
Para pemain lain termasuk Vara dan teman temannya yang melihat geng Aodra mendekati mobil mereka ikut berjalan menuju mobil masing masing. Tujuan mereka membawa mobil masing masing selain untuk drivting juga agar bisa seperjalanan dengan mereka.
Alvin, Zea, Keyla, Icha, Geo, Julian, Satya, dan Kenan sudah berada didepan 3 mobil mewah. Ketiga mobil disana benar benar membuat semua orang terkagum. Yaitu mobil BMW milik Julian, Lamborgini milik Kenan, dan yang membuat semua orang takjub adalah sebuah mobil Buggati yang jelas harganya sangat fantastis.
Julian membuka bagasi mobil Kenan untuk dijadikan tempat meletakkan barang barang Keyla, Icha, dan Zea. Karena bagasinya penuh oleh barang barang mereka berlima. Setelah itu Julian menyuruh Keyla dan Icha mangikutinya. Zea ingin mengikuti namun ditahan oleh Alvin.
"Mau kemana?" tanya Alvin. Zea menatap Alvin.
"Ikut sama mereka lah!" jawab Zea menunjuk Keyla dan Icha. Dengan raut wajah bingung.
"Kamu sama aku, ayok!!" ajak Alvin menarik tangan Zea membuat Zea mengikuti langkah Alvin.
"Loh loh, kok?" Zea dibuat semakin kebingungan lantaran Alvin membuka pintu mobil Buggati mewah itu untuk Zea. Tak hanya Zea saja yang shock, hal itu juga berlaku oleh orang orang disekitar mereka kecuali geng Aodra tentunya.
"Masuk" Alvin mendorong pelan tubuh Zea supaya Zea masuk kedalam mobil. Setelah Zea berhasil masuk Alvin menutup pintu mobil dan berjalan menuju pintu pengemudi yang membuat semua orang yang melihat shock 2 kali lipat.
"Kok si nerd pakek mobil itu?"
"Si cupu bawa mobil sport? Gak salah tuh!"
"Aodra kok ngijinin si culun pakek mobil mereka sih?
"Gimana bisa?"
"Sumpah ini gila banget"
Apa yang dilakukan Alvin membuat mereka bertanya tanya. Namun tak digubris olehnya karena dirinya hanya terfokus pada Zea. Alvin memasangkan seatbelt untuk Zea memastikan bahwa Zea dalam posisi nyaman.
"Gimana?" tanya Alvin.
"Ehm" Zea menoleh namun tak menjawab karena masih tidak percaya dengan keterkejutannya kini, atas apa yang terjadi.
"Nyaman?!" tanya Alvin.
"Emm, iya, nyaman!" jawab Zea dengan kepala mengangguk angguk, berusaha setenang mungkin, mencoba menetralisir keterkejutannya.
Alvin tersenyum akan tingkah Zea dan membelai surai hitam Zea. Zea sebenarnya ingin bertanya bagaimana hal ini bisa terjadi namun semua itu dia abaikan karena terlalu kebal dengan jawaban Alvin yang menurutnya terlalu klise.
Disisi lain Keyla dan Icha...
"Lah lah kok Zea naik itu? Bukannya bareng kita?" Icha bertanya tanya.
"Lo bareng gue, buru naik!" ucap Satya memasuki mobil. Icha terkesima dengan pernyataan Satya.
"Ayo Cha buru!" ajak Keyla mulai memasuki mobil milik Julian. Icha tersadarkan ikut masuk. Kemudian Julian mulai melajukan mobilnya mengikuti mobil Alvin.
Icha diam saja sedari tadi, "kenapa lo Cha? Tumben diem aja, kesambet lo?!"
"Gak, gue gak apa! Gue lagi coba menyadarkan diri kalok gue semobil sama mahluk halus itu" ucap Icha.
"Siapa yang lo panggil makhluk halus?" pekik Satya dari kursi depan.
"Kenapa? Ngerasa ya?" ledek Icha.
"Apa lo bilang_"
"Udeh Sat, ribut mulu. Gue kawinin lama lama lo berdua" ujar Julian.
"Diem loe, nyetir aja yang bener!"
"Sat, dibilangin juga"
...****************...
__ADS_1
Dimobil dimana Zea dan Alvin berada...
Zea yang duduk disamping Alvin lagi lagi dibuat terkesima oleh Alvin yang dia rasa sangat jago dalam mengendarai mobil mahal ini. Zea menatap Alvin lekat dan memincingkan mata.
Alvin cowok nerd yang kini berstatus pacarannya. Pria dengan segala daya tarik yang menurutnya melimpah namun kalah karena tampangnya. Ah setelah dipikir pikir Alvin hanya terlihat culun karena kaca mata dan rambutnya saja.
Zea semakin menelisik wajah Alvin tanpa berkedip. Alvin yang ditatap menoleh kearah Zea.
"Kenapa?" tanya Alvin memusatkan kembali pandangannya kejalanan.
"Al bisa lepas kaca mata gak?" pinta Zea membuat Alvin menoleh sekilas kepadanya.
"Buat apa? gak usah aneh aneh. Aku lagi nyetir nih" ucap Alvin mencoba menghindar, sambil memfokuskan pandangannya kejalan. Dirinya merasa aneh dengan permintaan Zea kali ini, apakah Zea sudah semakin mencurigainya?
'Bener juga, gue coba minta waktu disana aja deh' pikir Zea.
Zea kemudian menatap kedepan lalu kesamping. Nampak disekitar ketika mobil yang mereka naiki lewat banyak tatapan kagum dari orang orang bahkan ada yang sampai mengabadikannya dengan memvidio kearah mobil yang entah milik siapa ini
Zea kemudian melamun entah apa yang dipikirkan. Lalu tersentak ketika tangannya digenggam oleh pacarnya yang nerd itu. Alvin membawa tangan Zea kebibirnya, mengecup singkat tangan Zea membuat Zea terkesima. Zea berusaha menetralkan detak jantungnya yang berdebar kencang.
"Al lepas! Lo lagi nyetir, bahaya" ujar Zea sambil melepaskan genggaman tangannya dari Alvin, tapi Alvin tak memperdulikan dan menggenggam tangan Zea semakin erat.
"Ish dibilangin juga" gerutu Zea masih berusaha. Alvin tertawa melihat itu.
"Diem Ze! Kalok gak aku ngebut nih" ancam Alvin.
"Yah jangan dong, gue gak mau mati muda!" pekik Zea seketika.
"Makanya diem" Zea langsung bersikap diam namun bibirnya masih mengomel.
"Mentang mentang udah ada status sekarang mainnya ngancam" gerutu Zea namun dapat didengar Alvin.
"Aku dengar Ze"
Karena Alvin sedang fokus kejalan dan sebagai pacar yang baik tak mau membuat kekasihnya itu hilang fokus. Zea memilih melihat handphonenya yang belum ia lihat dari tadi, terakhir dia buka ketika Alvin menelponnya kemarin malam. Zea melihat chat grup dengan dua temannya yang kelakuannya dibawah rata rata itu dan wow rame sekali, dengan dua orang saja sudah seramai itu. Bahkan ada panggilan telpon yang masuk oleh mereka. Kemudian Zea melihat grup film, yah seperti yang dikatakan Icha dan Keyla berisi informasi kalok ada beberapa anak yang harus berangkat lebih dulu, juga ada yang ingin menaiki kendaraan sendiri.
Zea kemudian beralih kegrub bersama dua sahabat terkasihnya itu.
★Ciwi Ciwi Cucok★
Zea
Heyo girls, lagi apa nih??
Tak lama kemudian balasan datang.
Icha
Lagi meratapi nasib
Keyla
Hahahaha, kasihan banget sih loh Cha
Zea
Knp?
Tanya Zea singkat, karena dia sedikit kesusahan mengetik dengan satu tangan. Lantaran tangannya yang satu lagi sedang ditahan oleh Alvin. Tak bisa lepas, sudah tergembok rapat.
Keyla
Biasalah, kalo anjing ketemu ama kucing bawaannya kelahi
__ADS_1
Zea paham akan maksud Keyla. Tanpa dia sadari Alvin sudah membelokkan mobilnya kearah minimarket. Zea baru tersadar ketika melihat pesan masuk dari kedua temannya itu.
Icha
Ze, kok lo belok?
Keyla
Mau ngapain Ze??
Zea langsung tersadar bertepatan dengan mesin mobil yang mereka tumpangi mati. Zea menatap ketempat didepannya. Ada beberapa pengunjung disana yang menatap kearah mobil mereka. Zea juga menoleh kesamping bertepatan dengan mobil yang Keyla dan Icha tumpangi berhenti disamping mereka.
Zea menoleh kearah Alvin tak mendapati laki laki itu disana. Entah sejak kapan pegangan tangannya terlepas dari pria itu. Kemudian pintu disamping mobilnya terbuka, Alvin membukakan pintu untuknya. Apakah dia harus terharu karena mendapat perlakuan istimewa seperti ini? ntahlah dia merasa aneh saja diperlakukan layaknya orang paling berharga oleh pria itu.
Zea melepaskan seat beltnya keluar dari mobil. Alvin menutup pintu mobil, menggengam tangan Zea kembali. Icha dan Keyla turun dari mobil bersama dengan Julian dan Satya. Tak lupa pula Julian dan Geo yang keluar dari mobil lain diikut beberapa mobil yang mengikuti kepergian mereka.
"Mau ngapain kesini Al?" tanya Zea saat Alvin mengajaknya masuk kedalam mini market yang penuh dengan makanan, layaknya mini market modern.
"Cari makan buat kamu" jawab Alvin membuat Zea tertegun.
"Pilih" seru Alvin saat mereka didekat deretan makanan.
"Zea" pekik perempuan yang dia kenal dari belakang. Zea menoleh dan tersenyum.
"Apes banget gue semobil sama tuh anak mami" keluh Icha merengkuh lengan Zea, tak memperdulikan Alvin ada disana.
"Yang sabar Cha!"
"Udah sabar tujuh turunan gue, kurang sabar gimana lagi coba" ucap Icha sambil cemberut. Mengalihkan pandangannya kedepan.
"Wih makanan nih, kebetulan gue laper!" seru Icha, raut mukanya langsung berubah menjadi bersinar terang melihat deretan makanan yang tertata disana.
"Amsyong nih anak, dari tadi dimobil udah ngemil masih aja laper!"
"Maklum Key, gue lagi badmood. Kalok lagi badmood gini perut gue minta diisi. Apalagi kalok ketemu makanan gini gak bisa dikondisikan hahahaha" ujar Icha dengan tawa. Zea dan Icha memutar bola matanya sudah terbiasa dengan kelakuan absurd Icha. Sedangkan Alvin biasa saja melihat itu semua.
"Ini mau Ze?" tawar Alvin menunjuk kearah katsu bento pada Zea. Zea menggeleng.
"Gak laper Al" jawab Zea. Alvin menatap kearah Zea dengan pandangan yang sulit dimengerti.
"Pilih onigiri, sosis, atau roti?" tawar Alvin lagi, kini dengan nada tegas agar Zea tak menolak. Zea yang tak paham akan nada bicara Alvin menggeleng kembali.
"Pilih! Gak ada penolakan!" ucap Alvin membuat Zea mengulum bibirnya lantaran mengingat wajah murka Alvin waktu dirinya dihina Vara tadi.
"Gue mau semua dong!" bukan Zea yang menjawab melainkan Icha.
Alvin menatap sahabat Zea datar, "ambil!" seru Alvin. Icha tersenyum senang.
"Bener nih?!" tanya Icha memastikan.
"Hmm" deheman Alvin. Keyla lantas menyenggol lengan Icha memperingatkan. Tapi Icha yang tidak peka malah menawarkan pada Keyla.
"Pilih Key, mumpung gratis!" serunya.
"Wih apa nih gratis gratis, mau dong!" Geng Aodra datang menghampiri mereka. Dengan seenaknya mereka mengambil keranjang dan mengisinya dengan berbagai makanan disana. Zea speechless melihat itu. Kenapa Alvin diam saja? Apakah gara gara dia, Alvin harus mengeluarkan uang lagi? Apakah mereka memalak Alvin karena Alvin meminjam mobil mereka? Pikir Zea dengan banyak dugaan. Walaupun traktiran begini tak akan membuat Zea menguras uang jajannya. Tapi Zea takut hal ini memberatkan Alvin.
Alvin yang seperti tau apa yang Zea pikiran berbicara, "bukan seperti yang kamu pikirkan!" Zea bungkam tak bisa berkata apa-apa.
TBC
ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ
Lagi dalam alur lambat, harap bersabar.
__ADS_1
( ꈍᴗꈍ)