
Mereka sampai diparkiran sekolah. Kedatangan Alvin dan Zea mengundang perhatian banyak siswa. Rumor bahwa Zea menghilang sudah menyebar ke seantero sekolah.
"Wih si nerd pakek motor keren tuh!"
"Eh itu Zea kan yang katanya diculik?"
"Ze, Lo gak papa kan?"
"Kapan lo diselametin Ze?"
"Ze, gimana? Lo ada di apa apain gak sama penculik lo?"
"Huh sok kecantikan sih, rasain kan lo kena culik!"
"Lain kali jangan suka tebar pesona, kena culik kan lo!"
Begitulah beberapa tanggapan saat ia melewati lorong. Zea hanya diam tak menjawab apapun yang mereka lontarkan karena pria disebelahnya ini membuat ia tak bisa bicara sedikitpun.
Ia terus mengikuti langkah Alvin yang menggenggam tangannya hingga mereka sampai di kantin sekolah.
"Aku pesenin dulu, kamu tunggu sini!" ujar Alvin.
Zea berdiam diri sambil menatap sekitar. Ia tak tahu apakah kedua sahabatnya itu sudah sampai atau belum karena ia tak memegang handphone sama sekali untuk menghubungi keduanya.
Alvin datang dengan sepiring nasi goreng plus telur plus sosis dan segelas teh hangat. Alvin meletakan dihadapan Zea.
"Makan" Zea mengambil sendok dan mulai menyuap makanan kedalam mulutnya.
Zea yang menyuapkan nasi goreng kemulutnya melirik kearah Alvin. Pandangan Alvin yang selalu tertuju padanya kini membuatnya risih. Dengan tergesa gesa Zea mempercepat makannya.
uhukk uhukk
Zea yang tersedak meraih teh hangat disamping piring. Namun gelas itu menghilang dan muncul di dekat bibirnya. Dengan cepat Zea menyambar minuman itu dan menegaknya.
"Hah!" helaan nafas Zea yang lega.
"Makanya kalau makan pelan pelan, gak ada yang minta juga!" ujar Alvin padanya. Zea hanya bisa tersenyum kecut menanggapi Alvin.
"Udah selesai kan? Mau balik ke kelas sekarang?" tanyanya. Zea mengangguk kemudian berdiri.
Ia dan Alvin jalan berdampingan menuju kelas.
"Zea!" teriak Icha dan Keyla melihat Zea masuk. Kedua sahabatnya itu menghampirinya.
"Gue kira lo masih belum masuk sekolah, kok lo gak kabari kita? kita kan bisa jemput lo!" ujar Keyla.
"Dia sama gue!" Alvin membalas perkataan Keyla.
"Lo lagi lo lagi! Dari kemaren Lo sama Zea terus, sampe kita gak bisa mendekat. Nyebelin lo lama lama!" ungkap Icha tak bisa menahan rasa kesalnya dihadapan Alvin. Memang saat keduanya berkunjung, Alvin seakan menjadi penghalang bagi keduanya mendekati Zea. Dan Zea yang saat itu tak bisa berkata apa apa.
Alvin hanya menatap datar, "Ayo!" Alvin menarik tangan Zea kearah tempat dimana ia duduk.
"Lah kok Zea duduk sama lo!" keluh Icha saat Alvin menempatkan Zea duduk disampingnya.
"Mulai hari ini Zea duduk sama gue!" ucap Alvin tak ingin dibantah.
"Lo ko_"
"Sorry Cha, gue duduk sama Alvin ya! Bolehkan?!" Zea memohon. Ia tak ingin terjadi keributan apa lagi Alvin yang kini menatap tajam sahabatnya.
__ADS_1
"Udah Cha, Lo duduk sama gue. Lagian si Nimas sekarang duduk sama Marta"
"Thanks!" ujar Zea pada Keyla dengan senyuman dan Keyla membalas.
Sedangkan Icha mendengus kesal pada Alvin. Ia menghentak hentakan kaki, duduk dibangku depan Zea bersama Keyla. Bukan karena ia tak suka duduk bersama Keyla, ia merasa bahwa Alvin membuat Zea jauh dari semua orang dan Icha merasa Alvin ingin menguasi Zea untuk dirinya sendiri.
Zea menatap Icha dengan penuh penyesalan. Sedangkan Alvin kini berwajah datar tak peduli dengan kekesalan sahabat Zea itu.
"Oh ya, Nimas kenapa kok sekarang duduk sama Marta Key?" tanya Zea saat kedua sahabatnya itu duduk berbalik kearahnya.
"Marta putus sama pacarnya dan karena beberapa hari ini gue sama Icha gak masuk. Jadilah mereka duduk berdua" jawab Keyla.
"Sorry gara gara gue_" pinta Zea terpotong.
"Kan! Yaelah kek sama siapa aja sih lo Ze! Lagian kita seneng kali bisa bolos. Gak pusing mikirin pelajaran yang belibet! Iya kan Key?!" ujar Icha meminta persetujuan.
"Hooh!" balas Keyla. Zea tersenyum tulus pada keduanya.
Ketiganya saling tersenyum. kemudian pandangan Icha memincing melihat kearah Marta yang duduk bersama Nimas, "Hemm, Gue baru ngeh. Pantesan si Marta gak nempel sama cowoknya lagi. Putus toh! Biasanya kek ulat keket tuh berdua!" Keyla dan Zea tertawa mendengar hal itu.
"Bener banget! Mana kalau mesra mesraan gak tau tempat lagi, mentang mentang pacaran sekelas!" ucap Keyla menanggapi.
"Udah ah, malah ngomongin orang" lerai Zea. Ketiganya cekikikan. Walaupun membicarakan orang itu enak tapi setidaknya harus ditahan agar tidak menimbulkan dosa. Tapi jika sesekali, bolehlah.
Alvin disebelah Zea mendengar pembicaraan ketiga gadis itu diam, hanya sekedar mengawasi.
Kring...
"Yah udah bel!" ucap beberapa murid dalam kelas.
Bel sekolah berbunyi dan guru mulai masuk kedalam kelas untuk memulai pembelajaran. Suasana kelas berjalan dengan baik seperti layaknya sekolah pada umumnya.
Hingga waktu terus berjalan seiring berjalannya pembelajaran.
Kring..
"Uhh!"
"Akhirnya selesai juga!"
"Kantin i am coming!"
Suara murid murid yang berada didalam kelas kian bersautan sautan.
"Pusing banget pala gue!" keluh Icha memegang kepalanya.
"Sama Cha"
Keyla dan Icha bangkit dari duduknya merenggangkan tubuh.
"Kantin yuk! Cacing di perut gue udah pada demo dari tadi!" ajak Icha memegang perutnya.
"Yuk!" jawab Zea dan Keyla hampir bersamaan.
Zea mengemasi barang barangnya, memasukan kedalam tas kemudian bangkit mendekat ke Icha dan Keyla.
"Mau kemana?" tanya Alvin mencekal tangannya.
"Ah!"
__ADS_1
'Gue lupa kalau ada Alvin!'
"Mau ke kantin Al" jawab Zea.
"Sama aku!" ujarnya. Zea mengangguk.
"Ish apaan sih lo Al! Dari kemaren Zea sama lo. Sekarang Zea sama kita lah! Ayo Ze!" ujar Icha menarik Zea pergi membuat pegangan Alvin pada tangan Zea terlepas. Icha menggandeng lengan Zea keluar kelas bersama Keyla. Alvin mengikuti ketiga gadis itu dari belakang.
"Alvin!" panggil seorang pria, membuat keempat orang itu menoleh. Ketiga gadis itu tau bahwa Alvin mengikuti dan mereka penasaran siapa yang memanggil.
Alvin menaikan satu alisnya, "Kamu ikut saya ke kantor!" perintah pria itu membuat wajah Alvin semakin datar.
"Kamu duluan aja, nanti aku nyusul!" ucap Alvin pada Zea.
"Oke!"
"Yuk Ze!" Ketiga gadis itu pergi begitu pula dengan Alvin yang mengikuti pria itu dari belakang.
Mereka sampai di kantin dan langsung memesan. Mereka memesan sosis bakar dan minuman.
"Gue pengen makan mie ayam didepan sekolah nih!" ucap Zea.
"Yaudah yuk! Makan mie ayam aja" Zea tersenyum saat kedua temannya menyetujui.
Setelah minuman mereka jadi. Ketiga gadis itu langsung pergi keluar sekolah melewati jalan rahasia.
"Mang Mie ayam komplit 3 ya mang!" teriak Zea ke arah pedagang mie ayam.
"Oke neng siap!" balasnya.
Zea, Keyla, dan Icha duduk dikursi yang disediakan. Mereka memakan sosis bakar yang sebelumnya mereka pesan dikantin sekolah sembari menunggu mie ayam mereka datang.
"Nih neng mie ayamnya!" 3 mangkok mie ayam diletakan didepan ketiga gadis itu. Melihat tampilan mie ayam didepan mereka yang menggoda membuat ketiga gadis itu langsung menyantap begitu saja.
Tekstur mie yang lembut dipadukan dengan rasa ayam yang manis, gurih, dan kuahnya yang berasa membuat ketiga gadis itu seakan terbang keawan. Ditambah sayuran, kerupuk, dan bakso, juga saos sambal yang membuat citarasa menjadi makin menggoda dari makan mereka. Apalagi rasa dari potongan ayam yang besar dan berasa. Buhh nikmat!!
Sampai asiknya menikmati makanan mereka. Ketiga gadis itu lupa akan pria yang nantinya akan menyusul mereka. Mereka makan hingga tersisa sedikit.
"Astaga kalian ini, dicariin Alvin noh! Malah asik makan disini" suara pria yang mereka kenal mendekat kearah ketiganya.
"Gue lupa!" ujar Zea shock, matanya membelak menatap kedua sahabatnya.
"Udah tenang aja, santai!" balas Icha kembali melanjutkan makannya.
Pria tadi mendekat duduk disamping Icha.
"Ngapain lo deket deket gue?" tanya Icha dengan mulut berisi mie. Mata Icha memincing menatap pria disebelahnya sembari menutup mangkok mie ayamnya dan menjauhkan minumannya dari pria itu.
"Yaelah Cha, bagi dikit napa!"
"Nggak nggak lo sono, menjauh dari gue!" ujar Icha mendorong pria itu namun salah satu tangannya masih menutupi mangkok mie ayamnya.
"Gini nih kalau anjing sama kucing ketemu, bawaannya ribut mulu!" seru Keyla pada dua orang itu. Zea tertawa melihat keduanya.
"Hahahaha" tawa Zea lirih.
"Zea!" panggil seseorang membuat mereka menoleh.
"Alvin!" gumam Zea.
__ADS_1
TBC
ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ