
Suasana haru mengisi seluruh aula. Zea masuk dengan Alvin. Ia menunduk melewati orang orang, berbeda dengan Alvin yang nampak santai berjalan.
"Cepet banget kalian" ujar Julian melihat kedatangan keduanya. Tapi tak digubris.
"Udah sampe mana?" tanya Zea kembali duduk disebelah Keyla.
"Udah mau end ini! Pak Burhan tadi juga udah kesini. Nyuruh siap siap kalau film udah selesai!" jawab Keyla. Zea hanya bisa mengangguk dan tersenyum tipis. Jujur saja Ia sedikit kecewa karena tak sepenuhnya menonton film.
Tak lama kemudian. Layar lebar itu berganti menjadi hitam dan menunjukan bahwa film telah berakhir.
Prok Prokk Prokk Prokk...
Suara riuh tepukan tangan disusul dengan berakhirnya film. Semua orang nampak menikmati apa yang baru saja mereka tonton.
"Sumpah Keren!"
"Keren!"
"Keren banget!"
"Emezing!"
Pujian pujian juga berdatangan.
"Tes tes cek! Satu dua, tes!"
"Perhatian sebentar ya! Diberitahukan untuk seluruh tim yang bekerja di pembuatan film! Yang sudah bapak himbau! Diharap segera maju kedepan" ujar pak Burhan.
Keyla, Zea, dan Icha saling bersitatap. Icha berdiri dengan semangat.
"Ayo ayo! Ayo Ze" ajak Icha.
padahal baru saja ia duduk dan kini sudah harus berdiri lagi. Zea hanya bisa mengangguk dan mengikuti arah langkah Keyla dan Icha pergi yang nampak antusias.
Mereka berjalan kebawah panggung dengan pak Burhan yang menunggu disana.
"Ini dia anak anak hebat bapak!" ungkap Pak Burhan menyambut kedatangan mereka. Mereka hanya bisa tersenyum bangga.
"oh ya, Zea, Alvin, kalian sudah siap kan?" tanya pak Burhan.
"Sudah pak" jawab Zea karena Alvin lebih memilih diam.
"Bagus"
"Pak Burhan! Anak anak sudah disuruh naik sama kepala sekolah!"
"Oh, silahkan! Silahkan naik anak anak" ujar Pak Burhan.
__ADS_1
Merekapun saling berurutan menaiki podium menghadap kearah murid sekolahnya yang kini memperhatikan mereka.
"Teman teman sekali lagi! Tolong berikan sambutan yang meriah untuk mereka mereka yang berada dibalik film keren yang kita lihat tadi, wuu!!" ungkap sang pembawa acara menekan kata yang ia ucapkan.
Para murid di Immanuel school itu langsung bertepuk tangan meriah dan kembali memberikan pujian kepada mereka.
"Zea, lo cantik banget! Gue jadi makin suka sama lo!" ungkap pria pria yang sempat mengaggumi gadis itu sebelum sebelumnya.
"Keren Ze! Cantik banget!"
"Love you so much!"
ujar mereka, Zea memberikan senyuman manisnya pada mereka semua. Disisi lain Alvin nampak geram akan pujian yang diberikan pada Zea. Pujian yang diberikan para ikan asin yang sedang terklepek klepek dan semakin menjadi karena tersiram senyuman manis yang Zea berikan.
"Ekhm! Panas uyy, panas!" seru Julian terkekeh.
"Cih!" Alvin membuang muka, mencoba menahan diri.
"Tes! Nah guys! Everybody! Kalian semua ada yang udah tahu gak nih mereka semua ini siapa aja?" tanya sang pembawa acara.
"Udah/Belom" jawab mereka bersautan.
"Wah gimana nih! Kok Ada sih, yang belum tahu siapa siapa mereka ini!" seru pendukung pembawa acara.
"Ohw karena ada yang belum tau, gimana kalau kita kenalan dulu. Setuju?" tanyanya.
"Kalau gitu. kita mulai dari pojok!" Sang pembawa acara mendekat kearah Vara dan kawan kawan yang ada pojok. Mereka memperkenalkan diri dan berlanjut.
"Nah ini pasti yang kalian tunggu tunggu kan, para cewek-cewek yang disana!"
"Kyaaa!!" suara pekikan para wanita yang menggila.
"Bener banget!"
"Kyaa para idaman gue!!"
Pembawa acara tersenyum geli lalu mendekat kearah seorang pria disampingnya.
"Abang ganteng satu ini tolong perkenalkan diri!" pembawa acara itu menyodorkan mic ke arah Kenan.
"Hai!" sapa Kenan dengan sahutan yang memekak di seluruh Aula. Padahal ia belum memperkenalkan diri.
"Gue Kenan!" lanjutnya.
"Kenan kyaa!! Ganteng banget" ujar mereka, padahal mereka terkadang juga sering melihat kenan saat disekolah, tapi masih saja berteriak dan memuji tak tahu arah. Yah! Mungkin inilah yang dinamakan pengagum berat.
Sedangkan Kenan yang di teriakan hanya memasang wajah datar membuat sang pembawa acara tak berani lagi untuk bertanya. Karena tak berani juga takut para gadis yang melihatnya kini semakin menggila akan pria itu.
__ADS_1
"Oke kita next aja ya guys!" pembawa acara bergeser.
"Yah!" desah mereka tak terima.
"Tenang yang satu ini juga gak kalah ganteng! Bisa perkenalkan diri, juga mungkin ada yang ingin dikatakan pada mereka semua ini, terutama para girls disini!" ujarnya sedikit aman karena Geo memberikan seulas senyum.
"Hai! Gue Geo, Gue murid baru disekolah ini. Yah! Udah gak baru lagi sih sebenarnya. Semoga kalian suka sama filmnya dan semoga film ini bisa menang dalam perlombaan nanti. Tolong dukungannya!" ujar Geo. Sama halnya dengan Kenan sangat disambut meriah.
"Bagus Geo, semua beri tepuk tangan untuk Geo!" tepuk tangan meriah kembali di tujukan pada Geo.
"Oke kita geser lagi ya guys!"
"Eh eh!" tukas pembawa acara saat mic-nya diambil.
"Hai girls hai!" seru Julian menyapa. Pelaku dari pengambilan mic.
"Hai!" sapa mereka balik.
"Apa kabar para Julian lovers? Kalian pasti udah tau gue kan, yang tampan dan mempesona ini" ujar Julian. Sedangkan Kenan, Geo, Satya, Zea, Keyla, Icha, dan beberapa orang lain hanya bisa terheran dengan mulut yang berbentuk O. Mereka melongo dan terpaku akan ulah Julian.
"Gue di film itu tuh berperan sebagi soibnya Zea guys, yang juga berkedok menjadi pembully Alvin dengan ketiga kawan gue ini!" ujar Julian melanjutkan ucapannya.
"Nah teman gue yang dua udah kenalan kan tadi dan yang satu ini yang disebelah gue namanya Satya. Yang baru baru ini bikin keributan disekolah. Kalian pasti udah pada denger kan beritanya!" seru Julian membuat orang-orang terdiam.
"Bang*sat lo!" umpat Satya ingin memukul Julian namun bisa dihindari oleh pria itu. Jika dihadapan semua orang begini jangan harap bisa memukulnya.
"Sh¡t!" desis Satya saat Julian menghindar.
"Jangan harap lo bisa pukul gue disini" bisik Julian di telinga Satya.
"Ekhm, maaf Julian. Bisa kita lanjut perkenalannya yang lain!" ujar pembawa acara memberanikan diri.
"Bentar!" tutur Julian kembali menyapa orang orang didepannya.
Icha yang ada di samping Satya bergidik kesal akan ulah Julian kinu. Ia mendekat kearah Julian menendang kaki pria itu, merebut mic Julian. Julian seketika mengadu karena tendangan Icha.
"Good job!" Icha mendapatkan acungan jempol dari orang orang diatas panggung juga yang duduk memperhatikan mereka.
"Aduh, sial! Cewe lu, rese banget sih Sat!" adu Julian.
"Sukurin, cewek lo lawan!" balas Satya puas.
"Sia*lan ukhh" keluh dan umpat Julian saat merasakan rasa sakit yang ia terima karena Icha.
TBC
ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ
__ADS_1