My Posesif Nerd

My Posesif Nerd
36. Keberangkatan Part 2


__ADS_3

Brumm brumm


Suara mobil yang memasuki parkiran sekolah. Munculah 3 mobil mewah yang membuat semua mata terkagum melihatnya.


Dari dalam mobil keluar pria yang sangat mereka kenal. Siapa lagi kalok buka anggota geng Aodra, namun yang membuat Zea heran ada Alvin disana keluar dari mobil yang sama dengan pria yang dia tau bernama Geo.


"What kok si cupu itu bisa bareng mereka sih?" pekik Vara yang ada disana.


"Ze..Ze..itu Alvin kan?" Icha menepuk bahu Zea menunjuk kearah Alvin. Zea mengangguk masih menatap kearah Alvin yang berjalan kearahnya.


"Ze!" panggil Alvin tapi Zea masih diam tak membalasnya.


"Ze!" Alvin memegang pipinya membuat Zea tersadar.


"Ah iya Al?!" Zea menatap pria itu.


"Lagi mikiran apa sih?! Mikir kenapa aku bisa bareng mereka?" tanya Alvin menebak nebak apa yang Zea pikiran.


"Nggak kok!" jawab Zea cepat. Zea memang tak memikirkan apapun, dirinya hanya tertegun saat melihat Alvin keluar dari mobil yang dimatanya seperti slow motion.


Alvin tersenyum, mengacak-ngacak rambut Zea gemas. Merangkul bahu Zea mendekatkannya ke tubuhnya.


"Al ih! Jangan gini ah, malu!" ucap Zea mencoba menahan tubuh Alvin. Ia tidak malu karena Alvin merangkulannya, namun dia malu karena berada dirangkulan Alvin. Hal itu membuatnya merona dan berdebar.


"Kamu malu karena aku peluk gini?" tanya Alvin membuat Zea menatap pria itu.


"No!" jawab Zea cepat menatap lekat mata Alvin dari balik kacamata. Alvin tersenyum mendengar jawaban Zea, matanya selalu tertuju kepada Zea dan hal itu tak pernah membuatnya bosan. Karena dimata Alvin Zea itu menggemaskan.


"Ekhem! Ayo kumpul dulu jangan asik mesra-mesraan gak tau tempat gini" ucap Pak Reno menghampiri mereka dengan nada sewot. Padahal kedua sahabat Zea tak mempermasalahkan perilaku keduanya yang terlihat seperti kisah drama Korea ataupun novel.


Zea yang mendapat teguran menjaga jarak dengan Alvin, tak ingin Alvin menjadi target walikelasnya. Namun Alvin tak peduli dan masih menggandeng tangan Zea dan itu dilihat oleh murid yang ada disana. Membuat mereka heran, apakah Zea pacaran dengan pria nerd itu? karena setau mereka, Zea dan Alvin hanya dekat semata. Dan untungnya Rey yang merupakan ketua OSIS tak ada karena dia ikut kedalam rombongan pak Burhan. Karena Zea tau pria itu menyukainya dan terus mengejarnya walau sering ia tolak. Bisa dongkol seketika melihat Zea berada di dekapan Alvin.


"Karena kalian sudah berkumpul semua, sekarang kalian pisah. Yang bawa kendaraan sendiri bisa di kiri dan yang tidak ke kanan" Pak Reno memberi arahan. Semua orang yang ada disana mengikuti arahan pak Reno. Kecuali anggota geng Aodra yang memang kebal dengan aturan masih sibuk berada didekat kendaraan mewah yang mereka bawa.


"Zea, kamu yang sebagai pemeran utama sini. Maju didepan! Pameran utama kok dibelakang" ucap Pak Reno membuat Zea menoleh kearah kedua sahabatnya dengan pandangan nyalang namun masih menunjukan senyumannya.


Kemudian Zea pindah kedepan ditemani Alvin yang tak ingin jauh dari Zea. Alvin merasa ada yang aneh dari Zea, instingnya berkata demikian.


"Ada apa?" tanya Alvin kepadanya. Zea menggeleng tak berani menatap Alvin, memfokuskan pandangannya kedepan. Tak ada pak Reno disana karena sedang mengkoordinir murid yang membawa mobil sendiri.


"Tell me!" paksa Alvin membuat Zea masih memfokuskan pandangan kedepan.


"Zee!!" tekan Alvin membuat Zea menoleh dengan senyuman tapi bukan senyum ceria Zea yang biasanya. Karena mata Zea tak bisa berbohong, mata Zea berkilat. Tak sedikitpun berkedip, membuat Alvin mengernyitkan wajahnya.


Kemudian dari sampingnya Zea merasakan sentuhan membuat Zea menoleh dan untungnya itu adalah kedua sahabatnya.

__ADS_1


"Tenang Ze, kita bakal jagain lo!" seru Keyla menenangkannya, Zea tersenyum dan mengangguk.


"Emang kenapa? Jagain dari siapa?" Alvin semakin bertanya tanya. Zea menjelaskan pada Alvin tak ada apa apa dan Keyla hanya asal ngomong. Karena Zea tak ada bukti yang membuat dugaannya benar.


"Andai aja kita bawa mobil sendiri, gak naik bus. Pasti gak bakal bareng sama tuh orang, juga bisa ikut driftng!!" Icha menyesali keputusannya dan Keyla kemarin malam yang tak jadi membawa mobil untuk berangkat sendiri.


"Kamu gak mau naik bus?" tanya Alvin saat mendengar penuturan Icha.


"Ish nggak Al, Icha sama Keyla ini bicaranya ngawur" bantah Zea menatap kearah kedua sahabatnya, supaya mereka berhenti bicara. Tak ingin membuat Alvin kepikiran dengan masalahnya.


Alvin dibikin makin bingung oleh sikap Zea. Kemudian Pak Reno datang.


"Okey sekarang buat yang ikut bus. Nanti saya akan atur posisi duduk kalian!" ucap pak Reno.


"Loh pak, bukannya bebas ya?" tanya salah satu murid yang ikut bermain peran walau bukan peran penting.


"Nggak! biar saya atur, dari pada ntar berebut dan tidak terkoordinir" ucap Pak Reno membuat Zea menghela nafas berat. Alvin melihat itu semua.


"Pak saya mau duduk sama Zea" ucap Alvin mengangkat tangan.


"Nggak! nggak ada yang namanya laki sama perempuan duduk berduaan" tolak pak Reno membuat Alvin menatap tajam laki laki itu dan bergilir menatap Zea yang membuang pandangannya enggan menatap laki laki didepannya ini.


"Kalok gitu saya sama Zea naik mobil sendiri aja pak" Alvin merangkul pinggang Zea mendekatkan Zea kepadanya. Kemudian Alvin melihat perubahan wajah Reno. Dan dia tau apa yang terjadi walaupun walikelasnya yang itu mencoba menyembunyikannya. Tapi Alvin dapat melihat perubahan itu, sedari awal Alvin hanya bersikap biasa saja walau sejak awal datang dan bertemu dengan pria didepannya mendapat pandangan yang tidak enak.


"Itu urusan saya!" ucap Alvin tegas membuat semua orang yang ada disana terdiam melihat Alvin dan pak Reno termasuk murid yang membawa mobil sendiri.


"Woy cupu! emang lo mau naik mobil siapa? Emang disini ada yang mau ngasih tumpangan ke elo?" ejek Vara dengan tawanya bersama kedua temannya.


"Tau tuh, cupu aja belagu!" ucap Sisi, teman Vara.


Alvin tak memperdulikan mereka yang Alvin anggap hanya udara busuk lewat itu.


"Udah karena saya tak ingin kamu dipermalukan. Saya ijinin kamu duduk disebelah Zea, tapi saya atur tempatnya" ucap Reno berlagak sok baik.


"Al! It's okay, gak perlu diterusin. Sorry!" tegur Zea lirih sambil menyentuh baju Alvin meminta Alvin menyudahi. Dirinya dibuat bersalah karena membuat Alvin terlihat dalam hal ini.


Alvin mengusap rambut Zea dengan tangannya yang satu lagi. Masih menatap tajam laki laki didepannya.


"Nggak perlu pak, sampai ketemu disana!" papar Alvin memeluk Zea mengajaknya menuju gerombolan disebalah kiri.


"Zea tunggu!" pekik Keyla dan Icha mengikuti Zea yang dibawa pergi Alvin.


"Al!"


"Tenang aja! sekarang kamu duduk disini! Trush me Ze!" Alvin mendudukan Zea di grup sebelah kiri memposisikan Zea berada dibelakang supaya tak terlihat oleh Reno, memegang kedua tangan Zea erat. Keyla dan Icha yang mengikuti, duduk disamping kanan kiri Zea saat Alvin pergi meninggalkan mereka.

__ADS_1


Dapat dilihat kemana Alvin pergi. Alvin menghampiri anggota geng Aodra dan berbicara dengan mereka yang jelas tak bisa ia dengar karena jaraknya lumayan jauh.


"Gila Alvin keren parah!" seru Icha saat melihat ketegasan Alvin didepan pak Reno. Keyla mengacungi jempol.


"Pantes lo klepek klepek Ze" canda Icha membuat mereka tertawa setelah tadi dalam situasi tegang.


"Tas lo mana Ze?" tanya Keyla, Zea menunjuk tasnya yang dia letakan dibelakang karena berat. Sedangkan sekarang dia memakai tas ransel kecil yang serba guna.


"Biar gue bawain kesini, nitip tas gue" Keyla berdiri mengambil tas Zea yang ada dibelakang grup sebelah kanan.


Tak lama Keyla datang dengan nafas ngos-ngosan. Meletakan tas Zea didekat mereka sembarangan.


"Lo bawa apaan sih Ze, berat banget?!" keluh Keyla, Zea tertawa.


"Emang seberat itu ya Key?" tanya Icha tak percaya melihat reaksi Keyla yang berlebihan.


"Lo coba aja angkat!"


Icha mencoba mengangkat tas yang Zea bawa. Dan reaksinya sama dengan keyla.


"Lo bawa batu ya Ze, sumpah ini berat banget!" ucap Icha membuat Zea kembali tertawa. Emang seberat itu tas yang Zea bawa. Biasalah cewek wkwkwkwk.


"Nyadar kan kalok berat? itu yang gue rasain waktu tadi bawa tuh tas. Jadi berat gini juga gara gara siapa? kalian lah. Orang disana juga ada barang yang kalian titipin ke gue" ujar Zea membuat Keyla dan Icha cekikikan karena itu faktanya.


"Ambil noh barang kalian" tambah Zea.


"Jangan Ze, tas kita juga udah penuh soalnya" tahan Keyla membuat mereka saling melempar tawa.


Tak lama kemudian Alvin datang menghampiri mereka. Dengan kunci mobil digenggamnya.


"Dapet Al?" tanya Icha.


"Ya" jawab Alvin datar, datang duduk disebelah kanan Zea menggantikan posisi Keyla.


"Eh iya Cha! terus kita gimana?" tanya Keyla pada Icha.


"Lah iya, kita gimana Woy??" pekik histeris Icha.


"Kalian bisa bareng sama Julian" jawab Alvin tak menoleh ke kedua sahabat Zea, pandangannya hanya tertuju pada Zea dengan senyuman.


"Huft okey okey, bikin jantungan aja!" ujar Icha membuat Zea tertawa melihat kelakukan sahabatnya itu.


TBC


ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ

__ADS_1


__ADS_2