
Pagi pagi sekali sekitar jam 2 pagi. Zea dan Ayu sudah siap dengan barang bawaannya. Mereka menunggu mobil pesanan mereka didepan rumah. Awalnya kedua orang tua mereka ingin mengantar, namun Zea dan Ayu menolak karena tak ingin merepotkan pagi pagi begini.
tin
"Atas nama kak Zea?" tanya seorang pria didalam mobil.
"Bener pak" jawab Zea.
Pria itu keluar dari mobil, kemudian membantu Zea dan Ayu mengangkut barang barang mereka masuk kedalam mobil.
Zea dan Ayu berbalik menyalimi para orang tua mereka.
"Zea berangkat ya Ma, Pa!" ujar Zea berpamitan.
"Iya hati hati dijalan! Jangan lupa sering sering hubungi mama papa" ujar Mama Tia berpesan.
Kemudian Zea menatap Pakde Tejo dan Budhe Lastri, "Pakde Budhe, Zea sama Ayu berangkat" pamit Zea pada keduanya.
"Hati hati ya nduk! Budhe minta tolong buat jaga Ayu. Ayu gak pernah keluar jauh jauh soalnya, jadi budhe agak was-was" tutur Budhe Lastri masih dengan penuh kekhawatiran.
"Iya budhe! Zea bakal jaga Ayu" ujar Zea.
Setelah mereka selesai berpamitan pamitan. Keduanya masuk kedalam mobil. Zea melambaikan tangan pada mereka dari jendela kaca.
Mobil yang mereka naik berangkat keluar desa, menuju jalanan besar, kemudian menuju kearah stasiun kereta terdekat.
Zea sengaja memilih kereta dikarenakan Ayu yang tidak memiliki pasport menjadikan perjalanan mereka sedikit lebih lama.
"Makasih ya Pak, makasih" ujar Zea dan Ayu saat mereka telah tiba di stasiun kerena. Pak supir membantu menurunkan koper keduanya.
Zea dan Ayu lalu masuk ke area stasiun dengan menggeret koper masing masing.
Kemudian mereka menuju ketempat check in dan melakukan cetak boarding pass. Setelah beberapa tahap mereka selesai, keduanya menuju ke lokasi tunggu kereta dengan diarahkan oleh petugas disana.
"Silahkan tunggu disini sebentar! Keretanya bakal tiba sekitar 30 menit" ujar petugas itu.
"Baik! Terimakasih pak" ujar Zea.
Lalu petugas itu pergi dan menyisakan Zea juga Ayu di hiruk pikuk orang orang yang juga sedang menunggu.
"Ze, Kesana yuk!! Disini rame" ujar Ayu menunjuk tempat sepi berada dipojokkan.
"Oke! Ayo" balas Zea menuruti.
Mereka menyingkir kesamping sambil menunggu. Zea mengecek handphonenya, mengabari kedua sahabatnya bahwa mereka sudah berada di stasiun kereta.
******Zeara******
Aku sama Ayu udah di stasiun nih, kalian dimana??
Zea menunggu sebentar hingga pesannya dibalas.
Icha
Kita udah naik kereta (≧▽≦)
__ADS_1
/Send foto selfie
Zeara
Oke sampai ketemu nanti
Kemudian Zea mematikan handphonenya, melihat kearah Ayu.
"Laper Yu?" tanya Zea mendengar bunyi krucukk dari perut Ayu.
"Hehehe iya" ujar Ayu malu.
Zea membuka tas ransel yang ia pakai, kemudian mengeluarkan kotak bekal dari dalam sana.
"Cuma ada roti! Kamu makan aja buat ganjal perut" ujar Zea menyerahkan bekalnya pada Ayu.
"Terus kamu?" tanya Ayu melihat Zea.
"Aku tadi udah makan dirumah! Ini emang aku siapin buat kamu, nih!!" ujar Zea sambil menyodorkan kotak bekalnya.
"Ah, makasih Ze!" Ayu menerima kotak bekal Zea dengan senang hati. Ayu membukanya, lalu menyantap potongan roti isi yang ada didalamnya sambil menunggu kereta datang.
Tutt tutt
Kereta api yang ditunggu tunggu akhirnya datang juga. Ayu dengan segera menutup kotak bekal dan memberikan kembali pada Zea.
Keduanya mengecek barang barang mereka lalu menunggu sebentar agar orang-orang yang berada didepan masuk terlebih dahulu.
Dengan arahan petugas, Zea dan Ayu diarahkan ketempat duduk mereka.
Zea kemudian mengangkat kopernya, dengan bantuan Ayu ia meletakkan kopernya di atas kabin kereta, begitu pula koper Ayu secara bergantian.
Kemudian keduanya duduk di tempat mereka.
Menunggu hingga para penumpang lain naik dan kereta berjalan. Zea mengeluarkan handphonenya lalu memasang headset ditelinganya.
"Mau yu?" tawar Zea apa Ayu ingin mendengarkan lagu juga.
"Nggak Ze! Aku ada kok" tolak Ayu.
"Oke" jawab Zea kemudian ia menggunakan sendiri headset ditelinganya.
Zea yang duduk di dekat jendela, bersandar lalu ia memejamkan mata. Karena bangun pagi pagi dan hanya tidur kurang lebih 3 jam, membuat Zea masih sangat mengantuk pagi ini.
Sesaat setelah ia memejamkan mata, ia benar-benar tak bisa menahan kantuk. Zea tertidur dalam sekejap.
Hingga kereta mereka berjalan, Zea juga Ayu tetap saja sama sama memejamkan mata karena kantuk. Ayo bersandar dibahu Zea, ikut tertidur juga disamping Zea.
...****************...
Zea terbangun dari tidurnya. Ia melihat kearah samping dimana pemandangan hamparan tumbuhan hijau menjadi pemandangannya kini. Ia melihat ke arah jam di tangannya yang menunjukkan pukul 8 pagi.
Zea melepas headset yang masih menempel ditelinganya, kemudian mematikan putaran lagu dihandphonenya.
Tangan Zea bergerak menyentuh lehernya yang sedikit pegal kemudian ia menatap Ayu yang masih tidur di sampingnya.
__ADS_1
Zea terdiam sambil menatap luar jendela. Kemudian seorang pramugari datang menghampiri.
"Permisi, selamat datang dilayani kami. Ini ada pilihan menu jika anda ingin memesan!!" ujar pramugari itu sambil menunjuk kertas menu kearah Zea.
Zea menerimanya dengan senyum. Lalu pramugari itu pergi, namun kedatangan pramugari itu nampak membangunkan Ayu.
"Kenapa Ze?" tanya Ayu setengah sadar.
"Nggak! Ini dikasih pilihan menu siapa tau mau pesan" ujar Zea memperlihatkan menu pada Ayu.
Ayu membacanya dengan seksama, matanya sedikit terbuka melihat harganya.
"Kok mahal banget?" tanya Ayu memandangi.
Zea hanya bisa tersenyum tipis, kemudian memanggil pramugari yang berkeliling.
"Kak saya mau paket nasi goreng ya, sama minumnya air putih aja" ujar Zea memesan.
"Kamu mau Yu?" tanya Zea.
"iya, samain kayak kamu aja Ze" jawab Ayu
"Kalau gitu dua ya kak. Tunggu sebentar ini uangnya" ujar Zea membuka tasnya mencari dompetnya.
"Ini biar aku yang bayar aja Ze, lagian bapak ngasih uang lebih ke aku" ujar Ayu sambil ikut mencari dompetnya lalu membayar ke pramugari itu.
"Eh, Makasih kalau gitu" ujar Zea sambil tersenyum ramah.
Dengan tulus Zea mengucapkan terimakasih dan menerima niat baik Ayu.
"Kalau begitu ditunggu sebentar ya kak" ujar pramugari itu.
Keduanya mengangguk sambil tersenyum kearah pramugari itu.
Sembari menunggu keduanya melirik kearah pemandangan disamping, dimana kereta bergerak seiring bergantinya pemandangan.
Tak lama pramugari datang dengan pesanan mereka. Keduanya mengucapkan terimakasih sebagai balasan. Kemudian mereka membuka kotak nasi lalu melahapnya sambil melihat kearah jendela kaca. Yang dimana pemandangannya silih berganti. Kadang kala memperlihatkan daerah perumahan, kadang kala hamparan lapangan, bahkan kadang kala hamparan sawah sawah yang membentang. Membuat pikiran keduanya menjadi rileks. Ini emang liburan yang sebenarnya.
Zea dan Ayu saling berbincang bincang dengan riang.
skipp...
Perjalanan Zea ditempuh selama beberapa jam, namun akhirnya mereka sampai juga di stasiun pemberhentian mereka.
Zea dan Ayu turun dari kereta. Mereka menggeret koper masing masing, sambil menoleh ke kanan kiri mencari keberadaan Icha dan Keyla.
"Ze, itu!!" ujar Ayu menemukan mereka lebih dulu.
Zea menoleh kearah yang ditunjuk Ayu. Ia membelak melihat siapa saja yang berada disamping Keyla dan Ayu.
"Kalian?" tanya Zea terbengong sekaligus tersentak.
TBC
ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ
__ADS_1