
Zea sudah berada dirumah setelah menghabiskan waktu dengan kedua sahabatnya itu untuk mencari perlengkapan yang akan dia bawa besok. Zea mulai mengemasi barang barang yang akan dia bawa. Kepergian mereka emang sangat mendadak, untung saja tadi pak Burhan memperbolehkan para pemain yang terlibat untuk pulang lebih awal guna menyiapkan diri juga beristirahat untuk hari esok.
Mengenai orang tuanya, mereka sudah diberi tahu tentang kegiatan yang mereka gelar ini. Karena pihak sekolah sudah menghubungi langsung karena rencana pembuat film untuk syuting lomba ini sudah disiapkan dari jauh hari. Sudah ditentukan siapa saja yang ikut, tapi belum ditentukan pemain pemainnya. Jadi mereka bisa siap sedia jika ada himbauan mengenai lomba kali ini.
Walaupun Alvin dalam kasus khusus yang berbeda, karena tak ada angin tak ada hujan bisa tiba-tiba masuk begitu saja.
Zea merebahkan tubuhnya di ranjang kesayangannya itu. Mengambil handphonenya yang dari tadi dia nonaktifkan karena sibuk mengurus ini itu. Setelah hpnya menyala, ia dapat melihat ada beberapa notif disana. Ada yang dari grup chat dengan sahabatnya itu, ada juga dari Alvin, dan ada juga dari grup film. Disana juga ada beberapa riwayat panggilan telpon dari Alvin.
Zea terlebih dahulu membuka chat dari Alvin yang sedari tadi tak ia balas.
Alvin si culun
Zea
Lagi dimana?
Kok gak dibales, lagi sibuk ya?
Ze
Udah nyampe rumah belum?
Kamu baik baik aja kan?
Begitulah deretan pesan yang Alvin kirim kepadanya, nampak pria itu sedang khawatir kepadanya. Salahnya juga yang tak menghubungi.
Zea
Maaf Al, gue baru bales, sedari tadi gue sibuk siapin kebutuhan buat besok.
Ini gue lagi dirumah, gue baik baik aja kok
Setelah Zea membalas dan ingin melihat grup chat dengan sahabatnya itu, sebuah panggilan masuk.
Zea langsung mengangkat panggilan itu..
"Halo Ze, Udah dirumah?" suara dari balik telpon. Dengan suara ramai terdengar jelas dari balik suara Alvin.
"ah iya, ini mau istirahat"
"Lo lagi dimana Al? kok kayak rame banget!" tanya Zea.
"Ditaman mansion, ini ada temen temen king main. Jadinya rame" jawab Alvin.
Zea ber- oh ria.
"Besok mau berangkat bareng?" tanyanya.
"Besok gue diantar Bang Arka aja, lo bisa langsung kesekolah, ntar kita ketemuan disana!"
"Ohw oke"
"Yaudah, kita ketemu disana aja besok. Kamu tidur sekarang, jangan sampe kecapean. Nice dream, jangan lupa mimpiin aku! "
"You too Al"
"Good night, By. See you!" tambah Alvin membuat Zea memerah.
__ADS_1
"Ah! ah! iya Al, See you!" jawab Zea dengan gugup mematikan panggilan telponnya dan mendekap telponnya didada. Menggulum bibir dengan mata terpejam, masuk ke alam mimpi dan melupakan niatnya untuk melihat grup chatnya dan duo sahabatnya itu.
...****************...
Malam itu dikediaman Immanuel, Alvin berkumpul dengan teman temannya. Sedang melakukan barbaque party. Padahal besok mereka berangkat, tapi sekarang masih asik berpesta ria seperti ini. Yah, mereka melakukan ini bukan karena keinginan sendiri. Hal ini karena Mommy Mira yang meminta.
Mommy Mira lagi ingin hiburan malam. Maklum daddynya sedang dalam perjalanan bisnis, jadi tidak ada yang menemani.
Alvin sedang duduk disebuah bangku tak jauh dari teman temannya, mengecek email masuk dari Joe.
Dapat dilihat segala aktivitas yang Zea lakukan sedari tadi siang bersama kedua sahabatnya sampai kembali kerumah terpampang jelas di handphonenya.
Saat asik memandangi foto Zea, sebuah pesan masuk dari gadisnya itu membuat senyumnya mengembang. Alvin langsung menelpon tanpa membalas pesan yang Zea kirim.
"Ah! ah! iya Al, See you!" begitulah panggilan telpon diakhirnya, dilihat dari suara Zea terdengar gugup. Membuat mau tak mau Alvin mengembangkan senyuman.
"Woy Al!" suara Julian membuat Alvin merubah raut mukanya kembali menjadi datar. Alvin menoleh kepadanya.
"Kenapa?"
"Di panggil noh, diajak gabung" tunjuk Julian pada Mommy Mira.
"Ohw" Alvin kemudian berdiri dan berjalan kearah Mommy Mira yang menyambut kedatangannya.
"Kenapa Mom?" tanya Alvin pada mommy Mira.
"Kenapa Al?" Mommy Mira tanya balik. Membuat Alvin bingung.
"Bukannya Mom panggil Alvin?!"
"Nggak, siapa juga yang panggil kamu. Gr banget" bantah Miranda membuat Alvin menoleh keteman temannya yang cekikikan.
"Hahahaha, habis pemeran utama kok suka banget ngilang!"
Alvin hanya berdecih tak menanggapi teman temannya. Kemudian ikut bergabung bersama mereka. Alvin tak lagi memusingkan kelakuan mereka, apa lagi pertanyaan Geo yang dia rasa terlampau berlebihan walaupun memang begitu kenyataannya, dibasecamp Aodra waktu itu.
"Besok lo naik apa Al?" tanya Satya kepadanya. Lantaran mereka besok akan menaiki kendaraan sendiri ketika menuju tempat acara.
"Lihat entar, lo bawa aja mobil gue Ge, ntar kalok gak gue pakek, lo yang bawa!"
"Mobil yang mana?" tanyanya.
"Yang mana aja, yang bikin nyaman" jawab Alvin.
"Oke"
...****************...
Keesokan harinya...
Zea sudah bangun lengkap dengan tas yang berisi barang bawaannya. Zea diantar oleh Bang Arka menggunakan mobil menuju sekolah. Dapat dilihat bahwa langit diatas mereka masih menggelap, karena sekarang masih menunjukan pukul 04:00. Jalanan pun masih sepi membuat kendaraan mereka bebas dari yang namanya macet.
Tak lama berselang, mobil yang dikendarai Bang Arka sudah sampai saja di depan gerbang sekolahnya. Zea berpamitan kepada Bang Arka.
"Bang, Zea pamit ya!" ucap Zea sambil menyalimi Bang Arka.
"Hati-hati disana, kalok ada apa apa segera hubungi Abang sama Mama Papa" tutur Bang Arka.
__ADS_1
"Iya Bang, makasih juga udah nganterin!" ucap Zea.
"Sama sama"
"Zea pergi dulu" sambil turun dari mobil. Zea kemudian berjalan kearah gerbang sekolah. Sebelum masuk dia berbalik dan melambaikan tangan kepada bang Arka yang dibalas oleh Bang Arka. Kemudian Bang Arka pergi dari sana bertepatan dengan Zea yang masuk kedalam sekolah.
Zea berjalan menuju tempat parkir yang dijadikan tempat berkumpul. Disana tampak ramai. Saat sampai disana, pandangan Zea menangkap sosok pria yang dia kenal sebagai wali kelasnya yang tak ia sukai.
'Kok tuh orang bisa ada disini sih' batin Zea.
Zea mencoba mengabaikan segala pikiran negatifnya dan berjalan kearah kedua temannya yang sudah standby disana.
"Keyla Icha!" sapa Zea melambaikan tangan.
"Zea!!" teriak mereka heboh menyambut Zea, juga membalas lambaian tangan Zea. Zea berlari menghampiri mereka, kemudian mereka berpelukan.
"Eh btw pak Reno kok ada disini sih? terus ini kok banyak mobil?" tanya Zea spontan dengan keheranan menatap sekitar.
"Ish ini nih yang mau kita omongin semalem, lo kemana aja sih? kita tungguin gak ada respon, kita telpon gak diangkat" kata Icha.
"Emang ada apa? gue tadi malem ketiduran" ucap Zea.
"Makanya, kebo sih lu!" seru Icha membuat Zea kicep.
"Udah duduk dulu, biar kita jelasin. Kita duduk disana yuk" tunjuk Keyla kepojokan. Zea dan Keyla mengangguk dan mereka duduk ditempat itu, tak beralas apapun.
"Jelasin" pinta Zea saat mereka sudah duduk dengan nyaman.
"Oke, Jadi kemaren itu pak Burhan ngasih info di grup, kalok crew syuting bakal berangkat duluan kesana. Jadinya pak Burhan sama yang lain udah berangkat duluan_"
"Pak Burhan udah berangkat duluan?!" tanya Zea tak percaya.
"Iya, ini sisanya yang para pemain. So, karena pak Burhan udah kesana duluan, pak Reno disuruh gantiin pak Burhan buat bimbing keberangkatan yang ada disini." jelas Keyla.
Zea mengangguk pertanda dia paham, kalok sudah begini. Dia bisa apa lagi? hanya bisa menerima.
"Terus ini kok ada mobil?" tanya Zea meminta penjelasan soalnya ada beberapa mobil yang terparkir di samping bus.
"Nah!! ini yang paling penting, ini biar gue jelasin!" Icha menahan Keyla yang akan berbicara. Keyla diam membiarkan Icha menjelaskan.
"Ini nih Ze yang kita mau bilang sama lo kemarin malam, anak anak ini pada bawa mobil semua karena setelah acara ini geng Aodra bakal ngadain drifting_" Icha menjeda kalimatnya.
"Drifting?" Keyla dan Icha sama sama mengangguk.
"Kita mau bilang masalah ini sama lo, kalaupun lo gak mau ikut pun gak masalah buat kita. Kita bisa berangkat kesana sendiri, karena kita tau lo gak suka sama pak Reno, setidaknya cari alesan buat hindarin itu orang. Tapi karena gak ada balasan, kitanya gak jadi bawa mobil sendiri Ze. Eh tapi lo tenang aja Ze, kita bakal jagain lo dari tuh wakel yang kata lo breng**sek, gak bakal kita biarin tu wakel ngedeketin lo!!"
"Bener banget!!" balas Keyla.
"Makasih banget ya! sorry tadi malem gue bener bener ketiduran"
"it's okay kami ngerti" Mereka kemudian berpelukan kembali.
"Kami juga untung lo kasih tahu kalok wakel itu brengsek, hampir aja kita ketipu sama tampangnya yang sok alim. Lihat tuh gayanya aja sok jadi guru bener, tapi kalok lagi gak rame muncul dah tuh sifat aslinya" mereka kemudian tertawa, menertawakan wali kelas mereka.
"Lo ati ati Ze, kayaknya tuh wakel ngincer elu deh" Keyla menasehati.
"Tenang, gue selalu jaga jarak kok" mereka saling tersenyum. Kemudian mereka saling berbincang bincang melempar obrolan obrolan yang tak ada habisnya.
__ADS_1
TBC
ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ