
Karena asik dengan dunia mereka sendiri, mereka sampai tidak menyadari tatapan orang orang yang menatap mereka dengan pandangan bertanya tanya. Bahkan pengunjung yang ada disana melirik kearah mereka. Mereka melirik kearah Alvin yang penampilannya paling buruk diantara kelima pria itu, namun mobilnya yang paling mewah. Bahkan ada yang berbisik bahwa Zea mendekati Alvin karena hartanya.
Untung hal itu tak sampai terdengar ketelinga mereka. Alvin kemudian menuntun Zea kearah kasir, terdapat aneka makanan seperti roti, onigiri, sosis, bahkan dimsum pun ada. Mini market yang mereka kunjungi ini buka 24 jam dengan makanan yang selalu tersedia.
"Pilih!" ucap Alvin lagi pada Zea. Zea lantas memilih onigiri. Alvin merasa bahwa itu saja tidak akan dapat mengganjal perut Zea, dirinya lantas juga mengambil semua hidangan yang dia suruh Zea pilih.
Zea membatin, 'tau gitu ngapain suruh gue milih segala!!'
Penjaga kasir menscan makanan yang mereka beli bertepatan dengan Julian, Satya, Icha, Keyla, Geo, dan Kenan datang dengan ranjang belanjaan masing masing memberikannya kemeja kasir yang sama dengan Alvin. Menjadikan satu dengan yang Alvin beli. Kenan, Geo, dan Keyla tak seperti ketiga orang itu yang mengambil seenaknya saja. Lihat! Dirasa enak! masuk keranjang! Begitulah.
Zea yang melihat itu membuka tasnya dan mengeluarkan dompet dari dalam sana. Kemudian membuka dompetnya mengeluarkan atm yang diberikan oleh papanya. Zea mendekat kearah Alvin, menarik narik ujung baju Alvin supaya pria itu merapat padanya.
"Pakek ini Al" ucap lirih Zea menunjukkan kartu atm-nya. Alvin tersenyum melihat itu, mengacak acak rambut Zea. Membuat Zea harus merapikan rambutnya lagi.
"Simpan aja, aku ada kok" ucap Alvin menolak atm pemberian Zea.
"Bagi dua aja ya? Kalok lo ngerasa keberatan pakek atm gue" tawar Zea lagi mendekatkan atm-nya. Alvin hanya tersenyum mendekap Zea kepelukannya, mengecup pelipis Zea singkat dan cepat.
"Anjirr, main cium cium gak tau tempat aja" seru Julian. Zea yang tadi membelak karena mendapat kecupan mendadak langsung tersipu malu menampilkan rona merah diwajahnya, beda halnya dengan Alvin yang terlihat asik menikmati ekspresi malunya Zea.
"Kenapa iri lo?" terang Kenan.
"Ogak, siapa juga yang iri! Kayak gue gak laku aja"
"Lo kali yang iri! Jomblo! " tuduh Julian pada Kenan.
"Mending gue jomblo. Dari pada lo, embat sana embat sini. Gak tau aturan! Cewek jelek pun lo pacarin" ucap Kenan menusuk hati terdalam Julian. Membuat mereka menahan tawa.
"Kalok itu mah gue kagak tau kalok dia burik gara gara makeupnya yang tebel jadi ketutupan. Tapi setidaknya gue laku! Lo deket sama cewek aja nggak! Mau ngegay sama Geo lo!" Julian membela diri.
"Lah gue ngapa disangkut pautin b@ng*s@t!" sercah Geo.
"Kenyataannya gitu kan? Sekarang King dah punya cewek, lo gak bisa ngintilin lagi. Pindah ke Kenan"
"Emangnya si King beneran udah punya cewek ya?" tanya Icha kepo. Merasa masih belum percaya akan fakta yang satu itu.
"Udah. Kasihan gue ama pacarnya!"
"Kenapa?" tanya Keyla. Zea dan Alvin sedari tadi mendengarkan percakapan mereka.
"Kalok tuh cewek pengen putus, mustahil bagi dia"
"Buat apa putus? Kan bagus punya cowok keren kayak King"
"Gak tau aja lo gimana seremnya King kalok marah!"
"Emang kalok marah gimana?" tanya Zea ikut bergabung dalam obrolan. Keempat pria itu menatap Zea lekat. Zea melihat mereka tanpa berkedip.
"Ekhem, ya gitu. Serem! Kayak lo lagi lihat setan ngamuk. Terus dikondisi itu lo gak bisa berbuat apa apa!"
__ADS_1
"Kalok ada yang bisa bantah dia waktu ngamuk, gue bener bener sujud deh sama tuh orang!" timpal Satya mendapat anggukan dari yang lain.
Zea terdiam mendengar itu semua. Segitu ngerinya kah kalok bos mereka itu sedang marah sampai membuat mereka yang notabennya empat orang tak ada yang berani melawan.
Alvin yang mendengar teman temannya itu membicarakannya didepan matanya hanya terdiam. Tak ada yang perlu dibantah dari apa yang mereka ucapkan.
Alvin melihat penjaga kasir masih belum selesai menscan pembelanjaan mereka. Dia mengambil belanjaannya sendiri yang sudah selesai dan mengajak Zea duduk diluar mini market yang tersedia meja dan kursi untuk pengunjung.
"Ayo Ze, makan diluar!" ajak Alvin menggandeng tangan Zea keluar minimarket. Keempat pria itu melihat kepergian Alvin dan Zea diam saja tak ada yang berbicara.
Mereka menghela nafas merutuki kebodohan masing-masing yang bergosip didepan orangnya langsung. Untung Alvin orangnya gak baperan.
Alvin membukakan bungkus onigiri untuk Zea. Menyuapkannya pada Zea, namun Zea menolak dan ingin makan sendiri. Bisa malu dia kalok suap suapan didepan umum.
Zea makan sambil melihat kearah parkiran. Mobil mobil berjajar rapi disana. Ada mobil Vara juga murid murid yang lain. Zea menoleh kesamping mencari keberadaan mereka dan mereka duduk dipojok berjauhan dengannya.
Vara dan teman temannya keluar dari mini market. Ntah sejak kapan musuhnya itu sudah didalam sana. Kemudian mereka menghampiri Zea dan Alvin.
"Nerd! Makasih ya traktirannya" ucap Vara.
"Makasih cupu!" ujar Sisi dan Nia berbarengan.
Zea dibuat kebingungan untuk apa Vara berterimakasih pada Alvin.
"Woyy, cowok Zea nraktir nih" tunjuknya pada Alvin. "Lo pada mau gak? Langsung aja ambil kalok mau!" sambung Vara setenga berteriak kearah yang lainnnya. Mereka lantas heboh. Dan berbondong bondong masuk kedalam mini market. Sambil melewati mereka tanpa mengucapkan apapun.
Zea baru sadar akan apa yang Vara maksud, memincingkan matanya ke musuhnya itu. Jelas dirinya tak terima.
Vara tersenyum mengejek. "Ya cowok lo lah! Gue tadi denger, cowok lo nraktir geng Aodra, kita kita juga mau kali! Masak naik mobil mewah, nraktir kita semua aja gak mampu!" ucap Vara disetujui dua anak buahnya. Rupanya Vara terus mengikuti mereka sedari tadi. Dengan keberadaan yang seperti mahluk astral, tak terdeteksi.
"Apa lo bilang!" sungut Zea tak terima.
"Udah Ze, biarin. Kamu duduk, selesaikan makanmu"
"Tapi Al_" Alvin menatap Zea, memegang bahu Zea mendudukan Zea dikursi semula.
"Duduk!" Paha Zea mendarat di kursi dengan Alvin menyerahkan sosis kepada Zea untuk gadis itu makan. Kemudian dia beralih ke Vara, dia harus berurusan dengan perempuan itu.
"Dan buat lo! Gue emang gak masalah sama hal kecil kayak gini. Tapi karena lo udah hina cewek gue, lo tunggu aja tanggal mainnya. Gue gak akan pernah lepasin lo" ancam Alvin sambil menekan setiap apa yang dia ucapkan.
"Sekarang lo pergi, ambil belanjaan lo jika udah!" Vara terkesima mendengar nada perintah dari Alvin, entah kenapa dia tak bisa menolak perintah pria itu dan pergi meninggalkan Keduanya. Diikuti kedua temannya. Dengan rasa kesal yang menjalar didada.
"Vara kenapa lagi Ze?!" Keyla dan Icha datang menghampiri dengan tangan menenteng belanjaan masing masing.
Mereka tak mengetahui akal bulus Vara yang menyatukan belanjaannya dan Alvin lantaran setelah Zea pergi. Mereka melihat lihat barang barang lain di minimarket. Bisa dibilang, Perempuan itu tepat sekali mencari waktu untuk hal hal unfaedah seperti ini.
"Biasa cari ribut! Tuh cewek bikin informasi kalok Alvin nraktir mereka"
"Gila tuh cewek!"
__ADS_1
"Nanti kita ikut deh patungan uang belanja mereka"
"Gak perlu" tolak Alvin.
"Tapi_"
"Nggak, makan!" titah Alvin, membuat Zea sebal.
"Diem disini, kalian temani Zea" ucap Alvin lagi masuk kedalam mini market. Membelikan Zea minuman sekaligus menghampiri keempat soibnya itu.
"Al lo nraktir mereka? Belanjaan lo numpuk gini" Geo bertanya pada Alvin karena tadi murid murid yang lain bilang Alvin nraktir mereka. Dan seenaknya meletakan belanjaan mereka ditempat Alvin.
"Hmm" Alvin menjawab. Memesankan minuman untuk Zea dan teman temannya yang sudah jelas mereka asik berbincang. Sedangkan mbak mbak kasir yang sibuk menscan belanjaan dimeja kasir dibuat selama mungkin, karena dia sambil mencuri curi pandangan kepria pria tampan didepannya itu.
"Ge! Suruh mereka lebih cepat. Ntar lo bayar pakek kartu gue" perintah Alvin pada Geo sambil menunggu minumannya jadi. Setelah itu Alvin meninggalkan mereka, kembali ke tempat Zea.
"Nih minum!" Alvin meletakan minumannya dihadapan ketiga orang itu.
"Wih, thanks!" seru Icha.
"Makasih Al" ucap Zea dan Keyla. Alvin tersenyum kearah Zea mengusap rambut Zea.
"Habisin Ze" Zea mengangguk, menghabiskan makanannya.
"Kenyang Al" Zea memasang wajah memelas pertanda menyerah. Disana menyisakan aneka roti yang bahkan belum tersentuh sedikitpun.
"Yaudah" Alvin mengalah membuat Zea tersenyum. Memasukan roti roti yang tersisa kedalam kantong kresek.
Satya keluar dari dalam mini market. Menatap kearah kumpulan murid sekolahnya yang sedang asik dipojokan.
"Woy!! Belanjaan lo noh!! Enak banget nyuruh kita nungguin" teriak Satya pada mereka, membuat mereka kelabakan dan berbondong bondong ke kasir. Karena setelah meletakan, mereka kembali ketempat semula. Meninggalkan apa yang mereka beli.
Kerja meja kasir sekarang lebih cepat karena diawasi Geo dan mereka mengerjakan dengan dua orang sekaligus.
Setelah semua selesai, mereka kembali kemobil masing masing dengan tangan penuh.
"Ze! Semobil sama kita lah! Biar tuh mobil dipakek Julian sama Satya" pinta Icha.
"Idih ogah gue!" seru Satya. Bisa bisa mampus mereka kalok mengganggu Alvin berduaan dengan Zea.
"CK, gak asik lu" decak Icha masuk kedalam mobil disusul Keyla.
"Duluan Ze!" Zea mengangguk.
Alvin membukakan pintu mobil untuk Zea, kemudian menutupnya kembali saat cewek itu sudah duduk manis disana, lalu memutari depan mobil dan masuk kedalam. Menekan tombol untuk menyalakan mobil.
Tanpa berkata apapun lagi, Alvin meninggalkan area itu dengan kecepatan sedang. Tentu saja mereka pergi setelah membayar parkir ke tukang parkir.
TBC
__ADS_1
ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ
Happy Reading ♡