My Posesif Nerd

My Posesif Nerd
91. Pertandingan basket


__ADS_3

Nafas beberapa murid mulai tersegal segal. Hingga akhirnya mereka bernafas lega setelah menyelesaikan tugas yaitu mengelilingi lapangan basket.


"Wah parah nih! Kayaknya pak Reno sengaja biar kita kehabisan tenaga deh!" ujar Dimas salah satu perwakilan basket dikelas Zea.


"Bener oyy! Belum main aja udah habis tenaga duluan" balas Angga.


"Yeh malah nyalahin pak Reno, kalian aja yang cupu!" ujar salah satu siswi.


Mereka mencebik kesal lantaran terus menerus dipanggil cupu lah, payah lah, dan lain sebagainya.


"Alvin!" sapa seorang gadis menghampiri pria dengan kaca mata itu.


"Nih buat lo!" Gadis itu menyodorkan botol air minum pada Alvin.


"Ze! Lihat no! Ngapain tuh cewek ngasih air ke Alvin" ujar Icha menepuk bahu Zea. Zea melihat itu semua, mengawasi.


Alvin melihat kearah gadis yang memberinya air itu cuek. Alvin meninggalkan gadis itu menghampiri kearah Zea. Keyla dan Icha tersenyum melihatnya.


"Ngapain sih lo Sha deketin si culun" ujar teman gadis itu.


Shasya gadis itu menatap tajam pada Ze, "Kalian gak tau sih, Zea itu cewek ganjen. Dia tahu kalau Alvin itu ganteng parah, makanya dia mau deketin Alvin yang kita kira culun itu" ujar Shasya.


"Ha? Gak salah? Alvin ganteng?" tanya salah satu teman Shasya.


"Kenapa gak percaya kan lo? Dasar Zea itu emang cewek muna! Bilangnya aja gak suka cowok kek gitu! Tapi aslinya sama aja keganjenan" jengkel Shasya.


"Udah lah Sha, mungkin aja Zea juga gak tahu. Kan dari awal Alvin masuk lo udah jelek jelekin dia. Lo juga udah jelek dimata Alvin diawal"


"Lo bela siapa sih?" geram Shasya menatap kearah temanya itu.


"Ya kan gue mau ngasih tau lo realitanya" ujarnya lagi.


"Ya mana tau gue kalau tuh cowok ganteng parah, mana beberapa hari ini ia bawaannya kendaraan mahal lagi. Kalau tau gitu gue bakal baik baikin tuh cowok" ujar Shasya masih tak terima.


"Udahlah. Lo kan cantik, cari aja cowok yang lain. Lagian bisa aja kan kendaraan tuh cowok hasil nyewa buat gaya gayaan aja. Percuma kan cuma moda wajah uang gak ada" bujuk temannya itu lagi.


"Cih masih gak terima nih gue!" keluh Shasya.


"Udah udah yuk yuk sana. Mending kita deketin geng Aodra aja. Udah ganteng, tajir lagi. Dan udah terjamin pula!" Gadis itu mengajak Shasya mendekat kearah geng Aodra. Namun sama aja banyak gadis yang ditolak, keduanyapun juga begitu. Akhirnya para gadis itu hanya bisa memandangi dari jauh.


"Ayo ayo semua! Perwakilan antar kelas harap maju ke lapangan!" titah pak Reno.


Perwakilan kelas yang semula ditunjuk maju didepan lapangan. Murid murid yang tersisa mengawasi dari samping lapangan. Kini mereka menggunakan lapangan yang ada diluar yang tidak tertutup atapnya hingga hembusan angin terasa dikulit mereka yang memanas.


"Geo Semangat!"


"A Kenan semangat!"


"Julian sayang fighting!"


"Satya kamu bisa!"

__ADS_1


"Go Aodra go!"


Sorak sorakan saling bersautan menyoraki para pria itu namun berbeda dengan lawan mereka yang nampak hening. Bahkan teman sekelas mereka ada yang ikut menyoraki tim musuh. Memberikan lawan mereka sorakan semangat.


"Woyy kalian semangatin kitalah malah nyemangatin tim lawan!" protes Dimas.


"Ogah! Udah jelas kalian bakal kalah. Apa gunanya nyemangatin kalian" ucap salah satu siswi.


"Tenang Dim, kita semangatin lo kok!" ujar Rehan di bangku cadangan.


"Dih ogah! Bukan malah semangat makin loyo iya!" ujar Dimas.


"Dikira kita apaan ya Dim, disemangati sesama jenis!" sahut Angga menanggapi.


"B@ng*sat emang kalian!" seru Rehan. Ingin rasanya ia melempar kedua orang itu dengan sepatu yang kini ia pakai.


"Sudah kalian jangan banyak bicara! Segera dimulai. Perwakilan masing-masing satu orang maju!" titah Pak Reno.


"Lo aja Al yang maju! Lo kan yang paling tinggi" ujar Niko mendorong Alvin kedepan.


Alvin hanya bisa bersikap datar maju ke dekat pak Reno.


"Alvin lepas kaca matamu! Jangan sampai kaca matamu pecah dan melukai tim lawan!" Ketus pak Reno.


Alvin menatap kearah pak Reno dengan pandangan tajam.


"Al!" ujar Kenan memperingati. Pria itu berdiri di depannya sebagai perwakilan tim lawan.


"Buset! Gue gak salah lihat kan?" ujar salah satu siswi.


Alvin berjalan kearah Zea yang didampingi oleh kedua sahabatnya.


"Ze! Semangatin cowok lo!" teriak Niko dari lapangan.


Alvin masih cuek menyerahkan kaca matanya pada Zea. Tangan Zea terulur menerima kaca mata Alvin.


"Kamu gak mau kasih semangat ke aku?" tanyanya.


Zea tertegun sesaat menatap mata hitam legam Alvin. Zea menelan ludah.


"Se, Semangat!" ujar Zea pada Alvin. Alvin tersenyum manis kearah Zea.


"Wah!" Mata mereka membola menganggumi senyuman Alvin.


"Makasih!" balas Alvin mengacak acak rambut Zea kemudian segera menuju lapangan. Zea tersenyum tipis akan apa yang Alvin lakukan.


Pak Reno menatap Alvin tak suka. Mata pak Reno seakan menyirat permusuhan pada Alvin.


"Siap diposisi!" ujar pak Reno mengulurkan bola ditangannya ditengah tengah Alvin dan Kenan.


Pritt

__ADS_1


Peluit berbunyi dan bola dilemparkan keatas namun sedikit mengarah ketempat Kenan. Alvin dan Kenan melompat meraih bola itu.


Hap


Alvin berhasil meraih bola dan melemparkan kearah Niko yang ada di sampingnya. Niko menerima bola dari Alvin namun belum beberapa menit. Bola itu lepas dari tangan Niko dan berganti ditangan Geo.


"Woahhh!" teriakan sorak dari samping lapangan.


Geo berlari menuju kearah ring basket mengoper pada Satya yang mengikuti disampingnya untuk mengecoh lawan. Satya kembali mengoper pada Geo, dan..


Ya! Bola masuk kedalam ring membuat sorakan makin kencang. Point pertama dengan nilai dua point telah didapatkan.


Baru beberapa detik point sudah tercetak. Niko menyesal.


"Sorry" ujarnya.


Tanpa basa basi Alvin menerima bola yang dilemparkan. Menggiring bola yang ia bawa kearah ring lawan dan dalam sekecap mata Alvin memulai membalas point yang hilang.


Decakan kagum kembali terdengar dari balik penonton.


"Wah Alvin bisa seganteng dan sekeren itu ya Sha!" ujar teman Shasya.


"Gimana? Zea itu yang muna. Zea itu tau aja kalau Alvin ganteng makanya didekatin. Dasar murahan" Geram Shasya.


"Alvin semangat Al!" para gadis yang duduk itu mulai menyemangati Alvin. Zea hanya bisa tersenyum kecut melihat hal itu.


"Lo kok diam aja sih Ze?" tanya Keyla heran. Zea tersenyum membalas gadis itu.


"Biarin Key. Buat apa juga diladenin" jawab Zea .


"Tapi mereka ngincer cowok lo Ze!" Icha berujar.


"Alvin juga gak mau sama mereka. Buat apa gue peduli Key, Cha!" balas Zea.


'Lagian malah bagus kalau Alvin bisa deket sama mereka' lanjut Zea dalam batin.


"Ck Lo terlalu santai Ze!" decak Icha geram.


Zea tertawa jumawa, "Oke oke, Biar kalian gak ngembek. Lihat ini aksi gue!" ujar Zea.


Zea berdiri, "Alvin semangat! Kalau kamu menang aku bakal cium kamu!" teriak Zea membuat pasangan mata menoleh kearah Zea. Termasuk Alvin yang ikut menoleh dilapangan.


Zea lantas tersipu malu menjadi pusat perhatian. Berbeda dengan Alvin yang semakin bersemangat. Alvin menyingkap rambutnya kebelakang membuat aura ketampanan pria itu semakin terpancar.


Mata Alvin menajam dilapangan. Geo, Kenan, Julian, dan Satya menyadari hal itu mulai bersikap defensif. Suasana makin heboh saat pertandingan semakin memanas. Alvin bergerak maju mendribble bole kearah ring melewati teman temannya.


Satya dan Julian maju ingin menjaga Alvin. Namun dengan sigap Alvin mundur satu langkah dan melompat.


Yap! Tiga point berhasil Alvin dapat.


TBC

__ADS_1


ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ


__ADS_2