Dirinya diam tak ingin menjawab lebih dulu.


"Oh diangkat ternyata!" ujar pria dari balik sana setelah panggilan tersambung.


"Halo ini dengan Zion kan?" kedua mata Zion membola, tangannya hendak menggeser tombol untuk mengakhiri panggilan , "Eits jangan dimatikan dulu!" tegur pria itu.


"Oke, jangan dimatiin dulu, elo santai aja!" lanjutnya.


"Lo siapa? Kenapa lo bisa tahu ini gue?" tanya Zion.


"Ha ha ha, lo tanya kenapa bisa tahu? Ngelawak nih orang. Dengan penjagaan seketat itu. Lo pikir, lo bisa keluar dari sana sesuka hati lo gitu?"


Kedua bibir Zion terkatup mendengar ucapan pria itu.


"Oke oke, sorry sorry, ucapan gue terlalu meremehkan lo pftt!" lanjut pria itu masih tak bisa menahan tawa.


"Maaf maaf" ujar pria itu lagi.


"Sial! Kenapa hidup gue jadi begini?" ujar Zion. Mau dipikir beberapa kalipun Zion tak mengerti kenapa dirinya jatuh sedalam ini.


"Ahh! Lo tanyakan kenapa hidup lo bisa begitu? Itu yang mau gue bahas. Gue suka nih, lo langsung to the point kayak gini."


"Gue bisa kasih tau kenapa lo bisa begini. Asal lo mau ikutin intruksi dari gue!"


"Kenapa gue harus?" tanya Zion.


"Ya terserah sih kalau lo gak mau. Tapi kalau lo nolak, detik ini juga lo bakal kembali menerima penderitaan yang beberapa hari lalu lo terima!" ujar pria itu berubah dingin. Bulu kuduk Zion seketika merinding.

__ADS_1


"Eits jangan coba melarikan diri atau bunuh diri! Karena lo pasti bakal nyesel. Mati tanpa lo tahu alasan lo bisa jadi begini. Lo pikir, keadaan Lo ini bisa terjadi hanya karena lo suka nantang king?" ujar pria itu.


Zion membenarkan perkataan pria itu dalam hati. Ia ingin tahu kenapa semua ini bisa terjadi?


"King ngasih kesempatan buat lo, untuk bisa tahu apa yang terjadi! Bisa juga, King yang suasana hatinya lagi baik, bakal ngelepasin lo begitu aja. Oh ya gue ingetin dan saranin sama lo! untuk jangan coba-coba melarikan diri. Karena lo gak bakal bisa lolos dari pengawasan kami!"


Zion menimang nimang semua perkataan pria itu mencernanya dengan baik.


"Apa yang harus gue lakukan?" tanya Zion.


"Hahaha, gue tau lo bakal begini! Gue kasih lo misi dan lo harus lakuin misi yang gue kasih. Inget semua pergerakan lo, kita pantau. Gue kirim misi lewat chat, Lo tinggal ikutin! Semua misi lo berhubungan dengan apa yang terjadi sama lo!"


"Good luck!" lanjut pria itu.


Tutt tutt


Panggilan diakhiri. Zion menatap ke arah layar handphone itu dan melihat pesan yang terkirim. Ia membacanya sekilas dan melempar handphone itu kesamping.


Zion yang emosi memukul mukul stir mobil. Ia tak terima dipermainkan seperti ini. Zion bertekat untuk sementara ia akan mengikuti perintah pria itu. Tapi nanti ia akan membalas pria itu.


"Gue akan hancurin lo king!" ujar Zion bertekat.


Pria itu melajukan mobilnya dan tanpa sadar telah digiring oleh Alvin untuk menjadi boneka pengganti. Zion terjebak dalam permainan yang Alvin buat.


Zion melakukan apa yang diperintahkan dalam pesan itu. Bahkan Zion tanpa sadar bahwa dirinya tertangkap kamera cctv yang sengaja di rancang untuk pria itu. Dari cctv memang terlihat bahwa Zion mencegat mobil Zea, tapi Zion tidak tahu hal itu karena yang dia incar adalah wanita didalam mobil yang dapat memberinya petunjuk.


Zion ditugaskan untuk membawa wanita dalam mobil dengan paksa kesuatu tempat. Zion memasukan wanita itu kedalam mobil yang ia bawa sesuai perintah. Namun ditengah jalan, mobil itu di cegat dan wanita itu berhasil kabur. Akhirnya Zion mendapatkan pukulan dari pria yang mencegatnya, tapi melihat penampilan Zion yang berantakan membuat mereka pergi begitu saja. Merasa kasian mungkin? Bisa jadi.


Karena Zion gagal menjalankannya, akhirnya Zion tak mendapatkan alasan untuk mendapatkan clue untuk tau apa kesalahan yang telah ia perbuat. Hingga King Aodra itu memporak porandakan hidupnya, sampai demikian.


Setelah ia gagal. Zion frustasi. Sedangkan orang yang tadi menelponnya tiba tiba saja menghilang. Akhirnya Zion menyerah dan karena hari yang sudah malam juga, Zion memutuskan untuk tidur di mobil.


...****************...


Pagi kian menjelang. Pria itu membuka kedua matanya yang terkena silauan matahari. Zion bangun merenggangkan tubuhnya.


Kruckkk


Ia memegang perutnya yang terasa lapar. Ia ingat bahwa ia hanya makan sedikit sebelum ia keluar dari sana. Selama berhari hari dikurung, Zion kehilangan nafsu makannya, karena makan yang diberikan sangat tak bisa ia nikmati.


Zion mengejek ke dashboard mobil, berandai andai ada uang yang tersedia disana dan ia menemukan dua lembar uang berwarna merah. Zion langsung melajukan mobilnya kearah restoran terdekat.


Tak jauh dari tempat Zion berada. Zion melihat sebuah tanda restoran berhuruf m itu. Tanpa basa basi ia langsung melajukan mobilnya ke arah drive thru. Ia tak ingin langsung masuk kedalam dikarenakan pakaiannya yang kumal dan bisa membuat ia malu sendiri.


Tanpa tanggung tanggung Zion langsung memesan dengan kalap. Hingga uangnya hanya tersisa satu lembar merah itu saja. Tapi tak ada penyesalan di diri Zion. Ia memarkirkan mobilnya di parkiran dan memakan makanannya dengan lahap. Sudah berhari-hari ia tak merasakan makanan yang layak. Padahal dulu ia sering membuang buang makanan jika dirinya tidak suka.


Setelah kenyang Zion menyenderkan tubuhnya di jok mobil untuk beberapa menit. Setelah itu ia kembali mengendarai mobilnya tanpa tujuan. Hingga sesekali pria itu berhenti untuk beristirahat didalam mobil.


Saat di perjalanan karena sudah waktunya makan siang Zion kembali menggunakan uang itu hingga tersisa 30 ribu. Pria itu hanya memikirkan nafsu makannya saja.


Hingga sampai malam hari. Zion yang ingin makan bingung karena uangnya hanya tinggal sisa uang makan siang tadi. Zion mampir ke sebuah minimarket. Niatnya ingin membeli roti yang dapat ia makan. Tapi Zion lebih berminat ke arah kaleng bir berlogo bintang itu dan rokok didepan kasir.


Tanpa pikir panjang pria itu membeli kedua barang tadi plus pemetik api dan uang pria itu hanya tersisa receh. Zion langsung pergi dari sana mengendarai mobil curiannya.

__ADS_1


Zion membuka kaleng bir sambil menyetir dan sesekali kaleng bir itu ia simpan dan berganti dengan rokok.


Pria itu terus melajukan mobilnya tak tahu arah hingga tanpa sadar bensin yang awalnya penuh di mobil pria itu kian sudah mulai menipis.


Zion yang tersadar akan hal itu menghentikan mobil yang ia kendarai. Jika ia terus melajukan mobil itu, bisa saja mobil itu berhenti ditengah jalan. Zion bingung harus kemana.


Kring kring


Panggilan dari handphone itu kembali berbunyi. Zion langsung mengangkat dengan cepat.


"Wih cepet amat!" ujar pria dari balik telpon.


"Gue butuh duwit!" ujar Zion tanpa basa basi.


"Hahahaha.." pria itu menertawakannya.


"Lo kira gue bokap lo! Padahal gue udah baik, naruh uang buat lo. Udah habis aja!"


Zion yang sudah pusing karena seharian berada di mobil juga meminum bir membuat pria itu makin berani.


"Lo kira dua ratus ribu cukup? Gue aja sampe gak bisa makan malam karena uang yang lo tinggalin kurang!"


"Ngelunjak nih orang!" ujar pria itu.


"Bacot lu! Balikin hidup gue seperti semula. Si@l@n!" umpat Zion menggila.


"Ha-ha-ha.." tawa pria itu.


"Bang ke lo!" umpat Zion lagi.


"Oke tenang tenang, lo mau tempat untuk tidur dan makan enak kan?" tanya pria itu.


"Karena tuan King baik hati dan mengampuni kegagalan lo tadi. Gue kasih lo tempat tidur gratis. Gue share alamatnya dan lo bisa langsung kesana!" lanjutnya.


"Lo kira gue percaya gitu aja sama lo? Bisa aja ini jebakan yang lo buat kan?!" ujar Zion.


"King itu orang yang menepati ucapannya. Lo bisa tinggal disana, tapi sekali lo melangkah keluar dari sana. Lo jangan harap bisa balik lagi!" papar pria itu.


Zion menimang nimang sejenak. Ia tak memiliki tempat dituju dan tempat nyaman untuk istirahat. Ia juga tak memiliki uang. Dengan terpaksa Zion menyetujui pria itu. Pria yang tak ia kenal yang merupakan bawahan dari Joe. Namun Zion mengira bahwa itu anak buah King walau itu juga benar.


Akhirnya Zion sampai disebuah rumah didaerah yang lumayan terpencil dan Zion sedikit ragu. Tapi setelah melihat tempat yang bisa ia tempati membuat pria itu tak lagi ambil pusing. Selama beberapa hari Zion disana. Ia benar benar dilayani dengan baik oleh penjaga disana. Makanan yang ia terima juga enak begitu juga dengan kasur yang ia tempati.


Hingga pria itu menerima panggilan kembali dari pria itu bahwa ia diberikan kesempatan satu kali lagi untuk mengetahui kebenaran dibalik kebencian King padanya. Tapi pria itu jadi ragu, jika ia keluar. Dia tak akan bisa kembali lagi.


Zion yang masih dalam kondisi mental tidak setabil walau sudah berlalu setelah pengurungan dan penyiksaan yang ia alami membuat dendam di hatinya tak juga hilang. Zion langsung mengendarai mobil curiannya yang berada di depan rumah itu ke titik yang dituju. Kondisi bensin dimobil itu juga sudah penuh, Zion berpikir kapan mereka mengisinya.


Tapi Zion tak lagi memperdulikan hal sepele datang ke lokasi yang tertera. Disana ia mendapati tempat yang sepi itu. Sampai kedua matany melihat Zea yang berjalan sempoyongan dari pohon ke pohon. Hingga gadis itu duduk di sebuah pohon dan membuat Zion sumringah, menghampiri pujaan hatinya yang masih tertanam di hatinya itu.


Ia tak lagi memperdulikan mengenai kebenaran karena dimatanya ada gadis itu. Perasaan Zion yang kacau membuat laki laki itu kembali ingin memiliki Zea. Zion yakin jika gadis itu bersamanya akan membuat semua keadaan menjadi lebih baik. Dan ia akan bahagia bersama gadis itu seperti dulu. Seperti Saat ia pertama kali mengenal gadis ceria itu dulu.


Flashback off


TBC

__ADS_1


ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ


__ADS_2