My Posesif Nerd

My Posesif Nerd
213. Pantai


__ADS_3

Zea merasa tak enak dengan kawan kawannya. Rencana liburan kali ini, ia memang ingin menikmati hari dengan para teman gadis itu. Namun kendala diantara mereka selalu saja terjadi.


"Soal Alvin nanti biar gue atasi. Kalian tenang aja. Kalaupun gak bisa kita pergi aja dari sini. Masalah hotel biarin aja. Kita cari hiburan di tempat lain" ujar Zea mengusulkan ide.


"Oke gue setuju!" jawab Icha dengan cepat.


"Gue juga! tapi btw, apa lo ngga papa masih deket deket sama Alvin? Gue denger dari nyokap lo, kalian sedang dalam masalah?" ujar Keyla bertanya.


Zea terdiam, "Nggak papa! lagian urusanku sama dia udah selesai kok. Jadi gak masalah" jawab Zea dengan senyuman.


"Tapi..., ini semua masih rahasia ya. Kalau nyokap bokap gue tanya, gue minta tolong! Lo jangan bilang kalau gue berhubungan dengan dia lagi. Gue sendiri yang akan bilang nantinya!" lanjut Zea meminta agar sahabatnya itu menjaga rahasianya ini. Merekapun mengangguk mengerti.


"Oke" balas mereka.


skipp..


Setelah berbincang bincang cukup lama. Akhirnya keempat gadis itu merasakan betapa lelahnya tubuh mereka setelah seharian beraktivitas. Semuanya tertidur di kasur hingga hari menjelang sore.


Tok tok tok tok


Pintu kamar diketuk. Hingga beberapa saat Zea terbangun karena suara ketukan pintu diluar yang amat mengganggunya.


Dengan keadaan setengah sadar, Zea bangkit lalu membuka pintu kamar. Ia mendongak keatas melihat tubuh yang menjulang tinggi tepat dihadapannya.


"Aku butuh penjelasan!" ujar pria didepannya dengan wajah mengerut.


Zea yang berada dalam kondisi setengah bangun merasa hal didepannya itu tak penting dan mengganggu.


Ia mengangguk, lalu memundurkan langkah dan menutup pintu.


Jgrekk


Zea menutup pintu dan langsung kembali ke kasur untuk berbaring.


Pria yang berada di depan pintu tadi kaget lantaran Zea kembali masuk ke dalam kamar.


Tok tok tok


"Ze!' panggil Alvin sekali lagi sambil mengetuk pintu.


Zea tak menghiraukan gadis itu dengan nyenyak memeluk bantal sambil berbaring.


Karena tak mendapat jawaban dari Zea akhirnya Alvin menyerah.


Alvin pergi dari kamar hotel Zea. Ia menuju kamar teman teman temannya yang masih dalam satu hotel.


Alvin mengetuk pintu kamar itu dan beberapa saat pintu terbuka. Kenan yang melihat kedatangan Alvin membelak lantaran ia tak tahu bahwa Alvin akan datang.


"Lo_" tanpa mendengar ucapan lanjut dari Kenan, Alvin menerobos masuk kedalam.

__ADS_1


Ia melihat kedua temannya Julian dan Satya yang sedang bermain game dikasur.


Julian mendongak melihat siapa yang datang, "Bro! Udah datang?!" sambut Julian tak bergeming.


Alvin mendekat kearah mereka kemudian bersidekap.


"Oh udah datang Al" ujar Satya ikut menyapa.


Alvin duduk di sofa yang ada dikamar itu tanpa mengucapkan kata kata.


"Minum Al!" ujar Kenan melempar botol minum kearah Alvin dan dengan mudah ditangkap oleh pria itu.


Alvin yang kebetulan haus, tanpa gengsi membuka botol minuman itu. Lalu ia meminumnya.


"Kenapa kalian ada disini?" tanya Alvin mulai berbincang.


Tapi para temannya itu seperti tak menghiraukannya karena terlalu fokus bermain game.


Tak


Alvin membuat suara keras dengan botol minuman ditangannya hingga membuat para temannya itu menoleh.


"Kenapa Al?" tanya Julian merasa aneh.


"Kenapa kalian ada disini?" tanya Alvin mengulang pertanyaan sambil menahan diri karena barusan ia diabaikan.


"Oh itu, kita_" ucapan Julian gugup lalu terpotong.


"Ngomong ngomong kenapa lo bisa ada disini?" tanya Kenan balik.


Alvin memberi jeda, "Karena Zea disini, makanya gue nyusul!" jawab Alvin terus terang.


Kenan masih merasa aneh. Alvin datang kemari karena tau Zea ada disini. Namun yang menjadi pertanyaan dibenak Kenan adalah bagaimana bisa Alvin tau Zea disini??


tok tok tok tok


Lamunan Kenan terhenti oleh ketukan pintu kamar.


Kenan bergerak kearah pintu dan membukanya. Matanya berpas pasan dengan mata Geo yang berdiri tepar didepannya. Keduanya seperti dalam pikiran masing masing, hingga Kena tersadar dan mengijinkan Geo masuk.


"Masuk" tutur Kenan menyingkir dari pintu membiarkan Geo masuk kemudian ia menutup pintu dan kembali bergabung dengan kawan kawannya.


...****************...


Sore menjelang malam. Zea, Keyla, Icha, dan Ayu bangun secara bergilir. Satu persatu dari mereka keluar masuk kamar mandi untuk membersihkan diri, sedangkan yang lainnya menunggu sambil menonton tv dalam kondisi setengah sadar.


"Segar banget! Sana mandi gantian" tutur Zea sambil mengeringkan rambutnya yang basah dengan handuk.


Dengan langkah tak bertenaga, Icha terlebih dahulu bangkit dan masuk kedalam kamar mandi. Sedangkan yang lainnya menunggu dengan tenang.

__ADS_1


Hingga akhirnya semuanya selesai mandi dan berpakaian dengan baik.


Malam ini rencana mereka berempat adalah main ke pantai dan mengunjungi tempat tempat yang menjadi objek wisata.


Keempat gadis itu keluar dari kamar hotel kemudian menitipkan kunci kamar pada resepsionisnya.


Saat mereka keluar dari hotel, mereka berpas pasan dengan Joe. Seketika Zea langsung teringat.


"Aduh! Gue lupa" seru Zea dengan langkah kaki terhenti.


"Kenapa Ze?" tanya Keyla.


Zea melihat kearah gadis itu, "Gue lupa, Alvin tadi sempet datang ke kamar hotel kita. Karena gue kira pelayan makanya gak gue hirauin dan langsung nutup pintu kamar" ujar Zea menerangkan.


"Lah, terus gimana dong? Masa kita gak jadi pergi" ujar Icha kecewa.


Zea melihat kearah Joe yang juga sedang menatapnya.


"Kalian tunggu disini, aku kesana sebentar" tutur Zea lalu menghampiri Joe disana.


Zea terlibat beberapa percakapan dengan Joe yang sedikit rumit hingga akhirnya Joe menyetujui. Zea kembali pada temen temannya.


"Oke beres, Ayo!" ajak Zea lalu para gadis itu berlalu pergi meninggalkan hotel.


Hari yang mulai gelap di tempat asing tidak menjadikan pantangan untuk Zea dan kawan kawan. Para gadis itu duduk di sebuah ruko yang dekat sekali dengan pantai. Dari tempat mereka duduk, mereka dapat melihat bagaimana matahari mulai tenggelam.


Ckrekk ckrekk


Para gadis itu mengabadikan foto di handphone mereka, menjadikan sebagai kenangan.


Semilir angin pantai berhembus menjadikan udara disekitar menjadi dingin.


Zea bangkit dari duduknya, "Gue mau jalan jalan dipinggiran pantai bentar. Kalian mau ikut?" tanya Zea menawarkan.


Icha dan Keyla menggeleng, "Kita disini aja Ze, kaki gue masih capek habis jalan dari hotel kesini" ujar Icha menolak.


"Oh oke gue sendirian aja" balas Zea hendak pergi.


"Zea, mau aku temenin?" tawar Ayu padanya.


"Nggak usah Yu, kamu disini aja. Makasih!!" jawab Zea menolak.


Zea lalu melangkah pergi. Ia berjalan kaki menyusuri tepi pantai sambil merasakan bagaimana menyatu dengan alam.


"Padahal gue udah peringati untuk pergi sejauh mungkin, tapi pada akhirnya ketahuan juga ya?!" seru seorang pria dari belakang Zea, membuat Zea menoleh.


"Lama tak bertemu Zea" sapa Geo dengan senyum dibibirnya.


TBC

__ADS_1


ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ


__ADS_2