My Posesif Nerd

My Posesif Nerd
22. Pertengkaran


__ADS_3

Hubungan Zea dan Alvin makin dekat. kedekatan keduanya membuat Zea makin curiga mengenai jati diri Alvin yang sebenarnya.


Diamnya bukan berarti dia Bodoh dan tak mengetahui bahwa ada yang salah dengan pria itu. Namun setiap alasan dan setiap tindakan yang Alvin perbuat untuk menutupi identitasnya membuat Zea bungkam dan terlena.


Tanpa Zea sadari dirinya semakin terjerat dengan kungkungan Alvin. Seperti halnya sekarang ini..


"Al, udah ya lo gak usah ikut. Gue kan gak sendirian. Ada Icha sama Keyla juga. Lagian ini juga disuruh oleh sekolah, bukan gue yang mau!" ucap Zea memelas berharap pria itu mendengarkan ucapnya.


Semakin hari sikap Alvin mulai menjadi. Alvin ingin tau semua hal yang gadis itu lakukan.


"Ckk, oke gue gak ikut" Decak Alvin berlalu pergi meninggalkan kumpulan anak itu, Zea hanya bisa diam menatap kepergiannya.


Belum tau saja, apa yang diinginkan Alvin harus terwujud.


Zea dan beberapa orang yang ada disana yang rata rata memiliki wajah tampan, cantik dan menarik. Seperti anggota Aodra, anggota osis termasuk ketua osis yang bernama Reynard atau disapa Rey itu, juga anggota geng Vara dengan kedua temannya yaitu Sisi dan Nia serta beberapa murid lainnya. Mereka sedang bersiap menaiki bus milik sekolah.


Mereka berencana hanya untuk meninjau tempat yang akan mereka pakai untuk syuting film yang nantinya akan dilombakan oleh sekolah. Sebenarnya tidak wajib semua orang untuk ikut, namun dengan dalih penasaran. Mereka menjadikan tempat itu supaya terbebas dari pembelajaran disekolah.


Ketika semua orang sudah naik dalam bus. Kepala sekolah datang dan menghampiri mereka dari arah belakang nampak seseorang pria dengan senyum lebar yang mengikuti.


"Pak burhan, saya tambahkan satu orang. Saya akan membicarakan hal ini kepada sang penulis mengenai penambahan satu orang" jelas kepala sekolah.


Pak burhan hanya mengangguk tak bisa membantah. Alvin masuk kedalam bis dengan wajah kemenangan.


Sikap Alvin yang selalu Zea anggap beruntung inilah yang selalu membuat Zea curiga.


Alvin mendekat kearah Zea berada dan disamping gadis itu duduk seorang pria yang membuatnya menatap tidak suka. Pria itu adalah Rey.


Alvin mengkode kearah teman temannya yang berada didalam bus untuk menyingkirkan pria yang ada disamping wanitanya itu.


Dengan sigap mereka langsung merangkul leher Rey menjauhkannya dari Zea dengan alibi cewek dan cowok dilarang duduk berdua.


Rey tidak bisa menolak, walaupun dia ketua osis namun orang yang paling berkuasa disekolah adalah geng Aodra. Dirinya menjadi ketua osis juga ada campur tangan geng Aodra. Walaupun dia sendiri bukan termasuk salah satu anggota geng.


Lantaran anggota geng Aodra adalah orang yang rata rata berkaitan dengan dunia gelap. Yang ada buka menstabilkan sekolah, bisa bisa hancur sekolah mereka.


Alvin duduk disebelah Zea yang bungkam saat Alvin menyapanya. Alvin tau bahwa sikapnya yang selalu semena mena dapat membuat Zea curiga.


"Lo mau alesan apa lagi?" tanya Zea. Alvin hanya tersenyum menanggapi, membuat teman temannya yang satu bis itu bergidik ngeri. Lantaran Alvin yang mereka kenal adalah orang yang jarang sekali tersenyum.


Rey hendak protes ketika melihat Alvin yang dimatanya sebagai orang lemah, culun, cupu, dan notabennya adalah seorang nerd duduk disamping Zea. Namun dicegah oleh Julian dan Satya yang menahan pria itu untuk diam.


"Makin lama gue kenal lo, lo makin aneh Al." mata Zea memandang dengan curiga.


"Gak usah dipikirin Ze, yang ada kepalamu sakit mikirnya. Nikmatin aja!" seru Alvin gemas dengan gadis itu.


...****************...


Bus berjalan mengikuti arah dari jalan tol yang akan memandu mereka supaya cepat mencapai tujuan. Zea diam menikmati pemandangan disamping jendela bus.


"Ze, Ze!!" Panggil Icha dan Keyla membuat Zea menoleh.


"Kenapa?" tanya Zea.


"Perut gue sama Icha mules nih Ze, bilangin pak burhan dong Ze." ucap Keyla pelan, diangguki Icha yang memegang perutnya. Menahan sakit.


Zea mengangguk paham, "Oke." ucap Zea tersenyum.


Zea berdiri membuat Alvin yang bersandar sembari memejamkan mata merasakan pergerakan dari gadis itu menoleh dan membuka matanya.


"Mau kemana?" tanya Alvin.


"Mau ke pak Burhan" jawab Zea.


"Mau ngapain?" tanya Alvin kembali.

__ADS_1


"Haduh Al, biarin Zea lewat. Kalok mau tanya tanya ntar aja deh, kita udah gak kuat nih" keluh Keyla namun tak dipedulikan oleh Alvin karena pria itu masih menatap Zea.


"Minggir Al, sebentar doang!" pinta Zea membuat pria itu menurut dan membiarkan Zea lewat.


Zea berjalan kearah pak Burhan yang duduk didepan, dekat dengan pengemudi bus.


"Pak Burhan pak!" panggil Zea keras membuat pria itu menoleh.


"Ada apa Zea?" tanya pak Burhan.


"Perut Keyla sama Icha sakit pak" kata Zea pelan hampir tak terdengar karena suara musik yang diputar.


"Apa Ze, bapak gak dengar suara kamu. Coba lebih keras" pinta pak Burhan.


"Perut Keyla sama Icha sakit pak" Zea bersuara normal namun masih tak bisa didengar oleh pak Burhan.


Zea mendengus kesal, 'Astaga, nih guru budek apa gimana sih!!" keluh Zea dalam batin.


Tak menyerahkan sampai disitu, Zea berusaha menjelaskan kepada pak Burhan,


"Pak Burhan, Pe-rut Keyla sama Icha sa-kit pak" ucap Zea masih dengan normal, memegang sembari mengelus perutnya supaya pak Burhan paham.


"Kamu lapar Zea?? nih ada roti" tawarnya.


"PAK BURHAN!!, PERUT KEYLA SAMA ICHA MULES PAK" teriak Zea lantang membuat pria itu kaget.


"ZEA!" pekik kedua sahabatnya dari arah belakang. Zea menatap keduanya memelas, habis tak tau lagi cara supaya pak Burhan mengerti ucapannya.


"BHUAHAHAHAHA....." Seketika tawa murid murid yang ada dibus pecah membuat kedua orang tadi bersembunyi menahan malu.


Zea menggaruk belakang kepala yang tidak gatal. "Habis ini kita turun ke rest area" ucap Pak Burhan, membuat Zea mengangguk dan mengucap terima kasih.


Zea kembali ketempat duduknya, diarah Samping terdapat kedua temannya yang melotot kearahnya.


"Sorry habis telinga pak Burhan pekak, gue kan jadi kesel. Kelepasan deh jadinya" adu Zea meminta maaf kearah kedua dengan mengatupkan telapak tangannya.


Alvin yang melihat pertengkaran kecil ketiga sekawan itu hanya terkekeh kecil. Dimatanya semua ekspresi Zea itu menggemaskan.


...****************...


Mereka turun disebuah Rest area. Zea menemani kedua temannya itu kearah kamar mandi. Alvin sebenernya ingin ikut menemani namun dilarang oleh Zea.


"Kalian berdua makan apa sih, kok bisa sama sama mules?" tanya Zea penasaran. Ketika kedua temannya itu sudah keluar dari kamar mandi


"Tau nih, kayaknya perut gue udah gak menerima makanan murah selepas makan makanan yang lo bawa pulang waktu itu Ze" keluh Keyla.


"Iya nih Ze!! selepas makan-makanan yang lo bawa, lidah gue jadi mewah. Selera gue langsung berubah" ucap Icha lebay membenarkan.


"Hidih, aneh aneh aja kalian ini. Kalian ini sakit perut gara gara makan seblak pedas kemarin malem kan. Gue yang level 3 aja kepedesan, apa lagi kalian yang minta nambah 2 level. padahal level maksimalnya 5 kalian malah minta 7. Gila kalian berdua" keluh Zea menatap keduanya yang masih menahan perut.


"Udah Ze diem, sakit nih perut gue" ucap Icha, kini mereka duduk didepan mini market yang ada di rest area.


"Tunggu sini!" tutur Zea masuk kedalam mini market membelikan obat dan air mineral untuk keduanya.


Zea kembali menghampiri keduanya. "Nih minum" Zea menyodorkan apa yang dia beli kearah keduanya.


"Thanks" ucap keduanya menatap Zea tersenyum, diangguki Zea yang masih khawatir akan kondisi mereka.


"Zea, Keyla, Icha" Suara yang memanggil membuat yang punya nama menoleh.


"Alvin, kalian! ngapain kesini?" tanya Zea menatap gerombolan itu mendekati mereka.


"kalian gak apa apa?" tanya kak Rey.


"Lo gak apa apa Cha?" Satya bertanya khawatir melihat kondisi gadis masa kecilnya itu.

__ADS_1


"Kita gak apa kak Rey" jawab Icha tak membalas ucapan Satya.


Satya kecewa pertanyaan tak dibalas. Julian menepuk bahu soibnya itu menguatkan.


"Kalok kalian gak apa apa, ayo balik. Kita ditunggu pak Burhan." Ucap Kenan menengahi.


Mereka semua kembali ke tempat dimana pak Burhan berada.


"Pak Burhan" Sapaan itu membuat pak Burhan menoleh.


"Udah selesai?" tanya pak Burhan.


"Udah pak" jawab Zea.


"Oke, bapak tinggal sebentar ya. Kalian tunggu disini!! jangan kemana mana. Kalian ikut saya" perintah pak Burhan menunjuk kearah anggota anggota Aodra juga Alvin termasuk.


Selepas kepergian keenam orang itu, Vara dan teman temannya menatap ketiga gadis itu sinis.


"Nyusain banget sih kalian, jemput 3 orang aja pakai ramai ramai gini" ketus Vara yang iri dengan ketiganya.


"Tauk tuh, ganjen banget jadi orang" ledek Sisi, teman Vara.


"Bilang aja kalian syirik" balas Zea tepat sasaran.


"Apa lo bilang?" hardik Vara tak terima.


"Apa? yang gue bilang benar kan?" tantang Zea menyeringai kearah ketiganya.


"Dasar! jadi cewek irian banget, iri pertanda tak mampu hahahaha..." tambah Icha meledek, Zea dan Keyla ikut tertawa.


"Diem Lo Keyla, ngapain lo ikut ketawa" tunjuk Nia kearah Keyla. Keyla menantang dengan mendongakkan dagunya.


"Habisin aja mereka Var!" seru sisi kepada Vara.


"Apa? mau main main sama kita? ayo sini!!" tantang Zea bergerak maju.


"Sini lo sisi ingus, lo berhadapan sama gue" Tunjuk Icha kearah Sisi.


"Lo juga sini sama gue, beraninya cuma tunjuk tunjuk doang" balas Keyla kepada Nia.


Yang lainnya yang melihat perdebatan ke enam orang yang seperti musuh itu bingung harus melakukan apa. Ray yang sebagai ketua OSIS memiliki tanggung jawab untuk menertibkan mereka mencoba melerai.


"Udah udah kalian kok pada kelahi!" lerai Rey padahal niat aslinya mencoba sok menjadi penengah namun gagal.


"Diem kak Rey, kakak gak usah ikut campur urusan kita" cetus Zea kearah Rey.


"Mending kak Rey diem aja, gak usah ikut campur" Tambah Vara tak mau kalah.


Pertengkaran tak terelakan. Keenam orang itu saling menyerang, dengan keadaan sekarang posisi Zea dan teman temannya lebih unggul.


Zea mengunci tangan Vara kebelakang membuat gadis itu mengaduh kesakitan. Sedangkan disisi Icha gadis itu menarik rambut sisi keras walaupun rambutnya juga ikut tertarik, namun tenaga Icha lebih kuat. Membuat sisi lebih kesakitan dari pada icha dan Keyla juga tak ada bedanya dengan keduanya.


Semua orang hanya menatap pertengkaran itu tak berani melerai. Sampai suatu suara tegas membuyarkan mereka.


"Berhenti" suara tegas pria itu membuat mereka menoleh.


Keyla, Icha, Nia, dan Sisi sudah melepaskan masing masing. berbeda dengan Zea yang masih dalam posisi semula bahkan menekan kuncian tangannya pada Vara membuat gadis itu berteriak.


"Zea!" bentak Alvin membuat Zea melepaskan Vara yang mengaduh kesakitan.


Zea menatap Alvin kesal lalu membuang mukanya kearah berlawanan. Dari arah belakang Pak Burhan dan anak Aodra lain datang.


"Ada apa ini?" tanya Pak Burhan.


"Gak ada apa apa pak, kita lanjutkan perjalanan saja" Alvin menjawab sembari menatap kearah semua orang supaya tak memperbesar masalah.

__ADS_1


TBC..


ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ


__ADS_2