
Alvin yang baru saja kembali setelah mengambil jaket Zea lalu memberikannya kepada Zea. Zea menerima dan mengambil tisu yang selalu dia bawa kedalam tasnya. Alvin kini duduk disebelahnya sambil menepuk baju dan celana sekolahnya yang terkena air. Zea mengambil inisiatif mengusap wajah Alvin dengan tisu. Alvin tadi sempat terkena air hujan lantaran kesulitan membuka jok motornya dengan posisi tanggannya memegang jaket, membuat tubuhnya terkena tetesan hujan langsung.
"Maaf, lo jadi basah gini." Zea merasa bersalah.
"It's okay."
"Kamu pakai jaketnya." ucap Alvin sambil membantu Zea mengenakan jaket.
Sikap perhatian Alvin yang seperti ini membuat Zea luluh dan menatap pria itu dengan perasaan khawatir, "Terus lo gimana? lo pasti kedinginan juga. baju lo basah gini."
"Tenang, aku pakai baju lagi dibalik seragam." ujar Alvin kini membuka kancing seragamnya memperlihatkannya kepada Zea.
"Sama aja. Seragam lo basah, baju lo pasti ikut kena basah juga." ucap Zea sebal. Alvin menyungging senyum sambil mengacak acak rambutnya. Zea menepis tangan Alvin memelototi pria itu. Alvin tertawa lirih.
Alvin menatap Zea dengan senyum, "Mau tau cara biar aku gak kedinginan!?" Alvin menyungging senyum membuat Zea mengerjapkan mata.
"gimana?"
Alvin lantas melepas seragamnya dan melempar di bangku depan dimana dia tadi duduk. Alvin merapat tubuhnya kearah Zea dan menyenderkan kepalanya dibahu Zea dan memeluk pinggang Zea dari samping. Zea mematung seketika.
Anggota Aodra yang melihat sikap manja Alvin pada Zea membelak. Bahkan Julian sampai menyemburkan minumannya hingga mengenai Satya.
"Sialan." umpat Satya mendapat cipratan maut dari mulut Julian.
"Sorry." ujarnya seketika.
"Udah gak usah kaget, masih belum terbiasa aja lo. Anggep aja Alvin itu lagi kemasukan jin baik." Ucap Geo membuat mereka sontak tertawa kencang dan mata pengunjung menatap kearah mereka.
"Mereka kenapa?" tanya Zea yang lepas dari keterkejutannya.
"Ntah, biarin aja." Alvin menyandarkan kepalanya di bahu Zea. Mencari posisi nyaman.
"Al jangan gini ah, malu!!" keluh Zea saat Alvin kian semakin merapat kearahnya.
Posisi mereka emang berada didekat jendela namun depan belakang mereka disekat oleh pembatas. Tapi disamping mereka bisa dilihat oleh mata pengunjung lainnya.
Lebih jelasnya. Mereka ini berada di jendela samping bukan jendela dekat pintu masuk. Motor yang diparkir Alvin berada tepat didepan jendela samping mereka makanya Zea dapat melihat saat Alvin mengambil jaketnya.
"Kamu malu akunya kedinginan Ze! emang kamu mau aku sakit?! kalok aku sakit pasti dimarahin pak Burhan karena menunda rencana." jelas Alvin dengan manja.
"Terus kalok aku ditanya kenapa bisa sakit? aku bakal jawab, ini gara gara Zea pak gak ngasih saya kehangatan." lanjut Alvin. Zea merasa pening dengan tingkah Alvin lantas mencubit pinggang pria itu membuatnya mengaduh kesakitan dan melepaskan diri darinya.
"Ze!!" keluh Alvin.
Zea berkacak pinggang menatap Alvin tajam, "Kedinginan emang boleh cari kehangatan. Tapi kalok kayak lo gini namanya modus Al. Lagian kalok cari kehangatan tinggal pesen coklat panas kan bisa."
"Cih kamu mah gitu!! kamu aja peluk aku boleh, tapi aku peluk kamu malah marah."
"Emang kapan gue peluk lo?!" tanya Zea merasa amnesia seketika.
"Kamu kalok boncengan sama aku pasti peluk aku kan." papar Alvin.
"Tapi kan itu beda Al."
"Beda dari mana? orang sama aja, sama sama peluk."
"Beda ih, kan itu dijalan nah ini di kafe dilihat banyak orang. malu!" keluh Zea menatap sekitar. Bicara sambil menahan suara agar tidak memancing perhatian orang lain.
"Sama aja Ze!! Disini sama dijalan sama-sama dilihat banyak orang," jawab Alvin tak mau kalah. Zea semakin sebal dan mengangkat tangan pertanda menyerah.
"Terserah lo." Alvin tersenyum kemenangan. Tapi tak melanjutkan aksinya untuk memeluk Zea apalagi Zea sedang sebal seperti sekarang. Bisa habis ditangan kucing galak dianya.
Alvin memangging pelayan cafe dan memesan hot choco untuknya dan Zea. Pelayan pergi dan kini dirinya menggengam tangan Zea. Mentautkan seakan tak ingin terlepas dan membawa tangan Zea ke bibirnya mengecup tangan putih nan halus itu.
Zea hanya terdiam melihat perlakuan Alvin yang manis menurutnya, "Udah jangan sebel lagi, aku cuma bercanda tadi."
"hmm." Zea tak langsung menjawab.
__ADS_1
"Wah gawat nih! kayaknya aku harus panggil petugas kalok gak dokter." ucap Alvin membuat Zea menoleh dengan bertanya tanya.
"buat apa?" tanya Zea menyampingkan ego.
"Buat kamu!"
"Gue?" tanya Zea semakin bertanya tanya.
"Iya buat kamu. Habis takut kamu jadi galak, nanti yang ada kamu cakar aku lagi. Kan gawat hahaha." Ucap Alvin dengan tawa membuat Zea membelak.
"Alvin." pekik Zea memberikan cubitan dan pukulan ditubuhnya. Alvin tertawa mendapat serangan dari Zea dan menahan kedua tangannya, lalu menarik Zea kedalam dekapannya.
"Hahaha, Bercanda Ze bercanda." ucap Alvin mengusap kepala Zea. Memberi kecupan singkat yang tak bisa Zea lihat.
"Lo ngeselin tau gak, nyamain gue sama kucing." Ucap Zea mendorong dada Alvin membuat rengkuhan pria itu terlepas.
"Mana ada Ze, Kucing mah lewat sama kamu. Semanis dan secantik cantiknya kucing, kamu lebih manis dan lebih cantik. Lebih mirip malaikat malahan." goda Alvin memegang tangan Zea dimeja.
"Malaikat pencabut hati aku maksudnya. Habis hati aku udah sama kamu semua. Sampai gak muat, hanya ada kamu." ucap Alvin dengan senyumnya.
"Dasar nerd modus." cibir Zea namun tak bisa menahan senyumnya. Alvin melihat itu tersenyum balik, memberikan bahunya sebagai sandaran Zea.
Tak lama berselang pesanan coklat panas mereka datang. Membuat Zea memberi jarak pada Alvin. Zea dan Alvin meminumnya untuk menghangatkan badan karena hujan masih belum reda sedari tadi.
"Oh ya Al! lo ngerasa gak sih dari tadi, anggota geng Aodra ngikutin kita." ucap Zea disela sela minumnya.
"oh." Alvin tak tau harus menjawab apa akan ucapan Zea yang tiba-tiba ini.
"Lo tadi ketoilet barengan sama Geo ada ngomong sesuatu gak?" tanya Zea penasaran.
"Gak, mungkin kebetulan mereka mau kesini." Alvin meyakinkan Zea.
Zea tak percaya padahal jelas jelas mereka mengikutinya dan Alvin.
***
Mereka sudah berada tepat disamping motor Alvin yang jok motornya basah. Alvin mengelapnya dengan baju yang sudah kering namun terasa dingin karena terkena pendingin ruangan.
Alvin menyuruh Zea naik untuk mengantarkan gadis itu pulang kerumah. Zea memeluk Alvin seperti biasa, menjadikan bahu Alvin sebagai senderan.
"Al," panggil Zea.
"Hmm?!"
"Kayaknya bener deh geng Aodra tadi ngikutin kita,"
Alvin melajukan motornya fokus kejalan, "Mungkin cuma kebetulan." ucap Alvin menanggapi.
"Denger dulu! mana ada kebetulan kayak tadi." lanjut Zea melepaskan pelukannya pada Alvin.
"Ze pegangan." tegur Alvin meraih tangan Zea memposisikan supaya gadis itu kembali memeluknya, namun tak ditolak oleh Zea.
"Ih lo ini orang lagi serius juga..." cebik Zea kesal.
"Masa tadi waktu kita keluar cafe, mereka ikut ikut keluar untung ditahan sama pelayan cafe." lanjut Zea menggingat kejadian tadi.
"Lagian mereka ngapain sih ngikutin gitu, aneh tau gak!! Apa jangan jangan lo ada masalah sama mereka?" tanya Zea menerka-nerka.
Alvin yang diam sambil mendengar ucapan Zea kian menjawab, "Gak ada Ze."
"beneran gak ada?"
"Iya gak ada. udah ah jangan ngobrolin mereka kalok lagi berdua sama aku." tekan Alvin membuat Zea diam seketika. Merapatkan pelukannya sambil melihat sekeliling jalan menikmati suasana yang hampir gelap ini.
***
Kembali ke cafe, anggota Aodra berada...
__ADS_1
Zea dan Alvin yang sudah menyelesaikan makannya sambil menunggu hujan reda kini beranjak pulang. Zea dengan kekeh akan membayarkan makanan mereka. Karena kini Zea yang membayar, maka Alvin tak bisa menyuruh Zea untuk membayarkan makanan teman temannya itu sekalian.
Zea dan Alvin yang keluar dari cafe disusul dengan keempat orang itu. Namun tiba tiba pelayan cafe menahan dengan alasan mereka belum membayar. Mereka dibuat kebingungan, karena biasanya jika ada Alvin pria itu yang akan membayar.
"Bayar dulu mas, baru boleh pergi." ucap pelayan.
"Bukannya meja kami udah dibayar ya mbak? meja kami ikut gabung sama pasangan yang disana tadi." ucap Geo menjelaskan.
"Belum mas, mereka tadi hanya membayar untuk meja mereka sendiri." jawabnya.
"Ihh ganteng ganteng kok kere." sindir pelanggan lain.
"Tampang oke, gaya keren, tapi dompet tipis. buat apa? gak level." ucap temen disebelahnya.
Keempat orang itu saling bersitatap mendengar sindiran pelanggan disana. Mereka dengan dagunya saling lempar mengenai orang yang akan membayar.
"Lo aja Jul, cepet bayar. Malu nih dilihatin orang orang," tunjuk Satya kepada Julian.
"Lah napa gue Sat?!" keluh Julian.
"Lo kan yang paling banyak makan, udah sana bayar." suruh Satya.
"Udah bayar sana Jul, buru!"
"Cepet."
"Ihh si tai, kalian yang makan banyak juga. Gue yang disuruh bayar. Kampret emang kalian," desis Julian mengeluarkan dompetnya mulai membayar. Walau nadanya kesal dia tak membantah, toh cuma uang makan.
Pembayaran selesai. Mereka kemudian keluar dari cafe dan melihat sekitar. Tak ada motor Alvin disana pertanda keduanya sudah pergi duluan.
"Yaelah, udah pergi mereka." ujar Julian.
"Lo sih Jul, lama bayarnya." todong Satya.
"Eh anak Mami enak aja lo nyalahin gue, udah dibayarin juga."
"Apa lo bilang? sialan lo ngatain gue anak Mami." Satya tak terima.
"Kenapa emangnya? itu kan nama panggilan lo, ama si_siapa itu? Cha Cha permen? Atau Cha Cha marica hehehe itu." ejek Julian makin menjadi.
"Gak usah ngejek lo Jul, emosi nih gue." sewot Satya.
"Ihiyy yang pakek emosi segala, first lovenya diejek. sakit hati nih Bosque." ledek Julian menjadi.
Geo dan Kenan melihat keduanya sambil tertawa.
"Udah, ayo pergi. Kita tunggu aja dibasecamp." ajak Geo.
Mereka menyalakan motornya didahului oleh Geo yang melaju duluan diikuti oleh Kenan dan seterusnya.
"Oyy!! balapan sampai basemant." ajak Kenan saat mereka berhenti di lampu merah.
"Skuyy."
"Ayo."
"Siapa takut."
"Yang kalah terakhir makan selama seminggu." tambah Kenan. Mereka mengangguk dan mulai bersiap siap.
Setelah lampu berubah menjadi hijau. Mereka langsung tancap gas membelah jalanan dengan kecepatan tinggi. Tak memperdulikan banyak rambu rambu dan lampu lalu lintas yang kerap mereka temui disepanjang perjalanan.
TBC
ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ
Weekend masih bisa ngetik, tapi habis ini bakal telat up. Ditunggu ya 。◕‿◕。
__ADS_1
Happy reading ♡