
Alvin semakin bersemangat dalam pertandingan kali ini karena mendengar apa yang Zea janjikan.
Bahkan rekan Alvin saja sampai menahan heran kearah pria itu. Pria culun yang selalu dibincang bincangkan ternyata bisa sehebat ini dalam bermain basket.
"Lo terlalu bersemangat Al! Gimana kalau kita gagalin lo buat dapet ciuman dari Zea!" seloroh Geo saat saling berhadapan dengan Alvin.
Point keduanya yang tercetak di papan skor sangatlah tipis. Saat kini skor tertinggi masih diraih oleh Geo, Kenan, Julian, Satya, dan satu pria lagi yang menjadi tambahan di tim mereka yang Alvin tak tahu namanya.
Bola yang awalnya dipegang oleh tim Alvin terkadang kecolongan membuat mereka tanpa ampun mencetak skor yang lebih banyak.
Alvin dengan semangat membara mulai mengejar ketinggalan. Pria itu berusaha mencetak poin sendiri sekuat tenaga dan itu berhasil. Anggota Aodra yang mulai menyadari apa yang Alvin lakukan saling bersitatap.
Geo dan Satya maju menjaga Alvin. Sedangkan tiga orang yang tersisa bersifat menyerang. Dan strategi ini membuat Alvin kesusahan walau beberapa kali Alvin bisa lepas dari tahanan keduanya.
Tapi point semakin bertambah. Alvin tak bisa membiarkan begini saja. Saat poin kembali tim lawan dapat. Alvin mendekat kearah teman segrupnya mulai mendiskusikan rencananya.
Mereka mengangguk setuju akan apa yang Alvin perintahkan. Mereka mulai melaksanakan apa yang Alvin suruh. Para rekan Alvin saling mengoper bola satu sama lain mulai meniadakan menggiring bola membuat tim lawan kesusahan.
Bola itu terus di oper membuat tim lawan kesusahan hingga bola itu terjatuh ketangan Alvin. Dengan penjagaan dua orang. Alvin dengan mudahnya lepas dan mengecoh membuat ia bisa memasukan bola ke ring.
Menit demi menit telah berlalu. Para cadangan di tim Alvin juga ikut dimasukan kedalam pertandingan karena laju pertandingan untuk tim Alvin terlalu cepat. Membuat tenaga mereka juga ikut terkuras. Hingga tergantilah pergantian pemain. Namun sampai detik ini Alvin masih terus bertahan dibawah tekanan keempat lawannya yang terus memojokannya.
Pritt
"Bola tim hitam" ujar pak Reno saat bola itu keluar dari lapangan.
Alvin mendengus kesal pada pria itu. Padahal pria itu melihat bahwa yang terakhir menyentuh bola adalah pria tambahan di tim Geo. Tapi entah aturan dari mana, tim lawannya itu juga yang mendapat bola.
Alvin melihat dengan jelas bahwa pria itu bersikap tidak adil hanya padanya. Ia akan mencari tahu nanti.
Pertandingan kembali berlanjut hingga di menit menit terakhir skor menujukan 66-64. Tim Geo masih lebih unggul dua point daripada tim Alvin.
Suasana tegang ini juga terasa pada penonton yang melihat. Bahkan kini sudah lebih ramai dari pada awalnya. Setelah mengetahui bahwa anggota geng Aodra itu akan bermain basket. Para murid murid yang awalnya didalam kelas mencari sejuta alasan untuk bisa keluar dari pelajaran. Bahkan ada yang memberontak hingga dikeluarkan dari kelas.
"Wah! Daebak!" kagum Icha menatap pertandingan didepannya ini.
Bahkan sorak sorakan pun tak lagi terdengar karena nafas mereka yang kian akan berhenti saat di situasi tegang membuat mereka tak lagi bisa membuka mulut.
Mereka sudah tak bisa lagi mendukung salah satu diantara dua tim itu. Disisi lain mereka ingin setia mendukung geng Aodra, namun ketampanan Alvin saat ini membuat mereka oleng seketika. Walau mereka tau bahwa pria itu sudah memiliki kekasih.
"Al lebih baik lo nyerah deh! Gue tau lo pasti capek kan" ujar Julian memanas manasi dengan keringatan yang berkucur ditubuhnya.
Pria didepannya ini tenaganya seakan tak pernah habis karena masih dalam power yang sama disetiap menit pertandingan. Walaupun mereka tau Alvin juga pasti lelah namun wajah datarnya seakan tak membuat orang lain melihat hal itu.
dug dug dug
Bunyi basket beradu dengan lapangan dengan cepat saat Julian nekat menerobos Alvin. Tapi Alvin tak membiarkan begitu saja. Ia meraih dan merebut bola yang digiring Geo membuat pria itu mengumpat.
"Shiit!" umpat Julian.
__ADS_1
Alvin dengan masa bodohnya melaju menuju kearah ring lawan. Hap! Alvin melompat hendak mencetak skor. Tap! Kenan ikut melompat menghadang bola Alvin membuat bola itu jatuh kebawah hingga keluar lapangan.
"Hah hah hah hah!" nafas berhembus berat.
Pertandingan kembali berlanjut.
"Defense guys!" ujar Satya saat pertandingan hanya tersisa satu menit.
Niko melempar bola dari luar lapangan menuju Alvin yang ada didalam lapangan. Alvin mendribble bola itu dengan santai bahkan tak memperdulikan waktu yang kini hanya tinggal beberapa detik saja.
Geo, Kenan, Julian, Satya, dan satu anggota tambahan itu waspada terhadap pergerakan Alvin. Tiga orang terfokus pada Alvin dan dua sisanya mengawasi pergerakan anggota tim Alvin.
Deg deg
Jantung para penonton dan pemain berdetak cepat menuju ujung. 30 detik tersisa tiba tiba Alvin bergerak cepat menuju kearah ring bola. Lawannya yang melihat itu dengan sigap mengejar dan tak ingin melepaskan Alvin.
Alvin melompat saat jaraknya hampir dekat dengan ring. Geo dan Kenan yang jaraknya lebih dekat dengan Alvin melihat itu sama sama dengan sigap ikut melompat menghadang Alvin.
Bugh Taps
Tubuh dan tangan Alvin bertabrakan dengan kedua orang itu membuat pelanggaran tercipta. Sedangkan bola yang Alvin lambungkan berhasil masuk kedalam ring membuat semua orang bersorak.
Alvin tersenyum menatap kearah pak Reno. Ia sengaja membuat Kenan dan Geo menabraknya dan berakibat kedua orang itu melakukan pelanggaran.
Pak Reno menantap tak suka pada Alvin, tapi semua mata murid muridnya melihat. Hingga dengan terpaksa pak Reno memberikan Alvin dua lemparan.
Jika Alvin gagal memasukan keduanya maka hasil pertandingan adalah seri dan akan mendapatkan perpanjangan sedikit waktu. Hal itu dapat menguntungkan tim anggota Aodra karena semua pemain di tim Alvin sudah tak sanggup lagi berlari bahkan memegang bola saja mereka sudah lemas
Tuk tuk
Bola diarahkan kebawah sebagai ancang ancang dan shott!!
"Yah!" suara kecewa penonton dipinggir lapangan.
Alvin dengan sengaja membuat bola itu meleset kemudian menatap kembali kearah pak Reno. Alvin yakin pria itu kegirangan dalam hati.
Tuk tuk tuk
Bola kembali dipantulkan dan Alvin bersiap dengan ancang ancang untuk kesempatan terakhir. Shot!!
Bola kembali dilempar kearah ring dan...
"Yay!!" Bola itu berhasil masuk kedalam ring membuat tim Alvin memimpin.
Julian yang melihat bola terjatuh dengan sigap mengambil bola itu dan melempar kembali kearah ring lawan dari luar lapangan.
Wing!!
Bola itu meluncur ke udara membuat semua mata melihat.
__ADS_1
Dag dag
Bola itu mengenai ring dan jatuh kebawah. Julian gagal memasukan bola
plak
"Bang ke lo sok gaya gaya mau jadi pahlawan diakhir" ujar Satya merangkul bahu Julian selepas memukul kepala Julian.
"Ya siapa tau aja kan bisa masuk dan gue bisa keren gitu dimata para ciwi" ujar Julian dengan candaan. Keduanya terkekeh walau mereka kalah.
"Seriusan nih? Mereka kalah!" ujar seorang wanita tersadar bahwa geng Aodra kalah.
"What? Kok para doi gue bisa kalah sih!" ujar Vara salah satu gadis yang membolos pelajaran guna melihat geng Aodra bermain basket.
"Wah gila!"
Semua pandangan tertuju pada Alvin yang basah akan keringat. Mereka menatap takjub kearah pria itu yang mendominasi skor di timnya sendiri. Bahkan hampir semua poin yang timnya dapat adalah hasil dari Alvin.
"Zea! Ze!" panggil Icha dan Keyla menepuk bahu Zea seakan menyadarkan gadis itu dari lamunannya.
Zea mengerjap dan menatap Alvin yang sudah berada didepannya.
"emm" gumam Zea bingung.
"Nih kasih Ze!" bisik Icha menyerahkan botol mineral yang sebelumnya sempat mereka beli di sela sela pertandingan
Zea menyodorkan botol itu pada Alvin dan Alvin menerimanya membuka segel botol itu memperhatikan jakun khas laki laki yang naik turun saat minuman itu masuk melalui tenggorokannya.
Zea menelan ludah melihat itu begitu juga para gadis yang ada disana menatap Alvin penuh minat.
Alvin membuka jersey basketnya yang basah dan lengket akan keringat. Membuat para perempuan disana memekik termasuk sahabat Zea.
"Kyaaa!"
"Oh my god, oh my god!"
"Sumpah sumpah itu kotak kotaknya!"
Alvin yang tak memperdulikan ocehan para wanita itu, menyiramkan sisa air dibotol kerambutnya membuat para gadis itu bertambah histeris.
Sedangkan Zea memalingkan wajah melihat hal itu. Alvin menyibak rambutnya yang basah menambah aura ketampanannya. Taruhan dua bulan Alvin juga sudah usai, hanya Alvin saja yang sudah nyaman dengan penampilan nerdnya. Hingga pria itu tak mau kembali ke penampilannya semula.
Alvin berjongkok didepan Zea yang duduk. Mata intens Alvin menatap kearah Zea.
"Ze!" ucap Alvin. Zea menatap balik kearah Alvin. Zea terkesima melihat pemandangan didepannya ini.
"I want your kiss!" ucap Alvin.
"Berikan ciuman yang kau janjikan!" ujar Alvin memberikan Zea senyuman.
__ADS_1
TBC
ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ