
Keyla datang kerumah Zea dengan m menggunakan jasa taksi online. Berbeda dengan Icha yang datang ke rumah Zea masih dengan seragam sekolah. Keyla kini sudah siap dengan dress biru navy yang melekat ditubuhnya, hanya saja kurang wajah gadis itu yang masih terlihat polos tak terpoles apapun.
Keyla masuk kedalam rumah Zea, bersicakap sebentar dengan mbok Jum. Kemudian melangkah naik menuju kamar Zea. Ia mengetuk pintu kamar Zea, memanggil nama Zea dan Icha, setelah mendengar jawaban dari dalam. Keyla langsung masuk kedalam kamar tersebut.
Ia melihat kedua sahabatnya yang kini sudah siap dengan pakaian masing masing. Icha dengan dress hijau tosca, Zea dengan dress hitam, dan Keyla dengan dress biru.
Keyla mendekat kearah kedua gadis yang sedang berkaca di cermin itu dengan antusias. Semenjak ia turun dari motor Kenan, hatinya masih saja berbunga bunga.
"Hai!" ujar Keyla menghampiri keduanya dengan senyum merekah. Keduanya menoleh.
"Kenapa lu Key? Kok kayak seneng banget gitu?" tanya Icha memincing kearah gadis itu, merasa aneh.
"Jelas dong, gue seneng! Kalian tau nggak gue tadi pulang dianter siapa?" ujar Keyla ingin keduanya menebak.
"Kang ojek!" jawab keduanya.
"Bukan! Gue tadi dianter Kenan. Ish seneng banget gue!" seru Keyla, ingin rasanya ia guling guling kembali dikasur.
"Beneran Lo?!" tanya Icha membelak tak percaya. Keyla mengangguk angguk kepala antusias.
"Wah! Daebak! Beruntung banget lo ish, gue juga mau!" seru Icha ikut antusias seperti Keyla.
"Terus terus gimana?" tanya Zea pada Keyla.
"Ya gak gimana gimana. Dia nganter gue sampai rumah terus ia pulang" jawab Keyla enteng.
"Kalian nggak ada ngobrolin sesuatu gitu?" tanya Zea.
Keyla menggeleng, "Nggak ada, dia diem aja sepanjang jalan" jawab Keyla mengingat ingat, lalu wajahnya berubah menjadi cemberut.
Zea mengusap usap bahu Keyla. "Setidaknya lo pernah ngerasain dibonceng dia! Banyak yang berusaha keras buat dapetin itu, tapi lo yang beruntung bahkan tanpa usaha sekalipun. Bener kan?!" ujar Zea mengulas senyum.
Keyla menampilkan senyum sembari terkekeh, "Hahahaha bener juga!" sahut Keyla.
"Cih ish, gue juga mau!" ungkap Icha memelas.
Keyla dan Zea menatap gadis itu saling bersipandang, "Anda belum beruntung! Hahahaha..." ujar keduanya disertai tawa membuat pipi Icha menggembung.
"Hahahaha ukh, udah udah! Jangan cemberut aja! Yuk siap siap, keburu Alvin datang nanti" ujar Zea menengahi.
Keduanya mengiyakan. Merekapun akhirnya mulai memoles apa yang mereka butuhkan dengan polesan tipis.
Saat ketiganya asik berbincang sambil memoleskan riasan tipis diwajah mereka. Suara deru mobil Alvin terdengar di luar rumah.
"Nah kan Alvin dateng" ujar Zea.
"Santai Ze! Cewek kalau dandan pasti lama. Apalagi bertiga, dia pasti ngerti kok!" ujar Icha tangannya menyapukan kuas di kelopak matanya.
"Ze bantuin gue dong!" ujar Keyla yang sibuk mengaplikasikan brush di alisnya. Padahal alis Keyla sudah rapi dan tebal.
__ADS_1
Zea mendekat kearah gadis itu," Bantuin apa?" tanya Zea.
"Semua" jawab Keyla. Tapi basa basi Zea langsung menggerakkan tangannya pada Keyla. Menyapukan makeup flawless yang cocok dengan wajah Keyla.
Tok tok tok
"Non! Den Alvin ada dibawah itu, nungguin!" ujar mbok Jum mengetuk pintu kamar.
"Ah iya mbok bentar lagi kami turun kok" balas Zea menyahut.
Suara mbok Jum tak terdengar lagi yang ada hanya langkah kaki yang kini meninggalkan kamar Zea.
Zea selesai dengan mata Keyla hanya tersisa bibir gadis itu. Icha pun sudah selesai dengan riasannya.
"Ze!"
tok tok tok
Panggilan Alvin dari luar pintu membuat ketiganya menoleh. Berapa lama pria itu menunggu setelah ia mengatakan sebentar lagi pada mbok Jum? Zea tak ingat karena terlampau fokus pada Keyla.
"Ah iya Al! Bentar, dikit lagi. Tinggal Keyla kok" jawab Zea setengah berteriak. Tangan gadis itu memoles tin di bibir dalam Keyla. Kemudian mengangkat wajah Keyla melihat apa yang kurang.
"Done" ujar Zea pada Keyla menepuk lengan gadis itu.
Keyla melihat penampilannya yang memukau di cermin. Ia nampak puas dengan polesan Zea. Sedangkan Zea kini sibuk mengambil tasnya. Memasukan dompet dan handphone kedalamnya.
"Ayo!" ajak Zea keluar kamar
Ia membuka pintu melihat Alvin yang sudah menunggu disana dengan tangan bersindekap.
"Hai!" ujar ketiganya dengan senyuman tanpa dosan.
Mata Alvin menelisik melihat Zea yang nampak lebih mempesona dengan riasan hari ini, walau ia lebih suka Zea yang tanpa makeup. Batin Alvin sedikit tak terima jika nantinya banyak pria lain yang akan memandangi gadis itu.
"Kenapa? Yuk! Nanti telat loh!" ujar Zea menyadarkan Alvin.
"Hmm" Alvin melangkah menuruni tangga.
Saat ingin keluar dari rumah mereka berpapasan dengan kedatangan mama dan papa Zea yang baru pulang.
"Ma, Pa" ujar Zea dan Alvin.
"Om, Tan" ujar Keyla dan Icha.
"Eh kok udah pada ganteng cantik cantik gini. Mau kemana?" tanya mama Tia.
"Ada acara dinner dari sekolah ma, apresiasi untuk lomba film sekolah waktu itu!" jawab Zea menjelaskan.
"Ohw, yaudah! Hati hati kalau gitu" ujar Mama Tia.
__ADS_1
"Kami berangkat dulu, Ma, Tan, Pa, Om" ujar keempatnya menyalimi secara bergantian.
"Iya hati hati" balas keduanya.
"Alvin jagain mereka" pesan Papa Hendra.
"Siap pa" jawab Alvin.
Kemudian mereka keluar rumah, berjalan ke mobil Alvin dan masuk kedalamnya. Alvin lantas menyalakan mesin mobil mulai melajukan mobilnya ketempat tujuan.
Mobil Alvin berhenti di sebuah restoran mewah. Zea melihat kearah tempat itu. Tempat yang sama dimana Alvin pernah mengajaknya dulu.
"Udah sampe?" tanya Icha melihat sekitar.
Mereka lantas turun dari mobil melihat betapa terang benderang tempat itu. Keyla dan Icha yang turun dari mobil berjalan kearah Zea mengapit gadis itu dikedua sisi. Alvin melihatnya kesal, lagi dan lagi kedua sahabat gadisnya itu mengganggunya untuk dekat dengan Zea.
"Bener ini tempatnya?" tanya Keyla tak percaya.
"Bener Key, lihat tuh ada A'a Kenan disana" ujar Keyla menunjukkan kearah pemuda yang duduk di mobil sport biru yang mencolok.
Alvin mendekat kearah Zea.
"Ze! Ayo masuk" ajak Alvin, ketiganya menoleh.
"Iya" jawab Zea.
Merekapun berjalan melangkah hendak masuk kedalam.
"Hai" sapa Shasya menghalangi langkah Alvin. Alvin menatap perempuan pengganggu di depannya ini datar dan tak peduli, ia melewatinya begitu saja.
"Eh kok aku ditinggal sih! Bareng yuk!" ujar Shasya berjalan disamping Alvin. Alvin tak mendengarkan memilih untuk mengabaikan.
Shasya yang dicueki mencoba lebih dekat. Ia mengulurkan tangan menyentuh lengan Alvin.
Plass
Dengan sekali sentak, sentuhan Shasya terpental.
"Jangan lo berani berani sentuh gue!" tutur Alvin menekan ucapannya menatap Shasya tajam.
Ia kembali melangkah mengikuti langkah Zea yang kini sudah berada didepan bersama kedua sahabatnya. Rupanya gadis itu tak menyadari langkah Alvin yang sempat terhenti karena gangguan nenek gayung sekelasnya itu.
"Alvin ish, sombong banget sih!" keluh Shasya menghentakan kakinya, pergi mengikuti pria itu masuk kedalam restoran.
Zea, Keyla, dan Icha yang masuk kedalam restoran dibuat kagum akan betapa mewahnya restoran itu. Zea yang waktu itu terfokus pada keributan tak menyadari bahwa restoran yang sempat ia kunjungi ternyata secantik ini jika dimalam hari.
TBC
ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ
__ADS_1