
"Kalian?" tanya Zea terbengong sekaligus tersentak.
Ia melihat kearah Keyla dan Icha dengan penuh tanda tanya. Tapi melihat raut muka keduanya yang tertekuk membuat Zea tak bicara lagi soal para pria yang ada dibelakang keduanya.
"Hai Zea! apa kabar?!" sapa Julian pada Zea.
Zea tersenyum dengan canggung sebagai balasan, "Aku baik, kalian?" tanya Zea dengan sedikit canggung karena lama tak bertemu.
"Kami baik" Kenan yang menjawab, Zea hanya bergumam mengiyakan.
Icha dan Keyla mendekat, bergerak ke samping Zea dan Ayu.
"Ze! Kita gak ngajak mereka kesini. Mereka yang ngikutin kita Ze! Padahal gue diem diem waktu bilang mau liburan, tapi gak taunya bocor dari siapa hingga akhirnya mereka berhasil ngikutin kita kesini" ujar Icha memandang para pria itu sinis.
"Betul, Kita juga baru tahu pas udah setengah jalan tadi dikereta" tambah Keyla menjelaskan.
Zea mendengarkan. Untuk hal ini ia tak bisa menyalahkan kedua sahabatnya itu.
"Yaudah mau gimana lagi, mereka udah disini juga. Lagipula itu terserah mereka untuk liburan dimana. Yaudah yuk!!" ujar Zea tak mempermasalahkan.
Gadis itu melirik kearah tiga pria didepannya. Tak ada Alvin diantara mereka, membuat Zea sedikit lega.
"Ayo Yu! Keluar, disini rame" ajak Zea menggandeng Ayu di tangan kirinya dan Keyla, Icha disamping kanannya.
"Ayo" ketiganya menjawab dan menggeret koper masing masing keluar dari stasiun kereta.
Para gadis itu bergerak, mereka berjalan di sepanjang trotoar jalan sambil mencari tempat yang pas untuk berbicara.
Zea melirik kearah jam tangannya. Mengira ngira apakah sekarang waktu yang pas untuk bertanya detail. Namun setelah ia pikir lebih baik mereka bicara waktu sampai nanti.
"Ze!! Lo marah?" tanya Icha dengan suara pelan pada Zea.
Zea melirik gadis itu mengernyit.
"Nggak kok Cha. Kenapa?" ujar Zea. Icha hanya bisa menggeleng sebagai balasan.
"Gue gak marah, cuma kaget aja. Lo gak usah pikiran! Lagian kalau mau bicara kita bisa bicara nanti, oke? Sekarang kita ke pelabuhan dulu, kita naik kapal sebelum ketinggalan " lanjut Zea menenangkan sahabatnya yang sepertinya merasa bersalah.
"Oke. terserah lo aja Ze" ujar Icha mengiyakan.
Mereka berjalan dari stasiun kereta menuju ke pelabuhan yang hanya memerlukan waktu beberapa menit untuk samping dengan berjalan kaki.
Mereka menggeret dan membawa barang bawaan mereka menelusuri jalan.
Hingga Satya mendekat pada para gadis itu, lebih tepatnya mendekat pada Icha.
"Cha! Barang lo pasti berat! Mau gue bawain?" tawar Satya ingin membantu.
Icha melirik pria itu dengan sinis, "Nggak gue bisa bawa sendiri" ujar Icha lalu menarik kopernya dengan cepat menghindar. Gadis itu marah pada Satya karena Satya, ia jadi merasa bersalah telah mengacaukan liburannya bersama para sahabatnya.
__ADS_1
Zea melihat kejadian itu dengan sedikit tanda tanya. Tumben saja Satya bersikap seperti itu, berbeda dengan sikapnya dulu yang ia kenal.
"Ceritanya panjang Ze. Nanti gue cerita!" ujar Keyla tau apa yang Zea pikirkan.
"Oh oke" Zea mengiyakan.
Lalu setelah beberapa menit berjalan mereka sampai juga di pelabuhan. Setelah melewati beberapa proses mereka diterima dan menunggu sebentar hingga mereka berhasil naik kedalam kapal.
"Hati hati, sini biar gue aja" ujar Satya lagi lagi ingin membantu Icha.
"Udah gue bilang gak usah! Udah lo sana aja sama kawan kawan lo aja, gak usah pedulikan gue!" tolak Icha kembali masih dengan sikap yang sama.
Icha dengan susah payah menaiki tangga, menuju kelantai atas dari kapal dengan barang bawaannya.
"Ze! Mau gue bantu?" tawar Kenan tiba tiba mendekat di sampingnya.
"Ah gak usah Ken, makasih" tolak Zea dengan halus.
Zea dan para gadis itu naik ke lantai atas kemudian duduk ditempat yang kosong sambil memandangi keluar dimana pemandangan laut dan terpaan udara menyejukkan untuk mereka.
Padahal saat seperti ini akan bagus jika berfoto foto, tapi para gadis itu sedang dalam mood yang buruk.
Kenan, Satya, dan Julian juga tak banyak bicara. Mereka duduk dibelakang para gadis itu sambil diam.
"Sttt, bro!! Kok gini jadinya? Gue kan mau liburan, kalau gini terus canggung bro. Gue gak betah" rengek Julian berbisik namun masih bisa didengar oleh para gadis didepan mereka.
"Diem dulu" tutur Satya meminta Julian agak tak memperkeruh keadaan.
"Itu siapa bro? Kok gue gak pernah tau. Wajahnya manis sih, tapi bukan tipe gue" ujar Julian lagi lagi mengoceh.
"Berisik, lagian siapa juga yang mau sama lo! Ayu gak suka tipe kayak Lo!" bantah Icha sadis menoleh pada Satya.
"Dih galak banget calon bininya Satya!!" tutur Julian membalas.
Icha mendengus kesal, namun Keyla disampingnya menahan agar Icha tak meladeni mereka.
Mereka diam saja tak berbicara satu sama lain hingga Zea bangkit.
"Mau kemana Ze?" tanya Keyla mengawasi.
"Mau pesen minuman bentar, dingin disini,. Kalian mau?" tawar Ze pada para sahabatnya.
"Gak, Nanti kita minta aja" jawab Keyla menanggapi penawaran Zea.
"O oke" balas Zea.
Gadis itu pergi ke tempat pelayanan di atas kapal lalu memesan dua gelas kopi susu hangat pada petugas disana.
"Zea! Lama tak bertemu" sapa Kenan tiba tiba datang dan mendekat ke samping Zea.
__ADS_1
"Mas, kopinya satu" ujar pria itu ikut memesan.
"emm, lama tak bertemu Ken" balas Zea.
Keheningan selama beberapa detik terjadi.
"Ze, Alvin tau lo disini?" ujar Kenan tiba tiba menanyakan.
Kenan melirik kearah gadis itu, "No!!" jawab Zea seraya menggeleng.
Keduanya dalam situasi yang canggung karena lama bertemu hingga mereka menjadi seperti orang asing.
"Ini minumannya kak" ujar petugas disana, menyelesaikan pesanan Zea, memberikan minuman hangat yang Zea pesan.
"Makasih!!" ujar Zea lalu mengambil minuman hangat yang menjadi pesanannya.
"Aku duluan Ken!!" ujar Zea ingin segera menghindar.
"Oh ya!" balas Kenan.
Zea kemudian bergegas kembali ke tempat teman temannya berada.
"Nih!" ujar Zea menyerang segelas kopi susu pada Keyla dan Icha. Mereka menerimanya dengan senang hati.
"Makasih" jawab mereka.
Zea duduk ditempatnya lalu menoleh pada Ayu, memberi gelas lain ditangannya pada Ayu.
"Kamu duluan Ze" ujar Ayu.
"Oke," Zea tak berpikir panjang, menggoyangkan pelan isi didalam gelas agar mengurangi panasnya lalu meniup dan meminumnya sedikit demi sedikit.
Kemudian ia berganti menyerahkan pada Ayu.
"Hati hati panas" ujar Zea memperingatkan. Ayu melakukan hal yang sama dengan yang Zea lakukan.
Kenan kembali dengan gelas kopi ditangani, ia bertatap mata dengan Zea selama seperkian detik dan Zea mengangguk membalas. Kenan kembali ke posisi duduknya, hingga suasana dibelakang menjadi berisik akan Julian yang ingin merebut kopi milik Kenan. Tapi para gadis itu memilih untuk mengabaikan.
Hingga tak butuh waktu lama mereka menaiki kapal, akhirnya mereka sampai juga di pelabuhan tujuan.
Mereka turun dari kapal dengan hati hati, mendahulukan penumpang yang terburu buru demi keselamatan. Akhirnya kaki mereka sampai juga di daratan.
Zea mengeluarkan handphonenya untuk memesan kendaraan namun handphonenya low bat.
"Key! Boleh pesan kendaraan pakai handphone lo! Handphone gue low bat" ujar Zea memperlihatkan handphonenya pada Keyla.
"O, oke sebentar" ujar Keyla mencari handphone dalam tas
Satya, Julian, dan Kenan tiba tiba datang menghampiri mereka.
__ADS_1
TBC
ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ