My Posesif Nerd

My Posesif Nerd
168. Ketemu Satya


__ADS_3

"Lo lagi!" seru Icha menatap pria yang turun dari motor.


"Hishh!' pria itu mendesis menatap Icha seakan malas dan bosan.


"Ngapain kalian? kayak anak hilang aja duduk disini?" tanya Satya menelisik.


"Lo sendiri ngapain? Bukannya lo sama teman teman lo itu!' ujar Icha ketus.


Satya mengendikan bahu tak peduli dengan ucapan ketus Icha.


"Oii Sat! Ngapain lo berhenti disini?" tanya seorang pria dari geng Satya datang bersama beberapa orang.


Satya menoleh, "Nih! Ceweknya King!" ujar Satya menunjuk pada Zea dengan pandangan matanya.


Mereka menoleh kearah Zea, menelisik Zea dengan seksama.


"Ah! Halo!" sapa mereka pada Zea dengan canggung.


"Jadi dia cewek King yang di rumorin!" bisik pelan mereka.


Zea tersenyum sopan pada mereka.


"Hai!" ujar Zea menyapa balik.


"Oh ya! Lo pada mau kemana?" tanya Satya pada ketiganya.


Zea, Keyla, dan Icha saling bersipandang. Mereka juga bingung mau kemana setelah ini.


Mereka menggeleng.


"Gimana kalau ikut gue aja?" tawar Satya.


Zea mengernyit, jika ia ikut Satya. Ia akan bertemu dengan Alvin.


"Emm, Nggak usah Sat! Makasih! Kalian pergi aja, kita bisa sendiri kok!" ujar Zea menolak dengan halus.


Satya bungkam.


"Bener tuh! Lo pergi aja Sat! Ngapain sih kesini segala!" tambah Icha malas.


Satya melihat kearah ketiganya. Jika ia meninggalkan ketiganya, ada kemungkinan Alvin akan marah padanya.


"Gak! Kalian ikut gue aja balik ke markas. Ada Alvin disana! Kalau dia tau gue ketemu kalian tapi nggak ngajak kalian ikut. Bisa bisa dia marah ke gue! Yuk!" tutur Satya.


"Ya pura pura aja gak ketemu! Kok repot! Lagian kita masih ada urusan, bener gak? Masih mau cari tempat buat Keyla!" seru Icha meminta persetujuan keduanya. Keduanya mengangguk.


Satya menoleh pada Keyla.


"Kenapa dia?" tanya Satya.


Zea, Keyla, dan Icha bersitatap. Mereka tak harus memberitahukan hal ini pada Satya, bukan? Jangan terlalu melibatkan orang lain.


"Nggak papa kok, Sat!" ujar Keyla mengulas senyum.


"Kalian ada masalah? Kalau ada masalah mending ikut gue ke markas aja! Pasti kalian bakal dapet solusinya kalau datang ke markas. Banyak koneksi di sana!" ajak Satya masih memaksa.


"Dih maksa banget!" ketus Icha.


Satya menyebik kearah Icha yang terus membalas ucapannya, "Dari pada kalian terus duduk disini gak dapat solusi! Panas panas gini, banyak debu! Mending ikut gue, bukan?" bujuk Satya lagi.


Ketiganya berpikir. Haruskah mereka ikut? Tapi rasanya menolakpun bakal sia sia, karena melihat sikap Satya yang masih berdiri di depan mereka saat ini. Pria itu akan tetap berusaha mengajak mereka ikut.


"Yaudah deh kalau gitu!" ujar Keyla membuat keputusan pertama.


"Gimana Ze, Cha?" tanya Keyla pada keduanya.


"Kalau kalian oke gue juga. Kayaknya bagus buat lo Key! Dari pada kita mutar muter nggak jelas disini!" seru Zea.


"Yaudah gue juga ikut!" putus Icha.


Ketiganya menatap kearah Satya mengangguk.


"Kalau gitu ayo!" ajak Satya memakai kembali helmnya.


Ketiganya diam menatap para pengendara motor itu.


"Nih!" ujar seorang pria memberikan helmnya pada Keyla.


Keyla menerima dan mendekat pada motor pria itu.


Icha menatap kearah beberapa pengendara motor di belakang Satya. Ia melihat kearah Satya yang juga menatapnya.

__ADS_1


"Huh!" Icha memalingkan muka mendekat kearah teman geng Satya yang lain, langsung menaiki motor salah satu diantaranya.


"Hei!" seru pria yang di naiki motornya oleh Icha.


"Diem!" ketus Icha.


Satya mengawasi setiap pergerakan gadis itu.


"Gue?" ujar Zea bertanya dengan siapa dia harus naik.


Para teman segeng Satya lantas menggeleng cepat.


"Gue nggak berani Sat! Lo aja!" ujar salah satu diantara mereka.


"Sama gue juga!" balas yang lain.


Satya melihat kearah Zea.


"Panggilin Kuina deh! Suruh dia kesini!" ujar Satya.


"Oke!"


Dengan cepat salah satu diantara mereka mendial nomor untuk memanggil seseorang yang Satya sebutkan.


"Ohw oke! Buruan ya Na!" seru orang yang menelpon.


"Dia ada di dekat sini! 10 menit nyampe katanya!" ujar pria itu.


"Oke, kita tunggu bentar!" ujar Satya.


Mereka menunggu sekitar 10 menit dan sebuah motor yang sama dengan motor geng Satya datang mendekat.


Pengendara di motor itu memberhentikan motornya di dekat mereka dan melepas helmnya.


"Kenapa nyuruh gue kemari?" tanya Kuina, seorang perempuan dengan rambut panjang sebahu.


"Nih! Lo boncengin dia, kita balik ke markas" ujar Satya menunjuk Zea.


Zea tersenyum tipis pada gadis itu.


"Siapa?" tanya Kuina.


"Ceweknya King!" jawab salah satu dari mereka.


"Serius?" ujarnya. Satya mengangguk, mengiyakan.


Zea mendekat kearah Kuina.


"Zea!" sapa Zea pada gadis itu memperkenalkan diri.


Kuina tersenyum tipis menelisik penampilan Zea, "Kuina!" balasnya datar.


"Oii!" ujar Satya pada salah satu teman segengnya.


"Helm!" ujarnya lagi menunjuk.


Pria yang di tunjuk, melepaskan helmnya memberikannya ke Satya.


"Ze! Ambil!" ujar Satya memberikan helm itu pada Zea.


"Dia?" ujar Zea pada pria yang diambil helmnya oleh Satya.


"Pakek aja!" ketus Satya.


"Makasih!" balas Zea.


Zea menerimanya dan memakainya. Lalu Satya menyalakan mesin motornya.


"Ayo cabut!" ujar Satya lantas pria itu melajukan motornya duluan.


Zea dan Keyla naik ke boncengan. Para anggota geng yang Satya pimpin mulai melajukan motornya mengikuti Satya di depan.


"Kalian habis dari mana?" tanya Icha pada pria didepannya penasaran.


"Habis ngejalanin tugas dari King!" jawabnya.


"Oh! Tugas apa?" Icha berseru.


"Tugas rahasia! Lo nggak perlu tau!" balasnya.


Icha mencebik, "Pelit banget!" serunya. Pria itu mengendikan bahu tak peduli.

__ADS_1


"Oh ya! Ngomong ngomong, temen lo itu beneran ceweknya king?" tanya pria di depan Icha penasaran.


"Yup! Dia pacar Alvin. Kenapa?" Icha bertanya balik.


"Gak! Aneh aja!" balasnya.


Icha mengernyit dan mendekat pada pria itu, memposisikan wajahnya di samping pria itu seperti berpelukan.


Satya yang melihat dari spion motornya mengernyit dan menoleh.


"Emangnya sahabat gue kenapa? Gak cocok?!" ujar Icha sedikit kesal.


"Eits bukan gitu!" serunya memiringkan tubuh menjauh.


"Sahabat lo cantik sih! Cuman heran aja! Kenapa king bisa tertarik sama dia, padahal kalau dilihat juga gak ada yang istimewa!" serunya.


Icha membelak.


Pukk


Icha menepuk bahu pria di depannya kesal.


"Enak aja! Sahabat gue itu yang terbaik. Gue bilangin Alvin lo nanti!" ancam Icha.


Pria itu panik.


"Yah! Jangan lah! Gitu aja ngamuk! Bisa mati gue kalau lo ngadu!" serunya tak tenang.


Icha masih diam karena kesal.


"Oii! Gue udah goncengin lo nih, belas kasih ke gue lah! Jangan kasih tau ucapan gue ke king, ya? Gue minta maaf. Gue salah ngomong" ujarnya.


"Huh!" Icha mencebik.


"Kalau gitu kasih tau gue! Kalian habis ngapain hari ini? Baru gue bakal bungkam soal ucapan lo tadi!" ancam Icha bernegosiasi.


"Ya? Wah, lo ngejebak gue ya?" serunya menoleh, membuat dirinya dan Icha saling bersitatap.


Icha bermuka masam.


"Lo pilih! Mau kasih tau gue atau mau gue aduin?!" ujar Icha.


Brmm


Suara gas motor yang memekak membuat mereka kaget. Pria yang membonceng Icha langsung kembali terfokus ke depan melihat motor ketuanya itu alias Satya melaju dengan cepat.


"Ada apa nih?" herannya.


pukk


"Buruan!" seru Icha memaksa.


"Iya iya! Tapi lo jangan bocor kemana mana ya? Termasuk ke ceweknya bos!" ujar pria itu.


"Iya beres! Lo kasih tau sekarang" balas Icha.


"Yah! Sebenarnya ini masalah sepele sih. Cuma ada beberapa kelompok yang berniat ngehasut geng Aodra sama Alegiance agar saling war satu sama lain. Beberapa anggota terprovokasi dan yah berantem. Sampai ketua Alegiance dateng ke markas dan bicara sama King diruangan khusus!"


"Mereka bicara apa?" tanya Icha penasaran.


"Mana gue tau! Cuma King sama ketua Geo yang masuk!" jawabnya.


"Satya gak masuk?" tanya Icha lagi.


"Nggak! Ketiganya dilarang masuk oleh king. Gue gak tau kenapa! Padahal mereka itu anggota inti dibawah king langsung!" jawabnya lagi.


"Ternyata ada kejadian sebesar itu ya?" Icha mengangguk angguk kepala mendengar ucapan pria di depannya.


"Oh ya, terus! Apa hubungannya sama yang kalian lakuin hari ini?" ujar Icha kembali ke point pertama.


"Sebenarnya kemarin itu suasana hatinya king lagi gak bagus makanya dari kemarin banyak dari kami yang lebih memilih menghindar, sampai tuan Alegiance datang dan membahas masalah adu domba antar kedua geng ini. Dan boom! King meledak dan memutuskan untuk ngehabisi para provokator yang membuat kerusuhan. Terus disinilah kami, habis selesai menjalankan tugas dan gak sengaja ketemu kalian. Lebih tepatnya bos Satya yang menemukan kalian!" ujarnya.


Icha mengangguk kecil mendengar jawaban pria itu.


"Jadi kalian habis war?!" tanya Icha.


"Yup!" jawabnya.


Pria itu kembali memfokuskan pandangannya kedepan setelah menyelesaikan cerita.


TBC

__ADS_1


ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ


__ADS_2