My Posesif Nerd

My Posesif Nerd
203. merawat


__ADS_3

Zea di samping Alvin terus memperhatikan pria itu. Sesekali Zea menyuapkan buah kepada Alvin.


Ia melirik kearah laptop milik Alvin, melihat pria itu mengetik dengan bahasa yang sulit ia mengerti.


"Masih banyak ya?" tanya Zea sambil mencerna beberapa kata yang ada di dalam laptop Alvin.


Alvin melirik kearah Zea, membawa Zea untuk semakin dekat dengannya. Menyenderkan kepala Zea di dadanya.


Nafas hangat Alvin terhembus di kepala Zea, membuat Zea mendongak melihat pria itu.


Wajah Alvin masih tak beda jauh dari tadi. Ia dapat melihat seberapa pucat pria di depannya ini.


"Bentar lagi selesai! Setelah itu aku akan temani kamu main! Okay?" ujar Alvin menjawab Zea.


Zea memandangi kearah pria itu. Wajahnya saja masih pucat dan ia juga bisa melihat betapa lesunya pria itu, tapi Alvin masih saja berinisiatif mengajaknya bermain.


Zea seketika sedikit menjauhkan diri dan membenarkan posisinya. Ia kembali ke posisi semula agar Alvin dapat kembali menyelesaikan pekerjaannya dengan cepat.


"Kalau gitu buruan selesaiin!" ujar Zea menuntut Alvin untuk segera menyelesaikan pekerjaannya.


Alvin tersenyum melihat Zea seakan menanti dirinya. Kemudian Alvin kembali melihat kearah laptopnya dan dengan serius Alvin kembali mengerjakan.


Alvin mengerahkan kemampuannya untuk menyelesaikan apa yang ia ketik secepat mungkin. Hingga 10 menit berlalu dan Alvin akhirnya menyelesaikan tugasnya.


Alvin menutup laptop kemudian menatap Zea disampingnya.


"Selesai!" ujar Alvin tersenyum lembut pada Zea dengan bangga. Akhirnya ia kembali memiliki waktu untuk lebih lama menatap Zea.


Zea memperhatikan pria disampingnya itu. Ia membantu Alvin menyingkirkan laptop dipangkuan pria itu, meletakannya di meja.


"Udah selesai semua kan?" tanya Zea pada Alvin.


"Udah!" jawab Alvin cepat.


Zea berdiri, kemudian menghadap pria itu.


"Kalau begitu sekarang waktunya istirahat!" ujar Zea membuat Alvin membelak.


"Ha?" Alvin tidak mengerti, bukankah kini seharusnya ia dan Zea waktunya untuk bermain.


"Kamu tunggu disini sebentar!" tutur Zea memerintah, lalu pergi menuju dapur.


Zea kembali membuka kantong yang diberikan oleh Joe. Ia mengeluarkan obat obatan dari dalam sana. Membuka setiap tablet dan meletakkannya di piring kecil.


Ia membawa obat obatan itu dengan sebotol air mineral. Alvin yang berada di sofa melihat setiap apa yang Zea lakukan dari jauh.


Setelah selesai, Zea kembali menuju Alvin yang ada di sofa.


Zea meletakan piring berisi obat Alvin, kemudian ia membuka botol air mineral yang tersegel.


"Minum obatnya!" ujar Zea tegas memberikan air mineral yang ia buka pada Alvin.


Alvin masih terdiam ditempat melihat kearah Zea dengan penuh tanda tanya.


Zea memberikan memberikan botol mineral langsung ke tangan Alvin. Kemudian mengambil obat di dalam piring.


"Buka mulut!" tegur Zea melihat Alvin tanpa ada candaan.


Alvin membuka mulut lalu Zea memasukan obat itu kedalam mulut Alvin dan ditelan oleh Alvin menggunakan air mineral, begitu seterusnya hingga obat diatas piring habis.

__ADS_1


Zea yang sudah melakukan tugasnya dengan membuat Alvin minum obat lalu membereskan piring dan botol yang ada disana, termasuk piring buah yang telah habis.


Zea bangkit membawa piring piring itu kembali kedapur dan mencucinya dengan cepat.


Kemudian ia beralih ke kamar, mengambil bantal dan selimut dari dalam sana. Membawanya pada Alvin.


Di sofa, Zea melihat Alvin yang kini sedang memainkan ponselnya.


Zea meletakan bantal untuk kepala di sofa, kemudian merebut ponsel ditangan Alvin.


"Untuk sementara ini disita! Lagian kamu nggak merasa lemas, apa? Bisa bisanya badan panas kayak gitu masih dipaksain kesini!" omel Zea mendumel setelah sedari tadi diam melihat Alvin yang fokus bekerja.


Zea menyampirkan selimut ke sofa. Ia menggertak Alvin agar pria itu berbaring.


"Tidur!!" tutur Zea.


Alvin menurutinya tanpa banyak berbuat dan Zea merawat pria itu dengan sepenuh hati. Hingga Alvin terlelap akan efek obat yang i minum.


Zea memandang kearah pria yang tertidur lelap itu sembari berpikir panjang. Ia membenarkan selimut Alvin hingga menutupi badannya. Alvin yang diam seperti ini benar benar kedamaian untuknya.


...****************...


Hari menjelang sore dan Zea duduk di bawah sofa sambil memainkan handphonenya. Sedangkan dibelakangnya Alvin masih terlihat lelap dalam tidurnya.


Zea melihat jam yang ada di handphonenya. Jam menunjukkan pukul 4 sore. Sebelumnya ia dan Alvin memiliki perjanjian, bahwa Zea harus kembali pulang paling lambat pukul 5 sore. Hal ini demi menghindari kejadian yang terjadi sebelumnya.


Zea bangkit kemudian mengemas barang barangnya, memasukan kedalam tas.


Ia menoleh kebelakang melihat Alvin. Tangan Zea bergerak, menyentuh pipi Alvin dengan punggung tangannya. Panas dibadan Alvin sudah mulai mereda walau belum sepenuhnya.


Zea mengambil handphone Alvin yang tergeletak dimeja. Ia menghubungi nomor Joe.


"Nona Zea?" tanya Joe memastikan suara dari balik panggilan.


"Iya ini gue! Lo ada dimana sekarang Joe?" tanya Zea memastikan posisi Joe.


"Ah saya ada di ruangan sebelah nona!" jawab Joe membuat Zea terkesima.


"Dimana?" Zea sekali lagi bertanya, memastikan apa mungkin ia salah dengar.


Dengan handphone yang masih tersambung, Zea berjalan kearah pintu.


"Saya akan kesana sekarang!" ujar Joe.


Saat Zea membuka pintu apartemen, tak lama pintu apartemen disampingnya juga ikut terbuka.


Ia melihat Joe yang keluar dari sana membuat Zea terkesima.


Ia baru tahu bahwa Alvin dan Joe menyewa 2 apartemen saling bersebelahan di gedung ini. Sangat boros.


"Apa yang anda butuhkan?" tanya Joe menghampiri Zea


Zea masih dalam keterkejutannya menyuruh Joe masuk, "Masuk dulu!" ujar Zea.


Joe mengikuti kemudian melihat Alvin yang tertidur di sofa.


Zea menatap kearah Joe dengan maksud tertentu. Joe yang peka akan waktu mengangguk.


"Anda bisa pulang sekarang! Biar tuan, saya yang jaga!" ujar Joe paham.

__ADS_1


Zea merasa ragu bahwa ia harus pulang sekarang. Ia tidak enak hati jika harus meninggalkan Alvin dalam kondisi seperti ini.


"Anda tak perlu khawatir! Saya akan memberi tahu tuan nantinya!" ujar Joe meyakinkan Zea bahwa gadis itu benar benar boleh pergi.


Zea mengangguk paham dan dengan perasaan tak nyaman ia menyetujui.


"Kalau gitu gue pulang dulu! Sampaikan salam gue ke Alvin kalau dia bangun" pamit Zea sambil menatap pria yang tidur lelap itu, bahkan Alvin tak terganggu sedikit pun dengan obrolannya dan Joe itu.


"Baik! Mau saya antar?" tawar Joe lebih sopan padanya setelah kejadian tadi pagi.


"Nggak perlu! Gue bisa sendiri! Lo jagain Alvin aja!" ujar Zea menolak.


"Kalau gitu gue permisi!" Zea kemudian pergi dari ruang apartemen Alvin, pergi dari gedung apartemen pria itu.


...****************...


Sudah 1 jam sejak kepergian Zea. Alvin yang tidur tiba tiba mengerjapkan mata, menoleh ke kanan kiri dan hanya mendapati Joe disana.


"Mana?" tanya Alvin bangkit.


"Nona Zea sudah pergi tuan!" jawab Joe bergerak membantu Alvin bangkit.


Alvin terdiam menatap pria itu, "Pergi? Kenapa lo gak bangunin gue?!" seru Alvin kesal saat tahu Zea sudah pulang. Hari ini ia hanya melihat Zea secara sekilas saja karena disibuka pekerjaan, tentu Alvin tidak puasm


Alvin bangkit kemudian hendak pergi.


"Mau kemana tuan?" tanya Joe melihat pergerakan Alvin.


"Nyusul!" jawab Alvin.


Joe benar benar bingung dengan jalan pikiran Alvin saat ini, "Nona sudah pergi dari satu jam yang lalu tuan! Lagian anda masih sakit. Lebih baik anda perhatikan diri anda sendiri!" ujar Joe menjelaskan dengan sedikit geram. Ia hanya mau Alvin istirahat dengan tenang tanpa memikirkan apapun.


Alvin tergerak sejenak.


"Mana handphone gue? Biar gue telpon Zea!" ujar Alvin.


Cinta benar benar membuat tuannya itu gila. Joe bertekad bahwa ia tak akan pernah jatuh cinta.


Joe menyerahkan handphone Alvin yang ada dimeja pada pria itu. Alvin menerimanya dan mendial nomor Zea.


Tok tok tok tok


Saat Alvin menelpon, pintu apartemen diketuk.


"Biar saya saja tuan! Mungkin layanan kebersihan" ujar Joe manawarkan diri untuk membuka pintu.


"Oke sana!" seru Alvin sambil menanti Zea mengangkat telpon.


Joe pergi untuk membuka pintu. Saat ia membuka pintu Joe tersentak kaget akan siapa yang kembali.


"Anda kembali nona?" tanya Joe.


"Em, rasanya tak enak ninggalin Alvin gitu aja. Jadi aku kembali setelah beli bahan bahan buat masak. Aku akan pergi setelah setelah selesai!" ujar Zea sambil memperlihatkan apa yang ia bawa ditangannya.


"Ah Silahkan masuk!" tutur Joe berpindah posisi dengan ketertegungannya. Ia tak menyangka Zea kembali


Zea masuk melewati Joe yang mempersilahkannya.


TBC

__ADS_1


ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ


__ADS_2