My Posesif Nerd

My Posesif Nerd
194. sampai di mall


__ADS_3

Setelah menempuh perjalanan yang lama. Zea dan kawan kawannya turun dari mobil. Mereka sampai di tempat tujuan. Di sebuah pusat pembelajaan besar yang ada di bangun di pertengahan kora.


"Yeiy sampe! Mau kemana kita habis ini?" tanya Maya senang sambil turun dari mobil. Ia melihat kedepan lalu kanan kiri, dimana berjejer deretan mobil yang sedang terparkir.


Zea keluar dari mobil, menekan tombol kunci mobil.


"Em aku mau ke supermarket dulu deh, dan kayaknya bakal lama juga! Lebih baik kalian jalan jalan dulu aja, gimana?!" ujar Zea bertanya pada mereka.


Ayu menggeleng, "Lebih baik kami temani kamu dulu Ra! Baru selepas kamu belanja kita main sama sama. Kami gak enak kalau kamu sendiri sedangkan kami pergi keliling" ujar Ayu buka suara.


Teman teman Zea yang lain ikut mengangguk, "Iya, kita temani aja Ra. Lagian tadi Emakku juga mau nitip beli kebutuhan rumah waktu aku ijin pergi ikut kamu" ucap Dea menanggapi.


Febi dan Maya mengangguk, "Iya Ayo Ra! Kita temani plus kita bantu kamu ambil ambil biar cepat selesai. Setelah itu kita jalan sama sama" balas Febi bertutur.


Zea memandang pada mereka "Yakin gak papa nih?" tanya Zea tak enak. Zea melirik Ayu.


"Iya gak papa! Ayo! Oh ya Supermarketnya di sebelah mana ya! Aku lupa?" tanya Ayu sambil mereka berjalan masuk kedalam mall.


"Kita masuk kedalam terus keluar dari pintu mall. Kalau gak salah Supermarketnya ada diluar gedung ini seingat ku!" Dito menjawab.


"Oh Oke! Ayo kalau gitu! Makin cepat belanja makin cepat kita lihat lihat"


Mereka berjalan mengelilingi mall, lalu bertanya pada petugas dimana letak pintu keluar supermarket. Lalu mengikuti arahan dari petugas akhirnya mereka sampai di depan supermarket.


Zea membawa mereka masuk, lalu mengambil troli yang terjejer di depan pintu masuk.


"Wah!! Lengkap banget!" seru Maya kagum.


"Keren!!" ujar Febi.


Para gadis yang jarang keluar itu tertawa dengan riang. Mereka nampak gembira mengelilingi sekitar supermarket, melihat lihat sambil mencari apa yang Zea butuhkan.


...****************...


Alvin melihat kearah remaja seumurannya itu dengan wajah datar tanpa ekspresi. Disampingnya ada Joe yang nampak menemani.


Alvin dan Joe melihat bagaimana kawan kawan Zea memperlakukan Zea dengan baik. Termasuk laki laki yang bersama dengan mereka. Walaupun wajah Dito nampak dingin, namun siapa sangka dalam sekejap ia berinteraksi baik dengan mereka.


Alvin terus mengikuti kemana gerombolan itu bergerak.


"Ini Ra? Ini lebih murah dan isinya banyak" ujar Dito sambil menunjukan sikat gigi yang 1 pack terdapat 3 sikat.


"Ah boleh! Taruh aja di troli" ujar Zea menerima sambil melihat lihat lagi.


Mereka kembali berkeliling tanpa melihat sekitar dan tanpa tau ada yang mengawasi sedari tadi.


"Tuan!" panggil Joe disamping Alvin.


Pandangan Alvin tak bisa lepas dari mereka, apalagi dari seseorang dengan pakaian serba tertutup di depannya.


"Tuan!" panggil Joe lagi saat Alvin tak merespon.


Joe menepuk pundak Alvin membuat Alvin tersentak dan menoleh padanya.

__ADS_1


"Apa anda ingin langsung membawanya kembali tuan? Saya akan langsung menyiapkan jika anda memberi perintah" ujar Joe bertanya pada Alvin.


"Tunggu dulu! Biar gue berpikir dulu sambil mengawasi mereka" ujar Alvin mengehentikan Joe.


Alvin terus diam sambil memandang kearah Zea yang berada disana.


Hingga nampaknya mereka selesai berbelanja dan mereka berjalan ke parkiran untuk meletakan belanjaan di mobil.


"Sip dah! Yuk, waktunya kita keliling!" ujar Febi kesenangan, nampaknya ia sangat menanti nanti hal ini


"Ayo" ujar Zea.


Febi dengan cepat menarik tangan Maya, bergandengan kembali ke pusat pembelajaan layaknya mall yang sama seperti di tempat Zea berasal.


Zea, Ayu, dan lainnya mengikuti kedua gadis yang berlari itu. Hingga saat masuk kedalam mall, tanpa sengaja Zea melihat seorang yang ia rasa sekilas terlihat seperti Alvin.


Zea menggeleng kan kepala dan kembali menatap, tapi orang itu hilang. Zea diam sejenak sambil mengawasi.


'Ah gak mungkin! Ini gue kayaknya kembali parno deh karena udah lama gak keluar' batin Zea merasa bahwa dirinya salah lihat.


Zea maju kedepan, kembali mengikuti kemana teman temannya ini akan pergi.


Zea dan kawan kawannya berkeliling di dalam mall. Melihat lihat apakah ada yang bagus untuk mereka beli walau hanya membawa beberapa lembar rupiah.


"Oh ya aku baru ingat! Disini kayaknya ada danau deh. Ada wahananya juga, Ayo kesana!" ujar Ayu mengingat kembali.


"Oh! Yang baru dibuka itu ya? Ayo ayo" seru Dea menyetujui.


"Lihat! Ada wahana bebek air! Kita main itu yuk" seru Ayu menunjukkan ke danau dengan wahana bebek air yang disewakan.


Zea mengangguk menyetujui.


"Boleh!!" tutur Zea mengiyakan.


Zea menatap mereka dengan senyum senang dan gembira.


"Ayo! Kayaknya seru juga! Zea kamu sama aku ya! Ayo!" ajak Dea menggandeng tangan Zea


Mereka berjalan ke loker tiket, memesan 3 tiket pada penjaga disana. 1 tiket untuk 2 orang.


"Ini Febi sama Maya, Zea sama aku, Ayu sama Dito, gak masalah kan?" tanya Dea sambil membagikan tiket.


Dito dan Ayu saling bertatapan.


Ayo tersenyum dengan senang, "nggak papa kok! Aku gak masalah! Sama siapa aja sama aja!" ujar Ayu menyetujui.


Dito juga mengangguk, "Aku juga gak masalah! Ayo Yu naik!" jawab Dito menyetujui. Dito mengajak Ayu menaiki bebek air itu.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Mereka mengelilingi danau. Zea disamping Dea mengayuh pedal sambil mengarahkan arah dengan tuas disampingnya.


"Ra Ra... Awas!! Ahh Ra, hati hati! Ara" seru Dea panik saat Zea selalu membuat masalah dikala gadis itu mengarah.

__ADS_1


"Hehehehe Maaf maaf nggak sengaja!" tutur tak enak hati namun juga senang.


Zea tertawa senang menunjukan betapa ia menikmati permainan ini.


"Pelan pelan aja Ra! Pelan pelan!" seru Dea menyampaikan dengan halus pada Zea.


Zea menggeleng, "Kayaknya aku emang gak bisa nyetirnya deh De! Susah! kamu aja deh yang nyetir" ujar Zea memberikan alih kemudi pada Dea.


"O,oke biar aku aja" ujar Dea menerima.


Zea mengayuh bebek air sambil melihat lihat sekitar dengan senang


"Eh!" seru Zea saat ia menangkap kembali sosok yang seperti ia kenal.


Namun jarak yang jauh membuat Zea tak dapat melihat dengan jelas.


"Masa sih?!" seru Zea menimang apakah ia tak salah lihat.


Zea terus berpikir sepanjang ia mengayuh.


"Ze! Ayo udah selesai, kok bengong" tutur Dea memanggil.


Zea tersentak lalu menatap sekitar. Rupanya ia sudah sampai di finis akhir. Zea bangkit dengan bantuan Dea. Kemudian Ia dan kawan-kawannya berkumpul kembali. Mereka duduk di sekitar taman.


"Oh ya kalian haus gak? Aku mau beli minum. Kalian mau?" tanya Zea pada mereka.


"Boleh boleh! Aku juga haus dari tadi jalan terus" jawab Febi sambil mengeluh.


"Aku juga Ra" jawab Dea.


"Aku juga!" jawab Maya.


Zea bangkit dari duduknya.


"Oke aku beliin terserah ya?!" ujar Zea berseru.


"Iya" jawab mereka.


"Aku ikut!" ujar Ayu ikut bangkit.


Zea mengangguk. Kemudian keduanya pergi ke stand terdekat.


Keduanya berdiri di barisan sambil mengantri untuk memesan.


"Yu! Aku kebelet nih! Aku mau ke toilet dulu ya. Udah gak tahan! Kamu nggak papa kan sendiri?" ujar Zea tiba tiba merasa tak tahan.


"Aku sendiri?" tanya Ayu menatap Zea.


Zea mengangguk, "Nggak papa ya Yu dari pada harus antri ulang, ini uangnya. Kamu beli aja terserah. Beliin buat semua! Aku mau ke toilet sebentar. Oke? Bye bye!! Makasih Yu, aku pergi bentar!" seru Zea lantas pergi meninggalkan antrean menuju kamar mandi.


TBC


ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ

__ADS_1


__ADS_2