My Posesif Nerd

My Posesif Nerd
192. Pergi ke kota


__ADS_3

Dengan buru buru Alvin mengendarai mobilnya. Alvin terlihat sedikit emosi. Ia kembali merasa tak tenang.


Kemungkinan kemungkinan Zea dekat dengan pria lain cukup menghantuinya selama ini. Ia takut Zea melupakannya.


Dengan cepat Alvin mengendarai mobilnya secara bar bar. Ia sama sekali tak melihat rambu rambu di sepanjang jalan. Hingga tak butuh waktu lama, Alvin tiba di perusahaan yang selama ini ia pasrahkan.


Perusahaan game dimana ia dan kakeknya berkontribusi.


Alvin masuk kedalam dengan langkah lebar, melewati setiap ruangan demi ruangan.


"Gimana? Sudah ditemukan?" tanya Alvin merasa frustasi dan ingin cepat mendapatkan kabar.


Rekaman suara itu sangat mengganggunya. Namun disisi lain dengan adanya suara itu, Alvin dapat meminimalisir pencarian dimana Zea berada.


"Cari dulu sekolah mana yang mengadakan class meet hari ini!" tutur Alvin mengomando.


Berdasarkan sang Daddy mendapatkan rekaman, ia yakin bahwa rekaman itu adalah rekaman terbaru.


"Baik Tuan Alvin" ujar Jovan menyegerakan.


Jovan bersama anak buahnya menggunakan aksesnya untuk mencari cari jejak yang ada. Seperti berseluncur di media sosial, dengan cepat Jovan menemukan unggah media sosial yang cocok dengan suara keduanya.


"Saya menemukannya tuan" ujar Jovan bangga memperhatikan informasi di layar pada Alvin.


Alvin menyanggah pada meja, menatap tajam Vidio dilayar.


"Cihh!!" ujar Alvin mendesis tak percaya tempat apa yang Zea datangi.


"Tuan Ale! Saya sudah menyuruh anak buah saya mengkonfirmasi. Dalam 3 jam mereka akan mendapatkan hasilnya" ujar Joe dengan sigap berdiri di samping Alvin.


Alvin tak mendengarkan. Ia duduk di kursi sambil melihat apa yang terpampang di layar.


Joe melihat Alvin yang diam sambil memandangi layar.


"Joe, Siapkan penerbangan sekarang juga" ujar Alvin lalu bangkit.


"Ya tuan?!" terang Joe.


"Akan ku konfirmasi sendiri" ujar Alvin lalu berbalik pergi.


"Baik tuan" jawab Joe mengerti.


Alvin berjalan keluar perusahan dengan Joe dan Jovan yang ikut berjalan dibelakangnya. Karena Alvin ingin mengkonfirmasi sendiri, Joe dengan sigap menelpon anak buahnya untuk menyiapkan semuanya termasuk tiket penerbangan untuk Alvin.


Alvin bergegas pergi keluar menuju ke lobi. Mobilnya sudah berada di depan menunggu kehadirannya.


"Biar saya yang menyetir tuan" ujar Joe sigap membukakan pintu mobil Alvin.


Alvin masuk kedalam mobil, menyetujui kemauan Joe yang ingin ikut.


Joe dengan cepat menutup pintu mobil disamping Alvin, kemudian ia menerima kunci dari penjaga disana dan ikut masuk kedalam mobil.


Alvin menurunkan kaca mobil melihat Jovan yang berdiri disampingnya.


"Biarkan Geo kembali! Suruh Geo untuk membantumu!" perintah Alvin pada Jovan.


"Baik tuan" Jovan menerima perintah.


Alvin mengambil kacamatanya di dashboard kemudian memakainya dan menggenakan sabuk pengaman.

__ADS_1


Joe melakukan hal yang sama kemudian melajukan mobil meninggalkan perusahaan menuju bandara.


Joe melajukan mobil dengan cepat karena tau tuan disampingnya itu sudah tidak sabaran.


Hingga butuh beberapa menit mereka sampai di bandara.


Joe dan Alvin turun dari mobil. Sudah ada anak buah Joe disana yang sudah datang lebih dulu.


"Paspor anda sedang dibawakan tuan Joe. Saya sudah bilang ke maskapai untuk menunda penerbangan" ujar anak buah Joe memandu kemana mereka harus pergi.


Joe mengangguk mengerti.


"Tuan, kita masih harus menunggu sebentar!" ujar Joe menyampaikan kabar terkini.


Alvin melepas kacamata dan melihat ke arah Joe.


"Sudahlah! Lupakan saja" seru Alvin tak ingin terlalu emosi.


Alvin dan Joe duduk dibangku sembari menunggu. Di bangku Alvin mencoba menenangkan diri, ia tak boleh terlalu tegang dan ia harus bisa berpikir dengan jernih.


Hingga beberapa saat anak buah Joe datang, "Maaf tuan saya terlambat!" ujarnya sambil menyerahkan dua paspor dan tiket pada Joe.


Joe tak menjawab. Ia menatap marah pada anak buahnya akan keterlambatan mereka, tapi mengingat Alvin disampingnya. Joe akhirnya mengambil paspor dan tiket ditangan mereka tanpa berkata apa-apa.


Alvin melirik sekilas dan memakai kacamatanya kembali. Ia melangkah masuk kedalam bandara yang sedang menunggu dirinya.


Dengan cepat Joe mengarahkan Alvin dan disambut oleh pramugari yang sedang menunggu mereka.


Tanpa basa basi mereka masuk dan Alvin nampak diam sambil memandang luar jendela.


...****************...


Di warung dekat sekolah Zea..


"Ze! Besok aku jadi ikut kamu pergi ke kota kan?" tanya Ayu di samping Zea memastikan.


"Jadi Yu, kenapa?" ujar Zea bertanya.


"Oh gak papa, takut gak jadi. Soalnya aku udah berharap hihihi, sekalian kita jalan jalan, ya?" seru Ayu senang. Zea menggangguk mengiyakan.


Dea dan lainnya mendengar percakapan keduanya.


"Kalian mau ke kota?" tanya Dea pada keduanya.


"Iya, nemenin Zeara belanja" jawab Ayu.


"Naik apa? Ikut boleh? Aku juga udah lama gak ke kota. Ajak aku dong!" ujar Dea ikut berharap.


Ayu menoleh ke Zea, "Naik mobil sih, kalau ikut.." Ayu menanti jawaban Zea. Zea kembali mengangguk.


"Boleh kok! Datang aja ke rumah. Kita berangkat jam 8 pagi" balas Zea mengijinkan.


"Beneran? Asik! Makasih Ra" Dea tersenyum dengan semangat.


"Kita Ra? Boleh kita ikut juga? Mobilnya masih muat gak kalau ada kita? Kita duduk di bak belakang juga gak papa kok. Kita juga pengen atuh jalan jalan ke kota, ya kan May?" tanya Febi beruntun sambil mengira mobil yang Zea maksud adalah mobil bak yang kebanyakan orang di desanya miliki.


"Iya! Aku juga mau" balas Maya ikut andil.


"Em boleh aja, tapi jangan telat ya! Takut nyampenya kesiangan. Panas!" ujar Zea mengijinkan.

__ADS_1


"Yey! Sip beres. Kita bakal datang tepat waktu" ujar Febi dan Maya bersamaan.


Mereka nampak girang bahwa besok mereka akan di ajak jalan jalan ke kota mengingat di tempat mereka ini jarang ada hiburan.


"Ck ck ck ck,,, Kalian mau pergi cewek cewek gini? Gak takut ada yang ganggu apa? Mending ajak kita kita juga biar ada yang jaga" ujar Agung menyahut sambil menunjukkan pada dirinya, Tejo, dan Dito.


"Dih! Bilang aja kamu juga mau ikut Gung, pakek acara jaga jaga segala. Sama kucing pun kau takut!" seru Dea mencibir membuat mereka tertawa.


Zea tersenyum tipis mendengar gurauan mereka.


"Kalau mau ikut, ikut aja. Mobilnya masih muat buat 8 orang, itupun kalau kalian mau desak desakan" tutur Zea menerima.


"Asikk jalan jalan kita" ujar Agung bersorak dengan riang. Zea menggeleng dan tertawa.


Kemudian mereka kembali saling berbincang satu sama lain membahas hal hal kocak yang terjadi di sekolah.


Hingga pagi hari berikutnya...


Zea keluar dari kamar mandi. Ia melihat mama papanya yang sudah ada di meja makan.


"Makan dulu Ze!" tutur sang papa melihat kedatangan Zea.


Zea mengangguk sembari duduk di meja makan.


Mama Tia menyerah piring pada Zea. Setelah itu mereka makan bersama.


tok tok tok


"Zea!" panggil Ayu dari depan pintu.


Zea yang sedang membantu Mama Tia mencuci piring menengok karena rumah mereka terbilang kecil, jadi dari dapur ia bisa melihat kearah depan pintu.


"Tuh dicariin! Udah sana, biar mama aja yang beresin!" ujar Mama Tia menyuruh Zea pergi.


Zea mengangguk mengerti, "Zea kedepan dulu ya ma!" ujar Zea sambil membilas tangannya yang terkena busa dengan air.


"Iya" balas Mama Tia.


Zea kedepan membukakan pintu untuk Ayu masuk. Hanya ada Ayu disana karena ini masih jam 7 pagi.


"Masuk dulu Yu, duduk dulu! Aku mau siap siap bentar" ujarku mempersilahkan Ayu masuk.


"Iya! Aku tunggu" jawab Ayu singgah di sofa.


Ayu singgah di sofa sedangkan Zea dengan cepat masuk ke kamar untuk bersiap.


Mama Tia datang dengan segelas minuman.


"Nih Yu, diminum" ujar Mama Tia meletakan gelas itu di hadapan Ayu.


Ayu tercengang sebentar, "Makasih Bi" ujar Ayu menerima.


"Sama sama! Kalau kamu bosan ke kamar Zea aja, Bibi mau kebelakang dulu soalnya. Kamu tau kan dimana kamarnya" ujar Mama Tia menawarkan.


"Tau! Tapi Ayu nunggu disini aja, sekalian nunggu temen temen, mau ikut katanya" balas Ayu memberitahukan.


"Oh Zea udah ngomong, yaudah Tante tinggal kebelakang dulu ya" ujar mama Tia. Ayu mengangguk cepat sembari tersenyum. Kemudian Mama Tia pergi.


Ayu menunggu beberapa menit hingga Zea siap dengan dandanannya. Pakaian sederhana dengan masker dan topi diwajahnya.

__ADS_1


TBC


ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ


__ADS_2