My Posesif Nerd

My Posesif Nerd
154. Melarikan diri 2


__ADS_3

Setelah mendengar bahwa Joe telah berhasil kabur. Alvin berlari kencang selagi para penjahat itu teralihkan.


Alvin terus berlari dengan harapan akan berhasil menemukan Joe dan membawa Joe bersamanya untuk keluar dari tempat gelap ini.


Alvin seperti bayangan di tengah tengah pepohonan dan semak semak tinggi yang kini mulai menutupi tubuhnya. Ia mengabaikan rasa sakit saat beberapa daun menggores tubuhnya.


"Dasar bocah sialan! Kemari kau" Teriakan keras suara yang Alvin kenal, membuat tubuh Alvin menegang.


Kedua mata Alvin mulai mengawasi kesana kemari mencari sumber suara itu berasal dari balik rasa takutnya.


"Aku keturunan Immanuel! Aku harus berani! Aku gak boleh takut! Harus berani! Harus berani! Harus berani!" gumam Alvin meyakinkan dirinya.


Alvin kembali bergerak. Ia berjalan menyusuri semak semak.


"Pergi pergi! Biarkan aku pergi" suara teriakan Joe membuat Alvin menoleh ke sumber suara.


"Joe!" gumam Alvin membelak, melihat Joe sedang terduduk ditanah. Penampilan Joe kacau dengan berbagai luka di wajah dan lengannya juga baju jompang jamping yang Joe kenakan.


Alvin atau kerap dipanggil Vini melihat bagaimana ekspresi wajah Joe yang sedang ketakutan, mencoba mendorong tubuhnya mundur menjauh dari Freddy dan teman temannya.


"Mau kabur kemana kau bocah!" Sentak Freddy mengacungkan bilah pisau kearah Joe.


Alvin semakin menegang. Ia tak bisa tinggal diam.


"Gue harus mikirin sesuatu!" tutur Alvin mencari ide.


Ia melihat ke sekeliling, kemudian memandang kearah bawah. Ia melihat beberapa batu berukuran sedang.


Alvin duduk jongkok, mulai memungut batu batu itu dengan cepat. Lalu ia menatap ke arah Freddy dan beberapa penjaga lain di belakang pria itu.


"Jangan mendekat!" Bentak Joe keras hingga ke telinga Alvin.


Alvin yang merasa sudah tak ada waktu lagi mulai menyiapkan diri.


"Jangan takut! Jangan takut! Aku Immanuel! Aku berani! Aku tidak takut!"


Alvin menghembuskan nafas panjang. Ia mulai mengambil ancang ancang.


Wushhh!!!


Dug!!


Batu yang di pegang Alvin melayang.


"Akhhh" teriakan Freddy memekik di sekeliling tempat itu. Batu itu tepat mengenai kepala Freddy.


"Sialan!" bentak Freddy merasa kepalanya berdenyut dan mulai mengeluarkan darah.


Alvin bernafas berat, melirik kearah Joe yang terpaku.


"Joe lari!" Alvin berteriak kencang membuat Joe tersadar dan segera bangkit dari rasa takutnya.

__ADS_1


"Kau!" tunjuk Freddy pada Alvin. Freddy mengepalkan tangan.


"Dasar bocah bocah sialan! Akan ku bunuh kalian!" amuk Freddy sambil memegang kepalanya yang berdarah.


Sedangkan Alvin dan Joe kini mulai berlari dengan sekuat tenaga.


"Hei! Kalian lihat apa? Tangkap mereka!" perintah Freddy pada kawan kawannya yang masih diam menatap dirinya.


Melihat Joe dan Alvin semakin menjauh. Mereka mulai berlari dan aksi kejar kejaran terjadi. Joe dan Alvin beruntung bahwa area mereka berlari adalah semak semak panjang yang hampir menutupi tubuh mereka.


Dug dug dug


Alvin melemparkan sisa batu yang ia bawa kearah para penjaga itu dari kejauhan, membuat mereka mengalihkan perhatian menutupi diri mereka agar tak terkena serang Alvin dan alhasil dengan itu Alvin berhasil berlari sambil menyembunyikan dirinya di semak semak. Membuatnya menghilang dari pandangan para anak buah sang penculik itu.


"Sialan! Kemana bocah itu lari?" ujar salah satu diantara mereka bersidekap melihat Alvin menghilang.


Alvin bersembunyi di balik semak semak. Ia merangkak berjalan maju, menjauhi para penjahat itu sejauh mungkin.


Ia harus menyelamatkan Joe. Ia harus bergerak cepat.


Alvin yang merasa dirinya sudah menjauh dari para penjahat itu bangkit. Ia mulai kembali berlari mencari dimana keberadaan Joe yang sempat berlari sedikit menjauh dari dirinya demi memecah para kelompok penjahat itu.


Kaki kecil Alvin atau yang biasa dipanggil Vini terus melangkah. Ia kembali menelurusi kearah mana sekiranya Joe berlari.


Hup!!


Alvin menurunkan badannya. Ia bersembunyi.


'Apa Joe tertangkap lagi?' pikir Alvin melihat Freddy dan para penjaga lain di kejauhan yang juga seperti mencari cari.


'Sepertinya mereka juga kehilangan Joe' batin Alvin.


Alvin menoleh ke sekitar mulai bergerak sambil mengawasi para penjaga di sekitarnya. Alvin bergerak pelan takut apa yang ia lakukan membuat dirinya ketahuan.


"Lebih baik kita berpencar! Cari para bocah itu ke segala arah" tutur Freddy mengusulkan namun seperti memberi perintah.


"Ya!" jawab mereka semua.


Mereka mulai berpencar dan berkeliling membuat Alvin risau. Alvin berjalan jongkok dengan pelan kemudian memegang sebuah batu besar di tangannya.


Hup!


Sebuah tangan memegang pundaknya membuat Alvin menoleh dan hendak melayangkan batu yang ia pegang.


"Joe" lirih Alvin membelak. Untung saja Alvin dapat menahan gerakan tangannya, tak jadi menghantam kepala Joe dengan batu yang ia bawa.


"Kenapa kau ada disini?" tanya Joe menatap Alvin.


"Hish! Itu tak penting! Ayo! Kita harus segera pergi dari sini" tutur Alvin mengabaikan pertanyaan Joe.


Alvin mendahului sambil sembunyi sembunyi ia bergerak dengan cepat ke arah dimana peta sang dokter mengarah. Dibelakangnya Joe mengikuti.

__ADS_1


Sedangkan disini lain para anak buah sang penculik terus bergerak mencari keduanya. Mereka kesulitan untuk mencari keduanya diantara semak semak yang tinggi.


Hingga Freddy mengernyitkan dahi dan menajamkan mata saat ia melihat dari jauh dimana kedua bocah yang ia kenal mulai keluar dari area semak semak dan mulai berlari menuju arah yang ia yakini adalah arah untuk keluar dari wilayah sang bos.


"Kalian!" teriak Freddy menunjuk ke arah Alvin dan Joe. Ia menoleh ke arah belakang yang hanya menyisakan dirinya sendiri.


"Sial dimana mereka semua? Dasar tak becus!" geram Freddy kesal. Dengan dahi yang terbalut saputangan mau tak mau Freddy bergerak sendirian mengikuti kemana para bocah itu pergi.


Ia ikut berlari dengan cepat.


"Hei bocah! Berhenti kalian!" teriak Freddy menunjuk ke arah keduanya membuat Joe dan Alvin menoleh saat melihat Freddy semakin menyisakan jarak diantara ketiganya.


"Lari Joe lari!" teriak Alvin menarik tangan Joe agar Joe berlari lebih cepat.


Mereka terus berlari dengan sekuat tenaga tak memperdulikan nafas mereka yang terus menderu.


"Aww aww!" ringis Joe merasakan sakit di kedua kakinya saat ia memaksakan diri untuk mengikuti langkah Alvin.


Alvin yang berlari sambil menggandeng tangan Joe menoleh dan melihat kearah kaki Joe.


"Kau_" potongnya.


"Vini aku tak sanggup berlari lagi! Kau pergilah!" ujar Joe hendak melepaskan tangannya yang di genggam Alvin.


Tapi Alvin menahan.


"Kau bisa! Tahan dirimu" tutur Alvin masih berlari sekuat tenaga dengan langkah kecilnya itu sambil menarik Joe.


"Aku tak sanggup dan penjaga itu semakin dekat Vini! Pergilah aku akan menghadang!" ujar Joe masih melangkah namun semakin lambat dengan nafas terengah engah.


Alvin tak mendengar dan masih menarik Joe mamaksa Joe untuk terus berlari.


Hap!


"Hei bocah! Mau kemana kau!" ujar Freddy menyeringai dengan mata tajam menangkap tangan Alvin.


Alvin menoleh dengan kaget dan mendorong tubuh Joe menjauh. Ia memberontak dan mencoba melepaskan cekalan tangan Freddy.


"Vini!" teriak Joe.


"Bocah sialan! Lihat apa yang kau perbuat dengan kepalaku" marah Freddy penuh emosi. Alvin menatap tak kalah sengit.


"Dasar anak iblis! Berani beraninya kau menatapku seperti itu!" bentak Freddy keras.


Plakk..


Freddy menghantam wajah Alvin dengan pukulan yang kuat membuat tubuh Alvin ikut terpelanting ke samping. Alvin jatuh ke tanah dengan kepala menabrak batu dan seketika pandangan Alvin menjadi buram.


"Vini!" Teriak Joe meneteskan air mata melihat ke arah Alvin yang mengenaskan.


Kedua mata Joe membelak melihat darah dari kepala Alvin.

__ADS_1


TBC


ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ


__ADS_2