
Alvin dan Geo yang sudah siap dengan pakaian yang rapi dengan dokumen di tangan Geo. Karena sebelumnya selepas mereka berbincang bincang membahas hal hal berkaitan dengan detail detail kecil yang nantinya akan mereka ajukan. Ditemani beberapa kalimat mengenai kehidupan pribadi seputar geng dan kendaraan kendaraan mewah.
Bahkan tak terasa waktu perjanjian negosiasi bisnis semakin dekat, membuat Alvin harus pergi kembali ke kamarnya untuk mengganti pakaian lebih rapi, demi menghormati rekan kerja samanya.
Alvin dan Geo sudah menaiki mobil dengan Eric sebagai supir menuju ke sebuah restoran mewah yang biasa digunakan untuk pertemuan bisnis.
Alvin masuk kedalam ruangan yang didalamnya sudah ada pemimpin perusahaan xxx yang akan menjadi rekan bisnisnya.
"Tuan Hugo!" sapa Alvin menjabat tangan pria paruh baya didepannya ini.
"Tuan Alvin" pria itu membalas jabatan tangan Alvin.
"Perkenalkan ini asisten saya, Geo" Geo dan Hugo saling berjabat tangan memperkenalkan diri.
"Ini sekertaris saya, James" ujar Hugo ikut memperkenalkan orang yang mendampingi.
"Kalau begitu saya akan permisi kedepan agar tidak menggangu pembicaraan anda sekalian! Saya permisi" ujar Eric berpamitan keluar.
"Terima kasih atas kerja kerasmu wakil sekertaris Eric" Eric mengulas senyum menunduk dengan sopan sebelum keluar dari ruangan itu.
"Silahkan duduk Tuan tuan" ujar Hugo pada Alvin dan Geo.
Keduanya mengangguk, "Terima kasih" lantas Alvin duduk berhadapan dengan Hugo. Sedangkan Geo tidak ikut duduk, ia berdiri di samping Alvin sama seperti sekertaris James. Guna nantinya menyerahkan dokumen dokumen yang nanti akan diperlukan Alvin dan diserahkan pada Hugo. Karena meja mereka sedikit lebar dan berjarak.
"Kita mulai negosiasinya Tuan Hugo" ujar Alvin sambil membuka dokumen yang ada beberapa kalimat disana yang sudah ia tandai.
"Tentu! Silahkan dimulai" balasnya.
Kemudian negosiasi antara satu sama lain berjalan dengan intens. Hugo mengira Alvin hanya akan mengatakan hal hal yang ada di dalam dokumen saja, seperti layaknya perwakilan perusahaan lainnya. Namun siapa sangka Alvin membuatnya menjadi lebih sigap dan mendetail. Bahkan tak melewatkan hal hal sekecil apapun.
Hingga waktu terus berlalu dengan lambat. Namun persetujuan yang menguntungkan dari dua pihak berhasil di dapat.
"Bagaimana kalau kita makan siang dulu tuan Alvin, sebelum anda pergi! Anggap saja ini sebagai tanda kerjasama yang kita lakukan" ujar Hugo.
"Tentu, kebetulan saya dan asisten saya juga belum makan siang" ujar Alvin menyetujui sebagai formalitas.
"Ohw begitukah? Kalau begitu, Tuan Geo silahkan duduk" ujar Hugo. Geo mengangguki sembari melempar senyum duduk di kursi yang disediakan.
"Terima kasih" ujar Geo. Hugo ikut melempar senyum pada Geo.
Kemudian Hugo menoleh kepada James dan diangguki pada pria itu, pergi keluar ruangan guna memanggil pelayan untuk menyiapkan makanan yang sebelumnya mereka pesan untuk menjamu Alvin dan Geo di awal.
Para pelayan datang dan mulai menyajikan makanan dimeja.
__ADS_1
"PERE!! (ayah: dalam bahasa Perancis)" teriak seorang gadis dari luar, membuka pintu ruang mereka dengan kasar, datang menghampiri Hugo.
"Bella! Kamu nggak lihat, Pere sedang ada tamu" tegur Hugo pada sang putri.
Bella, anak perempuan Hugo cemberut kemudian menoleh kearah sang tamu. Saat matanya melihat kearah Alvin, dia tersenyum.
"Hai! Kita ketemu lagi!" ujarnya dengan senyum sumringah antusias kearah Alvin.
Alvin mengangkat wajah melihat siapa gadis itu kemudian alisnya bertaut. Gadis yang menumpahkan kopi kebajunya ini lagi dan sekarang dia adalah anak dari partner bisnisnya saat ini. Tidak bisa dipercaya. Adakah kebetulan semacam ini? Alvin kesal tapi tak bisa berbuat apa-apa.
"Kalian sudah pernah ketemu?" tanya Hugo penasaran menatap kearah sang putri.
"Iya Pa! Waktu itu aku tak sengaja menumpahkan kopi di baju tuan Alvin" ujar Bella sembari menunduk menunjukkan bahwa ia menyesal.
"Astaga! Tuan Alvin saya minta maaf atas apa yang putriku lakukan! Saya tidak tahu bahwa putri saya membuat kekacauan, seharusnya saya minta maaf lebih awal. Saya akan pastikan menghukum putri saya agar lebih berhati-hati kedepannya" ujar Hugo.
"Pa?" sentak Bella pada sang ayah.
"Ah itu tidak perlu tuan Hugo, itu hanya ketidak seng-aja-an saja. Saya sudah melupakannya" ujar Alvin bersikap ramah.
"Begitukah? Terima kasih kalau begitu. Bella, kamu juga ucapankan terimakasih" ujar Hugo pada sang putri.
"Terimakasih tuan Alvin" ujar Bella, Alvin mengangguk sebagai balasan.
James mengangguk mengerti, pergi berbicara pada seorang pelayan untuk mengatakan maksudnya pada manajer restoran. Kemudian manajer restoran itu datang dan berbincang sedikit dengan James, akhirnya menggangguk dan menunduk hormat.
Tak lama kemudian manajer restoran datang bersama James dengan sebuah troli dan sebotol minuman berupa wine yang di letakan kedalam wadah yang berisi es dan air. Kemudian sang manajer meletakannya di tengah tengah meja.
"Silahkan" ujarnya.
"Tolong sajikan" perintah Hugo pada sang manajer dan diangguki.
Penutup wine itu dibuka, kemudian dituangkan pada gelas semua orang yang ada di meja. Setelah semuanya terisi, manajer itu pergi dengan hormat.
"Silahkan tuan Alvin, tuan Geo" ujarnya mengangkat gelas, mengarahkannya pada Alvin dan Geo. Alvin dan Geo melakukan hal yang sama mengarahkan pada Hugo dan James, juga Bella.
Keduanya mencoba sedikit rasa wine yang ada didalamnya.
"Bagaimana?" tanya Hugo menanyakan pendapat.
"Ya! Ini salah satu wine kualitas terbaik" Alvin melempar senyum bisnis pada Hugo.
Hugo terkekeh mendengar apa yang Alvin katakan, "Kalau begitu silahkan dinikmati hidangannya, kita bisa melanjutkan obrolan santai setelah makan. Bagaimana tuan Alvin, tuan Geo?" tanya Hugo meminta pendapat.
__ADS_1
"Tentu" jawabnya.
Mereka mulai makan, makanan yang disajikan restoran tersebut. Menikmatinya dengan diam. Hingga mereka selesai dan piring piring itu diangkut oleh pelayan. Diganti dengan beberapa makana ringan sebagai teman ngobrol dengan botol wine didepan mereka.
"Bolehkan saya berbincang santai tuan Alvin, tuan Geo?" tanya Hugo.
"Tentu! Silahkan" jawab Alvin.
Hugo menatap kearah gelas winenya, menggoyangnya kemudian meminumnya sedikit. Kemudian melihat kearah Alvin.
"Pertama kali saya melihat anda dan tuan Geo, saya kira anda masih anak sekolahan tuan Alvin, hingga saya semoat meragukan kemampuan anda! Tapi saat saya bernegosiasi bisnis dengan anda tadi, saya sempat tertegun dengan kemampuan kalian berdua. Itu sangat luar biasa!" ujar Hugo mengungkapkan beta hebatnya Geo dan Alvin dalam negosiasi bisnis.
"Hahahaha, terima kasih atas pujiannya! Lalu, Perkiraan anda tidak salah tuan Hugo. Saya dan Geo memang masih anak sekolahan! Mohon maaf karena Daddy saya tidak bisa bernegosiasi langsung dengan anda dan sebagai gantinya saya dan Geo yang dikirim kemari untuk menggantikan beliau!" ujar Alvin menjelaskan.
"Wow saya benar benar terkejut dengan hal ini. Kalau begitu, dengan kata lain. Anda ini penerus perusahaan yang mendatang? Benar begitu kan tuan Alvin?" tanyanya.
"Bisa dibilang begitu" Alvin kembali mengangkat gelas winenya sedikit sambil tersenyum tipis, menyesap winenya didalam gelas.
Sedangkan disana Bella tersenyum sumringah, 'Wah ini benar benar jackpot jika gue bisa dapetin dia! Padahal gue mau deketin agar negosiasinya lancar, tapi siapa tau kalau yang negosiasi itu pemimpin perusahaan Immanuel yang selanjutnya. Ini kesempatan besar. Bisa aja dia jadi takdir gue kan? Kalau gue bisa dapetin dia, hidup gue pasti terjamin!" batinnya senang dalam hati.
"Kalau begitu anda pasti seumuran dengan putri saya. Putri saya saat ini juga masih sekolah, tapi dia tidak belajar di sekolah umum melainkan homeschooling. Bagaimanapun menurut anda?" tanya Hugo meminta pendapat.
"Ya tentu, mungkin kita bisa ber-ramah tamah karena perusahan anda dan saya dimasa mendatang mungkin akan saling terhubung. Bukan begitu?" Alvin menampilkan senyum bisnis pada Bella, namun Bella mengartikan lain bahwa Alvin juga tertarik padanya.
"Tentu!" jawab Bella malu malu.
"Tuan Hugo! Sepertinya kita harus kembali ke perusahaan sekarang!" ujar James memberi tahu.
"Ah begitu, sudah waktunya ya!" ujar Hugo. James mengangguk.
"Kalau begitu saya permisi dulu, Tuan Alvin, tuan Geo. Masih banyak pekerjaan yang harus saya lakukan dikantor" Ujar Hugo sembari bangkit di ikuti Alvin dan Geo.
Keduanya saling berjabat tangan.
"Semoga kerja sama kita berjalan dengan baik nantinya" Hugo lanjut berbicara.
"Tentu! Saya juga berharap begitu tuan Hugo! jawab Alvin membalas jabat tangan dari Hugo.
"Selamat menikmati waktu anda ketika berada di kota Paris ini tuan tuan" ujar Hugo pada keduanya. Alvin dan Geo hanya bisa tersenyum mendengarnya.
TBC
ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ
__ADS_1