My Posesif Nerd

My Posesif Nerd
219. Kuliner


__ADS_3

Zea melihat sekitar dengan sangat antusias. Banyak both both yang menyajikan berbagai makanan dari berbagai belahan dunia, hingga Zea bingung ingin membeli apa.


"Emang ini ada apa sih? Kok pakek ada acara festival segala!" seru Zea sangat penasaran.


Alvin yang berada disebelahnya tak menjawab, pria itu menggenggam tangan Zea mengalihkan Zea kearah both yang ada disamping mereka.


"Mau ini?" tanya Alvin menunjuk gurita besar yang sedang dibakar.


"Oh kayaknya enak boleh deh!" seru Zea.


Alvin lantas berbicara dengan sang pedagang meminta untuk dibuatkan satu.


Zea menoleh kebelakang melihat lihat sekitar, menampakkan both both apa aja yang menurutnya menarik.


"Nih! Udah!" ujar Alvin menyerahkan gurita bakar milik Zea.


"Eh kok bisa cepet banget? Padahal rame loh?" seru Zea sambil menoleh kebelakang melihat sang penjual disana yang tersenyum kepadanya. Zea mengangguk dengan sopan membalas senyuman penjual itu.


"Udah gak usah dipikirkan, ayo lihat lihat yang lain!" ajak Alvin kembali menggandeng tangan Zea.


Zea melepaskan genggaman tangan Alvin berganti melingkarkan tangannya di lengan Alvin dengan kedua tangannya memegang bungkus dan gurita bakar miliknya.


Zea mengigit gurita bakar ditangan kanannya, memakannya dengan hati hati.


"Hah hah! Panas!" seru Zea merasakan sensasi dari pembakaran gurita yang belum hilang.


"Hati hati dong! Ditiup dulu!" seru Alvin memperhatikan gadis itu.


Alvin berbelok ke stand minuman yang siap saji, mengeluarkan uang dan memberikannya lalu mengambil salah satu minuman yang terpajang didepan both.


"Nih minum" ujar Alvin memberikan jeruk peras pada Zea.


"Makasih" ujar Zea langsung meminum jus jeruk itu dari tangan Alvin.


"Ah!" Zea kembali melanjutkan memakan cumi bakarnya kemudian ia baru ingat untuk menawarkan pada Alvin.


"Nih Al! Mau? Tapi dikit aja" ujar Zea menawarkan agar Alvin mencicipi.


Alvin sangat ingin menggoda gadis itu dengan sengaja Alvin membuka suapan besar.


"Alvinnn" rengek Zea saat guritanya hanya tersisa sedikit.


Dengan raut wajah kesal Zea langsung menghabiskan gurita yang tersisa dan mengambil jeruk peras dari tangan Alvin.

__ADS_1


"Hehehehe" seru Alvin tertawa melihat betapa lucunya Zea saat sedang cemberut.


Zea melihat lihat lagi, ia melihat ada stand takoyaki dengan nama Giant takoyaki. Ia penasaran dan mendekat.


"Mas! Takoyakinya satu ya" ujar Zea memesan.


Zea tak lagi mempermasalahkan tentang guritanya, ia fokus melihat betapa lihainya Abang didepannya itu menuangkan adonan memasukan isian yang melimpah hingga membentuknya menjadi bulat.


"Lain kali aku mau coba bikin ah! Kayaknya seru!" ujar Zea bergumam diri.


Hingga Giant takoyaki dengan toping katsuobushi yang melimpah telah jadi.


"Ini silahkan!" ujar Abang penjualan takoyaki.


"Makasih!" jawab Zea menerima dengan senang hati.


Zea lalu bergerak kebelakang membiarkan Alvin membayar. Zea tahu bahwa jika ia membayar sendiri Alvin tak akan mengijinkannya, jadi Zea tak lagi canggung dalam menggunakan uang Alvin selama masih dalam hal yang wajar


Zea menusuk giant takoyakinya dengan sumpit, sambil meniupinya untuk menghilangkan udara panas yang melekat di dalam makanannya. Hingga takoyakinya tak sepanas sebelumnya, Zea mencicipinya dengan hati hati agar bibirnya tak melepuh.


"Hem enak, kamu mau?" Zea menawarkan lagi seakan melupakan kejadian tentang gurita sebelumnya.


"Tentu!" jawab Alvin.


"Ah panas!" seru Alvin merasakan mulutnya yang sedikit tersengat oleh hawa panas dari takoyaki. Zea melihat itu tertawa kecil.


"Salah siapa serakah! Makan tuh dikit dikit, dah tahu baru selesai dimasak udah langsung makan semau aja!" dumel Zea sambil memperhatikan Alvin


Zea memberikan minuman yang masih tersisa sedikit, ia menyuruh Alvin menghabiskan.


"Nih! Habisin, terus jangan gitu lagi lain kali!" tegur Zea. Alvin hanya bisa diam.


Alvin menerima pemberian Zea, menegak jeruk peras Zea sampai habis. Zea kembali memakan Giant takoyaki.


Keduanya berjalan sambil melihat lihat sekeliling, kemudian dari jauh mereka melihat Icha, Keyla, dan Ayu serta beberapa teman Alvin lainnya.


"Key! Cha! Yu!" panggil Zea sambil melambaikan tangan. Yang dipanggil seperti tak menyadari.


Hingga Zea setengah berlari diantara kerumunan dengan menarik Alvin disebelahnya


"Hei!!" seru Zea membuat mereka tersentak.


"Ze! Udah bangun?" tanya Icha membuat Zea merengut lantaran mengingat ketiga gadis itu meninggalkannya.

__ADS_1


"Gak masih tidur!! Lagian kalian pergi kok gak ngajak ngajak sih!' rengut Zea berwajah masam.


Kini berganti wajah teman-temannya yang berubah.


"Dia bilang gak ngajak ngajak! Orang lo dibangunin aja susah Ze, gimana mau ngajak coba!" sahut Keyla.


"Oh iyakah? hehehehe" Zea tertawa canggung mendengar penuturan kawan kawannya etah itu benar atau mereka hanya mengarang.


Zea mendekat kearah mereka, melepaskan pegangannya dari lengan Alvin.


"Kalau gitu Ayo! Gue kan maunya happy happy sama kalian! Yuk kita jalan!" Zea menggandeng tangan Keyla lalu memeluk bahu Icha yang disebelahnya ada Ayu. Zea mengajak mereka jalan pergi kembali mengelilingi festival yang penuh dengan kerumunan orang.


Zea, Keyla, Icha, dan Ayu serta laki laki dibelakang bersenang senang


Hingga mereka kelelahan dan memutuskan untuk menyudahi dan kembali ke hotel.


"Akhirnya balik lagi ke hotel!! Capek banget gue!" seru Keyla membaringkan tubuhnya dikasur.


Zea keluar dari kamar mandi ikut berbaring juga dikasur.


Para gadis itu puas sudah bermain di festival tadi. Mereka bergerak kesana kemari tanpa lelah, menyantap jajanan yang ada di festival terus menerus.


"Guys! Tadi kan kita makan banyak. Terus habis ini mau tidur! Apa jangan jangan nanti paginya perut kita bakal membeludak ya??" seru Icha merasa ngeri.


Para gadis yang awalnya berbaring itu tiba tiba bangkit dan duduk ditempat memandangi satu sama lain.


"Ayo ke gym!" seru Zea bangkit.


Gadis itu membuka lemari pakaian yang tertata barangnya serta kawan kawannya itu, lalu ia mengeluarkan legging panjangnya yang ia bawa untuk berjaga jaga.


Zea pergi ke kamar mandi untuk berganti pakaian.


"Ayo! Olahraga! Sekalian nikmatin fasilitas hotel!" ajak Zea pada kawan kawannya.


Para gadis itu seketika bangkit satu demi satu ikut berganti pakaian yang seadanya mereka bawa.


Mereka kemudian pergi ke ruangan olahraga sesuai dengan denah yang ada di hotel. Mereka memasuki ruangan gym yang tak ramai juga tak sepi pula.


"Widih keren banget!" seru Icha bersemangat.


Para gadis itu bersemangat mencoba berbagai macam alat diruangan itu menggunakannya hingga mereka berkeringat.


TBC

__ADS_1


ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ


__ADS_2