My Posesif Nerd

My Posesif Nerd
119. Berkemas


__ADS_3

Alvin melajukan mobilnya di sepanjang jalan. Ia menatap kearah kaca spion tengah. Dahinya mengernyit saat sebuah Tote bag tergeletak disana. Semula emang ia letakan dibelakang untuk ia berikan pada orang tua Zea. Tapi rupanya Zea mengalihkan segalanya hingga ia lupa untuk menyerahkan langsung pada gadis itu.


Alvin melihat kejalanan. Tempatnya sekarang belum terlalu jauh dengan rumah Zea.


'Haruskah ia berbalik?' pikir Alvin.


Dengan tanpa basa basi, Alvin lantas memutar balik mobilnya kembali ke rumah Zea. Ia melajukannya dengan kecepatan sedang. Hanya beberapa menit dan ia sampai di rumah Zea. Alvin mematikan mesin mobilnya.


Ia melepaskan selt belt, mengambil bag di belakang dan keluar dari mobil. Saat ia ingin masuk kerumah Zea, sebuah sorot lampu motor menyinar kearahnya. Alvin memperhatikan siapa itu?!


"Hai Al! Mau ketemu Zea?" tanya pria itu mematikan mesin motornya dan sorot lampu motor itu seketika padam. Pria itu turun dari motor, mendekat kearah Alvin sambil melepaskan helmnya.


Alvin dapat melihat siapa yang mengendarai motor itu.


"Nggak Bang! Mau kasih ini, tadi ketinggalan" ujar Alvin menyerahkan bag itu pada Arka.


"Ohw apa nih?" tanyanya melihat isi didalamnya.


"Makanan" jawab Alvin.


"Oke thanks kalau gitu" ujar Arka menerima, kebetulan ia juga sedang lapar.


"Gue balik dulu kalau gitu bang" ujar Alvin.


"Nggak mampir dulu? Ketemu Zea gitu!" tawar Arka.


Alvin menggeleng sambil tersenyum, "Maunya sih gitu, tapi udah malem. Biarin dia istirahat, dia pasti capek!" tanggap Alvin.


"Ha-ha bisa aja lo!" ujar Arka merangkul sambil menepuk bahu Alvin.


Alvin tersenyum canggung, "Kalau gitu gue balik sekarang ya bang! Sampein salam ke orang rumah" pamit Alvin.


"Oke! Hati hati" ujar Bang Arka.


Alvin menggangguk lantas masuk kedalam mobil dan menyalakan mesin mobilnya meninggalkan rumah Zea.


Arka kembali ke motornya, menuntut motornya masuk kedalam rumah, kemudian memarkirkannya. Setelahnya ia lantas masuk kedalam rumah.


Dilihat suasana rumah yang sudah sepi dan gelap. Ia pikir kedua orangtuanya telah tidur di kamar.


Ia berjalan kearah dapur hendak menegak segelas air.


"Baru pulang bang? Mau makan?" tanya Mama Tia menghampiri. Arka lantas menoleh.


"Eh Ma!" Arka menyalimi mama Tia.


"Iya ma, itu ada titipan dari Alvin tadi balik kesini lagi" tunjuk Arka pada bag Alvin yang ia letakan di meja makan.


"Selalu aja tuh anak repot repot segala" seru Mama Tia membuka bag yang Alvin berikan. Mengeluarkan isi didalamnya.


Zea yang berada dikamar turun ke dapur karena juga merasa haus. Ia melihat lampu dapur yang menyala.

__ADS_1


"Ma, Bang" panggil Zea membuat keduanya menoleh.


"Eh kirain udah tidur anak mama" ujar Mama Tia melihat putri kesayangannya itu datang.


"Ngapain ma?" tanya Zea melihat apa yang mama Tia lakukan.


"Ini ngeluarin makanan, buat Abang makan" Zea mengernyitkan melihat bag yang sama dengan yang Alvin bawa.


"Tadi Alvin balik kesini" ujar bang Arka menjawab pertanyaan dibenak Zea.


"Ohw" balas Zea mengambil gelas dan menuangkan air ke dalamnya.


"Kok kamu nggak ngelarang Alvin sih Ze! gini kan mama jadi merasa ngerepotin" ujar Mama Tia.


"Zea aja nggak tau kapan Alvin pesannya ma, ku kira tadi Alvin beli buat orang rumah" jelas Zea.


'Mungkin waktu Alvin pergi waktu itu kali ya' Zea mengingat ingat kapan Alvin memesan.


"Yaudah sih ma, syukurin aja. Mungkin itu rejeki Abang. Malem malem dapat makanan enak" ujar Arka sambil cekikikan.


"Ish bisa aja kamu" timpuk mama Tia di punggung Arka.


Arka lantas duduk di kursi meja makan. Membuka isi didalam kotak yang Alvin berikan. Mengambil peralatan makan yang juga sudah tersedia. Lalu memakannya dengan lahap.


"Enak bang?" tanya Zea melihat cara makan abangnya yang seperti kesetanan.


"Enak" jawabnya. Zea bergidik melihatnya.


"Laper ma, Abang belum makan dari siang. Lagian ini enak, bikin kalap!" jelas Arka.


Mama Tia hanya bisa geleng geleng kepala.


Zea pun akhirnya menghiraukan berlalu meninggalkan keduanya kembali menuju kamar setelah memuaskan dahaganya. Ia terlantang tidur di pinggir kasur disamping kedua sahabatnya yang sudah tiba di alam mimpi.


...****************...


Zea bangun pagi-pagi sekali dengan badan yang meriang dan lemas. Entah kenapa tubuhnya kini serasa berat. Zea menoleh kesamping melihat kedua sahabatnya yang masih terlelap.


Zea bangkit dengan sekuat tenaga menuju kamar mandi. Ia menyiram tubuhnya mengabaikan dinginnya air yang terasa dikulitnya.


Dengan buru buru Zea menyudahi mandinya ia lalu mendekat kearah dua sahabatnya itu.


"Cha, Key, bangun!" panggil Zea menggoyangkan goyangkan tubuh keduanya.


"Key Cha, bangun! Katanya hari ini mau pulang. Buruan bangun, beres beres. Kita juga masih sekolah hari ini" seru Zea membangunkan keduanya.


Tak ada respon dari keduanya, Zea berjalan kesamping kasur menepuk-nepuk pipi Keyla membuat Keyla merenguh.


"Ukhh, apa Ze! Gue masih ngantuk" rintih Keyla khas bangun tidur.


"Bangun!" ujar Zea lagi menggoyangkan tubuh Keyla. Keyla dengan terpaksa bangkit dengan posisi duduk melihat kearah Zea.

__ADS_1


"Buruan mandi sono! Kita masih sekolah, katanya hari ini juga mau pulang" seru Zea mendapat anggukan dari Keyla.


"Buru! Habis itu bantuin gue bangunin Icha" lanjutnya.


"Iya ngumpulin nyawa bentar" ujar Keyla.


Zea akhirnya menjauh dari kasur menuju lemari pakaian. Ia mengambil seragamnya yang sudah tertata rapi di dalam lemari begitu pula dengan seragam Keyla dan Icha.


Keyla duduk termenung beberapa saat hingga gadis itu bangkit menuju kamar mandi dengan sempoyongan.


Keyla keluar dari kamar mandi dan saat itu juga Zea selesai berganti seragam.


Keduanya mendekat kearah Icha. Membangunkan gadis itu dengan sekuat tenaga.


"Cha! Cha! Bangun" seru keduanya.


Zea dan Keyla saling menghela nafas kenapa mereka merasa hari ini sangatlah berat untuk mereka.


Zea dan Keyla masih mencoba membangunkan Icha yang terlelap entah sedang bermimpi apa. Akhirnya setelah godaan rayuan bahwa mereka akan meninggalkan Icha sarapan jika tak bangun, gadis itu membuka matanya juga.


"Tungguin, gue juga mau makan!" seru Icha menatap keduanya. Lantas Icha menunjukan cengirannya pada keduanya dengan malu malu.


"Buru mandi sono! Susah banget sih dibangunin" keluh Keyla mendorong tubuh Icha.


"He-he-he, iya otw" Icha bangkit menuju kamar mandi dan setelah itu Keyla berganti pakaian dan Zea ke meja riasnya hendak menyisir rambut dan menggenakan bedak tipis diwajahnya tak lupa sunscreen terlebih dahulu untuk menghalau sinar matahari langsung ke kulitnya.


Zea siap dengan penampilannya kemudian ia membantu Keyla dan Icha, dengan barang barang mereka yang akan mereka bawa pulang. Untung saja Zea selesai menata buku ketiganya kemarin malam karena ia tak bisa tidur, jadilah aksi gabutnya dengan mengemasi beberapa barang kedua sahabatnya walau tidak semua.


Saat Icha keluar dari kamar mandi. Zea dan Keyla sudah siap dengan segalanya termasuk mengemasi barang barang Icha yang membludak.


"Udah beres ya?" tanya Icha sambil tersenyum.


"Hmm" jawab keduanya ogah-ogahan.


"Lup lup deh kalian berdua" seru Icha menautkan jari telunjuknya dan jempolnya membentuk hati mengarahkan kepada keduanya.


"Buruan siap siap Cha! Kita tunggu dibawah ya. Mau naruh barang barang ke mobil" ujar Keyla.


"Oke siap bos! Nanti gue traktir di kantin deh, sebagai wujud kebaikan gue" seru Icha narsis.


"Serah lo dah Cha" Zea dan Keyla mengangkat tas tas yang berisi pakaian dan peralatan sehari hari Keyla dan Icha. Keduanya turun dari tangga, keluar rumah, menuju garasi dimana mobil Keyla berada.


bukk


Bunyi pintu jok belakang Keyla yang tertutup


tin tin


Suara klakson membuat mereka menoleh. Alvin keluar dari mobil dengan senyuman menawan tanpa kacamata bulat yang biasa pria itu pakai.


TBC

__ADS_1


ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ


__ADS_2