My Posesif Nerd

My Posesif Nerd
133. Paris


__ADS_3

Malam ini tepat jam menujukan pukul 11 malam. Alvin dan Geo sudah bersiap di depan rumah Alvin seperti yang dijanjikan dengan koper koper mereka yang mulai dimasukan ke dalam bagasi mobil.


"Alvin, Geo hati hati ya! Jangan lupa hubungi mommy kalau udah sampai" ujar mommy Alvin ikut mengantar kepergian Alvin.


"Iya my!" jawab keduanya.


"Ma! Geo sama Alvin pergi dulu ya!" ujar Geo berpamitan.


"Iya, jangan lupa jaga kesehatan" ujar Mama Geo yang juga ada disana.


Alvin dan Geo mengulas senyum pada dua wanita itu. Namun saat mata Alvin bertatap dengan daddynya yang juga ikut mengatar, aura permusuhan terlihat jelas Alvin di kedua mata Alvin.


Alvin masuk kedalam mobil tanpa memperdulikan sang daddy. Geo yang melihat sikap Alvin hanya bisa memaklumi. Ia berpamitan pada semua orang. Kemudian mereka bergabung dengan alvin yang sudah masuk kedalam mobil.


Malam yang masih gelap ini membawa Alvin dan Geo terbang ke bandara. Membawa mereka melintasi langit malam menuju tempat yang dijuluki kota romantis.


...****************...


Setelah kegilaan Alvin kemarin malam. Zea senang bukan main saat mendapat pesan dari kekasihnya yang menyatakan bahwa Alvin tidak bisa bertemu dengannya selama beberapa hari kedepan, lantaran Alvin sedang pergi keluar negeri.


Horee!! Yuhuu!! Yippiiii!!


Zea turun dari kamar dengan hati yang berbunga. Ia yang sudah memakai seragam lengkap menenteng kunci mobil juga tasnya menuju meja makan.


"Ma! Zea berangkat dulu ya!" ujar Zea berpamitan.


"Loh! Alvin kan belum datang Ze" ucap Mama Tia.


"Alvin lagi ke luar negeri ma, katanya ada urusan mendadak jadinya Zea berangkat sendiri deh! Zea pamit ya Ma, Pa, Bang, Zea mau berangkat sekolah dulu!" Zea menyalimi ketiganya.


"Nggak sarapan dulu?" tanya papa Hendra menerima saliman Zea.


"Nggak Pa, nanti aja Zea sarapan di sekolah. Udah lama nggak berangkat sekolah sendiri, Zea mau fun dulu!" ujar Zea.


"Yaudah hati hati" tegur sang papa.


"Iya! Dadah semua!"


Zea keluar rumah mengeluarkan mobilnya yang sudah lama tak ia pakai semenjak kejadian itu.


Mobil Zea berhenti di parkiran sekolah hatinya amat riang gembira. Walau sebenarnya ia tahu bahwa setiap gerakannya dipantau oleh orang orang Alvin. Tapi setidaknya demi mengobati rasa kegelisahannya yang terus berada di dekat Alvin, tak ada yang salah jika Zea mencoba menghibur diri.


Zea menyembunyikan kenyataan pahit yang menimpanya seolah hal itu tak terjadi degan senyuman manisnya.


Zea masuk kedalam kelas dengan bahagia.


"Hai Niko" sapa Zea melihat sang ketua kelasnya itu sudah duduk di bangkunya.


'Rajin sekali' batin Zea.


"Hai Ze! Tumben sendiri? Mana Alvin?" tanyanya.


"Dia ijin Nik, ada urusan katanya selam beberapa hari!" jawab Zea berjalan menuju bangkunya. Meletakan tasnya di kursinya.


"Ohw oke" ujar Niko.


Zea duduk di bangkunya mengeluarkan handphone dari tas mengirim pesan di grup bersama duo sahabatnya.


Group


Zea


Girls


gue udah sampe sekolah nih


Tak berapa lama kemudian pesannya terbalas.


Icha

__ADS_1


Serius?


Gue juga udah mau nyampe nih


Zea


Gue tunggu di kantin ya girls


Icha


Gue ikut


Tungguin Ze


Bentar lagi gue sampe


Zea


oke deh


Zea kembali ke menu awal. Mengecek apakah ada pesan dari orang lain. Kemudian ia melihat nama Alvin yang menjadi chat paling atas di handphonenya. Ia tak mendapati satu pesan pun dari Alvin. Alvin memang bilang bahwa dirinya akan ke luar negeri tapi pria itu tidak mengatakan akan negeri mana. Zea juga tak ingin bertanya lebih jauh.


Zea menscroll media sosial sambil menunggu kedua sahabatnya datang.


"Zea!" teriak Icha datang dari luar kelas.


"Hai" balas Zea.


"Loh sendiri? Mana Keyla?" tanya Zea


"Gue nggak bareng Key, mungkin masih dijalan" jawab Icha.


"Ohhh" seru Zea sambil tersenyum.


"Terus kok lo sendiri? Alvin mana?" tanya Icha celingukan mencari pria yang lengket dengan sahabatnya itu.


"Alvin ijin nggak masuk selama beberapa hari! Makanya gue sendiri" jawab Zea.


"Yaudah yuk ke kantin, gue traktir! Kita ngemil sambil nungguin Keyla disana!" ajak Zea.


"Serius? Yaudah Yuk" ujar Icha bersemangat.


"Tunggu! Nik!" panggil Zea membuat Niko menoleh.


"Kalau Keyla datang, tolong bilangin kami ada di kantin ya!" lanjutnya.


"Oke siap" ujar Niko mengacungkan jempolnya.


"Makasih" ujar Zea. Niko mengangguk.


"Sama sama"


Keduanya berjalan menuju kantin, duduk disalah satu meja yang ada disana. Memesan camilan untuk ngemil juga sepiring nasi goreng dengan teh hangat untuk mereka sarapan.


Icha dan Zea asik menghabiskan camilan mereka sambil menunggu Keyla.


"Dorr!" teriak Keyla mengejutkan keduanya.


"uhukk uhukk uhukk!" Icha tersedak memegangi dadanya. Melihat Icha tersedak, Zea langsung menyambar teh hangatnya, menyerahkannya pada Icha.


"Minum Cha minum!" ujar Zea.


Icha menyambar teh Zea menegaknya hingga tak tersisa.


"Huft, selamat!" Icha memegang dadanya. "Ngagetin gue aja lo Key!" sarkas Icha memelototi Keyla kesal


"Hehehe maaf Cha maaf, lagian, kalian ke kantin nggak nungguin gue" ujar Keyla sedikit cemberut.


"Walau nggak nungguin lo! Tapi kita pesenin lo! Udah nih makan! Ngomel mulu" ujar Icha memberikan sepiring nasi goreng yang memang dikhususkan untuk Keyla.

__ADS_1


"Hehehehe makasih" ujar Keyla ikut duduk dan bergabung dengan keduanya.


Mereka menyantap sepiring nasi goreng, mengisi tenaganya sebelum memulai pembelajaran yang menguras tenaga.


...****************...


Disisi lain...


Alvin yang sedang duduk di sebuah layanan pesawat bisnis class nampak merenung. Ia sudah merindukan Zea. Ingin rasanya ia membatalkan niatnya untuk pergi ke Perancis, tapi mereka sudah setengah jalan.


"Al!" tegur Geo membuat lamunan Alvin buyar.


"Ha?" tanya Alvin menoleh.


Geo memberikan sebuah dokumen untuk Alvin.


"Nih dokumen untuk besok! Nggak mau lo pelajari dulu?" ujar Geo menyerahkan sebuah dokumen pada Alvin.


"Gue udah baca" tukas Alvin.


"Ya siapa tau mau lo baca lagi!" ujar Geo. Alvin melirik kearah dokumen itu dan mengambilnya dari tangan Geo.


Alvin membuka isi didalamnya membaca kembali dokumen yang isinya sudah ia hafalkan.


Waktu silih berganti hingga pesawat yang Alvin dan Geo tumpangi kini lepas landas. Mereka tiba di bandara disebuah kota yang dijuluki sebagai kota romantis. Tapi sayangnya Alvin kesini tidak dengan Zea dan malah ia datang dengan Geo. Menyebalkan bukan?


Geo dengan senyum yang tersemat sejak mereka turun dari pesawat menggeret kopernya, di sebelahnya ada Alvin yang menggenakan kacamata hitam ikut berjalan dengan sama sama menggeret koper. Namun bedanya wajah Alvin datar tak berekspresi.


Alvin mencari cari sambil mengawasi sekitar dan seketika pandangan tertuju pada seseorang yang memegang papan bertuliskan 'Perwakilan Immanuel, Tuan Alvin dan Tuan Geo'


"Itu jemputan kita kayaknya Al" ujar Geo menunjuk kearah pria yang memegang papan. Alvin mengangguk.


Keduanya pergi menghampiri pria dengan papan.


"Anda perwakilan dari perusahaan xxx?" tanya Alvin dengan bahasa Inggris kepada pria itu. Disini Alvin harus berperan aktif dalam urusan bisnis.


Pria itu seketika menatap kearah Geo dan Alvin bergantian.


"Benar! Perkenalkan nama saya Eric, saya perwakilan perusahaan xxx untuk menjemput perwakilan Immanuel group. Apakah anda perwakilan dari Immanuel group?" tanya pria itu tak yakin. Apalagi melihat penampilan Alvin dan Geo yang tergolong amat muda.


"Sure, Saya Alvin, mohon bantuannya selama disini!" jawab Alvin menjabat tangan pria didepannya.


"Tentu tuan Alvin!" balas Eric.


"Oh ya! Ini Geo, Assisten saya" lanjut Alvin menunjuk Geo.


Geo menjabat tangan Eric, "Geo" "Eric" mereka saling berkenalan.


'Apa nggak salah, perwakilan Immanuel group yang terkenal itu semuda ini?' batin pria itu bertanya masih dengan keheranan.


'Udahlah! Tugas ku cuma mengurus kebutuhan mereka. Untuk orangnya muda atau tua, bukan urusanku' lanjutnya masih dalam batin, mengabaikan tak ingin berburuk sangka. Bisa saja kedua orang didepannya ini memang orang yang hebat dalam bisnis walau usia mereka masih muda.


"Silahkan tuan Alvin, tuan Geo! Saya sudah menyiapkan kendaraan untuk mengantarkan anda kemanapun anda mau" ujar pria itu mengarahkan.


Alvin dan Geo masuk kedalam mobil yang sudah di siapkan setelah meletakkan koper keduanya di bagasi.


Mobil itu membawa mereka melaju keluar bandara. Alvin melihat sekitar sambil melihat chatnya. Mungkin saja ada chat dari Zea, namun naas. Satu pun tidak ada chat masuk dari gadis itu.


"CK" decak Alvin kesal dan hal itu bisa didengar oleh Geo dan pria didepannya itu menoleh.


"Apa ada yang salah tuan?" tanya Eric karena ia tak bisa membuat tamu dari perusahaan yang memperkerjakan merasa kekurangan.


"Tidak ada! Tapi sekarang saya mau anda mengantar saya ke perusahaan anda bekerja!" ujar Alvin langsung memerintah.


"Ya?" pria itu tersentak kaget, karena negosiasi bisnis rencananya baru akan dilakukan besok setelah Alvin dan Geo istirahat. Bukan hanya itu mereka yang ada di kantor pasti juga akan kelabakan ketika Alvin dan Geo berkunjung secara mendadak, apalagi mereka belum siap jika nanti Alvin menanyakan sesuatu yang mereka tidak yakini.


"Antarkan kami ke perusahaanmu bekerja!" tegas Alvin lagi memerintah.


"Em baik!" ujar Eric mengiyakan.

__ADS_1


TBC


ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ


__ADS_2