
"Ayo Ze! Buru!" seru Icha memasuki mobil Zea.
Zea melajukan mobilnya dengan kecepatan sedang menuju tempat Keyla berada.
"Ze! Bisa agak cepet nggak!" ujar Icha sedikit gelisah melihat jalan di depan.
"Kenapa sih Cha? Buru buru banget! Lagian Keyla juga gak bakal kemana mana!" ujar Zea heran.
"Ish! Nanti gue kasih tau! Pokoknya sekarang, lo cepetan nyetirnya!" seru Icha mendesir dan setengah memaksa.
"Hm!" gumam Zea.
Zea dengan keahliannya melajukan mobilnya dengan cepat ke rumah Keyla yang jaraknya sedikit jauh dari tempatnya dan Icha tinggal.
Tringg
Satu pesan masuk berbunyi dari handphone Zea.
"Cha! Tolong check in hp gue, siapa tau penting" seru Zea masih fokus pada jalanan di depan.
"O, Oke" ujar Icha.
Tanpa basa basi. Icha mengambil handphone Zea, membuka handphone gadis itu melihat siapa yang mengirim chat.
Keyla
P
Ze
Lo jemput gue di halte deket rumah gue aja, gue udah disana
Begitulah isi pesan dari Keyla.
"Ze! Keyla minta di jemput di halte dekat rumahnya!" tutur Icha.
Alis Zea terangkat.
"Nggak biasanya?! Emang kenapa sih Cha? Kayaknya dari tadi gelisah mulu" Zea bertanya tanya.
"Tadi kan waktu lo sama Alvin pulang duluan, gue kan mau ke parkiran nemenin Keyla nunggu jemputan dan ternyata yang jemput itu anak paman Keyla. Gak ada yang aneh sih Ze! Tapi nih ya! waktu tau cowok itu yang jemput, gue perhatiin muka Keyla aneh banget, kayak takut gitu! Keyla bilang okey tapi gue yang gak peka aja ngerasain aneh! Terus gara gara Satya dateng, Keyla jadi nyuruh gue pergi duluan. Gue khawatir sama Keyla Ze! Gue nggak pengen ninggalin tapi Satya bilang ada urusan dan harus cepet cepet! Gue takut Keyla kenapa napa!" jawab Icha panjang lebar dengan gelisah.
Zea mengernyit mendengar cerita Icha, "Anak paman Keyla?" Zea menoleh semakin bertanya tanya.
"Yup!" jawab Icha mengangguk cepat.
Perasaan Zea jadi semakin tak karuan, Zea melajukan mobilnya semakin cepat.
"Lo kenal Ze?" tanya Icha gelisah dalam duduknya.
"Kayaknya pernah ketemu sekali deh waktu Keyla masih tetangga gue! Seinget gue, Pas kenalan bilangnya paman Keyla, tapi setau gue nyokap bokap Keyla itu anak tunggal. Orangnya aneh! Apa jangan jangan Keyla ada masalah ya?" Zea menebak nebak ikut gelisah.
"Duh gimana nih! Cepetan Ze!" ujar Icha menggoyang bahu Zea.
"Oke lo tenang Cha! Lo pegangan!" seru Zea.
Zea menekan gas mobilnya hingga maks, ia semakin melajukan mobilnya dengan kecepatan tinggi, melewati kendaraan di depannya hingga terkadang membuat pemilik kendaraan lain mengklakson mobilnya. Mereka menuju halte dekat rumah Keyla berada. Hingga dari jauh, keduanya bisa melihat Keyla disana sedang membawa tas ransel besar di punggungnya.
Zea mengendari mobilnya mengarah ke halte.
"Keyla!" Panggil Zea dan Icha pada Keyla yang sedang duduk.
"Hei!" ujar Keyla tersenyum.
Keyla mendekat dan dengan cepat masuk ke dalam mobil Zea.
__ADS_1
Zea dan Icha menoleh kebelakang memperhatikan wajah Keyla yang nampak santai namun ada guratan yang muncul diwajahnya. Keyla nampak gelisah. Tapi sepertinya tak ada yang aneh dengan diri Keyla.
"Nanti gue ceritain! Kita ke sana dulu!" ujar Keyla pada keduanya. Keyla yang peka tau bahwa keduanya pasti bertanya tanya.
"Oke!" jawab Zea.
Zea berbalik, ia mulai menjalankan mobilnya kembali meninggalkan tempat itu.
"Em..Ini jadi ke tempat spa?" tanya Zea bimbang.
"Jadi dong! Agak cepet ya Ze! Badan gue rasanya mau copot semua nih hehehe!" seru Keyla dengan tawa sumbang.
"Oke" jawab Zea.
Zea melajukan mobilnya dengan cepat menuju tempat spa yang menjadi langganan ketiganya. Mereka masuk kedalam dan menuju tempat pelayanan.
"Selamat datang!" sambut pegawai didalamnya.
"Hai! Atas nama Keyla ya!" ujar Keyla mendekat bersama Zea dan Icha.
"Mohon tunggu sebentar!" ujar resepsionis itu sambil mengecek daftar pengunjung. Ketiganya menunggu.
"Oh ya Tante Lina mana?" tanya Keyla dengan ramah pada sang resepsionis itu.
Sebelumnya setelah Keyla mendapat ide. Gadis itu dengan segera melakukan reservasi dan untung saja Keyla kenal dekat dengan pemilik tempat itu membuat ia mendapat sedikit layanan khusus dari sana.
"Halo! Ini Keyla, Zea, dan Icha kan?" tanya seorang pekerja disana datang menyambut ketiganya.
"Iya!" jawab ketiganya tersenyum.
Perempuan itu mengkode pada resepsionis di depannya.
Perempuan itu mengangguk berbalik pada ketiganya, "Silahkan!" ujarnya menuntun. Zea, Keyla, dan Icha mengikuti.
"Sebelumnya Bu Lina udah pesan kalau anak temannya bakal datang kesini dan menyuruh kami langsung melayani, dan beliau minta maaf karena tidak bisa kesini. Ada keperluan mendesak, begitu kata beliau!" tutur perempuan itu sambil berjalan mengarahkan ketiganya.
"Hallo!" sapa wanita itu.
"Halo dok!" sapa ketiganya.
"Mau ngapain hari ini?" tanya wanita itu tanpa basa basi karena ketiganya saling kenal.
Zea, Icha, dan Keyla saling tatap. Mereka memang berencana datang namun belum membahas akan perawatan apa hari ini.
Keyla mengulas senyum lebar, "Saya mau paket lengkap!" seru Keyla lantang tiba tiba.
"Ha?" Zea dan Icha tercengang.
Keduanya membelak akan perkataan keyla. Zea menoleh pada Keyla, memegang bahu Keyla membalikkan tubuh Keyla agar menatapnya.
"Key lo serius? Lo sakit?" seru Zea memegang dahi Keyla yang nampa normal.
Keyla tersenyum, menyingkirkan tangan Zea di dahinya. Ia memegang bahu Zea balik.
"Tenang aja! Gue nggak sakit! Hari ini gue yang traktir!" ujar Keyla dengan mudahnya.
Zea dan Icha terdiam bahkan tak bisa berkata kata.
"Mohon bantuannya dok!" tutur Keyla pada wanita di depannya.
"Oke kalau gitu, silahkan ikuti mbak mbak di depan" ujar sang dokter.
Zea dan Icha masih terdiam di tempat hingga Keyla menarik ketiganya keluar mengikuti pegawai yang akan mengurus ketiganya.
"Silahkan!" ujar seorang wanita yang ikut mengantar mereka. Wanita itu membawa mereka ke ruangan yang terdapat beberapa alat lengkap untuk kecantikan disana.
__ADS_1
"Key! Lo yakin? Gue tau lo kalut, tapi.." Zea menyela.
"Stt!! Te-nanggg! Nikmatin aja, okey?" Keyla memotong dengan yakin.
Hingga akhirnya ketiganya dibawa ke ruangan untuk mengganti pakaian dan ketiganya pun menjalani beberapa perawatan. Mulai dari facial, manipedi, hair and mask spa, juga body massage. Untung saja tidak ada adegan laseran laseran karena Zea dan Icha menolak dengan tegas hal itu.
Kini Zea, Icha, dan Keyla istirahat sejenak. Ketiganya berbaring merasakan aroma harum di tubuh mereka akibat pijatan tubuh yang membuat rasa lelah ketiganya hilang seketika.
Ketiganya memejamkan mata tanpa suara.
Hingga Keyla membuka mata dan menghela nafas panjang. Zea dan Icha ikut membuka mata, menengok kearah Keyla.
"Lo kenapa sih Key? Nggak biasanya!" seru Zea khawatir.
"Gue lelah Ze, Cha!" adu Keyla menghela nafas lagi.
"Kenapa key? Lo cerita! Ada gue dan Icha yang siap nerima keluh kesah lo!" tutur Zea.
"Betul!" balas Icha.
"Hah! Kenapa sih keluarga gue rumit banget rasanya! Padahal gue cuma mau hidup tenang! Apa itu terlalu berlebihan?" keluh Keyla merasa frustasi.
Zea dan Icha diam membiarkan Keyla mengungkapkan isi hatinya.
"Hah! Gue lelah Ze, gue pengen hidup tenang kayak biasanya. Tapi ketenangan gue bakal terusik mulai hari ini" ujar Keyla kesal merasa feustasi.
"Jelasin Key!" ujar Zea.
"Hari ini keluarga paman gue yang dulu menghilang tiba tiba balik dan mereka mendekat ke orang tua gue. Lagi. Ntah apa yang mereka perbuat, akhirnya papa mama gue setuju mengijinkan mereka menginap di rumah. Ya! kalau niatnya hanya sekedar menginap, kayaknya tujuan mereka datang emang untuk mengacaukan keluarga gue deh! Setelah hilang karena keluarga gue bangkrut dan terjerat hutang, kini mereka datang lagi setelah keluarga gue bebas utang dan bisnis ortu gue sukses! Licik!" Keyla tersenyum sinis.
"Di pikir gue nggak tau apa. Sekarang, mereka gunain trik baru. Mereka nyuruh anaknya yang ukhh itu buat deketin gue. Supaya apa? Supaya mereka bisa ngorek semua informasi bisnis nyokap bokap gue termasuk hartanya, hah! Bener bener!" lanjut Keyla berkata sinis.
Bibir Zea dan Icha terkatup mendengarnya.
"Ah sudahlah! Gue nggak mau cerita lagi! Semakin di pikirin, gue makin pusing sendiri. Baru bentar gue relaks harus mikirin mereka lagi. Intinya hari ini paman angkat gue dan keluarganya dateng dan mereka mau ngajak gue tinggal bersama supaya bisa manfaatin gue, yah mereka pikir mereka bisa manfaatin gue apa! No! Sorry! Gue bukan cewek polos lagi!" seru Keyla kesal. Tangan Keyla bersidekap menggepal erat.
"Lo butuh bantuan?" Zea bertanya.
"Hmm mungkin gue butuh nginep 1 2 hari untuk mempersiapkan diri. Gue boleh nginep?!" tanya Keyla.
"Tentu!" jawab keduanya
Keyla tak lagi bicara, ia mengulum senyum.
"Thanks!" Keyla menoleh ke kedua sahabatnya.
Zea dan Icha mengangguk. Zea menjulurkan tangannya agar di raih oleh Keyla, begitu pula Icha. Ketiga gadis itu memejamkan mata, menikmati sensasi spa yang masuk ke tubuhnya sambil saling berpegangan tangan.
"Hahaha!" ketiganya tertawa saling memberi semangat.
'Gue bakal selalu ada buat lo Key!' batin Zea.
'Semangat Key, gue dukung lo!' batin Icha.
'Terima kasih Ze, Cha! Kalian emang sahabat terbaik gue' batin Keyla.
Ketiganya tak lagi membahas, mereka mulai mengalihkan topik membicarakan hal hal lucu dan absurt yang membuat mereka saling tertawa.
Hingga hari sudah gelap dan mereka baru saja keluar dari tempat spa.
"Terima kasih semua!" ujar ketiganya melambai pada para pegawai di spa.
"Terima kasih kembali!" jawab para pegawai didalamnya.
Mereka berjalan ke tempat parkir. Ketiganya masuk kedalam mobil Zea dan Zea membawa mobilnya meninggalkan tempat itu.
__ADS_1
TBC
ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ